8 Etika Menghubungi Dosen Yang Sering Diabaikan Mahasiswa

etika-menghubungi-dosen
toko buku kuliah
Bagikan

Etika menghubungi dosen dari waktu ke waktu memang semakin memprihatinkan. Pasalnya, etika orang-orang dahulu dengan orang-orang sekarang dalam menghubungi dosen atau guru mereka mengalami banyak kemunduran.

Apakah itu benar?

Di era teknologi yang serba update seperti sekarang, kita sudah melihat banyak video beredar sikap anak-anak kids jaman now yang bersikap tidak sopan dengan dosen dan guru mereka.

Bahkan berani menaikan nada keras. Atau kasus seorang mahasiswa yang mengirimkan pesan kepada dosen ditengah malam, dengan penggunaan bahasa yang tidak sopan.

Seolah-olah memerintah dan menggurui. Fenomena ini tentu menjadi keprihatinan.

Bahkan, menganggap dosen yang sebenarnya baik itu sebagai Dosen Killer.

Dari sisi yang lain, bisa jadi lunturnya etika menghubungi dosen karena ada alasannya.

Kita tahu bahwasanya ada jika ada akibat pasti ada sebab.

Mungkin salah satunya karena disebabkan pendidikan etika sejak dini kurang mendapatkan perhatian dari pihak sekolah ataupun pihak keluarga.

Bisa juga dipengaruhi oleh faktor tontonan yang tidak mendidik,

sehingga penonton yang mudah dipengaruhi pun akhirnya terpengaruh dan mengubah cara berpikir mereka dalam memperlakukan oranglain,

termasuk memperlakukan dosen.

Terlepas dari banyak sebab akibat yang ditimbulkan. Barangkali juga ada yang tidak tahu, memang seharusnya etika menghubungi dosen itu seperti apa dan bagaimana sih?

Nah, berikut ulasannya.

8 Etika Mahasiswa Menghubungi Dosen

bagaimana-mahasiswa-menghubi-dosen-via-chat

1. Tahu Waktu

Etika menghubungi dosen harus tahu waktu. Kapan waktu yang tepat, tentu saja tidak boleh mengirimkan pesan jam 12.00 malam, ini mah mahasiswa pintar di jitak.

Jangan samakan dosen seperti kita yang masih mahasiswa, yang mungkin kerjanya masih kuliah saja. Atau bagi kaum mahasiswa pejuang, selain kuliah sambil kerja sampingan.

Nah, Dosen pun juga demikian. Mereka punya banyak kegiatan. Tidak hanya mengajar kita selama di kampus saja loh.

Dosen itu kerjaannya padat banget. Selain mengajar, ada juga yang masih harus melakukan penelitian, diundang dalam acara untuk ngisi seminar dan lain sebagainya.

Ini belum ngurus masalah keluarga di rumahnya.

Padahal dosen juga manusia, beliau juga butuh istirahat, waktu berkumpul dengan keluarga dan macam-macam lah.

Jadi sebagai mahasiswa yang berbakti kepada gurunya, harus tahu betul. Sekalipun memang kita harus merepotkan beliau.

Kita bisa menghubunginya kok, asal sopan pasti kamu akan di sayang dan menjadi mahasiswa andalan.

Membicarakan masalah waktu, waktu yang normal menghubungi dosen JANGAN menghubungi LEBIH DARI JAM 20.00, dan ini wajib di catat.

2. Mengawali Dengan Salam

Ingat kata Aa Gym dulu? Yang selalu menasehati agar selalu 5S, Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.

Belajar jualan online

Nasehat ini juga harus diterapkan juga dalam menghubungi dosen.

Nah, bedanya mungkin ketika kamu menghubungi lewat pesan teks, tidak bisa memberikan senyuman.

Jadi ketika ada yang tidak mengucapkan salam, saya kadang heran, sebenarnya apa sih susahnya mengucapkan salam seperti, selamat siang, selamat malam, selamat pagi, atau apapun itu.

Lagi pula, jika kita yang mendapat pesan tidak sopan, pastinya kita juga akan dongkol dan jengkel bukan?

Hati pun menggerutu “ini orang apaan sih, kok nggak sopan banget” atau semacamnya.

Jika kita diperlakukan tidak sopan saja marah, wajar juga dong, dosen juga jengkel melihat peserta didiknya tidak memiliki etika.

Padahal beliau sudah memberikan banyak ilmu dan membimbing menjadi mahasiswa yang berkompeten.

3. Menyantumkan Identitas Diri Anda

Etika menghubungi dosen yang selanjutnya adalah menyantumkan identitas diri kamu nih.

Apa saja yang perlu dicantimkan?

Tentu saja nama lengkap kamu, angkatan kuliah, jurusan dan semester berapa.

Barangkali kamu bertanya, kenapa harus memperkenalkan diri, kan sudah kenal?


Memang dosen kita saat melihat wajah kita dan bertatap muka di kelas, akan kenal kita.

tapi, pernah nggak sih kita memikirkan bahwa pekerjaan dosen itu tidak hanya mengajar satu angkata kita saja.

tetapi angkatan-angakatan sebelumnya dan setelah kita.

Jadi saat mengirimkan pesan teks, jika menyantumkan nama saja, ada banyak alumni yang memiliki nama yang sama bukan?

Itulah fungsi pentingnya menyantumkan identitas diri.

Tidak lain memudahkan Dosen kita mengingat bahwa kita masih mahasiswanya yang belum lulus dan ingin segera lulus.

Saya yakin, jika kita memahami dan mengerti dosen kita, kita pun dalam menyelesaikan skripsi kelak juga tidak akan dipersulit kok.

4. Pemilihan Kalimat Yang tepat

Etika menghubungi dosen ini mungkin agak aneh bagi anak muda gaul.

Kenapa?

Karena kita tahu bahwa penggunaan bahasa yang sopan itu jarang banget digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin dengan teman kita bisa “loe” dan “gue” tapi tidak berlaku untuk dosen kita bukan?

Nah, hal-hal simpel macam inilah yang perlu diubah.

Jadi saat mengirimkan pesan, jangan menggunakan bahasa alay atau bahasa ngobrol dengan teman.

Ingat, dosen memiliki strata lebih tinggi dan lebih terhormat dari kita.

Jadi, penting banget menyusun kalimat yang tepat untuk mengirimkan pesan.

Penyusunan kalimat pun jug aharus di susun menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Sampai di sini saja, mungkin ada yang ngeluh, “kirim pesan singkat ke dosen aja, macam kayak membuat skripsi” emang begitulah aturannya.

5. Sampaikan Pesan Dengan Jelas

Maksud pesan yang dikirim harus jelas bukan berarti bernada memerintah.

Wah, ini salah banget.

bisa-bisa kamu langsung dicoret dalam daftar mahasiswa nih.

Jadi maksudnya adalah, pastikan isi pesan ada maksud jelas.

Misal, Kamu ingin meminta tanda tangan di halaman pengesahan di lembar skripsi kamu atau semacamnya.

Nah, di sini juga kamu harus hati-hati.

Pastikan untuk menanyakan kapan waktu yang luang bagi beliau. Nah, hal yang menjadi larangan banget, jangan sampai kamu meminta dosen yang menyesuaikan jadwal kamu.

Duh, ini juga calon diblokir nih, kalo kayak gini.

Jadi, kitalah yang menyesuaikan dengan jadwal si dosen.

6. Mengucapkan terimakasih Disertai Penutup

Jika semua pesan sudah dirasa cukup. maka dibagian akhir pesan, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih.

Hal yang perlu digarisbawahi nih, seandainya dalam “tak tik tok” pesan singkat pastikan diakhir ucapan terimakasih dan dibagian akhir kalimat disertai dengan kalimat yang kurang lebih berisi “Terimakasih atas kesediaan waktu ibu/bapak, selamat siang” atau semacamnya.

Dari segi kalimat bisa kamu kreasikan, intinya seperti itu.

7. Larangan Nyepam Pesan

Etika menghubungi dosen yang tidak sopan adalah, ketika pesan pertama tidak dibalas.

Kemudian mengirim banyak pesan, dan ironisnya sampai miscol berulang-ulang kali. Wah, ini nih, nggak tahu deh harus berkata apalagi.

Jika terjadi kasus seperti itu dalam kehidupan nyata, kalo saya sudah tidak berani berangkat ke kampus.

Jadi hal-hal semacam itu jangan sampai terjadi.

Tapi, realitanya, ada juga yang masih menggunakan cara ini.

itu sebabnya, salah satu Universitas yang cukup populer di Indonesia Yaitu UGM sampai membuat aturan mengirim pesan kepada dosen.

Hal ini menunjukan bahwa, etika menghubungi dosen seperti ini cukup sering terjadi bagi para dosen.

Jika tidak sering terjadi, maka tidak mencuat aturan seperti ini.

8. Hindari Protes

Tidak dapat dipungkiri, kadang memang kita rasanya ingin protes dengan dosen kita.

lebih baik di tahan, karena meluapkan emosi kurang menjadi solusi terbaik.

Alih-alih ingin menyelesaikan masalah, justru dapat menimbulkan masalah.

Kecuali kamu memilik bakat komunikasi yang baik, yaitu dapat melakukan protes tanpa menyinggung dan tetap bisa dilakukan secara sopan.

Permasalahannya adalah, banyak mahasiswa yang tidak memiliki keterampilan seperti ini.

Baca juga : Kebiasaan Baik vs Kebiasaan Buruk Mahasiswa

Penutup

Dari etika menghubungi dosen di atas, poin mana yang menurut kamu sulit? Sebenarnya tidak ada yang sulit dari poin yang dicantumkan di atas.

Bahkan, relative mudah dilakukan. Sayangnya, kebiasaan ini semakin luntur.
Sebenarnya tidak hanya etika menghubungi dosen saja yang perlu dipraktekan.

Tetapi juga dibanyak hal, seperti etika dalam bertegur sapa, etika dalam berbicara dengan orangtua ataupun etika dengan teman sebaya.

Tahukah kamu, ternyat antara ilmu pengetahuan dan etika itu lebih tinggi drajatnya ilmu etika.

Aladabu Fauqol Ilmi

Adapun Adab itu lebih tinggi daripada ilmu

Jadi, sudah sepatutnya kita, kembali dan bangga mengutamakan etika terlebih dahulu. Bahkan, di dalam agama, juga menekankan pentingnya etika atau akhlak seseorang.

Semoga lewat sedikit ulasan ini, memberikan gambaran bahwasanya bersikap sopan santun itu mudah, yang sulit itu rasa gengsi yang lebih mengutamakan gaya hidup.

Kontributor : Irukawa Elisa

Editor : Ridwan Karim

Belajar jualan online
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang