fbpx

5 Cara Mengatasi Erosi Pantai Menurut Dede M Sulaiman

mengatasi-erosi-pantai

5 Cara Untuk Mengatasi Erosi Pantai – Saat masih belajar di bangku SMA, saat mempelajari geografi, tentunya sudah tidak asing sengan istilah erosi dan abrasi. Dua hal ini menjadi indikator garis pantai itu rusak atau tidak. Kerusakan akibat abrasi dan erosi ini pun bermacam-macam, tergantung dari tingkatannya dan penangangannya. Jika penangannya lama, maka dampak yang ditimbulkan juga jauh akan lebih besar.

Kerusakan pantai dari ancaraman abrasi dan erosi memang tidak bisa dicegah. Tetapi bisa ditanggulangi. Bentuk penanggulangannya pun berbeda-beda carannya.

Menurut Wikipedia, Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.

Nah, buat kamu yang sedang mencari solusi untuk mengatasi erosi pantai, bisa dengan membaca buku tentang bagaimana cara menanggulangi erosi pantai ini. Buku karya Dede M Sulaiman ini termasuk dalam buku perikanan dan kelautan. Buku ini mengulas tentang metode pelaksanaan, operasi dan pemeliharaan, jenis bangunan pengamanan pantai dan masih banyak lagi.

Buku setebal 160 halaman ini memang dikemas menggunakan bahasa yang pas, sesuai dengan usia-usia mahasiswa. Sehingga, dijamin buku ini akan mudah ditangkap. Memang buku ini juga memang diperuntukan untuk mahasiswa yang mengambil jurusan ini.

Kembali lagi ke topik kita sebelumnya, berikut adalah ulasan tentang cara mengatasi erosi pantai yang kami cuplik dari buku karya Dede M. Sulaiman.

Cara Mengatasi Erosi Pantai Menurut Dede M Sulaiman

1. Mengidentifikasi Permasalahan Pantai

Buku terbitan Deepublish tahun 2017 menjelaskan tentang permasalahan pantai. Kita tahu bahwa pantai memiliki posisi yang kurang menguntungkan. Karena keberdaannya berada di zona peralihan, yaitu zona daratan dan lautan. Dilihat dari sisi yang lain, kita juga harus tahu bahwa pantai sekarang juga menjadi tempat strategis bagi penduduk. Area yang tidak terjamah oleh pantai, banyak dibangun pemukiman, ruko atau warung untuk para wisatawn yang hadir.

Memang tindakan yang dilakukan oleh masyarakat satu sisi membantu mendapatkan pemasukan skala rumah tangga ataupun pendapatan daerah (jika itu menjadi objek pariwisata). Sisi yang lain, tidak dapat disadari kita sendirilah yang juga menimbulkan masalah baru, yaitu menimbulkan pencemaran lingkungan, tanah timbul (sedimentasi pada sungai dsb). Adapun dampak negative yang akan dipaparkan lebih gamblang di dalam bukunya.

2. Perencanaan Bangunan Pengamanan Pantai

Masih menyinggung poin sebelumnya bahwa permasalahan yang ditimbulkan baru dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru bukan hal mudah loh. Di sinilah dibutuhkan perencanaan pembangunan pengamanan pantai yang perlu melihat beberapa aspek. Mulai dari aspek fisik, ilmu sosial, hingga memperhitungkan masalah-masalah lain yang timbul di lapangan.

Memecahkan solusi terkait permasalahan tersebut ternyata tidak bisa selesai begitu saja. Perlu dan butuh yang namannya para ahli. Dimana para ahli inilah yang bertugas untuk melakukan identifikasi dalam melakukan proses perencanaan. Misalnya, memilih ahli pantai, ahli struktur, ahli geoteknologi dan ahli lainnya. Prinsipnya, jika membutuhkan ahli, maka akan dilibatkanlah mereka.

3. Jenis Pengamanan Pantai

Bagi orang awam, mungkin mengartikan pantai itu hanya sebatas pertemuan air laut yang menemi dengan daratan. Padahal tidak, ada batas dimana itu dikatakan pantai. Intinya, pantai tidak selalu dangkal, banyak juga yang dalam, tetapi masih terhitung pantai. Nah, di dalam buku berjudul penanggulangan erosi pantai ini juga mengulas jenis bangunan pengamanan pantai.

Bentuk pengamanan pantai dibagi menjadi bangunanan pengendalian erosi pantai dan struktur pelindung pantai berdasarkan peletakannya. Jadi, struktur pelindung pantai dipasang secara berbeda-beda. Ada yang dipasang dengan teknik tegak lurus, ada juga yang pasang dengan cara sejajar. Kedua bangunan pelindung tersebut memiliki peran dan fungsi sama, yaitu bertanggungjawab untuk mengendalikan transport sedimen dengan memodifikasi gelombang dan arus.

4. Macam-macam Perlindungan Pantai

Selain menguasai pengamanan pantai, buku penanggulangan erosi pantai juga menyinggung macam perlindungan pantai. Ada dua macam bentuk, yaitu perlindungan alami dan perlindungan buatan. Dikatakan perlindungan alami ketika penanggulangan tersebut terbentuk oleh alam. Misalnya gunung. Sedangkan penanggulangan buatan yang dibuat oleh tangan manusia. Proses pembuatan ini pun membutuhkan metode, pengetahuan dan para praktisi ahli dibidangnya.

Dari segi proses, memang perlindungan pantai secara buatan lebih kompleks, maka di bab inilah diulas bagaimana cara proses pembuatannya secara lengkap. Mengingat proses pembuatan juga membutuhkan banyak pekerja. Nah, disini juga diulas material yang digunakan yang tepat juga loh.

5. Metode Penanggulangan Erosi Pantai

Jadi dalam buku ini juga akan memaparkan bagaimana metode yang digunakan dalam penanggulangan erosi pantai loh. Ternyata ada beberapa metode yang hanya dipelajari buat kamu yang mengambil jurusan ini. Nah, berbicara tentang metode, di sini juga memlibatkan alat-alat berat untuk merealisasikan atau menciptakan penanggulangan.

Disinggung pula di bab ini bagaimana metode dan pelaksanaan di lapangan. Di sini kontraktor yang mengatur semuanya. Jadi seorang kontraktor juga dituntut untuk mengenali, tidak hanya itu, tetapi juga melakukan pengujian juga loh. Memang ini pekerjaan yang sulit dan rumit, tetapi ini menantang bagi yang antusias di jurusan ini.

Nah itulah cuplikan ulasan yang dibahas di dalam buku penanggulangan erosi pantai. Bagaimana? Apakah pas dan sesuai dengan materi pelajaran di kelas kamu? Buat kamu yang tertarik membeli buku ini, kamu bisa melakukan pemesanan di Toko Buku Deepublish. Masih ragu dan takut? Tenang, karena hanya di bandrol dengan harga Rp 74.000 saja loh.

>> Beli buku Penanggulangan Erosi Pantai

Kontributor : Irukawa Elisa

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga :