VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Pengertian Studi Kasus: Jenis, Cara Membuat dan Contoh

pengertian-studi-kasus
toko buku kuliah

Pengertian Studi Kasus : Cara Membuat dan Contoh — Banyak dari kamu tentunya pernah mendengar kata studi kasus. Terutama bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa dan pelajar. Kamu pastinya kerap mendengar kata ini selama masa sekolah dan perkuliahan. Terlebih lagi, kamu akan lebih akrab dengan studi kasus ketika membahas tentang penelitian.

Kira-kira kamu sudah tahu belum apa sih sebenarnya studi kasus itu? Ternyata studi kasus memiliki banyak pengertian loh. studi kasus juga sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Meskipun tidak sebanyak dalam penelitian kualitatif, studi kasus juga digunakan di dalam penelitian kuantitatif. Supaya kamu tidak bingung, artikel ini akan membantu kamu dalam memahami studi kasus. Penasaran? Yuk langsung saja baca di bawah ini.

Pengertian Studi Kasus

Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Studi kasus dapat diperoleh dari metode-metode penelitian formal. Banyak disiplin ilmu yang menggunakan studi kasus dalam proses penelitiannya, baik itu ilmu sosial maupun ilmu eksakta. 

Kata kasus yang terdapat di dalam studi kasus bisa merujuk pada individu, kelompok, peristiwa, fenomena, perilaku dan banyak lainnya. Makna yang dirujuk oleh kata kasus, dapat berbeda pada setiap penelitian atau topik. Hal ini tergantung dari si peneliti memaknainya dalam penelitian yang ia lakukan.

Menukil dari penelitian “Studi kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya” karya Mudjia Rahardjo, studi kasus berasal dari terjemahan dalam bahasa Inggris “A Case Study” atau “Case Studies”. Kata “Kasus” diambil dari kata “Case” yang menurut Kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English 3 (1989; 173), diartikan sebagai:

  1. instance or example of the occurrence of sth (contoh kejadian) 
  2. actual state of affairs; situation (kondisi aktual dari keadaan lain)
  3. circumstances or special conditions relating to a person or thing (lingkungan atau kondisi tertentu tentang orang atau sesuatu”

Pengertian Studi Kasus Menurut Para Ahli

1. Robert K. Yin

Yin mendefinisikan studi kasus sebagai proses pencarian pengetahuan untuk menyelidiki dan memeriksa fenomena yang terjadi di dalam kehidupan nyata. Ia menjelaskan bahwa studi kasus dapat digunakan ketika fenomena dan kehidupan nyata memiliki batas yang samar atau kabur.

Selain batas yang samar, studi kasus juga harus memiliki berbagai sumber untuk dijadikan alat pencarian bukti dan informasi. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi maka penelitian tersebut tidak dapat menggunakan studi kasus.

2. Polit dan Hungler

Studi kasus menurut Polit dan Hungler, adalah fokus untuk menentukan dinamika terkait pertanyaan mengapa individu berpikir dan bertindak, serta mengembangkan dirinya. Mereka menilai bahwa fokus tersebut merupakan sesuatu yang penting.

3. Susilo Rahardjo dan Gudnanto

Sedangkan menurut Susilo Rahardjo dan Gudnanto, studi kasus merupakan metode untuk mengetahui dan memahami seseorang dengan menggunakan praktek inklusif dan menyeluruh atau komprehensif. 

Dalam prakteknya, peneliti akan mengumpulkan individu yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Selanjutnya, peneliti akan melakukan penggalian informasi pada subjek agar dapat memperoleh pemahaman lebih dalam lagi. Jika sudah didapatkan, pemahaman dan informasi tersebut dapat digunakan oleh subjek sendiri ketika melakukan penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi. Sehingga subjek dapat berkembang lagi setelah dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

4. Bimo Walgito

Sedangkan menurut Bimo Walgito, studi kasus adalah metode yang ditujukan untuk menyelidiki dan mempelajari peristiwa dan fenomena terkait individu merupakan pengertian dari studi kasus. Individu yang dijadikan objek penelitian tersebut nantinya akan diselidiki lebih lanjut.

Hasil penyelidikan bisa berbentuk beberapa laporan, salah satunya seperti biografi atau riwayat hidup. Menurut Bimo Walgito, dalam melakukan studi kasus, dibutuhkan banyak informasi dan akurasi data agar diperoleh hasil data yang sesuai, mendalam dan akurat. 

5. Winston M. Tellis

Studi kasus didefinisikan oleh Tellis sebagai metode penelitian yang memiliki unit analisis yang lebih mengacu pada tindakan individu atau lembaga dibandingkan dengan diri individu maupun lembaga itu sendiri. Dapat dikatakan studi kasus lebih berfokus pada tindakan atau perilaku yang dihasilkan. Sehingga menghindari bias atas penilaian diri pada individu atau lembaga tertentu yang menjadi subjek penelitian. Selain itu, unit analisis dapat berbeda dan bervariasi pada setiap individu dan lembaga.

6. Feagin, Anthonly M. Orum dan Andree F. Sjoberg

Feagin, Orum dan Sjoberg mendefinisikan studi kasus sebagai metode penelitian yang bersifat multi-perspectival analyses. Multi-perspectival analyses sendiri merupakan penelitian yang membutuhkan analisis dari berbagai sudut pandang dan tidak hanya berfokus pada satu hal.

Misalnya saja, tidak hanya berfokus pada individu itu sendiri. Tetapi harus menggunakan analisis dari hal-hal selain individu tersebut, seperti alasan perilaku, faktor eksternal dan lain sebagainya. Selain itu, peneliti juga harus memperhatikan kelompok yang memiliki kaitan dengan individu tersebut.

7. Bogdan dan Biklen

Terakhir Bogdan dan Biklien secara singkat mengartikan studi kasus sebagai tes yang rinci dan detail dari suatu topik, penyimpanan dokumen dan dari suatu peristiwa tertentu.

Jenis Studi Kasus

Setelah membaca mengenai beberapa pengertian studi kasus dari para ahli, tentunya kamu lebih memahami maknanya. Selain pengertian, ada baiknya kamu juga memahami jenis-jenis dari studi kasus. Ada tiga jenis studi kasus yakni:

1. Intrinsik

Studi kasus jenis ini digunakan pada kasus yang akan dipelajari dengan mendalam. Dimana, kasus tersebut memiliki sesuatu yang menarik dan mengandung minat intrinsik atau yang biasa disebut sebagai intrinsic interest.

2. Instrumental

Studi kasus instrumental ditujukan untuk mempelajari suatu kasus yang mana hasilnya akan digunakan untuk memperbaiki atau melengkapi suatu teori yang sudah ada. Selain untuk menyempurnakan teori yang sudah ada, hasil penelitian studi kasus Instrumental juga dapat digunakan untuk mencetuskan teori baru. 

3. Kolektif

Jenis studi kasus ini digunakan ketika dalam penelitian, subjek yang diteliti terdiri dari beberapa kolektif atau kelompok. Akan tetapi tidak hanya semata kelompok itu yang dipelajari. Individu-individu di dalamnya juga akan tetap dipelajari secara mendalam. hal ini bertujuan guna memperoleh karakter umum yang bervariasi. Baik itu dari kelompok maupun individu-individu di dalamnya.

Di dalam penelitian kualitatif, studi kasus sangat sering digunakan. Penelitian kualitatif yang bersifat menggali pertanyaan mengapa dan bagaimana, menjadi paduan yang tepat dengan studi kasus. Hal ini karena sifat studi kasus yang mempelajari secara mendalam hingga dapat menemukan realitas.

Data kasus dalam penelitian kualitatif dapat dikumpulkan dengan beberapa metode. Seperti halnya penelitian kualitatif pada umumnya, data dapat diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi, forum group discussion (FGD), dan lainnya. Data ini nantinya akan diperdalam dan dipertajam hingga dapat memahami permasalahan yang sedang diteliti.

Kasus yang diteliti juga merupakan kasus atau fenomena atau kejadian yang sedang berlangsung dan sangat khas. Kekhasan kasus dapat dilihat dari segi subjek, fenomena, lokasi dan lainnya yang terbilang jarang terjadi. Untuk memperoleh pemahaman, data juga dapat diperoleh dari pihak lain yang mengetahui kasus tersebut dengan baik. Sehingga akan melengkapi data yang sudah diperoleh dari data utama.

Meskipun tidak sebanyak dalam penelitian kualitatif, nyatanya studi kasus juga dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif, studi kasus dapat memberikan data yang memungkinkan peneliti untuk memperluas bukti. Bukti yang dimaksud adalah data yang memperkuat hipotesis penelitian. Tentunya, bukti ini akan membahas tentang tema atau topik yang sedang diteliti.

Langkah-Langkah cara Membuat Penelitian studi kasus 

Nah itu dia pembahasan singkat tentang studi kasus yang digunakan dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Sekarang kamu akan masuk tahap selanjutnya yakni membuat kerangka penelitian dengan menggunakan metode studi kasus. Di bawah ini sudah ada cara mudah untuk membuat penelitian studi kasus.

Berikut langkah-langkahnya yang bisa kamu ikuti:

1. Memilih tema atau kasus yang akan diteliti.

Pemilihan kasus juga harus didasarkan pada kekhasan kasus dan juga tujuan. Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan peluang dan resiko yang akan dihadapi saat memilih kasus, tema atau topik tersebut. Waktu pengerjaan dan keterjangkauan juga harus diperhitungkan dalam pemilihan kasus.

2. Referensi

Jika sudah memilih kasus apa yang akan diteliti, maka kamu perlu untuk mengumpulkan bahan untuk referensi.

3. kerangka penelitianmu

Selanjutnya, kamu dapat menyusun kerangka penelitianmu. Kamu juga bisa membuat daftar informasi apa yang akan kamu butuhkan. Serta, kamu perlu untuk membuat kerangka agar dapat mengerucutkan informasi yang akan digali lebih dalam lagi.

Baca juga : Sistematika Penulisan Skripsi Dari Bab 1 sampai Bab 5

4. Data Primer dan Data Sekunder

Jika kerangkanya sudah jadi, lakukan pengambilan data primer dan data sekunder.

Baca : Data Kualitatif dan Kuantitatif dalam Penelitian

5. Analisa Data

Setelah memperoleh data yang kamu butuhkan, lakukan analisis data berdasarkan teori yang kamu peroleh pada langkah kedua.

6. Validasi Data

Uji Validitas dan Kredibilitas data yang sudah dianalisis.

Baca : Validasi Data Penelitian : Pengertian, Manfaat dan Contoh

7. Laporan Penelitian

Yang terakhir, kamu perlu membuat laporan hasil dari penelitian yang kamu lakukan tersebut.

Jika kamu masih bingung bagaimana membuat studi kasus,

untuk lebih memudahkanmu lagi,

Contoh Studi Kasus

kamu bisa membaca contoh singkat dari studi kasus di bawah ini:

Resiliensi Pada Penyintas Kasus Perdagangan Manusia

Yani (nama samaran) menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking pada tahun 2013 hingga 2018. Dalam rentang waktu lima tahun, ia mengalami banyak penyiksaan dari pelaku, baik pelaku penyalur maupun pelaku transaksi. Ia mengalami banyak penyiksaan baik fisik, seksual maupun psikis. Selama itu pula, ia kerap melakukan percobaan bunuh diri. Ia merasa malu, tidak berharga, tidak bernilai dan berbagai emosi negatif lainnya. Tindakan yang ia lakukan berakhir sebagai upaya untuk menyakiti dirinya. Semua itu dilakukan, lantaran ia menganggap hal tersebut sebagai media pembebasan dirinya. Hingga pada akhir tahun 2018, Yani berhasil kabur dan mencari pertolongan. 

Setelah itu, ia dibawa ke layanan pemulihan bagi para penyintas kasus perdagangan manusia. Kondisinya saat itu sangat tidak baik. Ia kerap menangis histeris, hingga beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Akan tetapi, pada akhir tahun 2019, setelah satu tahun melewati masa pemulihan, kondisi Yani jauh membaik. Ia nampak bisa bangkit dan perlahan pulih menjadi dirinya sendiri. Ia mampu menghadapi fase hidup yang membuatnya berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya. Selama proses pemulihan sepanjang satu tahun, Yani menunjukkan perubahan besar yang membuatnya bisa menerima apa yang sudah ia lalui. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Yani memiliki resiliensi setelah mengalami kasus perdagangan manusia.

Penutup : Apa itu Studi Kasus?

Itu dia pembahasan tentang studi kasus pada artikel ini. Dimulai dari pengertian, jenis-jenis, penggunaan studi kasus pada penelitian kualitatif dan kuantitatif, langkah-langkah, hingga contohnya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk lebih memahami apa itu studi kasus, ya.

Baca juga artikel terkait “Pengertian Studi Kasus” berikut :

Kontributor : Ana W

Penyunting : Ridwan Karim

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang