Buku Pendidikan Pesantren dan Perkembangan Sosial-Kemasyarakatan (Studi Atas Pemikiran K.H. Abdullah Syafi’ie)

Rp 120.000

Pengarang Hasbi Indra
Institusi  Universitas Ibn Khaldun Bogor
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Sosial Budaya
ISBN 978-602-453-842-2
Ukuran 17.5×25 cm
Halaman xii, 234 hlm
Harga Rp 120.000
Ketersediaan Pesan Dulu
 Tahun Terbit  2018
Category:

Description

Sinopsis Buku Pendidikan Pesantren dan Perkembangan Sosial-Kemasyarakatan (Studi Atas Pemikiran K.H. Abdullah Syafi’ie)

Buku Pendidikan Pesantren dan Perkembangan Sosial-Kemasyarakatan (Studi Atas Pemikiran K.H. Abdullah Syafi’ie)|

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama berisi pendahuluan, bab dua membahas tentang Jakarta di masa Abdullah Syafi’ie, bab tiga tentang potret K.H. Abdullah Syafi’ie, bab empat tentang pendidikan pesantren dalam prespektif K.H. Abdullah Syafi’ie, dan bab lima berisi penutup  .

K.H. ABDULLAH Syafi’ie merupakan salah seorang ulama Betawi dan sekaligus pendidik. Pada masa mudanya ia pernah belajar ilmu agama kepada para ustadz dan para habib, dan pada masa berikutnya ia tampil sebagai salah seorang ulama dan pendidik yang mendirikan lembaga pendidikan di Jakarta. Ia juga pendiri dan pengurus Majelis Ulama Indonesia Pusat dan menjadi Ketua Umum MUI Daerah Khusus Ibukota Jakarta tahun 1978-1985. Sejak tahun 70-an, ia telah dikenal sebagai seorang  da’i. Melalui Radio al-Syafi’iyah, suaranya bergema menyampaikan risalah Allah kepada umat, dan ceramahnya banyak diminati dan didengar oleh penduduk Jakarta. Di masjid  yang ia dirikan yaitu Masjid  al-Barkah  dan di masjid-masjid lainnya, ia mengajarkan pelajaran agama, melalui beberapa kitab kuning, seperti kitab al-Nashaih al-Diniyah, Tafsir al-Jalalain, Riyadl al-Shalihin.

Sejak muda ia telah belajar ilmu  agama dengan tekun dan didorong oleh ketekunannya pula mengantarkannya mendirikan institusi madrasah diniyah pada tahun 1928, dan sekaligus menjadi pemimpin dan pendidiknya. Kemudian lembaga pendidikannya ia kembangkan berbentuk pesantren tradisional, pesantren kombinasi yang diberi nama pesantren putra-putri dan pesantren khusus yatim piatu. Selanjutnya, institusi tersebut berkembang bersama lembaga pendidikan lain dalam bentuk

Masyarakat Betawi di kota Jakarta, seperti juga masyarakat lainnya di Nusantara terbentuk melalui proses yang panjang. Kota Jakarta sebelumnya bernama Sunda Kelapa, Jayakarta dan Batavia. Pada tahun 1623 di Batavia. Pada tahun 1623 di batavia  yang dikelilingi pagar terdapat 6000 jiwa penduduk dan pada tahun 1638 terdapat 12000 jiwa penduduk.

Buku Pendidikan Pesantren dan Perkembangan Sosial-Kemasyarakatan (Studi Atas Pemikiran K.H. Abdullah Syafi’ie) ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. 

Buku Matematika | Buku Psikologi | Buku Filsafat | Buku Agama Islam Buku Kedokteran | Buku Ilmu Komunikasi | Buku Bahasa dan Sastra | Buku Sains dan Teknologi | Buku Pendidikan 

Additional information

Weight 0.5 kg