flash sale toko buku deepublish

Buku Archipelagic Tourism dengan Pendekatan Pentaheli: 5 Pulau Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken Provinsi Sulawesi Utara

Penulis Prof Dr. Dra. Bet El Silisna Lagarense, M.MTour

Dr. Agustinus Walansendow, S.E, M.Si

Institusi Politeknik Negeri Manado
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Pariwisata
ISBN 978-623-02-1974-0
Ukuran  17.5×25 cm
Halaman xii, 160 hlm
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun 2020

Rp 291.000

Deskripsi

Sinopsis Buku Archipelagic Tourism dengan Pendekatan Pentaheli: 5 Pulau Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken Provinsi Sulawesi Utara

Buku Archipelagic Tourism dengan Pendekatan Pentaheli: 5 Pulau Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken Provinsi Sulawesi Utara

Buku tentang model pengembangan archipelagic tourism berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan model pengembangan berbasis pentahelix sebagai strategi dalam mengelola potensi wisata 5 pulau di kawasan Taman Nasional Bunaken. Secara specific penelitian tentang model pengembagan archipelagic tourism di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bunaken adalah merancang model pengembangan Archipelagic Tourism 5 pulau tersebut dengan pendekatan pentahelix. Hasil-hasil penelitian yang ditulis dalam buku ini digunakan untuk pengembangan pariwisata pulau-pulau yang dapat pula diterapkan pada berbagai kawasan pulau yang ada di Indonesia. Hasil penelitian yang dituliskan dalam buku ini dilaksanakan selama 2 (dua) tahun dengan tujuan khusus yaitu pada tahun 1) Mengembangkan suatu model pengembangan archipelagic tourism dengan pendekatan pentahelix; Tahun 2) menguji dan menyempurnakan model pengembangan archipelagic tourism dengan pendekatan pentahelix yang diimplementasikan di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bunaken. Penelitian menggunakan metode penelitian mixed method dengan model sequential (urutan) yang terdiri dari sequential exploratory dan sequential explanatory (pembuktian). Hasil penelitian tentang model pengembangan archipelagic tourism harus terus dikembangkan sehingga masyarakat kepulauan memiliki keterampilan dan keahlian dalam pengelolaan dan pengembangan archipelagic tourism untuk mendatangkan keuntungan ekonomi, lingkungan serta sosial budaya bagi masyarakat lokal.

Penulisan buku ini didasarkan pada beberapa hasil penelitian terkait pengembangan Archipelagic Tourism di 5 pulau dalam Kaasan Taman Nasional Bunaken. Pariwisata kepulauan atau archipelagic tourism dalam pembangunan kepariwisataan saat ini dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk  meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan serta memajukan pendapatan daerah di pulau-pulau kecil. Penelitian ini berfokus pada model pengembangan archipelagic tourism di 5 pulau dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken dengan pendekatan pentahelix. Implementasi atau penerapan hasil-hasil penelitian tersebut perlu didukung oleh lembaga mitra yang berperan dalam pembuatan regulasi dan pengambil kebijakan untuk penerapan hasil-hail penelitian. Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pariwisata dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan budaya. Penelitian-penelitian pariwisata telah banyak dilakukan terutama tentang pengembangan industri pariwisata, produk pariwisata, pemasaran dan promosi pariwisata, sistem informasi pariwisata, namun masih kurang penelitian yang benar-benar meperhatikan pengembangan archipelagic tourism dengan pendekatan pentahelix. Penelitian yang akan dilakukan di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bukanen akan menghasilkan suatu model pengembangan Archipelagic Tourism lima pulau yaitu: Pulau Bunaken, Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua, Pulau Nain dan Pulau Siladen yang terletak di kawasan Taman NasionalBunaken dengan pendekatan pentahelix secara terpadu serta bersinergi dengan pengembangan sektor lain yang  berada di sekitar dan di dalam  Kawasan Taman Nasional Bunaken. Sejak Taman Nasional Bunaken telah mulai terkenal sebagai atraksi wisata dan kawasan strategis pariwisata nasional, telah banyak kelompok masyarakat yang dilibatkan dalam pengelolaan kawasan. Taman Nasional Bunaken telah ditetapkan sebagai Taman Nasional yang harus memiliki peraturan seperti manajemen berbasis zonasi dengan pendekatan pentahelix. Keanekaragaman hayati karang dan terumbu karang di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bunaken menjadi objek mendukung pengembangan pariwisata pulau yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk pulau dalam pengembangan archipelagic tourism di kawasan tersebut. Selain itu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata berkualitas yang dapat menguasai ilmu dan pengetahuan tentang archipelagi tourism berkelanjutan sangat dibutuhkan. Pendekatan pentahelix diperkenalkan untuk menjamin bahwa semua stakeholder pariwisata dapat terlibat sekaligus memberikan penguatan dalam hal pengawasan kawasan pariwisata kepulauan di 5 pulau tersebut untuk mencegah terjadinya over exploitasi sekaligus penguatan dalam pemanfaatan potensi 5 pulau yang dapat dikemas menjadi keunggulan kawasan khususnya dalam pengelolaan pariwisata Taman Nasional Bunaken. Strategi implementasi model pengembangan archipelagic tourism di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bunaken yang dikembangkan menghasilkan model pengembangan archipelagi tourism dengan pendekatan pentahelix yang nantinya dapat pula diterapkan pada pengembangan wisata kepulauan ataupun pulau-pulau lainnya di seluruh Indonesia.

Buku Archipelagic Tourism dengan Pendekatan Pentaheli: 5 Pulau Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken Provinsi Sulawesi Utara ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Dapatkan buku-buku berkualitas hanya di Toko Buku Online Deepublish. Kami berfokus menjual buku-buku kuliah untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pilihan terlengkap kamu pasti mendapatkan buku yang Anda cari.

Kelebihan kami :

*Buku Baru
*Original
*Pengiriman Cepat
*Stok selalu tersedia
*Packing aman & rapi
*Garansi 100% jika produk rusak/cacat/tidak sesuai KAMI GANTI atau UANG ANDA KEMBALI

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Archipelagic Tourism dengan Pendekatan Pentaheli: 5 Pulau Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken Provinsi Sulawesi Utara”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *