Novel Kiai Ibrahim dan Tempat-tempat Ibadat (Kisah Perjalanan Memahami Perbedaan Agama dan Saling Menghormati dengan Umatnya)

Pengarang Akhmad Dimyati
Institusi
Kategori Buku Umum
Bidang Ilmu Novel
ISBN 978-602-453-906-1
Ukuran 14×20 cm
Halaman
xx, 357 hlm
Harga Rp
Ketersediaan Pesan Dulu
 Tahun  2018

Rp 109.000

Deskripsi

Sinopsis Novel Kiai Ibrahim dan Tempat-tempat Ibadat (Kisah Perjalanan Memahami Perbedaan Agama dan Saling Menghormati dengan Umatnya)

Novel Kiai Ibrahim dan Tempat-tempat Ibadat (Kisah Perjalanan Memahami Perbedaan Agama dan Saling Menghormati dengan Umatnya) |

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama membahas tentang berawal dari obsesi. Bab dua tentang berpijak pada kultur. Bab tiga tentang kiai ibrahim dan masjid nu. Bab empat tentang kiai ibrahim dan masjid muhammadiyah. Bab lima tentang kiai ibrahim dan katedral.

Selanjutnya bab enam tentang kiai ibrahim dan gereja immanuel. Bab tujuh tentang kiai ibrahim dan pura. Bab delapan tentang kiai ibrahim dan vihara. Bab sembilan tentang kiai ibrahim dan klenteng. Bab sepuluh tentang kiai ibrahim dan sinagoga.

Namaku Ibrahim. Orang-orang di kampungku memanggilku kiai Ibrahim. Teman-temanku  sebaya suka menyebutku kiai mbeling. Itu karena sewaktu muda saya paling getol mengajar ngaji pada anak-anak di Musola. Tapi sebagai kiai kampung saya tambah tua malahan tidak lagi mengikuti pakemnya kiai di desa yang lazimnya semakin istiqamah menjadi guru mengaji di Musola, melainkan lebih sering bepergian. Bahkan suka nonton wayang kulit saat ada pertunjukan di manapun; di se antero wilayah kabupaten Purworejo; dan tentu hingga pertunjukan usai pada dini hari. Pekerjaanku sebagai guru di kota lebih menjadi alasan kenapa sering pergi ketimbang beraktifitas di desa. Di dorong oleh keinginan memajukan kapasitas, maka hampir tiap hari saya mengikuti berbagai acara formal maupun informal di kota.

Kejawen adalah istilah umum berisikan tentang  seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga merupakan atau menunjuk pada sebuah etika dan sebuah gaya hidup yang diilhami oleh pemikiran Jawa yang terbentuk sejak berkembangnya Suku Jawa pada sebelum Masehi. Boleh dipahami bahwa Kejawen bukanlah agama, melainkan sebuah falsafah hidup. Karena itu, menganut dan menghayati ajaran ini, tidak mesti keluar dari agama yang semula dipeluk. Seorang Muslim yang juga menghayati Ajaran Kejawen, tetaplah seorang Muslim: Kejawen tak lebih dari sebuah sudut pandang atau kerangka dalam memahami Islam. Dengan kata lain, seorang penganut Islam Kejawen, adalah tetap seorang Muslim yang memiliki berbagai kesamaan fundamental dengan Muslim pada umumnya.

Novel Kiai Ibrahim dan Tempat-tempat Ibadat (Kisah Perjalanan Memahami Perbedaan Agama dan Saling Menghormati dengan Umatnya) ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. Lihat koleksi buku lainnya di : Toko Buku Online Deepublish

Pondok Djawara Deepublish

Informasi Tambahan

Berat 0.45 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Novel Kiai Ibrahim dan Tempat-tempat Ibadat (Kisah Perjalanan Memahami Perbedaan Agama dan Saling Menghormati dengan Umatnya)”
Tag Produk : ,