Tempat Para Reseller Belajar Jualan buku

Apa itu Reseller? Arti, Cara Kerja, Keuntungan dan Model Pembagiannya

apa itu reseller

Apa itu Reseller? Arti, Cara Kerja, Keuntungan dan Model PembagiannyaApa itu reseller? Pertanyaan klise yang ditanyakan bagi calon reseller. Tidak ada yang salah dengan pertanyaan ini. Justru bertanya pertanyaan ini bagus. Setidaknya pertanyaan tersebut akan mengarahkan kamu untuk lebih selektif, berhati-hati dalam memilih supplier sebelum menjadi reseller.

Mengingat bergabung menjadi reseller itu tidak sekedar berdagang saja. Tetapi juga kamu memiliki peluang untung dipermainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Nah, untuk menghindari hal-hal semacam itu, maka sudah tepat kamu menanyakan apa itu reseller?

Setidaknya dengan bertanya seperti itu, kamu tidak hanya tahu dan mengerti apa itu reseller? Tetapi kamu juga akan menemukan banyak hal yang berkaitan dengan reseller. Misalnya kamu juga akan kepo tentang supplier yang amanah juga. Untuk langsung pada inti ulasan, langsung saja kita apa itu reseller berikut.

Apa itu Reseller?

Reseller diambil dari bahasa asing yang berasal dari suku kata re yang artinya kembali. Seller itu sendiri artinya penjual. Jadi jika digabungkan, reseller adalah menjual kembali produk barang atau jasa. Jadi barang apapun itu, jika kamu beli disuatu tempat kemudian menjualnya kembali, maka dapat disebut sebagai reseller.

Tempat kamu membeli produk tersebut bisa disebut distributor, supplier dan agen. Intinya merekalah yang menyetok barang dagangan kamu. Bisa juga mereka yang memproduksi langsung produk mereka. Kamu hanya membantu memasarkannya, dan kamu bisa mengambil keuntungan.

Baca juga : Pengertian Reseller : Cara Kerja dan Cara Memulainya Sampai Sukses

Apakah Ada Syarat Bergabung?

Tentu saja ada syarat bagi kamu ingin bergabung menjadi bagian di sana. Perlul kamu catat bagi calon reseller. Setiap supplier, distributor atau agen memiliki kebijakan dan aturan berbeda-beda. Jadi semisal mereka membuka jasa reseller, syarat dan ketentuannya pun berbeda-beda.

Satu yang pasti sama, kamu harus bergabung dulu. Atau bisa juga kamu menawarkan diri ke calon supplier jika kamu ingin menjualkan buku-buku di sana. Ada yang sistemnya bergabung dengan cara membayar atau membeli produknya di awal dengan batas pembelian minimal. Setelah itu bisa diambil bebas. Ada pula yang modelnya gratis, siapa saja bisa bergabung menjadi reseller.

Cara Kerja Reseller

Memang salah satu skill yang paling dibutuhkan jika kamu akan bergabung menjadi reseller adalah memiliki skill marketing. Nah, ilmu marketing inilah yang setidaknya akan membantu kamu mendongkrak penghasilan dan kamu pun bisa meraup keuntungan yang kimplah-kimplah.

Supplier memiliki barang > Barang dibeli oleh reseller > Dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi > Dapat Uang.

cara kerja reseller

Nah, salah satu cara menjadi reseller adalah menguasai cara kerjanya. Jadi mengetahui apa itu reseller saja tidak cukup. Kamu juga perlu tahu cara kerja reseller itu bagaimana. Setidaknya ada tiga rantai distribusi cara kerja reseller.

1. Distributor atau supplier

Kamu setidaknya memiliki distributor atau supplier terpercaya. Ingat selektif lah dalam memilih distributor atau supplier ya? Karena banyak distributor nakal yang hanya memanfaatkan para reseller pemula yang belum tahu apa-apa. Jadi sebelum gabung, tidak ada salahnya kamu kepo terlebih dahulu.

2. Reseller

Reseller dalam hal lini adalah kamu. Kamu sebagai sebagai penjual yang pastinya akan lebih sering melakukan interaksi ke distributor atau supplier. Tips biar lancar, lakukan komunikasi secara intens. Dengan komunikasi yang baik, selain menghindari terjadi kesalahpahaman, dari pihak distributor atau supplier ketika memiliki promo baru untuk reseller, kamu akan diberitahu paling cepat.

3. Costumer

Costumer atau pelanggan adalah target sasaran kamu. Di sinilah ilmu marketing perlu kamu terapkan. Kamu dituntut bisa membaca peluang, minat dan keinginan konsumen itu apa, bagaimana dan seperti apa. Kuncinya kenali konsumen dengan baik. Semakin baik kamu mengenali target konsumen, pastinya akan membantu kamu dalam memetakan strategi marketing yang tepat sasaran pula.

Semakin tepat sasaran, semakin berpeluang mendapatkan keuntungan. Mendapatkan keuntungan dan mendapatkan pelanggan tetap.

Keuntungan Menjadi Reseller

Tentu saja selain kamu jadi tahu apa itu reseller, setelah bergabung kamu pun juga akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain mendapatkan keuntungan pemasukan uang, ada keuntungan lain. Seperti di bawah ini.

1. Harga Lebih Murah

Keuntungan kamu menjadi reseller resmi, kamu akan mendapatkan harga lebih murah dari supplier atau distributornya. Harga yang ditawarkan adalah harga lebih murah dibandingkan harga aslinya. Biasanya setiap supplier bermacam-macam, ada yang memberikan keuntungan 20% da nada pula yang memberikan 30% loh. Jadi tidak selalu sama loh ya.

2. Memperluas relasi

Keuntungan lain adalah kamu akan mendapatkan relasi. Semakin banyak relasi, semakin banyak peluang yang bisa kamu dapatkan dan menguntungkan.

3. Semakin Handal Ilmu marketing

Meskipun kamu bukanlah lulusan ekonomi dan atau dunia marketing. Seiring berjalannya waktu, kamu pun menjadi pandai di ilmu ini. kamu memang tidak belajar secara teori, tetapi kamu bisa belajar langsung dari praktek.

Model Pembagian Reseller

Poin penting yang perlu kamu perhatikan saat ingin menjadi reseller buku adalah, perhatikan modelnya. Model dalam hal ini adalah model sistem kerja. Jadi tidak berarti semua reseller hanya memiliki satu model pembagian hasil saja loh. Jadi jika ditemukan dari supplier satu dengan yang lain memiliki aturan main berbeda, mohon dimaklumi. Nah, berikut beberapa model yang sering ditemui dalam usaha reseller.

1. Model bagi hasil

Buat kamu yang menemukan kasus menjadi reseller buku dengan model bagi hasil. Sistem kamu sebagai reseller akan mendapatkan bisa lebih besar. Dimana biasanya kamu harus mendaftar dengan syarat dan ketentuan untuk anggota baru reseller. Dengan cara membeli barang tersebut. nah, pembagian hasil yang kamu dapatkan bisa mencapai 50% ditambah semua produk yang kamu jual.

2. Model Jaminan

Model jaminan ini kamu akan dimintai sejumlah uang, yang nantinya uang tersebut akan dijadikan sebagai jaminan. Biasannya cara ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian dari salah satu yang tidak bertanggungjawab. Uang jaminan tidak akan dikembali jika pihak reseller tidak bekerja sesuai kesepakatan. Tapi supplier tetap memberikan barang yang masuk di dalam perjanjian awal.

3. Model Web Replika

Menjadi reseller buku yang mungkin asing kamu dengar adalah model web replica. Model web replica ini sistem kerja bagi anggota akan diberi replica web sebagai promosi atau penjualan. Jika web tersebut ada yang membeli, kamu baru akan mendapatkan komisi. Cara ini bisa dibilang lebih canggih, karena kita cukup jualan dengan sebar link ke calon pembeli.

4. Model Web Alone

Istilah model web alone adalah istilah buat kamu yang menjual produk dengan cara menjual lewate website. Nah bedannya, website yang kamu kelola adalah website yang kamu buat. Tidak harus website juga sih, bisa juga yang menggunakan blog gratisan.

5. Model Beli Jual

Dari beberapa model di atas, model paling saya senangi dan tidak ribet ketika menjadi reseller buku adalah model beli jual. Jadi disini kita perlu membeli buku dengan nominal uang yang kita punya, kemudian kita jual. Semua urusan pun selesai, dan bisa lebih bebas, tidak terikat sana dan sini.

Dari sistem penjualan yang akan kita terapkan pun juga kita bisa bebas melakukannya terserah kita. Dalam pengambilan untung pun juga kita bisa bebas akan mengambil untung berapa.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Menjadi reseller buku ternyata banyak yang terjebak pada pengertian dropshipper. Jika reseller adalah menjualkan kembali dengan cara kita membayar atau membeli produk yang akan di jual dengan harga murah. Nah, beda lagi dengan dropshipper.

Dropshipper kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Analogi sederhananya, menjadi dropshipper kamu seperti menjadi makelar. Kamu tidak perlu mengeluarkan modal untuk membeli produk, kamu cukup menjualkan dan pemesanan yang lewat kamu, langsung akan diproses oleh supplier.

Ada tapinya loh menjadi dropshipper. Jika kamu menjadi dropshipper, jumlah keuntungan yang akan kamu dapatkan relative lebih kecil. Kamu tidak bisa mengambil untung lebih besar seperti menjadi reseller. Jadi, pertimbangkan hal ini. setidaknya kamu tahu perbedaan menjadi reseller buku dan dropshipper.

Tertarik menjadi reseller? Daftar menjadi reseller buku di kita. Info selengkapnya : Program Reseller Buku Deepublish

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

More To Explore

belum Menjadi Reseller Deepublish?

ambil peluang besarmu sekarang

daftar reseller