5 Fakta Menarik Hari Anak Sedunia (20 November)

hari-anak-sedunia
toko buku kuliah

5 Fakta Menarik Hari Anak Sedunia – Setiap tanggal 20 November diperingati sebagai hari anak sedunia. Setiap tanggal ini beberapa instansi ataupun komunitas di dunia menyelenggarakan hari ini. Tentu saja bentuk penyelenggaraannya berbeda-beda. Jika di Indonesia hari anak sedunia ada yang diperingati dengan lomba, parade, dan masih banyak lainnya.

Pernahkah kamu berfikir, kenapa sih hari anak sedunia ini lahir? Atau selama ini kamu hanya mengikuti tanpa kritis bertanya alasannya? Hari anak sedunia dilatarbelangi karena diusia anak-anak tumbuh kembang mereka sangat bergantung pada asupan gizi dan pola asuh orang-orang terdekat. Ketika dua hal ini tidak terpenuhi dengan seimbang dan baik, maka akan terjadi banyak gangguan pertumbuhan anak.

5 Fakta Menarik Hari Anak Sedunia (20 November)

1. Alasan Hari Anak Sedunia Lahir

hari-anak
Perttumbuhan yang kurang baik inilah yang dapat berdampak pada serentetan kasus yang sifatnya sangat fatal. Misal masalah kemiskinan, dapat menyebabkan anak mengalami malnutrisi atau kurang gizi. Anak yang mengalami malnutrisi dapat menimbulkan banyak hal, salah satu dampak terparahnya dapat menimbulkan kematian. Ada juga karena faktor edukasi dari pihak orangtua dan lingkungan terdekat dalam mendidik anak-anak.

Kesalahan dalam mendidik, akirnya melahirkan anak-anak menjadi pribadi yang tidak sehat. Misal, anak bisa menjadi anak punk, pergaulan bebas, dan masih banyak kasus sosial yang meresahkan masyarakat. Peringatan hari anak sedunia tentu saja salah satu upaya untuk memiimalisir hal-hal semacam itu.

Belum lagi kasus lain seperti kasus penelantaran anak. Banyak loh anak yang ditelantarkan oleh orangtua mereka sejak kecil, bahkan sejak anak di lahirkan. Alasan kasusnya pun berbeda-beda. Ini baru masalah yang terjadi di Indonesia, di Negara-negara lain pastinya juga memiliki karakteristik kasus yang juga berbeda. Namun prinsip dari memperngati hari anak sedunia adalaha meminimalisir dan membantu anak-anak diluar sana agar bisa memperoleh hak mereka sebagai anak.

2. Pentingnya Kembang Tumbuh Anak Sampai Diperingati Tiga Kali Dalam Setahun

Sadarkah kamu jika di Indonesia sangat peduli dengan isu tumbuh kembang anak? Hal ini dapat kita lihat dari hari peringatan hari anak. Jadi dalam setahun ada tiga peringatan hari lo. Pertama jatuh pada tanggal 1 Juni, diperingati sebagai hari Anak Internasional. Kemudian di tanggal 23 Juli di Indonesia juga diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Barulah ditanggal 20 diperingati hari anak sedunia. Begitu pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak, sampai-sampai ada beberapa peringatan hari lo.

Satu sisi pula, ini menunjukan bahwa pentingnya pemerintah Indonesia dan dunia terhadap kesejahteraan anak-anak. Karena ternyata banyak di luar sana anak-anak yang tidak mendapatkan hak mereka sebagai seorang anak. Peringatan-peringatan hari inipulalah bentuk bentuk dari penghargaan terhadap tumbuh kembang mereka, karena kelak merekalah penerus bangsa.

3. Indonesia Salah Satu Negara Pertama Yang Menandatangani KHA

Karena masih dalam suasana memperingati hari anak sedunia, pernahkah kamu mendengar apa itu Konvensi Hak Anak (KHA)? Jadi banyak anak-anak terlantar, yang dibuang oleh orangtuanya hingga tidak diperhatikan oleh orangtua di luar sana. Kasus semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga dunia. Oleh sebab itu munculkan istilah adopsi Konvensi Hak Anak pada tahun 1989 yang lalu.

Indonesia sebagai salah satu Negara yang yang ikut menandatangani Konvensi Hak Anak lo. Penandatangani Konvensi Hak Anak pertamakali pada 26 Januari 1990. Semenjak penandatanganan itu, pertumbuhan dan kasus anak semakin berkurang. Meskipun demikian, masih ada banyak kasus. Tetapi itu sudah jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

4. Anak Wajib Sekolah Lewat Bantuan Pemerintah

Salah satu bentuk perbaikan dapat dilihat dari angka kematian pada anak dibawah lima tahun sudah semakin sedikit, dibandingkan tahun sebelum-belumnya. Sedangkan untuk anak usia 7-12 tahun hampir 98% sudah mendapatkan pendidikan sekolah Dasar (SD). Kita tahu bahwa dulu tidak semua anak mampu mengenyam pendidikan SD. Banyak pula yang putus sekolah. Sekarang, pendidikan wajib bagi setiap anak. Wajib belajar pun tidak diwajibkan untuk Sekolah Dasar (SD) tetapi sampai jejang ke SMP.

Bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan semakin terlihat. Di tahun 2014 kita sudah nyaris tidak mendengar anak sekolah putus SD di sekitar rumah kita bukan? Mungkin karena sekarang pemerintah memberikan bantuan yang disebut program PKH untuk masyarakat kurang mampu. Dimana di dalam PKH tersebut ada bantuan uang untuk anak yang masih berusia sekolah.

Dari perubahan dan kepedulian dari pemerintah, terlihat jelas bahwa upaya untuk mencerdaskan anak bangsa itu jelas diupayakan. Meski tidak bisa mengubah secara secara keseluruhan, tapi program ini jauh lebih baik dibandingkan masa orangtua kita kala itu. Tentu saja, setiap Negara menyikapi dan memenuhi hak anak jelas berbeda dengan upaya pemerintah Indonesia. Tapi satu hal yang sama, yaitu hari anak sedunia adalah pengingat untuk kita bersama.

5. Komitmen Anak Sebagai Rencana Pembanggunan Jangka Menengah Nasional

 

unicef
Sumber : sunnewsonline.com

Hari anak sedunia ternyata tidak sekedar memperingati hari, yang hanya diperingati hari itu dan selesai hari itu juga. Semenjak penandatanganan Konvensi Hak Anak menurut Kepala Perwakilan UNICEF, Gunilla Olsson menyampaikan bahwa komitmen Indonesia memberikan kesempatan yang adil dalam hidup semakin kuat. Ketika dunia menyetujui Agenda 2030 setahun yang lalu, Indonesia sudah mengintegrasikan banyak target Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (SDG) yang terkait dengan anak dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah (RPJMN).

Dari ungkapan tersebut, jelas tugas dan PR pemerintah pun dalam membangun pengembangan berkelanjutan tidak sekedar fokus pada infrastruktur atau semacamnya. Juga fokus pada tumbuh kembang anak secara Nasional. Tentu saja ini bukan hal yang mudah, karena kenyataannya, meski angka permasalahan anak berkurang, tetap saja masih ada daerah yang sulit terjangkau, dan masih ada kasus-kasus yang belum juga terselesaikan.

Jadi, adanya hari anak dunia, hari anak Internasional ataupun hari anak Nasional tidak serta merta kesejahteraan anak 100% makmur. Negara selalu memiliki tanggungjawab, beban untuk merangkul anak-anak yang jauh dari deteksi radar. Mengingat Indonesia sebagai Negara kepulauan yang dipisahkan oleh laut dan akses. Baik itu akses teknologi, akses pencatatan administrasi kesehatan yang representative sampai akses jalan yang juga masih dalam proses pemerataan.

Itulah beberapa fakta menarik tentang hari anak sedunia 20 November. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita sebagai penonton atas apa yang terjadi dilingkungan kita? Atau kita salah satu penggerak yang turut memberikan inspirasi dan semangat untuk anak-anak di Indonesia? Kita tahu, sekarang ada banyak volenter menjadi guru di pedalaman daerah dan sedikit memberikan sumbangsih pendidikan untuk anak-anak dipelosok. Banyak pengalaman dari penggerak yang berbagi ilmu kepada mereka, namun mereka justru belajar banyak hal dari mereka.

Apapun itu, semoga di hari anak sedunia ini tidak sekedar memperingati hari begitu saja dan hilang dalam sehari. Tetapi memperingati hari yang memberikan aksi nyata kepada anak-anak. Apalagi di luar sana banyak anak-anak yang menderita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang secara sosial dan mental, mereka lebih sering mendapatkan stereotip negative dari masyarakat sekeliling. Mereka juga juga berhak memperoleh fasilitas umum.

Mengingat Anak Berkebutuhan Khusus selalu terpinggirkan dalam menikmati fasilitas layanan umum. Misal, layanan angkot yang tidak ramah dengan ABK, atau metode pendidikan yang juga tidak ramah dengan penderita Anak Berkebutuhan Khusus.

Sehingga bagi ABK yang tidak bisa melihat (buta) tapi secara kognitif normal kemudian memutuskan sekolah ditempat umum, harus belajar lima kali lebih keras demi mengejar ketertinggalan. Atau kasus ABK yang menggunakan kursi roda, kesulitan masuk kelas bertingkat, dan sekalipun ada lif, standar lift pun tidak didesain sesuai kemampuan anak-anak ABK.

Apapun, itu semoga di hari anak sedunia akan terus berubah semakin baik. Semoga ulasan ini bermanfaat. Sekali lagi, selamat hari anak sedunia.

Terimakasih sudah membaca artikel tentang 5 Fakta Menarik Hari Anak Sedunia di Indonesia (20 November), Anda dapat membaca artikel menarik lainnya :

  1. Menginspirasi ! 3 Pahlawan Indonesia Yang Gemar Membaca
  2. 7 Rekomendasi Buku Novel Best Seller 2019
  3. Tips Membaca Buku Secara Cepat dan Efisien

Demikian semoga artikel di atas bermanfaat ya, jangan lupa share artikel ini jika temanmu ingin kamu beritahu. Yuk, belanja buku agar wawasan kita bertambah, beli buku hanya di Toko Buku Online Deepublish.

Kontributor : Irukawa Elisa

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang