Buku Islam dan Adat, Keteguhan Adat dalam Kepatuhan Beragama

Pengarang  Ismail Suardi Wekke, Rosdalina Bukido dan Nam Rumkel
Institusi
Kategori  Buku Referensi
Bidang Ilmu  Agama Islam
ISBN  978-602-453-653-4
Ukuran  15.5×23 cm
Halaman  x, 204 hlm
Harga Rp 126000
Ketersediaan Pesan Dulu
 Tahun Terbit  2018

Rp 126.000

Deskripsi

Bagikan

Sinopsis Buku Islam dan Adat, Keteguhan Adat dalam Kepatuhan Beragama

Buku Islam dan Adat, Keteguhan Adat dalam Kepatuhan Beragama |

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab I Hukum Islam Dan Gagasan Fikih Aqalliyyat: Problematika Muslim Minoritas Papua Barat. Bab Ii Islam Dan Adat: Tinjauan Akulturasi Budaya Dengan Agama Dalam Masyarakat Bugis. Bab Iii Islam Dan Adat Dalam Pernikahan Masyarakat Bugis Di Papua Barat. Bab Iv Hukum Adat Larwul Ngabal Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah Di Maluku Utara. Bab V Tumbilotohe (Adat Gorontalo Pada Malam Ke 27 Bulan Ramadhan). Bab Vi Upacara Pembeatan Di Gorontalo.

Sejalan dengan hal maslahah, Ibnu al-Qayyim dalam penelitian terhadap teks al-Quran dan Sunnah menyimpulkan bahwa syariat Islam sesungguhnya dibangun dalam rangka melayani kepentingan manusia. Selanjutnya tujuan kemanusiaan yang menjadi perhatian syariah adalah  keadilan, kerahmatan, kemaslahatan dan kebijaksanaan. Sehingga elemen ini yang menjadi pondasi bagi pembentukan hukum Islam. Ketika ada pemberlakuan hukum yang mengabaikan elemen ini, maka sesungguhnya hukum tersebut sudah menyimpang dari cita-cita agama. Jika ada bentuk yang dzalim, sekaligus tidak memberikan rahmat, maka hal tersebut bukanlah hukum yang masuk dalam wilayah Islam (Al-Jauziyah, 1993).

Dengan demikian, rahmat menjadi salah satu tolok ukur dalam hal pemberlakuan hukum. Prinsip ini jika digunakan secara bersama-sama dengan prinsip keberlakuan hukum dalam aspek wilayah, maka perlu dilakukan pembacaan untuk mendudukkan Islam dalam konteks Indonesia. Berikutnya ini bermakna bahwa tidak ada keharusan untuk menempatkan Arab sebagai pusat wacana keislaman. Bahkan lebih ekstrem Aksin Wijaya mengistilahkan dengan pola pikir yang struktural dan primordialistik. Untuk itu, Aksin Wijaya mengusulkan tiga hal. Pertama, independensi sekaligus pembentukan pola realitas keindonesiaan.

Kedua, mentalitas dan pandangan dunia masyarakat Indonesia yang tidak mengagungkan taqlid. Ketiga, menghindari ideologi atau budaya Arab ke dalam budaya nusantara. Aksi ini sekaligus menghindari pembayangan yang menjadikan dunia Arab sebagai referensi utama pemikiran Islam  (A. Wijaya, 2012). Dengan demikian ada keperluan yang didasarkan pada wilayah yang senantiasa memperhatikan faktor sosiologis masyarakat dimana hukum itu berkembang.

Buku Islam dan Adat, Keteguhan Adat dalam Kepatuhan Beragama ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. Lihat koleksi buku lainnya di : Toko Buku Online Deepublish

Belajar jualan online

Informasi Tambahan

Berat 0.4 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Islam dan Adat, Keteguhan Adat dalam Kepatuhan Beragama”
Tag Produk :