fbpx

Buku Habitus, Modal dan Kelembagaan Pembudidaya Rumput Laut (dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir)

Pengarang Ine Fausayana
Institusi
Kategori Buku Ajar
Bidang Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISBN 978-602-453-350-2
Ukuran 15.5×23 cm
Halaman
xxii, 270 hlm
Harga Rp 132.000
Ketersediaan Pesan Dulu
 Terbit  2017

Rp 132.000

promo-hari-gizi-nasional-toko buku deepublish
promo hari gizi nasional

Deskripsi

Sinopsis Buku Habitus, Modal dan Kelembagaan Pembudidaya Rumput Laut (dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir)

Buku Habitus, Modal dan Kelembagaan Pembudidaya Rumput Laut (dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir)  |

Buku ini adalah hasil penelitian yang mendalam dari sebagian isi disertasi dan penelitian pasca doktoral penulis, khususnya pada Program MP3EI. Kajian ini membahas tentang habitus, modal dan kelembagaan ketiga etnik pembudidaya rumput laut yang ada di Kabupaten Konawe Selatan, yaitu etnik Bajo, etnik Bugis dan etnik Tolaki.

Penelitian ini  berkontribusi pada saling keterkaitan antara habitus (baik habitus menubuh maupun habitus terstruktur), modal dan kelembagaan usaha dalam konteks etnisitas. Kajian mengenai habitus, modal dan kelembagaan pada usaha rumput laut menjadi penting mengingat Negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 17.504 buah dan panjang garis pantai 81.000 km, Indonesia memiliki peluang dan potensi budidaya rumput laut.

Daerah Sulawesi Tenggara secara umum dapat dikatakan sebagai daerah pesisir, karena banyak desa di setiap kabupaten yang letaknya berada di tepi laut. Dari segi luas wilayah, Kabupaten Konawe Selatan menempati urutan paling luas yakni 5.779,47 Km2 atau 15,18% dari total luas wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara daerah yang paling kecil wilayahnya yakni kota Baubau dengan kisaran luas 221 Km2 atau 0,58% dari total luas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pengembangan usaha rumput laut di di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada dasarnya tidak terlepas dari bagaimana petani dalam mengadopsi teknologi maupun budaya kerja yang terjawantahkan melalui habitus dan modal yang dianut pembudidaya yang multi etnik maupun dari sisi kelembagaan, baik di level individu, rumah tangga, level komunitas dan pada level lokalitas.

Habitus etnik pembudidaya digambarkan sebagai struktur subjektif yang terbentuk dari pengalaman individu berhubungan dengan individu lain dalam jaringan struktur objektif yang ada dalam ruang sosial. Habitus adalah produk sejarah yang terbentuk setelah manusia lahir dan berinteraksi dengan masyarakat dalam ruang dan waktu tertentu. Sedangkan dari sisi modal kajian ini membahas keempat jenis modal, yaitu modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolik. Penelitian ini belum pernah dikaji oleh peneliti-peneliti sebelumnya sehingga dalam kajian ini diperoleh banyak unsur kebaruan (novelty) dari suatu penelitian.

Buku Habitus, Modal dan Kelembagaan Pembudidaya Rumput Laut (dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir) ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. 

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Biologi Buku Kesehatan | Buku Hukum | Buku Ekonomi | Buku Kimia | Buku Manajemen | Buku Psikologi | Buku Pendidikan | Buku Geografi | Buku Perikanan dan Kelautan | Buku Pertanian

Additional information

Berat 0.2 kg

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Buku Habitus, Modal dan Kelembagaan Pembudidaya Rumput Laut (dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *