Buku Dayak Ngaju & Kritik Hukum Agraria Di Indonesia

Rp 62.500

Pengarang Ainun Aslamiah
Institusi
Kategori Buku Referensi
Bidang Ilmu Hukum
ISBN 978-602-475-560-7
Ukuran 14×20 cm
Halaman xii, 102 hlm
Harga Rp.62.500
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun Terbit  2018
Category:

Description

Sinopsis Buku Dayak Ngaju & Kritik Hukum Agraria Di Indonesia

Buku Dayak Ngaju & Kritik Hukum Agraria Di Indonesia |

Buku ini merupakan tulisan karya tulis penulis yang dikembangkan dan dijadikan acuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat Indonesia tentang konflik tanah yang menyebabkan gradasi lingkungan dan kebudayaan.

Kedudukan tanah pada saat ini mengalami banyak permasalahan sehingga hukum Agraria di Indonesia menjadi akar permasalahan yang mengakibatkan sengketa dan tata letak tanah menjadi tidak signifikan. Terutama di Kalimantan Tengah kasus tata letak dan sengketa tanah dengan perusahaan kelapa sawit mendominasi sebanyak 82% dan paling banyak terjadi dibandingkan kasus tanah lainnya.

Adat istiadat Suku Dayak Ngaju memiliki peradaban sebagaimana mereka selalu menghormati alam dengan terminologi tata letak dan hukum tanah seperti Tatajahan, Sepan Pahewan, Kaleka, Pukung Himba, dan Maniring Hinting. Sistem Dayak Ngaju tersebut memiliki manfaat sebagai unsur kearifan lokal yang menghormati lingkungan dan HAM sehingga mampu sebagai langkah untuk mengurangi masalah pertanahan di Kalimantan Tengah.

Buku ini akan membahas bagaimana mengorelasikan antara tanah dan hukum adat istiadat sebagai tolak ukur hukum Agraria dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dimana dilakukan wawancara dan observasi oleh penulis bagaimana penerapan sistem tata letak dan hukum tanah Dayak Ngaju. Diperoleh hasil bahwa tingkat keberhasilan sistem tata letak dan hukum tanah Dayak Ngaju mendominasi lebih tinggi setiap tahunnya dengan 43% masyarakat Dayak Ngaju dan 33% investor asing menaati sistem tersebut.

Ekosistem alam setiap tahunnya meningkat sebesar 57% sedangkan ekosistem alam yang rusak menurun 30% setiap tahunnya. Tingkat keberhasilan suku Dayak Ngaju dalam menjalankan sistem cara dan hukum tanah bergantung pada pemimpin upacara adat tersebut. Damang dan Basir setiap tahunnya selalu berhasil sebesar 23% menjalankan upacara adat tersebut, sedangkan jika masyarakat biasa yang memimpin maka tingkat keberhasilan hanya 13%.

Buku Dayak Ngaju & Kritik Hukum Agraria Di Indonesia ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Biologi Buku Kesehatan | Buku Hukum | Buku Ekonomi | Buku Kimia | Buku Manajemen | Buku Psikologi | Buku Pendidikan | Buku Sosial Politik Buku Metode Riset | Buku Sains dan Teknologi

Additional information

Weight 0.2 kg