Buku Jejak Seni Rupa Medan

 

Penulis Azmi
Institusi
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra
ISBN 978-623-02-4887-0
Ukuran 15.5×23 cm
Halaman viii, 245 hlm
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun 2022

Rp 178.000

Pembelian bisa menggunakan beberapa cara berikut ini.

Deskripsi

Bagikan

Sinopsis Buku Jejak Seni Rupa Medan

Buku Jejak Seni Rupa Medan

Kehidupan seni rupa di Nusantara ini telah berkembang pesat sejak Abad 19 terutama Jawa mulai dari Barat hingga ke Timur. Sementara di wilayah luar Jawa seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua walaupun belum segegap gempita seperti sekarang ini. Wilayah di luar Jawa tepatnya Sumatera Barat, awal modernitas seni rupa terjadi ketika orang-orang pribumi dikenalkan dengan kaidah-kaidah menggambar atau melukis bergaya Barat. Secara akademik seni rupa moderen masuk lewat pendidikan di Kweek School yang berdiri pada tanggal 1 April 1856 di Bukittinggi. Lembaga pendidikan yang didirikan pemerintahan kolonial ini berdasarkan surat keputusan direktur pendidikan Hindia Belanda di Batavia.

Sejak berdirinya lembaga ini secara sadar mempengaruhi karakter seni rupa tradisional yang selama ini berkembang dalam beberapa dekade. Menurut Adirosa, (2006)1 sudah memaparkan begitu banyak spesifikasinya. “Para pengajar yang berlatar Barat mengarahkan pendidikan ini mengenalkan cara pandang seni rupa modern, otomatis menyebabkan terjadinya pergeseran cara pandang”. Demikian pula para pelajar lulusan pendidikan ini yang berimplikasi kepada perilaku tradisional komunal (solidaritas mekanik) menjadi modern individual.

Di Medan tahun 1945 berdiri organisasi Angkatan Seni Rupa Indonesia (ASRI-45), berhimpunnya para pelukis dengan berbagai aktivitas kegiatan pameran dan melukis bersama. Kondisi ini merupakan awal pertumbuhan kehidupan seni lukis di Sumatera Utara. Tetapi kemudian pada tahun 1960-an, kehidupan seni mulai mengalami berbagai tantangan berat terutama peranan partai politik sangat dominan kebebasan kreativitas terbelenggu puncaknya dengan meletusnya peristiwa G 30 S/PKI. Setelah peristiwa politik ini berlangsung kehidupan seni mengalami kekosongan para pelukis bahkan ketakutan dengan kondisi yang ada. Dalam masa kekosongan tahun 1967 berdirilah organisasi SIMPASSRI (Simpaian Seniman Seni Rupa Indonesia) di Medan. Kehadiran organisasi ini memberi semangat dan dorongan moril bagi para pelukis untuk bangkit, pada dekade tahun 1970 para pelukis mulai tampil dalam berbagi aktivitas (kegiatan) pameran baik secara kelompok maupun individu.

Buku Jejak Seni Rupa Medan ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Dapatkan buku-buku berkualitas hanya di Toko Buku Online Deepublish. Kami berfokus menjual buku-buku kuliah untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pilihan terlengkap kamu pasti mendapatkan buku yang Anda cari.

Kelebihan kami :

*Buku Baru
*Original
*Pengiriman Cepat
*Stok selalu tersedia
*Packing aman & rapi
*Garansi 100% jika produk rusak/cacat/tidak sesuai KAMI GANTI atau UANG ANDA KEMBALI

Informasi Tambahan

Berat 0,55 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Jejak Seni Rupa Medan”
Tag Produk :