Studi Pustaka: Pengertian, Tujuan dan Metode

Pengertian Studi Pustaka
toko buku kuliah
Bagikan

Baik dalam melakukan penelitian maupun menulis buku, apapun jenis dan genrenya dijamin akan melakukan studi pustaka atau studi kepustakaan. Nah, pahami pengertian studi pustaka, tujuan, metode, sumber dan cara melakukan studi pustaka yang benar ya.

Bagi beberapa orang istilah studi kepustakaan sudah diketahui sejak lama bahkan dipraktekan sejak pertama kali berkarir sebagai penulis. Namun, bagi masyarakat awam dan penulis pemula istilah ini tentu menjadi istilah baru. 

Mempelajari dunia kepenulisan sampai penerbitan membuat seseorang akrab dengan sejumlah istilah. Termasuk istilah studi pustaka, pengetahuan tentang hal ini membantu membuat karya tulis yang mendekati atau bahkan bisa dikatakan sempurna. Maka bisa menyimak penjelasan berikut agar paham tentang studi kepustakaan. 

Pengertian Studi Pustaka

Pengertian studi pustaka atau studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian atau topik cerita yang diusung ke dalam karya tulis non ilmiah (misalnya novel). 

Umumnya studi kepustakaan lebih sering dilakukan penulis karya ilmiah karena memang memiliki aturan dan ketentuan yang lebih tegas, dibandingkan dengan karya tulis non ilmiah. Kemudian istilah ini menjadi familiar untuk kegiatan penelitian, sebab penelitian di awal perlu dibuat proposal rencana penelitian. 

Rencana penelitian ini sudah menuntut peneliti untuk membuat studi kepustakaan tadi. Selesai melakukan penelitian, peneliti juga perlu menulis laporan hasil penelitian dan kemudian melakukan studi kepustakaan lagi. 

Dimana hasil penelitian bisa berupa artikel ilmiah yang diterbitkan ke jurnal. Bisa juga berupa buku yang diterbitkan ke masyarakat luas melalui penerbit dan toko buku, baik toko buku online maupun offline. 

Supaya pembahasan tentang studi pustaka lebih mudah dipahami, maka akan difokuskan dulu ke karya tulis. Baik itu karya tulis ilmiah maupun non ilmiah. Meskipun studi kepustakaan lebih wajib dilakukan saat menulis karya tulis ilmiah. Bukan berarti karya tulis non ilmiah tidak membutuhkannya. 

Pada beberapa kasus tetap perlu dilakukan. Misalnya penulis novel ingin menceritakan pengalaman tokoh dalam tulisannya naik pesawat. Maka penulis perlu membaca literatur tentang prosedur naik pesawat dan sebagainya. Bisa juga berdasarkan pengalaman pribadi. 

Studi Pustaka Menurut Para Ahli

Supaya lebih paham pengertian dari studi kepustakaan, maka berikut adalah sejumlah pendapat yang dikemukakan para ahli: 

Sarwono 

Pendapat pertama disampaikan oleh Sarwono. Beliau menjelaskan pengertian studi pustaka merupakan kegiatan mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis yang berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. 

Secara sederhana, Sarwono menyampaikan bahwa studi kepustakaan adalah kegiatan membaca sejumlah buku atau referensi. Tujuannya untuk mengetahui pembahasan lebih mendalam mengenai suatu topik atau tema. Topik ini disesuaikan dengan topik yang diangkat ke dalam tulisan. 

Nasir 

Pendapat kedua tentang pengertian studi pustaka disampaikan oleh Nasir. Menurut beliau, studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. 

Proses studi kepustakaan dinilai sebagai tindakan mengumpulkan sejumlah data. Data inilah yang nantinya dipakai penulis untuk ditambahkan atau dicantumkan ke dalam tulisannya. Sehingga apa yang ditulis bukan berupa karangan melainkan ada data valid atau data yang benar-benar bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. 

Sugiyono 

Pengertian studi pustaka menurut Sugiyono adalah kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. 

Melalui pendapat para ahli di atas, maka bisa ditarik kesimpulan. Studi kepustakaan adalah proses membaca sejumlah referensi yang rata-rata berupa tulisan (baik buku, artikel, jurnal, dan lain-lain) yang nantinya dijadikan sebagai sumber rujukan untuk tulisan yang disusun. 

Adanya referensi membantu mengembangkan tulisan, tidak hanya agar bisa real atau terasa efek nyatanya. Melainkan juga untuk menjadikan tulisan lebih berbobot atau lebih berkualitas. 

Tujuan Penelitian dengan Studi Pustaka

Melakukan studi pustaka butuh waktu yang lumayan karena penulis perlu mempelajari beberapa referensi. Sehingga bisa menyita banyak waktu dan tenaga yang tentu perlu dilakukan dengan teliti. Terasa susah memang, namun jika dijalani maka akan terasa ringan dan mengalir begitu saja. 

Proses ini tentu penting, karena bisa meningkatkan kualitas dan kredibilitas tulisan yang disusun. Jadi, proses studi kepustakaan kemudian punya sejumlah tujuan. Beberapa diantaranya adalah: 

  1. Menemukan Suatu Masalah atau Topik 

Seorang penulis dan peneliti dijamin akan rajin membaca buku di waktu luangnya. Proses ini membantu mereka membiasakan diri melakukan studi kepustakaan. Sebab dengan membaca banyak buku, artikel, dan jurnal maka penulis bisa menemukan lebih banyak topik. 

Topik ini nantinya akan diangkat menjadi tulisan yang didasarkan dari sejumlah buku yang sudah dibaca. Sementara bagi peneliti, proses studi kepustakaan membantu mereka menemukan suatu masalah. Masalah ini kemudian bisa dijadikan topik penelitian untuk dicari solusinya secara ilmiah. 

  1. Mencari Informasi yang Relevan 

Studi kepustakaan juga bertujuan untuk membantu penulis menemukan informasi yang relevan. Misalnya mengusung topik tentang gangguan mental dalam tulisannya. 

Maka perlu mencari buku-buku, artikel, dan sebagainya yang membahas gangguan mental. Supaya ada banyak hal bisa dibahas dan dijabarkan di dalam tulisannya. Apa yang dijabarkan tentu bukan hasil imajinasi melainkan berdasarkan fakta dari referensi yang terpercaya. 

  1. Mengkaji Teori yang Relevan 

Tujuan berikutnya dari studi pustaka adalah mengkaji teori yang relevan. Relevan dengan apa? Yakni relevan dengan masalah atau topik yang ingin dibahas ke dalam karya tulis maupun penelitian yang dilakukan. 

Belajar jualan online
  1. Mencari Landasan Teori 

Khusus untuk penulisan karya tulis ilmiah baik itu laporan hasil penelitian, makalah, artikel ilmiah, dan sejenisnya. Maka ada bab landasan teori pada bab pertama. Isi landasan teori diambil dari sejumlah sumber pustaka yang dibaca dan dikaji, sehingga menampilkan seluruh bahan dasar yang dibahas di bagian isi. 

  1. Memperdalam Pemahaman dan Pengetahuan Penulis 

Dengan melakukan studi kepustakaan maka peneliti atau penulis bisa memperdalam pemahaman atas topik yang dipilih. Sekaligus membantu memperluas pengetahuan, sehingga di masa mendatang bisa menemukan topik yang menarik lagi untuk diangkat sebagai topik tulisan maupun penelitian. 

Jenis-Jenis Studi Kepustakaan

Studi pustaka kemudian memiliki beberapa jenis, jenis ini bisa dipilih salah satu atau beberapa sekaligus oleh penulis dan peneliti. Supaya lebih mudah dalam menentukan referensi mana saja yang akan digunakan. Berikut adalah jenis-jenis yang dimaksudkan: 

1. Kajian Pemikiran Tokoh 

Jenis studi kepustakaan yang pertama adalah kajian pemikiran tokoh, sesuai namanya. Studi kepustakaan ini menjadikan pemikiran atau pola pikir seorang tokoh menjadi topik tulisan maupun penelitian. Sebagai contoh adalah mengusung topik buah pikiran dari Ki Hajar Dewantara untuk penelitian mahasiswa atau penelitian dosen. 

Lewat jenis studi kepustakaan ini, penulis kemudian mencari referensi berbentuk karya tulis yang membahas hasil pemikiran tokoh yang diangkat. Bisa dari buku biografi tokoh tersebut, buku yang merangkum karya dari tokoh tersebut, dan lain sebagainya. 

Bagaimana jika tokoh tidak memiliki hasil karya dalam bentuk literatur? Maka penulis dan peneliti bisa menggunakan sumber hasil wawancara. Yakni wawancara dengan pihak keluarga dan orang-orang yang pernah bekerjasama dan terlibat dari kehidupan si tokoh yang diangkat tersebut. 

2. Analisis Buku Teks

Jenis kedua dari studi pustaka adalah analisis buku teks, yakni membaca sejumlah buku teks untuk dijadikan referensi atau rujukan. Adapun yang dimaksud dengan buku teks disini merujuk pada buku-buku yang digunakan belajar di dunia pendidikan. 

Baik buku pelajaran di jenjang SD, SMP, SMA, maupun di jenjang perguruan tinggi. Sehingga semua buku yang dijadikan sumber pembelajaran di dunia pendidikan bisa dibaca dan dianalisis. Hasilnya akan didapatkan sejumlah data yang bisa mendukung topik tulisan maupun topik penelitian. 

3. Kajian Sejarah 

Jenis studi kepustakaan yang terakhir adalah kajian sejarah yakni proses mengkaji sejarah dari topik yang dipilih. Bisa mencoba membaca buku-buku, artikel, dan literatur lainnya yang menjelaskan sejarah dari suatu topik. Bisa juga peninggalan dalam bentuk selain tulisan dan karya. 

Misalnya dokumenter dalam bentuk video, barang peninggalan sejarah, dan lain sebagainya yang bisa menguatkan topik. Intinya, setiap unsur sejarah dari suatu topik yang menambah data valid. Bisa dikaji dan jika dilakukan maka penulis atau peneliti sedang melakukan kajian sejarah. 

Sumber Studi Pustaka

Jika membahas mengenai studi pustaka maka akan membahas juga mengenai sumber-sumber yang masuk ke dalamnya. Dalam studi kepustakaan maka akan melibatkan semua jenis literatur untuk dijadikan referensi. Maka dalam hal ini ada banyak sumber informasi bisa dikaji, diantaranya adalah: 

1. Jurnal Penelitian 

Sumber yang pertama untuk studi kepustakaan adalah jurnal penelitian, bisa disebut juga jurnal ilmiah. Jurnal pada dasarnya adalah satu bundel publikasi yang berisi sejumlah artikel ilmiah dari beberapa penulis. Biasanya dalam satu tema sehingga memudahkan siapa saja yang membutuhkan referensi di tema tersebut. 

Jurnal yang terpublikasi hadir dalam dua bentuk, pertama open acces yang artinya bisa dibaca oleh siapa saja dengan gratis. Jenis yang kedua tentu saja yang berbayar, artinya pembaca yang ingin menjadikannya referensi perlu membayar dulu atau berlangganan. 

Jurnal sama seperti media literatur lainnya ada yang tergolong berkualitas dan ada yang tidak. Kemudian ada juga jurnal nasional dan jurnal internasional. Jurnal nasional berkualitas disebut jurnal nasional terakreditasi, bisa di cek di situs Dikti. Kemudian jurnal internasional berkualitas disebut jurnal internasional bereputasi. 

2. Buku 

Sumber studi kepustakaan yang kedua adalah buku. Buku adalah bentuk terbitan tulisan yang sudah melewati proses edit dari editor sebuah penerbit buku. Jadi, penulis mengirimkan naskah ke penerbit kemudian diperiksa. Jika ada yang perlu diperbaiki maka perlu direvisi oleh penulisnya. 

Jadi, revisi ini diperlukan untuk memastikan isi buku benar-benar berkualitas. Baik dari segi kedalaman penjelasan topik, bahasa yang digunakan apakah mudah dimengerti, dan lain sebagainya. Sebab, buku akan dibaca oleh masyarakat luas maka perlu dijabarkan dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Berbeda dengan jurnal yang pembacanya adalah masyarakat ilmiah. Misalnya para dosen yang sekaligus merupakan para peneliti dan mahasiswa. Sehingga menggunakan istilah ilmiah dan tidak digunakan dalam komunikasi sehari-hari adalah hal lumrah. Sebab pembacanya pasti paham apa maksudnya. 

3. Media Massa 

Sumber yang ketiga untuk melakukan studi pustaka adalah media massa dan paling sering adalah lewat koran atau surat kabar dan majalah. Keduanya menyajikan berbagai artikel yang dijamin valid atau bisa dipercaya. Sehingga bisa dijadikan referensi untuk menguatkan topik tulisan dan penelitian. 

4. Internet 

Sumber yang terakhir adalah dari internet dan di era digital seperti sekarang sumber ini jamak digunakan. Alasannya banyak mulai dari proses pencarian yang lebih cepat dan menemukan lebih banyak referensi. Internet menyajikan banyak jurnal begitu juga dengan artikel yang kredibel. 

Tidak jarang penulis dan peneliti bisa menemukan referensi atau sumber informasi dari berbagai negara. Tidak perlu jauh-jauh datang ke negara yang bersangkutan sekaligus tidak perlu berkutat berjam-jam di dalam perpustakaan. Dengan segala kelebihannya, internet menjadi media informasi yang banyak diandalkan. 

Hanya saja memang harus jeli, misalnya dalam mencari referensi penelitian di internet. Perlu memastikan sudah berkunjung ke laman yang tepat dan membaca referensi yang terpercaya. Link sumber dari internet ini kemudian di copy untuk dicantumkan di dalam daftar pustaka. 

Cara Melakukan Studi Pustaka

Supaya studi pustaka bisa dilakukan dengan baik dan benar sekaligus efisien, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: 

1. Mengetahui dan Mencari Tahu Jenis Pustaka yang Dibutuhkan 

Cara pertama adalah mengetahui dulu apa saja jenis pustaka yang akan digunakan untuk proses studi kepustakaan. Apakah akan menggunakan media berupa buku, media dari internet, jurnal, atau kombinasi beberapa diantaranya. Kemudian mencari jenis yang sesuai. 

Misalnya memilih studi kepustakaan dari buku maka bisa mencari buku-buku yang topiknya pas dengan kebutuhan. Proses ini bisa memakan waktu lama karena buku-buku ini kadang perlu dicari dari beberapa tempat. Setelah berhasil dikumpulkan maka bisa berlanjut ke tahap berikutnya. 

2. Membaca Jenis Pustaka yang Sudah Ditentukan 

Tahap kedua adalah membaca jenis dan semua referensi yang sudah ditemukan pada tahap sebelumnya. Kenapa perlu dibaca? Sebab penulis dan peneliti akan membutuhkan nyaris semua informasi di dalamnya. Proses ini bisa memakan waktu, apalagi jika jumlah referensinya lumayan banyak. 

3. Melakukan Pengkajian 

Tahap ketiga adalah melakukan pengkajian terhadap seluruh sumber studi pustaka yang sudah dikumpulkan. Usai dibaca maka akan mengetahui informasi penting apa yang sesuai kebutuhan. Informasi ini menjadi data yang perlu dicatat dan disesuaikan dengan topik yang akan dibahas. 

Sehingga hasilnya bisa seperti rangkuman, mengenai banyak sedikitnya tentu disesuaikan dengan apa yang diberikan sumber tersebut. Jika data yang diberikan banyak maka catatan dan ringkasan tentang isi sumber juga banyak. Begitu juga sebaliknya. 

4. Menyajikan Hasil Studi Kepustakaan 

Setelah dirangkum semua data yang diperlukan maka bisa menuju ke tahap selanjutnya, yakni menyajikannya dalam tulisan. Bisa dalam bentuk kutipan kemudian dicantumkan kredit atau dilakukan sitasi. Bisa juga dilakukan parafrase atas semua data yang telah didapatkan. 

Semua sumber yang dijadikan referensi, baik yang konten di dalamnya dijadikan kutipan atau tidak. Kemudian wajib dicantumkan di dalam daftar pustaka. Pada saat menyajikannya dalam bentuk kutipan pastikan untuk disesuaikan dengan aturan. Tujuannya adalah untuk menghindari tindakan plagiarisme yang tidak disengaja. 

Melalui penjelasan di atas tentu bisa dipahami apa itu pengertian studi pustaka dan apa saja sumber sekaligus bagaimana melakukannya. Sehingga peneliti maupun penulis suatu karya tidak merasa kesulitan untuk menemukan referensi yang sesuai. 

Proses studi pustaka memang penting untuk dilakukan agar isi tulisan bisa lebih kredibel dan bisa menjelaskan secara mendalam. Maka perlu dilalui, dan tentunya dilakukan dengan benar menggunakan cara-cara yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Baca artikel penting tentang penelitian lainnya

Belajar jualan online
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang