Logo toko buku deepublish

Motif Ekonomi Adalah: Pengertian, Macam dan Contoh

pengertian motif ekonomi
Bagikan

Motif ekonomi adalah – Kita tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas yang namanya motif ekonomi. Motif ekonomi adalah dorongan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka secara ekonomi. Tentu saja keinginan setiap masing-masing orang berbeda-beda.

Saat kita berbicara tentang motif ekonomi, sebenarnya kita tidak hanya berbicara masalah keinginan dan permintaan pasar saja. Namun ada beberapa sifat, prinsip, tujuan dan macam-macam motif ekonomi. Penasaran? Langsung saja kita simak ulasannya sebagai berikut. 

Pengertian Motif Ekonomi

Jika diartikan secara umum, maka motif ekonomi dapat diartikan sebagai berikut. Diambil dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai dorongan. Sementara “ekonomi” adalah kegiatan atau transaksi dan segala aktivitas kegiatan perekonomian. 

Jadi, jika dibuat sebuah kesimpulan, maka motif ekonomi dapat diartikan sebagai dorongan atau motivasi seseorang untuk memenuhi keinginan mereka. Secara general, motif ekonomi sebagai penggerak yang bertujuan untuk mencapai kemakmuran dan sebagai upaya untuk memperoleh barang ataupun jasa yang sesuai dengan keinginan mereka. 

Kata motif pada ekonomi ternyata tidak sekedar menunjuk pada pemenuhan kebutuhan saja loh. Termasuk juga dorongan membantu sesama (sosial), dorongan mendapatkan penghargaan hingga dorongan mendapatkan kekuasaan pun termasuk di dalamnya. Tentu saja untuk mencapai itu semua, dibutuhkan pengorbanan

Pengertian Motif Ekonomi Menurut Ahli

Jika sebelumnya sudah mengintip pengertian motif ekonomi secara umum, maka penting juga buat kamu juga mengetahui pengertian dari pandangan menurut para pakar. Nah, langsung saja kita simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Schifman dan Kanuk 

Motif ekonomi menurut Schiffman dan Kanuk dapat diartikan sebagai dorongan manusia untuk melakukan sebuah tindakan. Dimana dorongan tindakan tersebut dipengaruhi oleh ketegangan yang muncul dan yang tidak terpenuhi. 

Promo Skripsian

2. Kemendikbud

Menurut Kemendikbud, motif ekonomi adalah gejala yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi. tindakan tersebut bisa berbentuk mencari keuntungan, kemakmuran, kekuasaan, penghargaan atau kegiatan sosial.

3. Robbins 

Berbeda dengan pendapat Robbins, yang mengartikan motif ekonomi sebagai proses seseorang untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan mereka. 

4. Fishbein dan Ajzen

Sedangkan menurut Fishbein dan Ajzen adalah perilaku individu yang mencari sesuatu yang dianggap dan dirasa bermanfaat, maka individu tersebut akan membeli produk barang atau jasa tersebut. 

5. Loudon dan Della Bitta 

Daftar Reseller

Sementara Loudon dan Della Bitta memandang bahwa motif ekonomi sebagai energi yang dimiliki oleh seseorang yang bertujuan untuk mengarahkan seseorang lebih selektif dan mengarahkan hingga ke tujuan.

Itulah beberapa pengertian menurut para ahli. Dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan sebagai dorongan seseorang untuk memenuhi keinginan mereka berdasarkan kemampuan dan berdasarkan tingkat kemanfaatan barang-jasa yang ditawarkan.

Sifat Motif Ekonomi

Sifat motif ekonomi ada dua bentuk, yaitu ekstrinsik dan intrinsik. Berikut ulasannya. 

1. Motif Ekstrinsik 

Motif ekstrinsik adalah dorongan motivasi yang dipengaruhi oleh faktor luar dari dalam diri individu. Rata-rata karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Misal dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan atau karena dipengaruhi oleh lingkungan dunia kerja.

2. Motif Intrinsik 

Sebaliknya, motif intrinsik adalah dorongan individu terhadap sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu. Jadi tidak ada dorongan atau pengaruh faktor luar. Bentuk motif intrinsik umumnya berupa kebutuhan paling dasar atau yang bersifat primer, seperti rasa lapar dan rasa haus.

Itulah dua sifat motif ekonomi. Pada dasarnya setiap individu memiliki dua motif ini. hanya saja setiap masing-masing individu memiliki kadar besar masing-masing. 

Prinsip dan Ciri Motif Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah prinsip yang pada dasarnya lahir karena terdapat kontradiksi antara sumber daya yang terbatas, diikuti oleh selera atau keinginan manusia. Ketika terjadi kelangkaan yang kemudian didasarkan pada kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi maka akan menjadi prinsip ekonomi.

Daftar Open Reseller

Adapun ciri prinsip ekonomi sebagai berikut.

1. Rasional 

Rasionalitas salah satu ciri yang sebenarnya hal yang lumrah dan wajar. Rasionalitas pula yang membantu seseorang untuk mempertimbangkan dan memikirkan masalah kepuasan maksimal yang hendak dirasakan.

Kita tahu bahwasanya ketika kita memiliki keinginan atau kebutuhan kita lebih memperhitungkan sesuatu yang memiliki kepentingan dan kemanfaatan jangka panjang.

Mungkin ada diantara pembaca yang memikirkan tentang berpikir rasional sebelum memenuhi kebutuhan, dan ingin membeli produk barang dan jasa berdasarkan kemanfaatan barang dan berdasarkan harga. Tetapi banyak juga yang mempertimbangkan masalah kepuasan  dan rasa aman.

Contoh, si A memilih membeli tas Z, meski tidak bermerek luar negeri, namun dari segi kenyamanan tas saat digunakan, dan daya tampung tas sesuai, maka si A memilih Z daripada tas X. 

2. Ekonomis

Entah disadari atau tidak, setiap manusia juga memiliki kebiasaan untuk bertindak ekonomis. Misalnya membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran. Bahkan tidak hanya memperhitungkan masalah itu saja, termasuk memperhitungkan untung rugi dan memperhitungkan selisih harga pun menjadi bahan pertimbangan.  

Ebook Panduan Jadi Reseller

Bagi sebagian umum orang masalah selisih Rp500,- saja mampu mempengaruhi keputusan untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan. Apalagi jika harga barang-jasa tersebut memiliki selisih sampai Rp 15.000,-

3. Skala Prioritas 

Ciri yang ketiga dari prinsip motif ekonomi adalah memiliki skala prioritas. Kita tahu bahwasanya manusia adalah individu yang memiliki banyak sekali keinginan. Jika dituruti, keinginan kita sebenarnya tidak terbatas.

Contoh orang yang sekaya apapun, mereka tidak akan pernah merasa cukup. Ada saja barang dan keinginan yang harganya tinggi yang tetap ingin dibeli. Ini contoh bahwa manusia memiliki keinginan yang banyak sekali. 

Maka dari itu, penting sekali buat kita membangun pribadi yang bijak. Salah satu caranya dengan membuat skala prioritas. Jadi kita bisa membeli berdasarkan barang, kebutuhan yang memang dibutuhkan dan memberikan banyak manfaat dan kepuasan maksimal.

Ketiga prinsip ciri motif ekonomi di atas menunjukan bahwasanya manusia sebagai makhluk sosial, memiliki prinsip agar apa yang diputuskan memiliki daya guna tinggi.

Apabila ada seseorang yang memenuhi kebutuhan hidup mereka atas dasar karena agar dapat pujian, karena gengsi atau ajang tunjuk kekayaan yang dimiliki, maka masuk ke dalam motif non-ekonomi.

Tujuan Motif Ekonomi

Tujuan motif ekonomi itu sendiri dapat ditinjau berdasarkan dua bentuk tujuan. Yaitu tujuan berdasarkan kepentingan pribadi atau individual dan untuk tujuan organisasi. 

A. Tujuan Individual 

Tujuan motif ekonomi yang didasarkan pada kepentingan individu, ada beberapa tujuan, sebagai berikut

1. Memenuhi Kebutuhan Dasar 

Berbicara tentang kebutuhan dasar, manusia memiliki tiga bentuk kebutuhan dasar. Kebutuhan Menurut Abraham Maslow, kebutuhan dasar manusia terdiri dari 

  • Kebutuhan aktualisasi diri 
  • Kebutuhan harga diri 
  • Kebutuhan akan rasa cinta/kasih sayang 
  • Kebutuhan rasa aman

Sementara kebutuhan dasar manusia secara umum, ada tiga jenis yaitu kebutuhan primer (kebutuhan dasar manusia terhadap makan, minum, sandang, pangan, papan), kebutuhan sekunder (kebutuhan pelengkap) dan kebutuhan tersier (kebutuhan yang tidak terlalu penting, jika tidak dipenuhi tidak akan menyebabkan orang mati kelaparan). 

2. Meningkatkan Taraf Hidup Lebih Baik 

Sebagai Negara berkembang yang memiliki banyak penduduk, sekaligus memiliki penduduk yang taraf ekonomi lebih banyak kelas menengah ke bawah.

Maka tidak heran jika tujuan dari motif ekonomi memperjuangkan demi meningkatkan taraf hidup lebih baik. Syukur bisa makan. Banyak loh, masyarakat kita yang sulit makan. 

3. Mendapatkan Keuntungan 

Tujuan motif ekonomi yang ketiga adalah mendapatkan keuntungan. Setiap individu, pasti menginginkan keuntungan dalam kehidupan mereka. Baik itu keuntungan secara material maupun nonmaterial. 

4. Mendapatkan Penghargaan 

Individu secara finansial sudah mapan, maka motif ekonomi yang dikejar sudah naik lebih tinggi. Mereka tidak fokus pada taraf hidup lebih baik dan memenuhi kebutuhan dasar saja. Tetapi fokus untuk memenuhi mendapatkan penghargaan.

Bisa penghargaan dalam bentuk prestasi kerja, menang mengikuti kejuaraan dan masih banyak lagi penghargaan yang bisa didapatkan. 

5. Memperoleh Kekuasaan 

Adapun yang motif ekonominya untuk memperoleh kekuasaan. Umumnya tujuan ini dicari oleh mereka yang suga dengan jabatan, kekuasaan. Tentu saja setiap orang menginginkan kekuasaan ada banyak motif. Ada yang ingin motif mendapatkan tunjangan atau gaji lebih tinggi, atau memang murni senang dengan kekuasaan dan kedudukan tinggi saja. 

6. Motif Sosial 

Saat berbicara motif sosial, sebenarnya tidak semua motif ini diidentikan dengan motif sosial. Jadi tergantung konteks motif sosial yang dimaksudkan. Contoh, komunitas pengusaha muda membuat koperasi, maka itu dapat disebutkan dengan motif sosial.

Sementara jika bertemu tetangga satu dengan yang lain, kemudian berkumpul dan bercerita sana sini membicarakan orang, itu termasuk motif sosial namun bukan termasuk motif sosial ekonomi.

Itulah tujuan motif ekonomi didasarkan pada tujuan yang bersifat individual. Tentu saja setiap orang satu dengan yang lain memiliki selera dan gayanya masing-masing. 

B. Tujuan Organisasi 

Sementara tujuan berdasarkan tujuan organisasi, termasuk perusahaan dan lembaga, memiliki tujuan yang berbeda lagi. Sebagai berikut. 

1. Produksi barang

Karena konteksnya adalah perusahaan/organisasi dan lembaga, maka bentuk tujuannya lebih ke produksi barang atau jasa yang dijalankan.

Contoh sederhana, pabrik A yang memproduksi susu. Maka tujuan adalah memproduksi susu sesuai dengan permintaan dan selera konsumen. Dari hasil produksi inilah yang nantinya akan didistribusikan atau dipasarkan. 

Dari hasil pemasaran inilah yang akan membantu proses peningkatan pemasukan. Ternyata tidak hanya meningkatkan pemasukan saja, tetapi membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran, memperlebar relasi dan menjaga hubungan antara produsen dan konsumen. 

2. Mencari Keuntungan 

Siapa sih yang tidak ingin untung? Hampir semua ingin memperoleh untuk. Termasuk organisasi, lembaga dan perusahaan bertujuan mendapatkan keuntungan. 

Hanya untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, tidak bisa diperoleh begitu saja. Ada strategi dan pengorbanan yang harus dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan profit dengan cara 

  • Menentukan Harga dengan harga yang tepat

Penting banget nih menentukan harga produk. Perlu survei lapangan terkait kesanggupan atau pendapatan masyarakat. Apakah mereka kuat membeli produk yang ditawarkan atau tidak. 

  • Mengontrol Keluar Masuk Produk 

Sebagai organisasi, perusahaan atau lembaga yang memasarkan produk ke pasaran, wajib banget mengontrol keluar masuk produk. Jika permintaan sedang sepi, maka produksi bisa dikurangi agar tidak terjadi pembengkakan atau kerugian akibat tren produk. 

  • Memperbanyak produk 

Berlaku sebaliknya, jika permintaan pasar sedang tinggi, maka produksi produk barang/jasa bisa ditingkat demi memenuhi permintaan pasar. 

  • Membangun Hubungan atau Relasi 

Penting banget nih buat lembaga, organisasi dan perusahaan membangun relasi. Semakin luas jaringan semakin luas peluang membangun kerjasama. 

  • Membuat peluang bisnis lain 

Perusahaan yang memiliki omset tinggi, tidak ada salahnya digunakan untuk membuat peluang bisnis lain. Tujuannya ketika usaha satunya surut, ada cadangan bisnis yang masih tetap eksis.

3. Menjaga Kontinuitas 

Menjalankan motif ekonomi dalam bentuk organisasi ataupun perusahaan ternyata tidaklah mudah. Kamu pasti sering mendengar, mempertahankan itu lebih sulit daripada membangun usaha baru. 

Maka dari itu, para pebisnis besar membuat manajemen yang ketat. Fungsinya agar bisa bertahan, dan bersaing dengan persaingan yang terus berkembang setiap tahunnya. Jika manajemen dan dasarnya kurang kuat, tidak heran jika perusahaan besar bisa saja jatuh bangkrut seketika. 

Dengan kata lain, menjaga kontinuitas itu sesuatu yang perlu dirancang sedemikian rupa. Ibaratnya, agar bangunan kokoh meski diguncang angin kencang dan diguncang gempa.

Contoh Motif Ekonomi

Contoh motif ekonomi sebenarnya sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Motif Ekonomi Seorang Petani 

Aktivitas seorang petani menggarap sawah mereka. Mereka tekun menyemai benih, memupuk benih mereka hingga besar. Dari hasil bercocok tanam, kemudian dipanen dan dijual belikan ke tengkulak atau ke pasar-pasar. 

2. Motif Ekonomi Pedagang di Pasar

Aktivitas para pedagang di pasar juga termasuk contoh motif ekonomi. Sebenarnya tidak hanya pedagang di pasar saja loh, termasuk pedagang kaki lima, dan pedagang yang menjajakan produk barang/jasa mereka secara online, juga termasuk contohnya. 

3. Memperjualbelikan Dari Hasil Kreativitas 

Nah buat kamu yang memiliki hobi dan kreativitas, juga bisa dimasukan dalam contoh motif ekonomi. Misalnya hobi mendesain produk, atau hobi memotret. Kemudian dari karya yang kamu buat dijual belikan di shutterstock atau semacamnya. 

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa motif ekonomi tidak melulu berbentuk hasil produksi barang/jasa dari perusahaan besar. Tetapi dari kreativitas individu pun juga dapat menjadi motif ekonomi. Jika memang hasil tersebut memiliki daya jual.

Nah, itulah ulasan tentang motif ekonomi yang sebenarnya menarik untuk kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama buat kamu yang memiliki kepandaian, kreativitas dan tentu saja memiliki mental bersaing. Semoga ulasan yang singkat ini bermanfaat.

Penulis: Irukawa Elisa

Baca Artikel Terkait “Motif Ekonomi” berikut.

Baca Materi Penting Lainnya