Kajian Pustaka: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Contoh

kajian-pustaka
toko buku kuliah

Dalam sebuah karya tulis, kajian pustaka menjadi salah satu pokok bab di dalamnya. sering juga disebut juga sebagai landasan teori. Biasanya dalam sebuah makalah penelitian, kajian pustaka dapat kita temui pada Bab II. 

Lantas apa itu kajian pustaka atau landasan teori?

adalah kumpulan teori-teori referensi yang menjadi dasar dalam sebuah penelitian yang menjawab secara teori tentang permasalahan dari sebuah ide pokok penelitian.

Tujuan dari kajian pustaka menurut DiCooper dalam Creswell adalah menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah penelitian-penelitian sebelumnya.

Pengertian Kajian Pustaka

Kajian pustaka juga didefinisikan oleh para ahli sebagai berikut: 

1. Menurut Nyoman Kutha Ratna (2010: 276), memiliki tiga pengertian yang berbeda.

  • Kajian pustaka adalah seluruh bahan bacaan yang mungkin pernah dibaca dan dianalisis, baik yang sudah dipublikasikan maupun sebagai koleksi pribadi.
  • Kajian pustaka sering dikaitkan dengan kerangka teori atau landasan teori, yaitu teori-teori yang digunakan untuk menganalisis objek penelitian. Oleh sebab itu, sebagian peneliti menggabungkan kajian pustaka dengan kerangka teori.
  • Kajian pustaka adalah bahan-bahan bacaan yang secara khusus berkaitan dengan objek penelitian yang sedang dikaji.

2. Menurut Pohan (2007:42) kegiatan ini (penyusunan kajian pustaka) bertujuan mengumpulkan data dan informasi ilmiah, berupa teori-teori, metode, atau pendekatan yang pernah berkembang dan telah di dokumentasikan dalam bentuk buku, jurnal, naskah, catatan, rekaman sejarah, dokumen-dokumen, dan lain-lain yang terdapat di perpustakaan. Selain itu, kajian ini dilakukan dengan tujuan menghindarkan terjadinya pengulangan, peniruan, plagiat, termasuk suaplagiat.

Baca juga : Tinjauan Pustaka

Proses Pencarian

Pada bagian kajian pustaka dipaparkan dengan tujuan untuk mencari tahu lebih dalam tentang penelitian yang menjadi fokus kita dengan literatur-literatur yang ada. Dalam proses mencari tahu tersebut, proses pencarian dibagi menjadi dua, yaitu:  

1. Sudah diketahui   

Topik penelitian yang sudah diketahui atau dalam artian telah dikaji sebelumnya maka dapat dijadikan sumber referensi. Untuk dijadikan sebagai sumber referensi tentunya haruslah diketahui bagaimana memperoleh informasi mengenai sumber tersebut.

Sumber yang sudah diketahui ada yang telah dituliskan ada pula yang belum. Sumber yang telah dituliskan maka dapat diperoleh dengan mencarinya di internet atau di perpustakaan. Sumber-sumber tersebut bisa berupa jurnal, artikel, buku, dan sebagainya. Namun, sumber-sumber yang belum dituliskan maka jalan satu-satunya untuk memperoleh informasi tentang penelitian tersebut adalah dengan mendatangi subjeknya (peneliti sebelumnya) untuk di wawancarai.

Sebagai tambahan, perlu diingat bahwa dalam mengutip teori dalam sebuah literatur maka haruslah dicantumkan sumber dimana kita mengutipnya berupa mencantumkan nama pengarang, judul buku, halaman dan sebagainya sesuai dengan pedoman penulisan.

2. Belum diketahui

Topik penelitian yang baru atau objek kajiannya belum diteliti sebelumnya maka menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti tersebut untuk mengolah informasi yang ada yang terkait. Setelah informasi dikumpulkan maka selanjutnya disusunlah komponen-komponennya yang kemudian sebagai landasan untuk membuat indikator. Dari indikator tersebut kemudian disusunlah instrumen penelitian.

Manfaat dan Fungsi Kajian Pustaka 

Menurut Alan Bryman, beberapa poin penting mengapa kita harus membaca literatur yang sudah eksis adalah karena kita perlu mengetahui:

  • Apa yang sudah diketahui tentang topik yang akan kita teliti.
  • Apa konsep dan teori yang sudah diaplikasikan dalam membahas topik penelitian yang akan kita lakukan.
  • Apa metode penelitian yang sudah pernah diterapkan dalam mengkaji topik tersebut.
  • Apa saja kontroversi yang berkaitan dengan topik dan bagaimana hasil studi tersebut muncul
  • Jika ada, apa saja temuan penelitian yang saling bertolak belakang.
  • Siapa saja peneliti yuang sudah pernah melakukan penelitian terkait topik yang akan kita teliti.

Sementara untuk manfaat dari kajian pustaka antara lain: 

1.  Sebagai solusi

Dengan adanya kajian pustaka maka kerangka berpikir menjadi jelas sehingga solusi dari permasalahan ditemukan berdasarkan hasil pengkajian-pengkajian dari berbagai literatur tersebut.

2.  Landasan Pengembangan Instrumen

Setelah menemukan solusi berupa teori selanjutnya disusunlah indikator-indikator berdasarkan solusi tersebut. Indikator yang disusun inilah yang kemudian dijadikan intrumen dalam penelitian.

3.  Membuat/menentukan kriteria

Terkait dengan penelitian evaluasi, dalam membuat atau menentukan kriteria dengan dimulai pembentukan pernyataan terlebih dahulu. Kriteria yang dimaksud seperti keberhasilan/kegagalan, saran bagi program tersebut, diidentifikasi, kemudian dibuatlah kesimpulan susuaikah dengan teori atau tidak.

4.  Memverifikasi hasil penelitian

Pada manfaat memverifikasi hasil penelitian ini dimaksudkan sebagai perbandingan hasil penelitian yang telah kita lakukan dengan penelitian sebelumnya sehingga diperolehlah kesimpulan-kesimpulan yang menjadi hasil dari verifikasi tersebut.

Baca juga : Hipotesis Penelitian

Macam-Macam

Berikut ini macam-macam teori berdasarkan jenis penelitian yang dilakukan, antara lain:

1. Kajian Pustaka Penelitian kuantitatif

Teori dalam penelitian kuantitatif (theory in quantitative research) dapat diartikan sebagai seperangkat gagasan konstrak (atau variabel) yang saling berhubungan, yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antarvariabel. Fungsi teori dalam sutu penelitian bisa saja sebagai argumentasi, pembahasan, atau alasan.

Dalam proposal penelitian kuantitatif, peneliti bisa menegaskan teorinya dalam berbagai bentuk:

  • Peneliti menegaskan teori dalam bentuk pernyataan hipotesis-hipotesisi yang saling berhubungan. Contohnya: semakin tinggi pangkat seseorang, semakin kuat sentralitasnya.
  • Peneliti menyatakan teori dalam bentuk pernyataan “jika-maka” untuk menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas bisa mempengaruhi variabel terikat.
  • Peneliti menyajikan teori dalam bentuk visual. Bentuk visual ini penting untuk menerjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual.

2. Kajian Pustaka Penelitian kualitatif

Dalam berbagai macam penelitian kualitatif, para peneliti menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda:

  • Dalam penelitian kualitatif, teori seringkali digunakan untuk menjelaskan perilaku dan sikap tertentu. Teori tersebut dapat menjadi sempurna dengan adanya variabel, konstrak, dan hipotesis penelitian.
  • Para peneliti kualitatif seringkali menggunakan perspektif teoritis sebagai pedoman umum untuk meneliti gender, kelas, dan ras (atau masalah lain mengenai kelompok marginal).
  • Dalam penelitian kualitatif, teori seringkali digunakan sebagai poin akhir penelitian, artinya peneliti menerapkan proses penelitiannya secara induktif yang berlangsung dari data, lalu ke tema-tema umum, kemudian menuju teori atau model tertentu.

Dilansir dari sumber yang berbeda, beberapa penelitian kualitatif tidak menggunakan teori yang terlalu eksplisit. Hal itu bisa saja disebabkan karena 2 hal, yakni;

  • Tidak ada satu pun penelitian kualitatif yang dilakukan dengan observasi yang “benar-benar umum”;
  • Struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt, 1993 dalm Creswell, 2016).

3. Kajian Pustaka Penelitian Campuran

Teori dalam penelitian metode campuran bisa diterapkan secara deduktif, misalnya dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif atau secara induktif, misalnya dengan pemunculan teori atau pola kuantitatif.

Terdapat beberapa cara unik yang memasukkan sebuah teori ke dalam penelitian metode campuran dimana peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan rancangan metode campuran yang berbeda.

4. Kajian Pustaka Teori Normatif

Kajian pustaka normatif cocok untuk penelitian ilmu sosial yang terbatas pada mempelajari apa yang dapat diuji secara empiris. Sementara masih ada banyak pertanyaan penting tentang politik yang berada di luar cakupannya. Karena itu, juga sentral bagi ilmu politik adalah apa yang disebut “filsafat politik” atau “teori normatif.”

Teori sosial empiris berusaha menjelaskan mengapa orang berperilaku seperti itu, teori normatif mencari standar untuk menilai bagaimana kita seharusnya berperilaku.

Sumber Kajian Pustaka 

Kajian pustaka dapat diambil dari berbagai sumber yang akurat. Kamu bisa menggunakan buku referensi, jurnal, penelitian sebelumnya, hingga internet. 

1. Jurnal Penelitian

Dalam jurnal ini beberapa hasil penelitian terpilih diterbitkan sehingga dapat digunakan sebagai acuan begi perkembangan ilmu pengetahuan yang baru.

2. Buku

Buku merupakan sumber informasi yang sangat penting karena sebagian bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penelitian diwujudkan dalam bentuk buku yang ditulis oleh seorang penulis yang berkompeten di bidang ilmunya.

3. Surat Kabar Dan Majalah

Media cetak ini merupakan sumber pustaka yang cukup baik dan mudah diperoleh di mana-mana. Kamu dapat mencantumkan referensi kajian Pustaka dari berbagai berita dan artikel yang ada di surat kabar maupun majalah. 

4. Internet

Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan di bidang informasi, para peneliti dapat langsung mengakses intrernet dan mendapatkan informasi yang diinginkan dari berbagai negara dengan sangat cepat.

Pondok Djawara Deepublish

Baca juga : Cara Menulis Footnote (Catatan Kaki) Lengkap Contoh

Penyusunan Kajian Pustaka

Menurut Zubaidah (2007) dalam menyususn kajian pustaka perlu usaha untuk mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya. Sumber tersebut harus relevan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian. Kajian pustaka dapat digunakan dengan menggunakan dua pola; yaitu dedukatif dan indukatif. Dengan dedukatif kita mulai dari proposisi yang berlaku umum dan memberlakukannya pada keadaan khusus, serta berlaku sebaliknya untuk indukatif.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusunan :

a. Menyiapkan butir-butir yang perlu mencatat informasi dari pustaka

b. Menyiapkan sistematika pengumpulan informasi

c. Mencari informasi sebanyak-banyaknya dari bahan kepustakaan maupun internet.

Supaya peneliti lebih mudah dalam penyusunan perlu diperhatikan hal-hal berikut:

a. Menggunakan masalah penelitian sebagai fokus

b. membuat rencana urutan pencarian dan penulisan

c. Menekankan keterkaitan pustaka dengan masalah penelitian.

Contoh Kajian Pustaka 

1. Contoh 1 Konsep Diri

Penelitian tentang ”Konsep ‘diri’ dalam budaya pop digital: Konsekuensi menjadi terkenal di Youtube” oleh Daniel R. Smith. Paragraf yang bisa dijadikan contoh kajian pustaka adalah sebagai berikut:

Pendefinisian tentang ’diri’ melalui data digital telah menjadi konsen sosial dan politik baik bagi ilmuwan sosial maupun publik secara umum (Lupton, 2016; Gerlitz dan Lury, 2014; Giroux, 2015; Pasquale, 2015). Sosiolog telah melakukan mapping terhadap teritori kajian budaya pop digital (Beer dan Gane, 2008: Beer dan Burrows, 2013) dan berpendapat bahwa dalam ’data kehidupan sosial yang baru’ kita perlu memahami bagaimana ’sirkulasi data mempengaruhi performa subjektivitas dan pengalaman hidup sehari-hari’. (Beer dan Burrows, 2013: 68)

2. Contoh 2- Klasifikasi Kamboja

Klasifikasi kamboja dapat dilihat pada tabel 2.1, tumbuhan yang termasuk famili Apocynaceae merupakan tumbuhan berbunga yang berasal dari Amerika Tengah dan Afrika. Di alam, tumbuhan ini berbentuk semak liar yang tumbuh di daerah gurun yang panas dan dapat hidup lama tanpa air. Usia tanaman ini bisa mencapai ratusan tahun.

Ciri khas kamboja (Plumeria rubra L.) adalah bunganya yang beraroma khas dan sering dijadikan bahan baku parfum. Warna mahkotanya merah. Tinggi tanaman ini dapat mencapai lebih dari enam meter dan bercabang-cabang. Jenisnya adalah kayu lunak dan bergetah sehingga tidak cocok sebagai bahan baku furniture. Daun kamboja berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan urat daun terlihat menonjol di belakang dan ujung daun yang meruncing. 

Daun kamboja berwarna kuning ketika hendak rontok. Pada musim panas, banyak daun yang rontok dan bunga banyak yang mekar. Morfologi dari tumbuhan kamboja dapat dilihat pada gambar 

3. Contoh Kajian Pustaka Pendidikan

Pendidikan didefinisikan oleh banyak tokoh sebagai sesuatu yang bernilai tinggi. Menurut John Dewey, pendidikan merupakan proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional yang menuju ke arah alam dan sesama manusia. Pembentukan kecakapan ini bertujuan agar generasi muda dapat mengamalkan nilai-nilai moral demi keberlangsungan hidup dan kehidupan. Menurut Masnur Muslich (2014) pendidikan merupakan proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga dapat membuat manusia lebih beradab.

4. Contoh Kajian Pustaka Sains (Mus musculus albinus)

Mencit laboratorium dapat dikandangkan dalam kotak sebesar kotak sepatu. Kotak dapat dibuat dari berbagai macam bahan, misalnya plastik, aluminium, atau baja tahan karat (stainless steel). Prinsip dasar yang perlu dicamkan kalau memilih kotak mecit ialah bahwa kotak harus mudah dibersihkan dan disterilkan. Kotak mencit harus tahan lama, tahan gigit dan mencit tidak dapat lepas. 

Apa pun sistem kandang yang dipakai, paling penting untuk diperhatikan adalah persyaratan fisiologis dan tingkah laku mencit. Persyaratan ini meliputi menjaga lingkungan tetap kering dan bersih, suhu yang memadai, dan memberi ruang cukup untuk bergerak dengan bebas dalam berbagai posisi. Seluruh sistem perkandangan harus dirancang sehingga mudah dirawat dan diperbaiki demi kesehatan hewan. 

Kandang yang baik harus tersedia alas tidur (bedding) dengan kualitas bagus dan bersih. Biasanya di daerah tropis dapat dipakai serbuk gergaji atau sekam padi sebagai alas tidur. Alas tidur harus diganti sesering mungkin, sekurang-kurangnya satu kali tiap minggu (Smith dan Mangkoewidjojo 1988).

5. Contoh 5

Pada sebuah upaya untuk melakukan penelitian maka dibutuhkan sebuah panduan serta dukungan untuk setiap hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya yang akan berkaitan dengan sebuah penelitian yang sedang dilakukan.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Eddy Rifai (1995) banyak dijumpai sistem dari persionalisasi di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan di Indonesia karena pada dasarnya sistem kemasyarakatan yang ada di IndonesiaKini masih di dalam tahap perubahan nama saja dari sistem kepenjaraan menjadi sistem kemasyarakatan, tetapi pada praktek pelaksanaanya masih berada pada sebuah sistem kepenjaraan karena dengan adanya berbagai keterbatasan, misalnya seperti perundang-undangan, sarana dan juga prasarana dan lain sebagainya.

Sehingga dengan demikian uasaha untuk menuntasakn persionalisasi harapannya supaya dapat dengan segera dilaksanakan
 Kemudian hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Mansila M. Moniaga (2015) pada jurnalnya yang mengangkat judul “Sanksi Hukum kepada Anak yang masih ada di bawah umur berdasarkan Sistem Hukum Indonesia Dan Akibat Pidana Penjara”

Dengan hal tersebut menegaskan bahwa sistem yang mengusung kepenjaraan dan persionalisasi terutama kepada seorang anak masih ditemui di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan di Negara Indonesia, dengan keadaan tersebut yang akhirnya dapat sangat berpengaruh terhadap berbagai pola hidup dan lebel atau cap kemasyarakatan mengenai anak yang sudah keluar dari penjara akan dianggap sebagai seorang anak yang memiliki sebuah prilaku yang dinilai kurang baik atau buruk.

Sehingga dengan ini maka persionalisasi yang terdapat pada suatu kelembagaan masyarakat harus dengan segera untuk bisa di atasi sebagai bentuk persiapan sentral yang akan mampu menghadapi bonus demografi di Negara Indonesia.
Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang