Logo toko buku deepublish

Komunikasi Bisnis: Pengertian, Fungsi dan Unsur

pengertian komunikasi bisnis perusahaan
Bagikan

Pengertian komunikasi bisnis – Saat bekerja, tentu seluruh jajaran karyawan sudah pernah mendengar istilah komunikasi bisnis. Nah, artikel ini membahas pengertian komunikasi bisnis, fungsi, unsur dan manfaatnya secara lengkap.

Komunikasi bisnis ini biasanya sangat jelas dan penting bagi seluruh karyawan, baik mulai manajer, pimpinan bisnis, dan karyawan lainnya untuk melakukan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Komunikasi bisnis menjadi patokan penting dalam berjalannya perusahaan. Hal ini karena komunikasi bisnis akan menjadi alat dan proses yang tepat untuk mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah serius bagi bisnis, baik bagi karyawan, rekan kerja, pelanggan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, diperlukan kemampuan komunikasi yang baik dan mumpuni agar segala sesuatu bisa dikelola dengan baik melalui komunikasi dengan cara melakukan komunikasi bisnis. Komunikasi bisnis akhirnya akan menjadi segala sesuatu dan urusannya menjadi lebih mudah.

Pengertian Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah salah satu hal yang penting untuk bekal menjalankan suatu bisnis atau perusahaan. Dapat diartikan, komunikasi bisnis ini menjadi cara komunikasi secara verbal dan nonverbal yang berisi mengenai pendapat, ide, gagasan, maupun informasi yang dilakukan secara personal dan impersonal.

Secara umum, pengertian komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan dan informasi yang memiliki tujuan tertentu dan kemudian disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal. Komunikasi bisnis juga bisa disebut sebagai sebuah model komunikasi transaksional.

Dalam melakukan komunikasi bisnis, unsur personal atau perusahaan harus melibatkan adanya pertukaran informasi yang terus-menerus. Kemudian, ketika lebih banyak bisnis diperluas, maka besar tekanan pada bisnis tersebut juga lebih besar sehingga akan muncul berbagai cara komunikasi yang lebih efektif, baik bersama karyawan maupun dunia luar.

Oleh karena itu, komunikasi bisnis bisa berjalan secara bersamaan baik dari segi komunikasi maupun bisnis yang berlaku. Selain itu, komunikasi bisnis juga menjadi acuan untuk meningkatkan praktik bisnis dan mengurangi berbagai kesalahan yang mungkin muncul.

Semua aktivitas yang terorganisir di dalam suatu perusahaan akan berjalan tergantung pada bagaimana komunikasi bisnis berlangsung. Tentu saja ini dapat berupa apa saja yang bisa dimulai dari komunikasi manajerial hingga komunikasi dengan vendor bisnis perusahaan tersebut.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli

Pengertian komunikasi bisnis secara umum dapat diartikan sebagai salah satu hal yang penting sebagai proses untuk menjalankan bisnis atau perusahaan yang mengenai mengungkapkan pendapat, ide, gagasan, dan informasi lainnya.

Daftar Reseller

Tetapi tentu para ahli di bidangnya memiliki gagasan sendiri mengenai pengertian komunikasi bisnis. Berikut gagasan para ahli mengenai berbagai pengertian mengenai komunikasi bisnis.

1. Katz

Menurut Katz, komunikasi bisnis merupakan suatu pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersial. Artinya, suatu komunikasi akan dilakukan untuk mencapai terjadinya perdagangan.

2. Djoko Purwanto

Sementara itu, Djoko Purwanto beranggapan bahwa komunikasi bisnis merupakan komunikasi yang digunakan di dalam dunia bisnis yang terdiri atas berbagai macam bentuk komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan bisnis para pelaku komunikasi tersebut.

3. Rosenbalt

Rosenbalt mengungkapkan komunikasi bisnis merupakan sebuah proses pertukaran ide-ide atau opini, informasi, perintah, dan sejenisnya yang diutarakan, baik secara personal maupun tidak personal melalui tanda-tanda atau simbol tertentu demi mencapai tujuan-tujuan suatu perusahaan.

4. William C. Himstreet

William C. Himstreet dan koleganya berpendapat bahwa komunikasi bisnis merupakan sebuah proses pertukaran informasi antarindividu melalui sistem yang biasa, baik yang dipakai, dikenal, atau digunakan, dengan menunjukkan simbol-simbol, sinyal, maupun perilaku atau tindakan (yang dapat dipahami oleh pihak yang terlibat di dalam komunikasi tersebut).

5. Wyne Murlin Baty

Wyne Murlin Baty adalah seseorang yang membantu Himstrees untuk merumuskan apa itu komunikasi bisnis. Sama halnya seperti rekannya, Wyne Murlin Baty berpendapat bahwa komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran informasi antarindividu melalui sistem yang biasa dipakai, dikenal, atau digunakan dengan simbol-simbol.

Pertukaran informasi tersebut juga bisa memakai tanda lain berupa sinyal maupun perilaku atau tindakan (yang dapat dipahami oleh pihak yang terlibat di dalam komunikasi tersebut).

Daftar Open Reseller

6. William Albig

Kemudian, William Albig mengungkapkan komunikasi bisnis merupakan suatu pertukaran gagasan, pendapat, informasi, atau perintah tertentu yang memiliki tujuan tertentu yang berhubungan dengan masalah bisnis baik secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal.

7. Persing

Persing beranggapan bahwa komunikasi bisnis merupakan suatu proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang memiliki hubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi.

Tujuan tersebut dilakukan guna membayar seseorang agar dapat memproduksi barang dan jasa yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan.

8. Curtis

Menurut gagasan Curtis, komunikasi bisnis merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di dalam organisasi bisnis dalam rangka memecahkan masalah dan membuat keputusan.

9. Philip Kotler

Philip Kotler yang merupakan salah seorang ilmuwan yang menjadi rujukan di dalam dunia manajemen dan pemasaran mengungkapkan pendapatnya mengenai komunikasi bisnis yang merupakan kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan seseorang melalui proses pertukaran.

10. Hughess dan Kapoor

Menurut Hughees dan Kapoor, komunikasi bisnis merupakan kegiatan atau usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa, guna mendapatkan keuntungan dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ebook Panduan Jadi Reseller

11. Anwar Arifin

Selanjutnya, menurut Anwar Arifin, komunikasi bisnis merupakan konsep yang memiliki banyak makna-makna. Makna tersebut kemudian dibedakan dengan melihat komunikasi bisnis sebagai proses sosial, yang dalam hal ini komunikasi bisnis dipelajari di dalam ilmu sosial.

Para ahli ilmu sosial telah melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi bisnis untuk dapat mengetahui mengenai kaitan pesan dengan perilaku seseorang pada suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia tertentu.

12. Bernard Barelson

Bernard Barelson mengungkapkan gagasannya bahwa komunikasi bisnis merupakan sebuah transfer informasi, gagasan, emosi, dan keterampilan dan lain sebagainya menggunakan simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya di dalam ruang lingkup dunia bisnis.

13. Gary A.

Kemudian, Gary A. menyatakan pendapatnya sama halnya dengan Bernard Barelson bahwa komunikasi bisnis merupakan sebuah transfer informasi, gagasan, emosi, dan keterampilan dan lain sebagainya menggunakan simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya di dalam ruang lingkup dunia bisnis.

14. Raymon S. Ross

Komunikasi menurut pendapat Raymon S. Ross adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol dengan tujuan untuk dapat membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator yang terjadi di dalam dunia bisnis.

15. Shanon dan Weaver

Shanon dan Weaver menyatakan pengertian komunikasi bisnis sebagai bentuk interaksi yang saling mempengaruhi satu sama lain, dari pihak yang terlibat di dalam interaksi tersebut, baik secara disengaja atau tidak sengaja.

Selanjutnya, komunikasi bisnis dapat menggunakan berbagai pesan, seperti bahasa, ekspresi muka, seni, teknologi, dan lainnya.

Fungsi Komunikasi Bisnis

Secara umum, ada empat fungsi dari komunikasi bisnis, yaitu (1) memberi informasi, (2) melakukan persuasi, (3) melakukan kolaborasi, dan (4) melakukan integrasi dengan audiens.

1. Memberi Informasi (informing)

Komunikasi bisnis memiliki fungsi to informing atau memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pimpinan perusahaan membutuhkan beberapa karyawan baru yang akan ditempatkan di bagian administrasi di berbagai kantor cabang yang ada.

Untuk memperoleh karyawan yang diharapkan, maka perusahaan dapat melakukan upaya yakni memasang iklan lowongan kerja melalui media surat kabar, majalah, radio, dan internet.

Meski demikian, media yang informasi yang dipakai dalam komunikasi bisnis tentu memiliki kekurangan yang harus dipertimbangkan dengan kemampuan internal perusahaan.

2. Melakukan Persuasi (persuading)

Fungsi selanjutnya dari komunikasi bisnis adalah melakukan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens dengan baik dan benar. Biasanya, hal ini sering dilakukan, terutama yang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain yang terlibat di dalam bisnis tersebut.

3. Melakukan Kolaborasi (collaborating)

Komunikasi bisnis juga memiliki fungsi melakukan kolaborasi atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang yang lain. Kolaborasi dilakukan melalui jalinan komunikasi bisnis kemudian dapat memudahkan melakukan kerja sama bisnis, antara perusahaan domestik maupun asing.

Hingga saat ini, kerja sama antar perusahaan di berbagai belahan dunia relatif lebih mudah dilakukan mengingat meningkat pesatnya kemajuan teknologi komunikasi di dewasa ini.

Seseorang mulai dapat menggunakan berbagai media telekomunikasi yang ada untuk memaksimalkan kerja sama dan komunikasi bisnis di dalam dunia berbisnis.

4. Melakukan Integrasi dengan Audiens

Melakukan integrasi juga merupakan salah satu fungsi komunikasi bisnis yang caranya adalah menyatukan diri bersama audiens.

Biasanya, kalimat yang dipakai adalah ‘kita’ untuk menggantikan kata ‘saya dan Anda’. Dalam hal ini, integrasi bertujuan dan memiliki potensi membuat audiens lebih tertarik dan akan menempatkan dirinya pada usaha dan kerja sama bisnis tersebut.

Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis

Setelah mengetahui fungsi dilakukannya komunikasi bisnis, selanjutnya yang perlu dipahami adalah adanya berbagai unsur di dalam komunikasi bisnis. Pada dasarnya, berbagai komunikasi berisi mengenai penjelasan suatu proses mengenai ‘siapa?’, ‘mengatakan apa?’, ‘melalui apa?’, ‘kepada siapa?’, ‘akibat dan hasilnya apa?’.

Oleh sebab itu, berikut ini adalah berbagai unsur mengenai komunikasi bisnis.

1. Who?

Who atau siapa merupakan sumber atau komunikator yang terdapat di komunikasi bisnis. Sumber tersebut merupakan pelaku utama atau pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai sesuatu komunikasi, bisa seorang individu, kelompok, organisasi, maupun suatu negara sebagai komunikator.

2. Says what?

Says what berisi pesan yang akan disampaikan atau dikomunikasikan kepada penerima atau pendengar komunikasi yang berasal dari sumber atau komunikator yang berisi ingor,asi yang merupakan seperangkat simbol verbal atau nonverbal yang mewakili.

3. In which channel?

In which channel merupakan saluran atau media atau yang juga disebut wahana atau alat bantu apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator atau sumber kepada penerima komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. To whom?

To whom di dalam komunikasi bisnis berarti untuk siapa atau tujuan penerima, bisa seseorang, kelompok, organisasi, atau negara yang menerima pesan dari sumber. Kemudian selanjutnya, mereka disebut sebagai tujuan, pendengar, khalayak, komunikan, atau biasa juga disebut sebagai penafsir atau penyandi balik.

5. With what effect?

With what effect merupakan dampak atau efek di dalam komunikasi bisnis yang terjadi pada komunikan atau penerima setelah mereka menerima pesan dari sumber, misalnya seperti perubahan sikap, bertambahnya pengetahuan, dan lain sebagainya.

Proses atau Tahapan Komunikasi Bisnis yang Baik

Untuk dapat menjalankan proses komunikasi bisnis yang baik, maka dibutuhkan tahapan yang tepat. Di zaman yang serba canggih ini, kita dimudahkan karena berbagai pilihan teknologi yang bisa membantu kita untuk melakukan komunikasi.

Secara umum, untuk dapat menjalankan proses komunikasi bisnis yang baik diperlukan persiapan, pemikiran, dan beberapa cara untuk mengonfirmasi bahwa pesan tersebut tidak hanya dapat diterima tetapi dapat dimengerti dan dipahami. Oleh sebab itu diperlukan proses atau tahapan agar komunikasi bisnis berjalan dengan baik.

1. Perencanaan

Agar komunikasi bisnis berjalan baik dan efektif, tahap pertama yang harus dilakukan adalah tahap perencanaan. Di tahap ini, harus dilakukan persiapan untuk mendapatkan perhatian penerima pesan. Dimulai dengan melakukan komunikasi dengan pernyataan tepat mengenai alasan dan pentingnya pesan.

Perlu juga untuk menyamakan strategi dan mengatasi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Hal yang paling penting, jangan biarkan klien kita bersikap bingung dan bahkan mengabaikan pesan yang disampaikan karena pesan tersebut disampaikan berbelit-belit. Oleh sebab itu, buat perencanaan yang matang agar pesannya sampai dan dapat diterima.

2. Bersikap Profesional Tanpa Membawa Perasaan

Bersikap profesional adalah hal yang paling penting dalam proses komunikasi bisnis. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang pasti memiliki sedikit ruang untuk mengungkapkan sisi emosionalnya ketika membuat keputusan, terutama keputusan bisnis. Namun jika tidak dikendalikan, sisi emosi yang muncul tersebut bisa menghilangkan tujuan.

Akhirnya seseorang gagal atau tidak berhasil mencapai tujuannya dan justru bersikap keras kepala untuk mencapai tujuan berdasarkan emosional semata. Hal ini harus dihindari saat sedang menjalankan proses komunikasi bisnis.

Perlu diketahui bahwa tujuan dilakukannya komunikasi bisnis bukanlah tujuan pribadi, sehingga sangat penting mengelola atau memanajemen egoisme dan emosional agar pesan yang ingin disampaikan dapat tercapai dengan maksimal.

Kita juga harus membiasakan untuk latihan mediasi dan negosiasi sesering mungkin agar dapat terbiasa.

3. Bersikap Taktis dan Efisien

Bersikap taktis dan efisien saat menjalankan komunikasi bisnis sangat penting untuk dilakukan karena saat ini. Jika melalukan komunikasi bisnis secara tertulis, sangat banyak transaksi bisnis yang semata-mata hanya dilakukan melalui email untuk menyampaikan tujuannya.

Harus dipertimbangkan bahwa menyampaikan pesan melalui email harus memerhatikan cara yang lebih efektif. Hal ini karena dunia olah pesan teks baik melalui PC maupun ponsel malah tidak memungkinkan seseorang untuk menggunakan tanda baca dan memisahkan topik menjadi paragraf. Oleh sebab itu dibutuhkan komunikasi langsung yang lebih efisien.

Dalam pertemuan langsung, baik berupa konferensi langsung, konferensi video, dan konferensi lainnya akan lebih efektif dan harus berjalan tepat waktu. Hal ini harus disiapkan dan dirancang secara matang melalui perencanaan dan tidak boleh memperpanjang sesi dengan alasan efisiensi.

Harus bersikap taktis dalam mengirim pesan juga harus dilakukan apabila memang tidak ada pilihan lain selain mengirim pesan. Akan tetapi, perhatikan bila ada risiko pesan hilang atau pokok gagasan hilang ketika sibuk merangkai kata sehingga perlu sangat berhati-hati dan teliti.

4. Tindak Lanjut

Kapasitas seorang manusia pasti memiliki batas tertentu dan berbeda-beda. Bisa jadi, orang yang terlibat komunikasi bisnis dengan kita sangat sibuk sehingga harus membagi konsentrasinya ke beberapa hal. Oleh sebab itu, lakukan langkah tindak lanjut untuk pilihan yang lebih baik.

Misalnya, menawarkan jenis tindak lanjut di akhir komunikasi dengan pertimbangan mengakhiri sesi dengan pertanyaan dan penawaran mengenai pertemuan selanjutnya, target progres, dan lain sebagainya. Contohnya seperti, ‘kami akan menjadwalkan sesi tindak lanjut dalam satu minggu yang akan datang’.

Tak hanya sebagai pengingat, tindak lanjut juga bisa dilakukan sebagai ruang untuk memberi kesempatan rekan komunikasi bisnis kita memproses tujuan yang sudah disampaikan dengan gamblang.

5. Menjadi Pendengar yang Baik

Karakteristik komunikasi bisnis yang efektif adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Ketika kita bisa mendengar dengan baik, maka akan memberi orang lain kesempatan untuk berpendapat di dalam sebuah forum komunikasi tersebut. Dengan demikian, maka akan tercipta lingkungan yang kreatif dan kolaboratif.

Suasana tersebut kemudian akan mampu membantu menguak berbagai potensi baru di dalam dunia bisnis sehingga komunikasi bisnis yang berlangsung bisa semakin efektif dan lebih hidup.

Manfaat Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis memiliki manfaat yang terbagi menjadi dua, yakni manfaat internal dan manfaat eksternal.

1. Manfaat Internal

Manfaat internal di dalam komunikasi bisnis berarti merupakan manfaat yang bisa dirasakan oleh komponen perusahaan. Misalnya seorang karyawan di sebuah perusahaan mampu menjaga dan menjalin komunikasi bisnis yang baik dengan karyawan lainnya yang bekerja di satu perusahaan, maka mereka memiliki suasana kerja yang nyaman dan baik.

Untuk dapat membangun komunikasi bisnis yang baik juga diperlukan partisipasi dari seluruh jajaran karyawan untuk dapat menyampaikan ide, kendala, dan berbagai pendapat masing-masing.

2. Manfaat Eksternal

Sementara itu, manfaat eksternal di dalam komunikasi bisnis merupakan manfaat yang timbul akibat bisnis yang dilakukan bersama pihak ketiga.

Di dalam manfaat ini, biasanya pihak ketiga yang membawa dampak positif bagi keberhasilan bisnis dan mengangkat citra perusahaan menjadi manfaat tersendiri bagi perusahaan tersebut.

Nah, itu artikel panjang tentang komunikasi bisnis mulai dari pengertian, unsur dan juga tujuan komunikasi bisnis dari segala aspek terutama juga untuk perusahaan.

Artikel terkait dengan “Bisnis” lainnya

Baca Materi Penting Lainnya