6 Tujuan Dan Sasaran Kebijakan Ekonomi Makro

tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro
toko buku kuliah

Tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro memiliki banyak efek. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak komoditas yang dapat diunggulkan. Mulai dari sumber daya manusia, sampai dari sumber daya alamnya. Belum lagi jika dilihat dari sektor perindustrian. 

Dimana dari banyak sector yang dimiliki Indonesia tersebut seharusnya dapat dijadikan keunggulan kompetitif untuk mewujudkan ekonomi makro yang diunggulkan. Sehingga sebagai negara berkembang, tidak lagi khawatir terjadi inflasi dan semacam.

Itu sebabnya banyak pemilik perusahaan sekaligus investor yang mencoba untuk menjaga betul sumber yang dimiliki Indonesia, demi tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro. Lantas, apa saja sih tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro? Diantaranya sebagai berikut. 

1. Meningkatkan pendapatan nasional 

Tujuan ekonomi makro ternyata mampu meningkatkan pendapatan nasional. Suatu negara wajib tahu pendapatan nasional. Jika tidak tahu, suatu negara akan lemah di bidang perekonomian. Salah satu tujuan mengetahui pendapatan nasional yaitu bisa mengukur apakah terjadi peningkatan pendapatan nasional, maupun mengalami penurunan. 

Dengan kata lain, mengetahui tingkat pendapatan salah satu bentuk upaya dalam mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sekaligus sebagai bahan intropeksi negara untuk membenahi sistem perekonomian atau tidak. Bagaimanapun juga, tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro mampu membantu dalam meningkatkan pendapatan nasional secara signifikan. 

Baca juga : 5 Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia

2. Membuka Kesempatan Lapangan Pekerjaan

tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro dapat membantu mengentaskan angka pengangguran. Dengan kata lain, membuka peluang dan kesempatan lapangan pekerjaan. Seperti yang kita tahu bahwa angka pengangguran lulusan perguruan tinggi ternyata cukup besar. Ironisnya angka pengangguran lulusan Perguruan Tinggi lebih banyak dibandingkan lulusan SMK/MA. 

Setidaknya lewat kesempatan dan terbukanya lapangan pekerjaan menjadi dambaan yang dinantikan bagi para kaum pelamar. Secara statistic pula, semakin kecil angka pengangguran, semakin sukses pula pemerintah dalam menangani angka pengangguran. Satu  sisi, semakin banyak pula pengusaha yang akan membantu perekonomian secara makro maupun secara mikro.  

Setidaknya ketika terjadi peningkatan peluang mendapatkan kerja, maka akan meningkatkan kapasitas produksi secara nasional pula. Kebijakan ekonomi makro pun secara tidak langsung mampu menarik perhatian para investor untuk menyuntikan dana. Ketika dana tercukupi, maka pihak penyedia lapangan pekerjaan semakin membukakan lapangan pekerjaan. 

3. Meningkatkan Produksi Secara Nasional

Tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro ternyata juga dapat meningkatkan produksi secara nasional. Semakin tinggi kapasitas produksi nasional, maka semakin tinggi pula peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. 

Sebagai contoh konkrit, sebut perusahaan besar A, memiliki target pasar yang luas dan mampu mengekspor produk ke beberapa negara. Semakin banyak permintaan (dari lokal maupun negara lain) terhadap produk tersebut, maka semakin tinggi perusahaan A dalam memproduksi. Semakin tinggi pula tenaga kerja yang dilibatkan untuk memenuhi permintaan pasar. 

Adapun keuntungan lain, yaitu mampu meningkatkan kapasitas produksi secara nasional sekaligus mampu memperbaiki investasi. Tentu ini perubahan positif yang mampu memberikan pengaruh baik. 

Baca juga : Perbedaan Ekonomi Mikro Dan Makro yang Wajib Kamu Tahu

4. Mengendalikan inflasi 

Tidak dapat dipungkiri jika tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro tidak berjalan dengan baik. Bisa menimbulkan banyak kerugian. Selain sempitnya lapangan pekerjaan, secara nasional mampu menimbulkan terjadinya inflasi. 

Dengan kata lain, tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro sebenarnya bertujuan untuk mengendalikan inflasi. Umumnya, inflasi umumnya disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah karena terlalu banyak permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh produsen. Sehingga barang tersebut mengalami kenaikan harga yang signifikan. 

Salah satu contoh bentuk inflasi adalah kasus penjualan masker akibat wabah virus Corona tahun 2019 akhir hingga saat ini tahun 2020. Akibat permintaan yang luar biasa dari berbagai negara dan nasional, stok masker terbatas. Sedangkan sangat dibutuhkan. Sehingga terjadi lonjakan harga berkali-kali lipat dari harga normalnya. 

Jika inflasi tidak dapat dikendalikan, dampak buruk yang akan ditimbulkan akan semakin melebar. Salah satunya dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi semakin terhambat. Tidak hanya itu, angka pengangguran pun juga semakin banyak, disertai terjadinya penurunan nilai mata uang. 

Jika sudah terjadi inflasi, maka akan diterapkan kebijakan makro. Yaitu cash ratio, politik pasar terbuka, sampai dengan politik diskonto. Semua itu akan dilakukan ketika memang sudah sangat parah dan mengkhawatirkan. 

5. Menjaga kestabilan Ekonomi 

Tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro adalah menjaga kestabilan ekonomi. Bagaimanapun juga, kestabilan ekonomi ini sangat penting, terutama bagi para actor ekonomi makro sekaligus para investor. Bagaimanapun juga, kestabilan ekonomi selain menguntungkan dua actor besar tersebut, juga akan menguntungkan secara nasional. 

Maka dari itu, tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro menjadi gol, agar tetap tercipta stabilitas perekonomian. Dikatakan perekonomian stabil apabila tingkat permintaan persediaan dan neraca pembayaran seimbang. Adapun salah satu upaya untuk menjaga stabilitas perekonomian, diantaranya memperbaiki fungsi pasar, memperbaiki sector industry, sector keuangan hingga ke sektor pertanian sekalipun. 

6. Menyeimbangkan Neraca Pembayaran Luar Negeri 

Tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro yang terakhir adalah untuk menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri. Seperti yang kita tahu selama ini, bahwa Indonesia salah satu negara berkembang yang masih bergantung pada negara-negara tertentu. 

Belum lagi masalah hutang internasional dan segala pernak-pernik permasalahan yang ada. Maka, salah satu tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro tidak lain untuk menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri. Bagaimanapun juga, neraca pembayaran sebagai ringkasan dari berbagai transaksi. Termasuk dalam bentuk transaksi keuangan antar penduduk hingga antar negara. 

Proses jual beli barang dan jasa yang dilakukan secara ekspor ataupun impor ternyata juga dapat menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri. Adapun yang termasuk dalam bentuk lain seperti dana hibah dari asing dalam periode tertentu. Sayangnya semua ini juga perlu diperhatikan, agar tidak terjadi defisit neraca pembayaran luar negeri. Tentu saja cara ini dilakukan agar tetap seimbang. 

Jangan kebablasan, alih-alih ingin menyeimbangkan, jika berlebihan atau lalai malah dapat menimbulkan defisit yang merugikan pendapatan nasional. Jadi tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro ini sebenarnya sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari bukan? 

Baca juga : Pengertian Ekonomi Makro : Tujuan dan Ruang Lingkupnya

Nah, itulah beberapa pemaparan tentang tujuan dan sasaran kebijakan ekonomi makro. Semoga dengan penjelasan dan ulasan di atas memberikan wawasan dan pengetahuan baru di dunia perekonomian. Semoga pula dengan mempelajari dunia ekonomi makro, kamu pun menjadi lebih peka terhadap isu perekonomian internasional. 

Tujuannya jelas, untuk melihat seberapa jauh perekonomian tingkat internasional. Kemudian kamu bisa mempelajari skema atau cara negara luar mengambil keputusan terkait dengan permasalahan perekonomian di negara tersebut. Tentu saja, cara ini nantinya dapat jadikan koreksi dalam membuat kebijakan perekonomian di dalam negeri.

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang