flash sale toko buku deepublish

Buku Trademark Case Law Penyelesaian Sengketa Merek di Pengadilan

PenulisDr. Ismail Rumadan, M.H.
Institusi
KategoriBuku Referensi
Bidang IlmuHukum
ISBN978-623-02-1870-5
Ukuran17.5×25 cm
Halamanxii, 307 hlm
KetersediaanPesan Dulu
Tahun2020

Deskripsi

Sinopsis Buku Trademark Case Law Penyelesaian Sengketa Merek di Pengadilan

Buku Trademark Case Law Penyelesaian Sengketa Merek di Pengadilan

Salah satu isu perdebatan dalam sengketa merek yang diajukan ke pengadilan niaga adalah terkait dengan bagaimana menentukan ada tidaknya “iktikad tidak baik” dalam pendaftaran sebuah merek, terutama terhadap merek-merek terkenal yang memiliki reputasi tinggi. Munculnya perdebatan disebabkan karena terdapat ruang penafsiran yang menimbulkan persepsi beragam dalam memahaminya. “Iktikad tidak baik” berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis harus dibuktikan dengan adanya niat dari pemohon untuk meniru, menjiplak atau mengikuti merek pihak lain demi kepentingan usahanya sehingga menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen. Pada penjelasan pasal 4 UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek diatur bahwa “iktikad baik” diartikan sebagai pemohon yang mendaftarkan mereknya secara layak dan jujur tanpa ada niat apapun untuk membonceng, meniru atau menjiplak ketenaran merek pihak lain demi kepentingan usahanya yang berakibat kerugian pada pihak lain itu atau menimbulkan kondisi persaingan curang, mengecoh atau menyesatkan konsumen. Makna “iktikad tidak baik” menurut UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Merek diperoleh berdasarkan interpretasi secara argumentum a contario terhadap pasal 4 UU merek.

Pada beberapa kasus, sebut saja kasus yang melibatkan merek terkenal BMW dan merek terkenal Pier Cardin. Kedua kasus tersebut sama-sama berkaitan dengan adanya unsur iktikad tidak baik dalam pendaftaran merek tersebut. Namun, ketika menjadi sengketa hukum di muka peradilan Indonesia terdapat putusan yang berbeda satu sama lain dalam hal menafsirkan ketentuan tentang “iktikad tidak baik” dalam UU merek. Terdapat disparitas yang tajam antara putusan yang satu dengan yang lain menyangkut tentang “iktikad tidak baik” terkait dengan pendaftaran merek terkenal.

Kriteria atas makna iktikad tidak baik ini menjadi penting untuk dikaji dalam penyelesaian sengketa pengadilan, sebab makna iktikad tidak baik dalam pendaftaran merek menjadi tidak seragam dan terkesan masih kabur sehingga dapat memunculkan perbedaan penafsiran atas ketentuan UU merek terkait iktikad tidak baik. Menentukan kriteria iktikad tidak baik ini menjadi penting dalam penyelesaian sengketa merek terkenal di pengadilan karena pengadilanlah yang memiliki otoritas tafsir atas suatu rumusan undang-undang yang belum mendefinisikan secara jelas tentang iktikad tidak baik dalam pendaftaran merek.

Buku Trademark Case Law Penyelesaian Sengketa Merek di Pengadilan ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Dapatkan buku-buku berkualitas hanya di Toko Buku Online Deepublish. Kami berfokus menjual buku-buku kuliah untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pilihan terlengkap kamu pasti mendapatkan buku yang Anda cari.

Kelebihan kami :

*Buku Baru
*Original
*Pengiriman Cepat
*Stok selalu tersedia
*Packing aman & rapi
*Garansi 100% jika produk rusak/cacat/tidak sesuai KAMI GANTI atau UANG ANDA KEMBALI

Informasi Tambahan

Berat0.4 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Trademark Case Law Penyelesaian Sengketa Merek di Pengadilan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *