Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Para Ahli

pengertian-hipotesis-penelitian
toko buku kuliah

Pengertian hipotesis penelitian – Apa itu hipotesis penelitian? pastinya kamu pernah mendengar istilah hipotesis kan? Bagi mahasiswa semester akhir atau bagi Anda yang biasa melakukan penelitian ilmiah, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Yap, betul sekali, hipotesis adalah pernyataan sementara yang diambil oleh peneliti. Dimana pernyataan yang dibuat kemudian dilakukan pengujian ataupun dilakukan eksperimen.

Sebelum masuk ke pengertian hipotesis penelitian, ternyata hipotesis ini sering digunakan para ilmuan dalam eksperimen mereka. Seperti yang kita tahu para filsuf dan penemu dunia yang sampai sekarang ilmunya masih terus digunakan dan dikembangkan, ternyata diperoleh melalui penelitian dan eksperimen yang cukup panjang.

Sebut saja Albert Eainstains atau penemu lainnya. Mereka menemukan banyak sekali penemuan spektakuler dan luar biasa juga diawali dengan hipotesis juga. Ternyata tidak semua hipotesis dapat sesuai harapan peneliti. Membicarakan hipotesis tidak sesuai harapan bisa saja karena terkendala masalah anggaran penelitian yang besar.

Prinsip hadirnya hipotesis adalah diuji, dilakukan verifikasi dengan beberapa cara tentu saja. Misalnya dengan cara statistik ataupun analitis yang mendukung. Jika hipotesis tersebut tahan uji waktu, maka penelitian tersebut akan menjadi sebuah teori.

Salah satu penelitian yang tahan uji waktu adalah teori relavitas milik Einstein, ada juga teori Hukum Newton.

Lantas, sebenarnya apa sih hipotesis itu?

Apakah benar hipotesis menguraikan sesuatu masalah yang dapat diuji ataupun dimanipulasi. Lantas, bagaimana para penemu dahulu menentukan hipotesis untuk menghasilkan sebuah penemuan yang realistis.

Maka dari itu, untuk mengetahui pengertian hipotesis penelitian secara umum, kita akan simak dan lihat pendapat dari kajian literature di bawah ini.

Pengertian Hipotesis Penelitian Secara Umum

Secara umum, hipotesis diambil dari kata hypo yang memiliki makna “di bawah” sedangkan thesis dimaknai sebagai “pendiri atau pendapat atau kepastian”. Jika digabungkan, maka hypothesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap suatu masalah.

Hal ini menunjukan bahwasanya hipotesis itu masih berupa praduga dari peneliti yang perlu dibuktikan apakah benar atau salah praduga tersebut.

Pengertian Hipotesis Penelitian Oleh Para Ahli

1. The American Heritage Dictionary

Berbeda dengan pendapat The American Heritage Dictionary yang mendefinisikan hipotesis penelitian sebagaih penjelasan sementara terhadap fenomena ilmiah yang perlu diuji dengan penelitian lebih lanjut.

Dengan kata lain, dari pengertian ini kita bisa menggambil kesimpulan bahwasanya hipotesis yang bersifat ilmiah, harus dibuktikan secara ilmiah, berlaku sebaliknya.

2. Kerlinger

Pengertian hipotesis penelitian ini juga diamini oleh Kerlinger yang menuliskan bahwa hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang dilandaskan antara dua viariabel ataupun lebih dari dua variable.

3. Suryabrata

Berbeda dengan pendapat Suryabrata, hipotesis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif menggunakan metode deduksi. Dilain sisi. dalam penelitian kualitatif hipotesis diartikan sebagai kesimpulan sementara dari hasil observasi demi menghasilkan teori baru.

4. Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti

Jika menanyakan pengertian hipotesis penelitian kebanyak orang, memang ada banyak perspektif berbeda-beda.

Salah satunya pendapat Erwan Agus Purwanto dan Ratih Sulityastuti bahwasanya hipotesis adalah “tuduhan sementara dari masalah yang diangkat peneliti dalam melakukan penelitian yang keberadaannya masih lemah. Karena masih lemah dan belum tentu benar, maka dibutuhkan pengujian.”

5. Dantes

Lebih sederhana, pengertian hipotesis penelitian menurut Dantes adalah :

“Asumsi yang perlu dilakukan pengujian data. Kemudian dari pengujian lewat penelitian akan menghasilkan data. Data inilah yang akan dijadikan acuan pengambilan kesimpulan, terkadang juga menghasilkan solusi dan penemuan baru.”

6. Soesilo

Pengertian hipotesis penelitian menurut Soesilo memiliki ciri-ciri rumusan hipotesis. Setidaknya ada empat ciri-ciri yang meliputi. Yaitu :

  1. Hipotesis konsisten: Sesuai dengan namannya, hipotesis konsisten adalah dugaan sementara yang tidak mudah berubah-ubah. Di sini peneliti dituntut untuk melakukan penelitian secara menyeluruh dan melakukan kajian yang mendalam
  2. Hipotesis dinyatakan menggunakan kalimat pernyataan atau disebut dengan declarative statement. Jadi maksudnya hipotesis tidak dibuat dalam bentuk kalimat Tanya.
  3. Hipotesis yang menggunakan metode penelitian eksperimen isiya berupa pernyataan mengenai efektivitas, dan mengetahui perbedaan atau pengaruh terhadap variable satu dengan yang lain.
  4. Hipotesis harus testable, yang dimaksud dengan testable adalah hipotesis dapat dilakukan pengjian atau pengukuran.

7. Suharsini Arikunto

Buat Anda yang sudah beberapa kali melakukan penelitian, pasti sudah tidak asing lagi dengan Suharsini Arikunto. Beliau mengartikan hipotesis tidak jauh berbeda dengan pendapat-pendapat sebelumnya. Secara garis besar, hipotesis adalah jawaban sementara terhadap sesuatu masalah yang diteliti oleh peneliti.

Sampai penelitian selesai, barulah hipotesis tersebut dapat dibuktikan lewat data-data yang diperoleh dan terkumpul, apakah sesuai atau tidak sesuai.

8. Zikmund

Mirip dengan pendapat Zikmund yang mengartikan hipotesis sebagai proposisi (dugaan) yang belum dibuktikan.

Dengan kata lain, dugaan pernyataan tersebut masih bersifat tentative (sementara). Maka untuk menjelaskannya butuh fakta atau fenomena (kajian penelitian) yang memungkinkan jawaban atas proposisi tersebut.

9. Sudjana

Pengertian hipotesis penelitian menurut Sudjana adalah asumsi (dugaan) sementara terhadap suatu hal yang dibuat.

Umumnya asumsi ini dibuat untuk menjelaskan suatu hal yang dibutuhkan konfirmasi atau pengecekan.

10. Sugiyono

Hampir mirip dengan pendapat Sugiyono,

yang mengartikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang dibuat berdasarkan rumusan masalah penelitian yang sudah ditentukan oleh peneliti.

Penulisan rumusan masalah dikemas dalam bentuk pertanyaan.

Pondok Djawara Deepublish

Masih menurut Sugiono, hipotesis dikatakan masih sementara, karena dugaan tersebut dibuat berdasarkan pada teori, sehingga dibutuhkan uji hipotesis.

11. Fraenkel dan Wallen

Menurut Fraenkel dan Walan lebih fokus mengartikan bahwa jenis hipotesis tak terarah menggambarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti tidak menyusun prediksi sehingga menimbulkan ketidajelasan arah dan akan mempengaruhi hasil penellitian itu sendiri.

Membicarakan tentang hipotesis tidak terarah sebenarnya termasuk hipotesis alternative (Ha).

Selain Ha ada juga hipotesis nihil (Ho).

Fokus ke Hipotesis alternative memiliki dua macam jenis, yaitu hipotesisis terarah (Directional hypotheses) dan Hipotesis tak terarah (non-directional hypotheses).

Hipotesis tidak terarah adalah hipotesis yang dibuat peneliti dengan cara merumuskan masalah secara tegas dan peneliti juga sudah menyatakan bahwa variable bebas sudah memiliki pengaruh terhadap variable terikat.

Sedangkan yang disebut dengan hipotesis tak terarah adalah hipotesis yang belum dirumuskan secara tegas, dan antara variable bebas belum tentu memiliki pengaruh terhadap variable terikat.

12. Azwar

Berbeda menurut pendapat Azwar, bahwasanya jika Anda ingin melakukan penelitian dan hendak melakukan rumusan hipotesis harus memahami dua cara.

Anwar menyebutkan dua cara tersebut meliputi membaca atau menelaah ulang dan membaca ulang hasil temuan penelitian terdahulu, apakah masih relevan atau tidak?

Cara menelaah ulang yang dimaksud adalah peneliti melakukan review terhadap teori ataupun konsep lain yang membahas mengenai variable yang diangkat oleh peneliti. Atau dalam bahasa sederhananya, cara ini disebut dengan proses berpikir deduktif.

Sedangkan yang dimaksud dengan membaca dan mereview hasil penemuan penelitian terlebih dahulu tidak lain untuk mengetahui apakah hipotesis dan penemuan penelitian yang ditemukan masih relevan dengan permasalah penelitian saat ini atau belum.

Kemudian cara ini yang disebut dengan proses berfikir induktif.

Kesimpulan Hipotesis Penelitian

Itulah beberapa pengertian hipotesis penelitian dari beberapa kajian literature. Barangkali Ada yang penasaran, setelah hipotesis ditentukan dan penelitian sudah ditemukan data-data dan hasil.

Penting juga peneliti untuk memperhatikan sifat variable yang akan diujikan. Membicarakan sifat variable, ada dua uji hipotesis, yaitu hipotesis tentang hubungan dan hipotesis tentang perbedaan.

Hipotesis tentang hubungan adalah hipotesis yang menyatakan dua varaibel atau lebih. Umumnya sifat variable ini menekankan pada penelitian korelasional.

Dimana hipotesis tentang hubungan ini pun masih dibagi lagi menjadi tiga, yaitu hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik, hubungan yang sifatnya sesjajar timbal balik dan hubungan yang menunjuk pada sebab akibat namun tidak timbal balik.

Sedangkan yang dimaksud dengan hipotesis tentang perbedaan adalah hipotesis yang mengarah bahwa variable penelitian yang diangkat berbeda pada suatu kelompok tertentu.

Nah, kasus ini lebih sering digunakan untuk untuk penelitian komparatif dan penelitian eksperimen. Dari tambahan informasi ini, semoga memberikan catatan tambahan yang bisa memudahkan Anda dalam melakukan penelitian. Buat Anda yang baru memulai penelitian, jangan anggap penelitian itu sesuatu yang sulit dan menakutkan.

Nikmati dan ikuti metodologi penelitian yang ada. Jangan pikirkan meneliti itu sesuatu yang sulit dan memusingkan.

Artikel terkait “Hipotesis Penelitian”

Kontributor : Irukawa Elisa

Editor : Yusuf Abdhul


Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang