fbpx
flash sale toko buku deepublish

Tips Menghadapi Ujian Skripsi

tips menghadapi ujian skripsi
toko buku kuliah

Tips menghadapi ujian skripsi gimana sih caranya? Seperti yang diketahui umumnya tugas skripsi menjadi salah satu syarat utama sebuah kelulusan di perguruan tinggi.

Setelah tugas selesai pun tidak lantas kamu akan dinyatakan lulus. Kamu harus menjalani beberapa tahapan ujian terlebih dahulu sebelum dinyatakan lulus. 

Mengapa skripsi dijadikan syarat untuk kelulusan?

pembuka sidang skripsi

Sebenarnya untuk alasan mengapa belum ada penjelasan lebih lanjut tentang hal tersebut. Namun dari beberapa sumber menyatakan, skripsi ini merupakan sebuah  tradisi yang dimulai sejak lama. Dahulu, di abad pertengahan Eropa, orang-orang yang ingin bekerja harus terlebih dahulu menyandang gelar ‘ahli’ sesuai dengan bidang yang ditekuni. 

Oleh karena itu, asosiasi pekerja di Eropa sepakat bahwa harus ada pembuktian keahlian yang dilakukan oleh para calon pekerja. Mereka diminta untuk membuktikan keahliannya dengan menghasilkan suatu karya, atau yang dikenal dengan istilah masterpiece.

Karya tersebut kemudian disajikan kepada para pengurus asosiasi untuk memperoleh penilaian. Mereka dengan karya yang disetujui oleh pengurus asosiasi akan memperoleh gelar master (ahli) di bidangnya.

Selain itu, mereka juga diterima menjadi anggota asosiasi dan memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.

Lalu, seiring berjalannya waktu, praktik tersebut diterapkan pada aspek Pendidikan. Ketika perguruan tinggi mulai didirikan pada rentang tahun 800 Masehi, para pengelola mengadopsi hal tersebut sebagai syarat bagi mahasiswa yang ingin memperoleh gelar Sarjana, Master, dan Doktor. 

Mahasiswa diminta untuk membuktikan diri mereka terlebih dahulu dengan melaksanakan penelitian ilmiah secara baik dan benar. Hal tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana mahasiswa bisa memahami apa yang sudah dipelajari selama perkuliahan.

Lalu mengamalkannya secara langsung di lingkungan masyarakat umum. Sehingga, apa yang sudah dipelajari bisa bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan juga lingkungan sosial yang membutuhkan.

Apa pengertian skripsi? 

Secara umum Skripsi atau tugas akhir adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana dari perguruan tinggi.

Skripsi suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu.

Tujuan skripsi secara umum bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah dipelajari selama bangku perkuliahan.

Mahasiswa wajib menulis skripsi selain untuk syarat kelulusan juga untuk memberi pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan ilmu yang sedang di tulisnya.

Baca juga : Apa itu Skripsi? Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Unsurnya

Tahap-tahap Penyusunan Skripsi

Setidaknya ada enam tahapan skripsi yang harus kamu jalani sebelum dinyatakan lulus kuliah. Tahapannya sebagai berikut: 

1. Pemilihan metode dan judul penelitian

Pada tahap ini kamu akan menentukan judul penelitian hingga metode penelitian. Ada tiga jenis metode penelitian, yaitu metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif, dan metode penelitian tindakan kelas (PTK). 

2. Penulisan proposal skripsi 

Setelah menentukan judul dan metode penelitian, maka saatnya kamu mulai menulis proposal skripsi. Proposal skripsi ini ada di Bab I pendahuluan, bab II daftar pustaka, dan bab III metode penelitian. 

3. Seminar proposal skripsi

Setelah penulisan proposal selesai, maka kamu harus menghadapi ujian yang pertama, yakni seminar proposal. Seminar ini dapat diajukan ke forum ujian setelah kedua dosen pembimbing menyetujui. Materi seminar biasanya ditekankan kepada sistematika proposal skripsi, landasan teori, metode empiris, serta tahapan penyusunan skripsi. 

4. Penelitian

Penelitian berarti terjun langsung ke lokasi penelitian dan mulai mengumpulkan data sesuai metode pengumpulan yang telah dipilih pada proposal skripsi. Metode pengumpulan data dapat menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, studi dokumen, dan sebagainya. 

5. Penulisan Isi Skripsi

Setelah data terkumpul, saatnya kamu menulis isi skripsi yang terdiri dari Bab IV, bab V, dan bab VI. Pada tahap ini kamu perlu menguraikan, membahas, dan menyimpulkan hasil dari penelitian. 

6. Ujian Skripsi

Jika kamu sudah masuk tahap ini, berarti tinggal selangkah lagi untuk menjadi sarjana. Sidang skripsi dapat diadakan sepanjang tahun sesuai kebutuhan. Di sini kamu wajib mempresentasikan hasil penelitian. 

Baca juga : Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Tips Menghadapi Ujian Skripsi

Nah pada proses ujian skripsi ini sering ditemui yang namanya grogi, takut, sampai akhirnya justru berdampak kurang baik terhadap hasil ujian. Supaya hal tersebut tidak terjadi, dilansir dari laman Glints berikut tips menghadapi ujian skripsi: 

1. Konsultasi kepada dosen pembimbing

Sebelum masuk ruang ujian, tips menghadapi ujian skripsi persiapkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dosen penguji.

Kamu bisa mengamati dari topik maupun cerita mahasiswa sebelumnya yang pernah diuji oleh dosen tersebut.

Kamu pun bisa berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbingmu. Dosenmu pasti mau memberikan wejangan, kisi-kisi, dan bahkan menenangkanmu agar tidak gugup.

2. Tidur yang cukup

Tips menghadapi ujian skripsi berikutnya adalah tidur yang cukup. Jangan sampai semua persiapan yang sudah dilakukan menjadi sia-sia karena kamu tidak fokus akibat kurang tidur.

Belajar memang harus, tapi seimbangkan juga dengan tidur yang cukup sebelum hari besarmu tiba agar tubuh segar dan pikiran jernih. 

3. Menggunakan pakaian rapi dan sopan

Pastikan saat ujian skripsi dimulai kamu menggunakan pakaian rapi dan sopan. Biasanya dresscode untuk ujian skripsi adalah bawahan hitam dan atasan putih. Jangan sampai kamu salah kostum saat hadir di ruang persidangan. 

3. Terima setiap masukan 

Banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa dosen penguji tidak akan memaksamu untuk mengetahui semua hal. Sangat dimaklumkan apabila kamu tidak bisa menjawab atau tidak mengetahui beberapa hal yang ada di skripsimu.

Ketika kamu tidak bisa menjawab, berikan pernyataan yang jujur bahwa kamu tidak tahu. Apabila kamu tidak yakin dengan jawabanmu, sampaikan bahwa kamu tidak tahu, kemudian diikuti dengan pendapat dan analisamu sendiri. 

4. Hindari mengeluarkan argumen tidak masuk akal

Tips menghadapi ujian skripsi selanjutnya adalah hindari menjawab pertanyaan dengan pernyataan tidak masuk akal hanya karena kamu tidak mau mengakui bahwa kamu tidak tahu.

Dosen penguji pasti maklum dan justru menghargai setiap pendapat dan kejujuran mahasiswanya, dibandingkan jika mahasiswa malah bersikeras mendebat dengan jawaban yang salah.

5. Simak dan Catat Setiap Masukan yang Diberikan

Setelah sidang, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk merevisi skripsinya sebelum dikumpul dalam bentuk hardcover. Hal-hal yang perlu direvisi ini diberikan oleh dosen penguji saat sidang.

Karena itu, pastikan kamu menyimak dengan baik dan memahami setiap masukan dan poin revisi yang diberikan. Berikan pertanyaan jika kamu masih merasa kurang jelas.

Hal ini bisa membuka kesempatan diskusi agar kamu bisa memahami dengan lebih baik.

6. Optimis dan Percaya Diri

Hal terakhir yang perlu kamu tanamkan di dalam dirimu yaitu optimis dan percaya diri. Setelah skripsi dikumpul, tidak ada hal yang bisa kamu lakukan selain mempersiapkan diri dengan baik.

Berhenti merasa khawatir, dan siapkan diri sebaik mungkin untuk sidang yang akan kamu hadapi di depan mata. Jangan lupa juga untuk memanjakan dirimu sejenak agar tidak stres dan bisa merasa lebih rileks.

Baca juga : Kalimat Pembuka Sidang Skripsi dan Tips Agar Sidang Lancar

Demikian tips menghadapi ujian skripsi yang dapat kamu persiapkan jauh-jauh hari. Selamat ujian!

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang