fbpx

Buku Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C

PengarangIswanto, S.T, M.Eng
InstitusiUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta
KategoriBuku Refrensi
Bidang IlmuIlmu Komputer
ISBN978-602-280-588-5
UkuranUnesco
Halamanxxiv, 246 hlm
HargaRp.126.000
KetersediaanPesan Dulu

Rp 126.000

Description

Sinopsis Buku Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C

Buku Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C |

Sering kita mendengar istilah mikrokomputer, mikroprosesor, dan mikrokontroler. Mikroprosesor adalah bagian CPU (central processing unit) dari sebuah komputer, tanpa memori, I/O, dan periferal yang dibutuhkan oleh suatu sistem lengkap. Supaya dapat bekerja, mikroprosesor memerlukan perangkat pendukung seperti RAM, ROM dan I/O.

Bila sebuah miroprosesor dikombinasi dengan I/O dan memori (RAM/ROM) akan dihasilkan sebuah mikrokomputer. Sebagai terobosan mikrokomputer ini dapat juga dibuat dalam bentuk single chip yaitu Single Chip Microcomputer (SC M) yang selanjutnya disebut sebagai mikrokontroler.

Perbedaan yang menonjol antara mikrokomputer dengan mikrokontroler (SCM) adalah pada penggunaan perangkat I/O dan media penyimpan program. Bila mikrokomputer menggunakan disket atau harddrive lainnya maka mikrokontroler menggunakan EPROM sebagai penyimpan programnya. Sedangkan keuntungan mikro-kontroler dibandingkan dengan mikroprosesor adalah pada mikrokontroler sudah terdapat RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga tidak perlu menambahkannya.

Atmel sebagai salah satu vendor yang mengembangkan dan memasarkan produk mikroelektronika telah menjadi suatu teknologi standard bagi para perancang sistem elektronika masa kini. Dengan perkembangan terakhir, yaitu generasi AVR (Alf and Vegard’s Risc processor), para perancang sistem elektronika telah diberi suatu teknologi yang memiliki kapabilitas yang amat maju, tetapi dengan biaya ekonomis.

Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bitsword) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing).

Untuk mempelajari AVR ATMEGA16 tidaklah cukup dengan membaca teorinya dan datasheatnya, tetapi dengan mempraktek-kannya. Namun, untuk melaksanakan hal itu ada banyak kendala yang menghadang. Kendala itu bisa berupa tidak memiliki alat pendukung.

Buku Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. 

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Matematika | Buku Psikologi | Buku Filsafat | Buku Kedokteran | Buku Ilmu Komunikasi | Buku Ekonomi | Buku Sosial dan Politik | Buku Teknik

Additional information

Weight0.3 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Buku Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *