Pengertian Ekonomi Kreatif: Subsektor, Konsep dan Contoh

pengertian ekonomi kreatif, subsektor dan contoh

Pengertian ekonomi kreatif – Pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun, saat ini memang sudah berkembang. Apalagi didukung kecanggihan teknologi. Dimana teknologi semakin memudahkan pelaku bisnis menyebarkan usaha dagangan mereka secara efektif. 

Jadi pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas pengertian, subsector, sejarah dan manfaat ekonomi kreatif itu apa. Langsung saja, simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif menurut ahli dan menurut keputusan yang ditetapkan oleh presiden, memiliki definisi yang berbeda-beda. Berikut pengertian ekonomi menurut tokoh, keputusan presiden dan menurut ahlinya. 

1. Diktum Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2009 

“… Pengertian ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia”. 

2. John Howkins 

“…Those sectors which produce intellectual property”. 

3. Chris Bilton 

Chris Bilton mendefinisikan ekonomi kreatif pada keahlian dan inovasi yang dimiliki seseorang. Dimana kreativitas yang dimiliki inilah yang dijadikan sebagai dasar melahirkan kreativitas dan menciptakan sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya. 

4. Susilo Bambang Yudhoyono 

“Pengertian ekonomi kreatif merupakan ekonomi gelombang ke-4 yang mana kelanjutan dari ekonomi dari ekonomi gelombag ketiga dengan orientasi pada kreativitas, budaya, serta warisan budaya dan lingkungan”. 

5. Kementerian Perdagangan Indonesia

Kementerian perdagangan Indonesia membicarakan bahwa pengertian ekonomi kreatif sebagai upaya membangunpelaku ekonomi yang kreatif, berkelanjutan dan mampu bersaing. 

6. UNCTAD

UNCTAD atau United Nations Conference On Trade and Development adalah siklus produksi barang dan jasa. UNCTAD mendefinisikan pengertian ekonomi kreatif menjalankan masukan utamanya adalah kreativitas dan ilmu pengetahuan. 

7. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia 

“Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”

8. Simatupang 

Ekonomi kreatif menurut simatupang adalah industri kreatif yang tidak hanya mengandalkan kreativitas saja, tetapi juga mengandalkan talenta dan keterampilan sebagai dasar utama. Dimana dari poin-poin tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan melalui kreasi intelektual. 

Ekonomi kreatif adalah konsep perekonomian yang mengedepankan kreativitas, informasi, pengetahuan dan inovasi. Dari hasil kreativitas dan pengetahuan tersebut yang dimanfaatkan untuk menghasilkan produk barang ataupun jasa.

Baca Artikel : Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Syariah

Subsektor Ekonomi Kreatif

Subsektor ekonomi kreatif di Indonesia sampai saat ini ada banyak sekali sektornya. Seperti yang dilansir oleh kemenparekraf ada 17 subsektor. Apa sajakah mereka? Barangkali salah satu yang kamu tekuni sekarang termasuk di dalamnya. Langsung saja, sebagai berikut. 

1. Kriya 

pada dasarnya kriya termasuk sub sektor yang menjadi ciri khasnya Indonesia. Adapun yang termasuk dalam sub sektor kriya ini, yaitu industri pariwisata. Dimana Industri pariwisata di Indonesia saat ini sangat luar biasa. Hampir tiap bulan ada objek wisata yang muncul. Tentu saja setiap objek wisata yang ditawarkan membawa keunikan masing-masing.

2. Seni Pertunjukan 

Dulu, pertunjukan hanya sekedar pertunjukan saja. Sekaran pertunjukan seni mendapatkan apresiasi. Sebagai negara yang kultural, sudah pasti setiap daerah memiliki seni tradisi maupun kontemporer yang memiliki kekhasannya sendiri. Belum lagi seni tradisi yang diwariskan dari leluhur, maka tidak heran jika pemerintah secara tidak langsung bertanggungjawab untuk menjaga dan mengembangan seni pertunjukan lokal dan tradisi agar tidak sampai hilang.

3. Desain Produk 

Desain produk kini juga banyak diminati. Hal ini karena banyak pelaku UKM/UMKM yang menjalankan usaha dan membutuhkan jasa desainer produk untuk menunjang dan meningkatkan branding produk mereka. Dalam upaya menghargai kreativitas para desainer produk, maka tidak heran jika subsektor ini termasuk ke dalam ekonomi kreatif.

4. Seni Rupa 

Siapa sih yang tidak mengenal seni rupa? Yap betul sekali, kemampuan melukis dan membuat sketsa bukanlah pekerjaan yang mudah. Cakupan dari seni rupa itu sendiri pun lebih luas lagi. Banyak karya-karya seniman yang sudah go Internasional. Jadi buat kamu yang punya bakat di bidang ini, tetap tekuni, siapa tahu kamulah salah satu seniman masa depan yang populer.

5. Kuliner

Sudah rahasia umum jika bisnis yang sekarang tengah berkembang dan banyak dicari adalah bisnis kuliner. Seperti yang dilansir oleh kemenparekraf, kuliner sebagai subsektor yang memberi kontribusi cukup besar dari total pendapatan ekspor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak melulu makanan tradisional maupun lokal, sekarang banyak kuliner inovasi yang rasanya memang patut diacungi jempol.

6. Fotografi 

Selain kuliner, bisnis yang sekarang banyak dicari dan tengah berkembang cukup tinggi minat terhadap fotografi. Banyak hasil karya anak negeri yang menakjubkan. Bahkan keterampilan memotret yang bagus dapat dijadikan bisnis yang cukup menggiurkan loh. Wajar jika fotografi pun sekarang termasuk ke dalam ekonomi kreatif. Karena hasil jepretan dapat dijual belikan loh. 

7. Musik 

Musik menjadi ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan. Era digitalisasi seperti sekarang, musik tidak melulu dirilis dan diputar dalam bentuk kaset. Penyebarannya sudah dilakukan digital online.Pengembangan Permainan 

Sektor ekonomi kreatif dalam pengembangan permainan salah satu sektor kreatif yang patut ditekuni dan terus dikembangkan.  Pengembangan permainan dalam hal ini bisa berbentuk pengembangan game lokal. Jadi buat kamu punya ilmu, dan ketertarikan di sini, bisa diseriusin dan bisa menjadi peluang. Pasalnya Pengembangan permainan game setiap tahunnya mengalami peningkatan.

8. Arsitektur 

Arsitektur termasuk ekonomi kreatif yang potensial. Sayangnya, jumlah arsitek di Indonesia cukup sedikit. Padahal karya seorang arsitek sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk pembangunan rumah pribadi, kantor dan lain sebagainya. Arsitek juga mengatur tata kota. APalagi di era digitalisasi seperti sekarang, banyak sekali karya-karya arsitek yang unik, nyentrik dan menarik, sehingga melahirkan inovasi baru. 

9. Desain Interior 

Kesadaran masyarakat dengan estetika tata ruang kini semakin baik. Maka tidak heran jika jasa desainer dan perancang interior kini banyak dicari. Seperti yang kita tahu, bahwa desain interior membutuhkan yang namanya kreativitas dalam mengatur tata ruang. Maka tidak heran jika desain interior ini pun sekarang termasuk dalam ekonomi kreatif.

10. Fesyen

Dahulu, fesyen ya fesyen saja. Sekarang Fesyen termasuk ke dalam ekonomi kreatif. Alasannya sederhana karena setiap bulannya selalu ada model fesyen baru yang diproduksi oleh desainer fashion lokal. Jadi dalam upaya menghargai kreativitas dan kekayaan intelektual menciptakan model dan gaya tersebut, maka wajar jika fashion akhirnya menjadi ekonomi kreatif. 

11. Film, Animasi Dan Video 

Selama ini kita sering menikmati film, animasi dan video di televisi bukan? Yap, membuat ketiganya tidaklah mudah. Butuh proses panjang. Tidak hanya butuh modal kamera dan alat-alat saja, tetapi menuntut kreativitas membuat konten video dan butuh keterampilan dalam hal editing. Dari hasil kolaborasi itu semuanya, lahirlah film, animasi dan video. Maka tidak heran jika dimasukan ke dalam sektor ekonomi kreatif 

12. Desain Komunikasi Visual

Tidak jauh berbeda dengan pembuatan film, animasi dan video. Pelaku desain komunikasi visual pekerja seni yang patut diapresiasi. Sekarang desain komunikasi visual semakin berkembang. Sekarang banyak program pemerintah yang membutuhkan jasa desain komunikasi visual ini loh. Jadi buat kamu yang memiliki ketertarikan dan keterampilan di bidang ini, dapat ditekuni.  

13. Televisi Dan Radio 

Pada dasarnya televisi dan radio bukan semata-mata untuk menghibur masyarakat. Ternyata keduanya memiliki peranan yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan mampu mengurangi tingkat pengangguran. Bekat televisi dan radio, mampu mempekerjakan kawula muda.

14. Periklanan 

Bagi kawula muda, sudah tidak asing lagi dengan wira wiri iklan di berbagai media sosial. Ternyata periklanan menjadi daya tarik karena memiliki daya sebar tinggi untuk memperkenalkan produk dan menyebarkan informasi. Terlepas dari itu semua, tentu saja pembuatan iklan banyak cerita dan drama dibalik pembuatannya. Meski hanya sebuah iklan, secara teknis iklan dibuat berdasarkan kreativitas dan pengetahuan, bahkan lewat riset pasar terlebih dahulu. Maka wajar jika periklanan masuk dalam ekonomi kreatif.

Pondok Djawara Deepublish

Baca Selengkapnya: Cara Membuat Copywriting yang Menarik

15. Penerbitan 

Penerbit sudah pasti menjadi ekonomi kreatif karena dari segi proses sarat akan kreativitas, skill dan dilatarbelakangi dengan ilmu pengetahuan. Sebuah penerbitan buku tidak berani menerbitkan buku yang asal ditulis. Sudah pasti mereka akan memilih penulis yang berkompeten di bidangnya.

16. Aplikasi

Aplikasi tidak melulu dibuat dari Negara luar. Sekarang banyak aplikasi-aplikasi buatan lokal. Didukung kesadaran masyarakat terhadap penggunaan teknologi. Maka pembuat aplikasi memiliki peluang besar. jadi buat kamu yang memiliki keterampilan ini, manfaatkan sebaik mungkin.

Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif 

Setelah mengulas banyak hal tentang ekonomi kreatif, barangkali kamu masih bingung, cara membedakannya. Berikut ciri-ciri ekonomi kreatif. 

  1. Memiliki Daya Cipta 

Daya cipta yang dimaksud disini adalah kemampuan menciptakan sesuatu. Segala sesuatu yang diciptakan, pasti membutuhkan kreasi dan intelektual, dan setiap orang memiliki intelektual dan bentuk penciptaan berbeda-beda. 

  1. Dapat Dikembangkan 

Jadi ekonomi kreatif bersifat dapat dikembangkan agar relevan sesuai dengan permintaan pasar. 

  1. Aktivitas Distribusi 

Karena bentuk ekonomi kreatif diperuntukan orang lain, tentu saja butuh distribusi agar tepat sampai sasaran. 

  1. Membangun Relasi 

Adapun ciri lain, yaitu bersifat membangun kerjasama dan kolaborasi dengan orang, organisasi atau perusahaan tertentu yang memiliki tujuan yang sama. 

  1. Berbasis Pada Ide 

Sesuai dengan namanya, ekonomi kreatif lahir karena adanya ide. Ide inilah yang menjadi motor penggerak utama.  

Itulah beberapa ciri tentang ekonomi kreatif. Jadi buat kamu yang menginginkan industry ekonomi kreatif, wajib tahu ilmu strategi marketing juga. Sukses tidaknya usaha dan hasil penemuan kamu, tidak akan bernilai apa-apa jika kamu tidak memperkenalkan dan tidak menjadikan itu sebagai bisnis. 

Bagaimana jika tidak tahu ilmu tentang marketing? Tenang, karena kamu dapat menjalan kerjasama dengan sektor ekonomi kreatif yang lain yang sudah disebutkan di subsektor di atas. Jangan lakukan sendiri, jika dapat dilakukan secara bersama. Kita manusia diciptakan sebagai masyarakat sosial, yang jelas tidak bisa hidup sendirian.

Manfaat Ekonomi Kreatif

Siapa yang menyangka jika ekonomi kreatif akan menjadi jalur alternatif masyarakat untuk memperbaiki perekonomian lokal sekaligus sebagai harapan besar. Ternyata memiliki banyak sekali manfaat, berikut beberapa manfaatnya. 

  1. Membuka lapangan kerja 
  2. Melahirkan inovasi-inovasi baru
  3. Hidup lebih beragam 
  4. Mendorong kreativitas 
  5. Produk barang semakin bagus 
  6. Perekonomian lokal semakin baik 
  7. Persaingan kompetitif 
  8. Banyak lapangan pekerjaan 
  9. Mengurangi jumlah pengangguran terdidik ataupun tidak terdidik 
  10. Jangkauan pasar semakin luas 
  11. Membangun dampak sosial kearah yang lebih baik 
  12. Membangun kualitas produk 
  13. Menguatkan identitas bangsa 
  14. Mengurangi kriminal akibat kenakalan remaja dan akibat pendidikan kurang 
  15. Semakin banyak bisnis startup bermunculan

Sebenarnya masih ada banyak manfaat ekonomi kreatif lain. Dari beberapa manfaat di atas, manfaat apa yang kamu sudah rasakan saat ini? kamu boleh tuliskan jawabannya di kolom komentar.

Sejarah Ekonomi Kreatif Di Indonesia

Sejarah ekonomi kreatif di Indonesia dimulai pada tahun 2005. Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat itu menjabat sebagai Presiden menyampaikan pentingnya industri kreatif. Barulah di tahun 2006, Dr. Mari Elka Pangestu, yang kala itu menjabat menjadi menteri perdagangan RI meluncurkan program Indonesia Design Power. 

Program yang baru diluncurkan, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar lokal maupun internasional. Kala itu, program Indonesia Design Power fokus mengembangkan usaha di sektor jasa hingga pelaku di industri kreatif yang subsektornya sudah disebutkan di atas. 

Masuk tahun 2009, Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Inpres No. 6/2009, dimana di tahun tersebut dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Industri kreatif pun perlahan-lahan mulai banyak diperbincangkan dan membawa tren yang positif bagi para pelaku. 

Berlanjut di tahun 2010, muncullah platform digital Indonesiakreatif.net yang dijadikan sebagai tempat untuk wadah masyarakat memasarkan dan menawarkan kepada umum. Kini, ekonomi kreatif pun masih tetap eksis. Kini banyak pelaku creative baru yang ikut bersaing.

Tujuan Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif pada dasarnya sebagai kekuatan ekonomi lokal, bahkan internasional. Hal ini disebabkan karena ekonomi kreatif bentuk kemandirian masyarakat dalam menjalankan perekonomian. Ternyata tidak berhenti disitu saja, berikut beberapa tujuan dari ekonomi kreatif

  • Nilai Ekspor lebih tinggi 
  • Lahirnya Perusahaan yang Kompetitif  
  • Memanfaatkan kearifan dan budaya lokal 
  • Menguatkan Branding produk lokal dan warisan
  • Meningkatkan produk domestik bruto 
  • Menyerap tenaga kerja 
  • Cerdas Memanfaatkan SDA Secara Terarah dan Berkelanjutan 
  • Pemerataan perekonomian hingga ke pelosok 

Itulah sejarah singkat dan tujuan ekonomi kreatif. Maka tidak heran jika sekarang semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya berwirausaha sesuai kreativitas, skill dan passion mereka. Barangkali kamu salah satunya? Amiin. 

Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif

1. Pemberian insentif untuk pelaku ekonomi kreatif.

Pemerintah sebagai pembuat anggaran untuk gegara, sebagaiknya dapat memberikan insentif kepada pelaku ekonomi kreatif baik berupa bantuan dana secara langsung, mentoring maupun untuk promosi baik dalam negeri maupun ke manca Negara.

2. Menyiapakan Roadmap

Roadmap ekonomi kreatif ini penting sekali karena inilah yang menjadi visi dan misi yang diraih pemerintah. Jika sudah jelas, maka para pelaku UMKM atau industri kreatif dapat menjalankan sesuai arahan kerja yang ada dari pemangku kebijakan.

3. Memberikan Pelatihan

Selain masalah dana dan ide, sebuah industri juga membutuhkan sebuah pelatihan yang gunanya untuk meningkatkan kemapuan dan pola pikir yang benar dari setiap pelaku bisnisnya.

4. Memberi perlindungan hukum

Pemerintah sebagai pembuat peraturan  perundang-undangan wajib dan perlu memberikan sebuah perlindungan hukum yang maksimal pada semua produk yang dibuat oleh pelaku ekonomi kreatif agar usaha yang ada supaya tidak kalah dengan produk asing yang akan mematikan bisnis dalam negeri

5. Menyiapkan investor untuk pengembangan.

Investor sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan, pelaku ekonomi kreatif memerlukan dana jika ingin mengembangkan usahanya (disebut juga sebagai akselerator). Namun, tak semua investor baik jadi memberi pelatihan dan pendampingan sangat penting.

Itulah ulasan tentang ekonomi kreatif. Pesan yang ingin saya sampaikan, jangan anggap diri kita rendah, tidak potensial. Pada dasarnya manusia ada membawa keunikan dan keterampilan masing-masing. Jika potensi diri sendiri dapat kita kenali, maka kita dapat memaksimalkan potensi yang ada. 

Saat seseorang memiliki kemauan untuk meningkatkan potensi dalam diri, disitulah peluang menjadi orang kreatif. Orang kreatif tidak diberikan pada orang cerdas, tetapi diberikan pada orang yang mau berfikir dan memikirkan. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat. 

Baca Artikel terkait lainnya:

Penulis: Irukawa Elisa

Pondok Djawara Deepublish
Baca Materi Penting Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

© 2021 All Right Reserved. Toko Buku Deepublish – CV. Budi Utama