Buku Sejarah Dan Bentuk Ornamen Bangka

Rp 100.000

Pengarang  Fendi Adiatmono dan Agus Bachtiar K.
Institusi  Universitas Muhammadiyah Bandung
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Arsitektur
ISBN 978-623-7022-78-7
Ukuran 15.5×23 cm
Halaman xxx, 140 hlm
Harga Rp.100.000
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun Terbit  2018
Category:

Description

Sinopsis Buku Sejarah Dan Bentuk Ornamen Bangka

Buku Sejarah Dan Bentuk Ornamen Bangka |

Sebelum melangkah jauh dalam menganalisis Bangka, penulis mengadakan suatu studi sejarah Bangka (terutama sejarah sosial) dan lingkup terdekat yang berpeluang untuk saling pengaruh dan mempengaruhi adanya kebudayaan Bangka. Hal itu dimunculkan, karena proses pembentukan dan aktualisasi beberapa di antaranya telah direduksi oleh orang Bangka lalu menghasilkan residu atas kebudayaannya. Melalui Depati Amir yang lahir di Pulau Bangka tahun 1805 dan meninggal di tempat pembuangan Kupang Nusa Tenggara Timur pada 28 September 1869, Bangka berdaulat atas ketahanan diri. Ia telah dianugerahi gelar pahlawan oleh Presiden RI Jokowi pada 8 November 2018. Ada pertimbangan yang melatarbelakangi pemberian gelar pahlawan nasional untuk Depati Amir. Penulis juga mengeksplanasi M. H. Court (1831), J.G. Bijdendijk, J.J. Geelhoed (1859), Gouverneur-Generaal A.C.D. de Graeff, H.J. Hoogwinkel, Assisent-resident van Meester Cornelis (1888-1893) resident van Bangka, dan John Crawfurd, F. R. S., (1820) Bangka mulai dikuak, dan mendapatkan evidensi baru, atas tatanan lama.

Kementerian Sosial (November 2018) menerangkan dalam pengajuan gelar pahlawan bahwa masa perlawanan Depati Amir berlangsung cukup lama yakni 1830-1851, dan berhasil menyertakan gabungan warga lokal dan komunitas ‘asing-pendatang’ (penambang Tionghoa). Walau taktik perang gerilya tidak cukup menimbulkan perlawanan yang masif, menyeluruh, dan berakibat kepada masalah logistik yang melemahkan barisan Depati Amir, tetapi kualitas perlawanan Depati Amir dan efek yang ditimbulkannya menyebabkan konflik internal dalam birokrasi pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Konflik antara pihak militer dan birokrasi sipil juga turut membantu keberlangsungan perlawanan Depati Amir cukup lama, lebih dari 20 tahun.

Mengenai Depati Amir, dalam ‘Wachia, Taykong en Amir, of het Nederlandsch-Indisch leger in 1850’ tulisan W.A. van Rees, menjelaskan bahwa ia sangat sulit dipadamkan perlawanannya yang memakai metode gerilya. Maka, Kolonial menerapkan sistem sayembara berhadiah, sehingga muncullah pengkhianat dari dalam Bangka itu sendiri.

Buku Sejarah Dan Bentuk Ornamen Bangka ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Biologi Buku Kesehatan | Buku Hukum | Buku Ekonomi | Buku Kimia | Buku Manajemen | Buku Psikologi | Buku Pendidikan | Buku Sosial Politik Buku Metode Riset | Buku Sains dan Teknologi

Additional information

Weight 0.5 kg