VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian

teknik pengambilan sampel
toko buku kuliah

Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian – Tugas akhir (skripsi) menjadi hal yang sangat menentukan bagi mahasiswa sebagai persyaratan kelulusannya. Ia pun menjadi tanda atas berakhirnya masa studi mahasiswa di jenjang sarjana. Banyak mahasiswa yang mengusahakan sebaik mungkin dalam melakukan pengerjaan skripsinya. 

Skripsi merupakan bentuk karya tulis ilmiah berupa laporan dari hasil penelitian mengenai sebuah fenomena atau masalah yang ada. Penulisan skripsi harus dilakukan secara sistematis dengan kaidah atau metode-metode yang telah ditetapkan. Metode dalam penulisan skripsi pun beragam tergantung dengan jenis penelitiannya.

Jenis penelitian skripsi umumnya terbagi menjadi dua yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan merupakan interpretasi peneliti akan sebuah fenomena yang ada. Sementara penelitian kuantitatif hasil penelitiannya disampaikan dalam bentuk penghitungan matematis. 

Salah satu kekhasan dalam penelitian kuantitatif lainnya adalah kita akan dikenalkan dengan istilah seperti populasi, sampel, serta teknik pengambilannya. Istilah ini sangat menentukan hasil dari penelitian yang kita ambil karena berkaitan dengan metode atau cara yang kita gunakan dalam menjawab tujuan dalam penelitian kita. 

Nah, pada tulisan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai sampel dan teknik pengambilan sampel seperti pengertian, tujuan hingga tahapannya. Untuk lebih jelasnya kita akan bahas lebih jauh di bawah ini.

Pengertian Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sederhananya sampel merupakan bagian dari suatu populasi penelitian yang digunakan untuk menjawab hasil dari suatu penelitian. Sedangkan teknik pengambilan merupakan cara atau metode yang digunakan dalam pengambilan sampel tersebut.

Sampel dapat diartikan sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. Pengukuran sampel dilakukan melalui statistik atau berdasar pada estimasi penelitian guna menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan penelitian suatu objek. Pengambilan besar sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang dapat menggambarkan keadaaan populasi yang sebenarnya. (Sugiyono, 2016, h. 80)

Sementara teknik pengambilan sampel atau teknik sampling disebutkan oleh Supardi (1993) sebagai suatu cara atau teknik yang digunakan dalam menentukan sampel penelitian.

Margono (2004) menambahkan penentuan sampel ini harus disesuaikan dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya dengan memperhatikan sifat dan penyebaran populasi agar sampel yang diperoleh dapat mewakili populasi (bersifat representatif).

Tujuan Serta Tahapan Pengambilan Sampel

Mengutip pada materi ajar yang dituliskan oleh Prof. I Wayan Susila, pengajar dari Universitas Udayana, terdapat beberapa tujuan serta tahapan dari pengambilan sampel. Pengambilan sampel bertujuan untuk membantu peneliti dalam mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang dapat peneliti jumpai di lapangan seperti:

  1. Apabila populasi terlalu banyak atau jangkauan terlalu luas sehingga tidak memungkinkan bagi kita untuk melakukan pengambilan data pada seluruh populasi.
  2. Terkendala dalam hal keterbatasan tenaga, waktu, dan biaya.
  3. Adanya asumsi awal bahwa keseluruhan dalam populasi bersifat seragam sehingga bisa diwakili oleh beberapa sampel yang akan kita ambil.

Dalam melakukan pengambilan sampel terdapat sistematika atau tahapan yang harus kita ikuti dengan cermat. Mengikuti dengan cermat sistematika yang ada akan membantu kita  untuk menjawab tujuan dari penelitian kita. Berikut merupakan tahapan umum dalam teknik pengambilan sampel:

  1. Mendefinisikan populasi yang akan diamati
  2. Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang dapat terjadi.
  3. Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat
  4. Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
  5. Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling

Macam Teknik Pengambilan Sampel

Terdapat beragam teknik pengambilan sampel. Macam teknik pengambilan sampel ini kita gunakan tergantung dari jenis penelitian yang kita pilih.

Meski begitu, secara garis besar metode pengambilan sampel terbagi menjadi dua yaitu: probability sampling (random sampel) yaitu teknik pengambilan sampel secara acak serta non-probability sampling (non-random sampel) teknik pengambilan tidak acak.

Masing-masing dari keduanya masih memiliki macam jenis pengambilan sampel lainnya seperti purposive sampling, cluster sampling, snowball sampling, dan lain sebagainya yang akan lebih lanjut kita bahas di bawah ini. 

Probability Sampling

Probability sampling merupakan jenis dalam teknik pengambilan sampel yang melakukan pengambilan sampelnya dengan random atau acak. Metode ini memberikan seluruh anggota populasi kemungkinan (probability) atau kesempatan yang sama untuk menjadi sampel terpilih.

Teknik jenis ini sesuai digunakan untuk populasi yang besaran anggotanya dapat kita tentukan terlebih dahulu. Metode ini menggunakan analisis statistik untuk membantu penentuan sampel terpilihnya. Terdapat beberapa model atau  jenis lain dari teknik random, yaitu:

1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

Jenis ini melakukan pengambilan sampel secara acak melalui cara yang sederhana seperti pengundian atau menggunakan pendekatan bilangan acak.

Kelebihan penggunaan metode ini yaitu dapat mengurangi bias atau kecenderungan berpihak pada anggota populasi tertentu dan dapat mengetahui adanya kesalahan baku (standard error) dalam penelitian.

Sementara itu kelemahan dalam penggunaan metode ini yaitu rendahnya jaminan mengenai sampel yang terpilih dapat bersifat representatif atau dapat mewakili populasi yang dituju.  

Contoh Pengambilan Sampel Metode Acak Sederhana:

Dibutuhkan 15 sampel dari populasi penelitian dengan jumlah 90 orang.  Peneliti terlebih dahulu membuat undian untuk mendapatkan sampel pertama dari 90 populasi tersebut.

Setelah sampel pertama didapatkan, nama yang terpilih sebagai sampel tersebut dikembalikan lagi agar populasi tetap utuh, berjumlah 90 orang.

Mengembalikan sampel terpilih  memungkinkan responden berikutnya akan tetap sama dengan responden yang sudah dipilih pertama. Hal ini dilakukan terus menerus hingga jumlah 15 sampel terpenuhi.

2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis  (Systematic Random Sampling) 

Pengambilan sampel pada teknik ini menetapkan sampel awal secara acak kemudian sampel selanjutnya dipilih secara sistematis berdasarkan pola tertentu. Pola umum dari teknik ini adalah mengambil bilangan kelipatan dari jumlah anggota populasi dengan jumlah sampel yang akan diambil.

Misalnya, diambil sampel dari populasi dengan jumlah 40 orang yang akan masuk ke sebuah ruangan. Setiap orang yang masuk ke urutan dari kelipatan 4 akan diambil sebagai sampel, artinya orang ke-4, 8, 12, 16 dan seterusnya akan dijadikan sampel penelitian hingga 40 populasi.

Kelebihan dari  penggunaan metode ini adalah cara ini lebih cepat, lebih mudah dan lebih mudah pelaksanaannya dibanding cara lainnya. Cara ini juga memudahkan peneliti karena  memungkinkan kita untuk mengambil sampel di lapangan tanpa harus menggunakan kerangka sampel.

Kekurangan Metode ini adalah kita tidak dapat memprediksi variasi dari populasi jika urutan yang dilakukan tidak sepenuhnya acak. Selain itu, jika populasi memiliki pengulangan karakteristik yang relatif tetap maka sampel akan cenderung sama atau bersifat seragam.

3.  Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)

Teknik pengambilan sampel ini melakukan penentuan sampel penelitian dengan menetapkan pengelompokan anggota populasi dalam kelompok-kelompok tingkatan tertentu seperti tingkat tinggi, sedang, dan rendah.

Misalnya penelitian masyarakat terhadap partisipasi pemilihan umum yang dikelompokkan berdasarkan usia pemilih. Tingkatan dari kelompok tersebut akan ditentukan dari usia yang paling rendah hingga ke yang paling tinggi atau sebaliknya.

4. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area atau Wilayah (Cluster Random Sampling)

Teknik pengambilan sampel ini menentukan sampel berdasar kelompok wilayah dari anggota populasi penelitian. Pada teknik ini subyek penelitian akan dikelompokkan menurut area atau tempat domisili anggota populasi. 

Tujuannya antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu wilayah tertentu. Misalnya peneliti ingin mengetahui tingkat partisipasi masyarakat kota Yogyakarta terhadap program pemerintah daerah. Peneliti akan menentukan sampel dari wilayah-wilayah yang tersebar di kota Yogyakarta. Baik pada tingkat kecamatan, desa, hingga dusun.

Baca juga : Apa Itu Metodologi Penelitian? Jenis, Contoh dan Kegunaannya

Non-Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel non-probability berkebalikan dengan teknik probability sampling. Teknik ini melakukan pengambilan sampel dengan tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel.

Menurut Supardi (1993) teknik sampling jenis ini sesuai apabila dipilih untuk populasi yang sifatnya infinit atau besaran anggota populasinya belum atau tidak dapat ditentukan terlebih dahulu sebelumnya.  Macam dari teknik pengambilan sampel jenis ini antara lain adalah:

1. Purposive Sampling

Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel yang didasarkan pada pertimbangan peneliti mengenai sampel-sampel mana yang paling sesuai, bermanfaat dan dianggap dapat mewakili suatu populasi (representatif). 

Teknik pengambilan sampel ini cenderung lebih tinggi kualitas sampelnya. Karena peneliti telah membuat kisi atau batas berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijadikan sampel penelitian. Misal seperti didasarkan pada ciri demografi, gender, jenis pekerjaan, umur dan lain sebagainya. Teknik ini termasuk teknik pengambilan sampel yang cukup sering digunakan dalam penelitian. 

Kelebihan dari metode ini di antaranya tujuan dari penelitian dapat dengan mudah terpenuhi, sampel dapat bersifat lebih relevan dengan desain penelitian, cara ini cenderung lebih murah dan mudah untuk dilaksanakan. Sementara itu kekurangannya sama dengan teknik pengambilan sampel secara acak yaitu tidak adanya jaminan bahwa sampel dapat mewakili populasi yang ditentukan.

2. Snowball Sampling

Biasa dikenal juga dengan teknik pengambilan sampel bola salju. Teknik ini menentukan sampel berdasarkan wawancara dengan sampel sebelumnya atau dengan cara korespondensi. 

Melakukan pengambilan sampel dengan teknik ini artinya kita bisa meminta informasi dari sampel pertama untuk mendapatkan sampel berikutnya, demikian secara terus menerus hingga akhirnya seluruh kebutuhan sampel penelitian dapat terpenuhi. 

Teknik pengambilan sampel dengan metode bola salju ini sangat cocok untuk penelitian mengenai hal-hal yang sifatnya cukup sensitif dan membutuhkan privasi tingkat tinggi dari respondennya. Misal penelitian tentang penyintas kekerasan seksual, penderita HIV, kelompok waria serta kelompok-kelompok khusus lainnya.

3. Accidental Sampling

Sesuai dengan namanya, teknik pengambilan sampel jenis ini menentukan sampel secara tidak sengaja (accidental). Peneliti akan mengambil sampel pada orang yang kebetulan ditemuinya pada saat itu.

Misalnya penelitian dilakukan pada populasi pelanggan toko A, peneliti cukup menunggu di depan toko A lalu menetapkan sampel kepada siapapun orang yang melakukan transaksi jual-beli di toko A tanpa melihat umur, gender, profesi, dan lain sebagainya.

4. Quota Sampling

Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan menentukan kuota atau jumlah dari sampel penelitian terlebih dahulu. Prinsip penentuannya sama dengan accidental sampling. Tetapi peneliti menetapkan terlebih dahulu jumlah sampel yang akan diperlukan. 

Misal peneliti menetapkan penelitian dilakukan setiap hari selama satu minggu dengan menetapkan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 orang. Apabila peneliti pada hari itu telah memenuhi kuota dengan memperoleh 100 orang maka selesai tugas peneliti untuk mencari sampel penelitian.

Kelebihan menggunakan teknik ini dalam pengambilan sampel yaitu bersifat praktis karena sampel penelitian sudah diketahui sebelumnya. Sementara kekurangannya yaitu bias penelitian yang cenderung cukup tinggi dapat terjadi.

Temukan berbagai literasi tentang Penelitian berikut ini :

Terimakasih sudah membaca artikel tentang Teknik Pengambilan Sampel Penelitian, selanjutnya baca artikel yang lain berikut ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang