fbpx

Buku Model Pengembangan Terpadu Petani Salak

Pengarang Subeni & Sukoco
Institusi
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Pertanian
ISBN 978-623-209-357-7
Ukuran 14×20 cm
Halaman

vi, 33 hlm

Harga Rp 54.000
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun  2019

Rp 54.000

Deskripsi

Sinopsis Buku Model Pengembangan Terpadu Petani Salak

Buku Model Pengembangan Terpadu Petani Salak |

Buku ini terdiri dari beberapa bab, bab pertama

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan digunakan untuk mengartikan perbaikan mutu kehidupan manusia dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan ekosistem yang mendukung kehidupannya. Pembangunan adalah upaya untuk mengubah keadaan, dari kondisi tradisional ke modern, dari terbelakang ke arah kemajuan, tanpa mengingkari arti penting dari nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan utama pembangunan. Dengan kata lain, pembangunan merupakan wahana bagi manusia untuk mencapai peradaban baru yang bersendikan pada nilai-nilai yang khas manusiawi. Pendayagunaan sumber daya alam sebagai modal pokok pembangunan harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, bertanggungjawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya dengan mengutamakan kemakmuran rakyat serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Pembangunan pertanian termasuk didalamnya pengembangan komoditi salak terutama salak pondoh sudah banyak dilakukan, namun beberapa hambatan sering terjadi di lapangan. Sesuai dengan pengamatan penulis yang selama tiga tahun mendampingi petani salak di Desa Jerukagung Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang adalah (1) terbatasnya ketersediaan pupuk organik dalam jumlah dan waktu, biasanya kotoran sapi yang digunakan untuk memupuk tanaman, (2) daya beli pupuk organik terbatas, (3) harga jual salak rendah terutama pada saat produksi melimpah, (4) ikutan hasil salak yang berukuran kecil atau salak yang cacat fisik tidak laku atau sangat murah, dan (5) hasil salak tidak memenuhi standar ekspor,

Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka pelaksanaan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan bertujuan untuk: (1) mengolah pupuk kandang yaitu kotoran sapi yang ada di daerah setempat sehingga dapat dimanfaatkan setiap saat, mudah dilakukan, dan dapat dimanfaatkan untuk menyediakan energi untuk kepentingan lainnya, yaitu pembuatan instalasi biogas, (2) mengolah produk salak yang kurang laku, baik yang berukuran kecil atau cacat fisik menjadi produk yang lebih baik dan bernilai ekonomis, yaitu dengan mengolahnya menjadi criping salak, dodol salak dan manisan salak, (3) menghasilkan salak yang berkualitas ekspor sehingga akan menaikkan harga jual, yaitu dengan menghasilkan salak yang bersih dan ukuran sesuai kualitas ekspor.

Buku Model Pengembangan Terpadu Petani Salak ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Biologi Buku Kesehatan | Buku Hukum | Buku Ekonomi | Buku Kimia | Buku Manajemen | Buku Psikologi | Buku Pendidikan | Buku Sosial Politik Buku Metode Riset | Buku Sains dan Teknologi

Additional information

Berat 0.2 kg

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Buku Model Pengembangan Terpadu Petani Salak”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *