fbpx

Buku Analisis Folklor Tipologi Cerita Laki-Laki Buruk Rupa

Pengarang Evi Sulistyaningsih, M.Pd
Institusi SDN 002 Tanjung Redeb
Kategori Buku Ajar
Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra
ISBN 978-602-401-159-8
Ukuran 14×20 cm
Halaman
xiv,  160 hlm
Harga Rp. 69.000
Ketersediaan Pesan Dulu

Rp 69.000

Deskripsi

Sinopsis Buku Analisis Folklor Tipologi Cerita Laki-Laki Buruk Rupa

Buku Analisis Folklor Tipologi Cerita Laki-Laki Buruk Rupa|

Tujuan disusunnya buku ini adalah untuk mengetahui bagaimana tipologi pada masing-masing cerita laki-laki buruk rupa dan mengetahui bagaimana tipologi/pola umum pada cerita-cerita laki-laki buruk rupa.Harapannya, buku tipologi ini dapat bermanfaat bagi pembaca, guru, siswa untuk menambah wawasan tentang folklor/cerita rakyat. Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Dalam KBBI (395:2008), folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi tidak dibukukan.

Sejalan dengan pendapat William R. Bascom dalam buku Danandjaja (1986: 49) yang berjudul “Folklor Indonesia” mengatakan bahwa cerita rakyat dapat dibagi dalam tiga golongan besar yaitu: (1). Mite (myth) adalah cerita prosa rakyat, yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite ditokohi oleh para dewa atau mahluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain, atau di dunia yang bukan seperti yang kita kenal sekarang, dan terjadi pada masa lampau, (2). Legenda (legend) adalah cerita prosa rakyat, yang dianggap oleh empunya cerita sebagai suatu kejadiaan yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Berbeda dengan mite, legenda bersifat sekuler (keduniawian), terjadinya pada masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Legenda biasanya bersifat migratoris, yakni dapat berpindah-pindah, sehingga dikenal di daerah-daerah yang berbeda. Selain itu, legenda acapkali tersebar dalam bentuk pengelompokan yang disebut siklus (cycle), yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau suatu kejadian tertentu, dan (3).

Dogeng (folklate). Jika legenda adalah sejarah kolektif (folk history), maka dogeng adalah cerita pendek kolektif kesusastraan lisan. Cerita rakyat Indonesia dapat dikatakan sebagai sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.

Buku Analisis Folklor Tipologi Cerita Laki-Laki Buruk Rupa ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. 

Lihat juga kategori buku-buku yang lain:

Buku Matematika | Buku Psikologi | Buku Filsafat | Buku Agama Islam Buku Kedokteran | Buku Ilmu Komunikasi | Buku Ekonomi | Buku Sosial dan Politik | Buku Bahasa dan Sastra 

Informasi Tambahan

Berat 0.2 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Analisis Folklor Tipologi Cerita Laki-Laki Buruk Rupa”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *