Proposal Penelitian: Jenis, Struktur dan Contoh

cara membuat proposal penelitian
toko buku kuliah
Bagikan

Proposal penelitian memiliki dua kata, yakni proposal dan penelitian. Proposal identik dengan surat pengajuan dana untuk suatu kegiatan terhadap sponsor. Tapi sebenarnya, proposal lebih dari itu, proposal merupakan dokumen yang berisi rancangan yang dibuat untuk mengusulkan suatu kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu individu atau kelompok.

Proposal bisa berupa pengusulan kegiatan yang berupa bisnis, pengajuan dana, kegiatan, sebuah proyek, dan juga penelitian. Kini, kita bahas mengenai proposal penelitian. Proposal penelitian menurut University of Birmingham adalah sebuah ringkasan singkat dan koheren dari penelitian yang diusulkan.

Proposal penelitian biasanya berisikan masalah utama tentang suatu penelitian juga langkah-langkah untuk memecahkan masalah dalam suatu penelitian. Di dalam proposal penelitian, terdapat latar belakang, ide-ide pemecahan masalah, analisis sementara, dan tujuan dari penelitian yang dibuat.

Selanjutnya, bentuk penulisan proposal penelitian ini ditentukan oleh kesepakatan bersama yang berlaku di dalam suatu lembaga penelitian atau lembaga pendidikan yang berisi gagasan yang ditawarkan sebagai solusi atas suatu permasalahan dalam penelitian.

Jenis Proposal Penelitian

Berdasarkan isinya, proposal penelitian dibagi menjadi empat jenis. Berikut ini, 4 jenis proposal penelitian yang perlu dipelajari.

1. Proposal Penelitian Pengembangan

Proposal penelitian pengembangan digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai masalah yang aktual.

Dalam hal ini, kegiatan di dalam proposal penelitian yang diajukan bertujuan pengembangkan dan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan suatu masalah.

Beberapa contoh proposal di antaranya terdapat dalam pengajuan skripsi, tesis, dan disertasi. Contoh proposal penelitian untuk hal tersebut ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menurut aturan format dan sistematika yang berbeda-beda setiap jenisnya.

Berdasarkan hasil penelitiannya, karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berbeda-beda berdasarkan tujuan dan juga jenisnya masing-masing/

Pada dasarnya, kegiatan penelitian termasuk pada proposal ini merupakan jawaban terhadap suatu permasalahan. Sementara itu, proposal penelitian kegiatan pengembangan berupaya untuk menerapkan berbagai temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka

Jenis kedua ialah kajian pustaka biasanya dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.

Biasanya, proposal penelitian berisi telaah pustaka semacam ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau keperluan baru.

Proposal untuk penelitian kajian pustaka dalam hal ini berupa bahan-bahan pustaka diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran-pemikiran atau gagasan baru. Pemikiran atau gagasan baru dalam proposal penelitian tersebut sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari suatu pengetahuan yang sudah ada. 

Kemudian kerangka teori baru pada proposal penelitian itu dapat dikembangkan atau sebagai dasar untuk memecahkan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif

Proposal jenis kualitatif yang dimaksudkan merupakan cara untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci.

Proposal dengan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Sementara, proses dan makna berdasarkan perspektif subyek dalam penelitian ini lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri proposal ini kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam. Biasanya, proposal dengan jenis penelitian kualitatif ini menunjukkan ciri=ciri naturalistik yang penuh keotentikan sehingga menjadi warna tersendiri bagi sifat dan bentuk laporannya.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif

Jenis proposal untuk enelitian kuantitatif pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Proposal penelitian kuantitatif biasanya berangkat dari suatu kerangka teori, dilanjutkan dengan gagasan para ahli, atau pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya.

Kemudian, proposal penelitian kuantitatif dikembangkan menjadi permasalahan-permasalah beserta pemecahan-pemecahan permasalahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran atau verifikasi dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Tujuan Adanya Proposal Penelitian

Tujuan dibuatnya proposal yaitu untuk menguraikan atau menjelaskan maksud atau tujuan diadakannya penelitian secara spesifik dan jelas. Bagian yang dijelaskan di dalam tujuan pada proposal ini biasanya mencakup tujuan utama maupun tujuan tambahan.

Aspek yang paling penting di dalam penelitian yang menyatakan keinginan utama peneliti untuk mendapat persetujuan untuk melakukan kegiatan penelitian yang didasari oleh tujuan penelitian.

Informasi yang disampaikan dalam proposalini kemudian disampaikan di dalam tujuan penelitian berupa jawaban terhadap berbagai masalah penelitian yang dihadapi atau diminati oleh peneliti.

Karena meminta persetujuan dari pihak lain untuk mengadakan sebuah penelitian, maka proposal ini bermaksud memberikan pengertian tentang pentingnya penelitian dan kebutuhan apa saja yang harus ada dan dipenuhi saat menjalankan penelitian.

Akhirnya proposal ini memiliki tujuan untuk dapat memenuhi segala macam kebutuhan yang menunjang penelitian. Kebutuhan yang menunjang dan disusun dalam proposal penelitian ini bisa berupa perizinan, tempat, alat, bahan, literatur, hingga sokongan dari pihak yang dimaksud.

Struktur atau Sistematika

Berbeda dengan proposal lainnya, proposal khusus penelitian memiliki struktur atau sistematika yang lebih kaku. Tujuannya agar proposal memiliki penulisan dan penyusunan secara sistematis.

Ada 7 informasi terkait struktur atau sistematika proposal penelitian sebagai berikut.

1. Nama atau judul

2. Pendahuluan yang memuat: latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan masalah, manfaat masalah, dan keaslian penelitian.

3. Menyusun tinjauan pustaka

Daftar Reseller Buku

4. Menyusun metode penelitian yang digunakan

5. Menetapkan jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian

6. Melengkapi daftar orang-orang yang turut terlibat dalam pembuatan atau penyusunan penelitian

7. Rincian seluruh kegiatan.

Cara Membuat Proposal Penelitian

Agar bisa membuat proposal penelitian dengan baik, penulis harus memahami dan melengkapi aspek-aspek proposal penelitian yang berisi beberapa hal di bawah ini.

BAB I. PENDAHULUAN

Dalam bab pertama pada proposal penelitian, penulis lebih dulu harus menyusun pendahuluan. Dalam pendahuluan terdapat beberapa format, sebagai berikut:

a. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah pada proposal penelitian berisi gambaran tema di lokasi penelitian dan memiliki ikatan secara khusus dengan penelitian yang akan dilakukan. Bagian ini mulai diisi dengan masalah umum, kemudian menunjuk ke masalah yang akan dituju.

b. Rumusan Masalah

Proposal penelitian juga harus mengandung rumusan masalah dan biasanya rumusan masalah yang terdapat pada proposal menggunakan kalimat tanya yang jelas dan tegas. Misalnya terdapat gambaran yang menghubungkan dua variabel atau lebih.

c. Batasan Masalah

Di dalam penelitian, harus memuat batasan masalah. Batasan masalah ini merupakan ruang lingkup penelitian yang di dalamnya akan membahas seputar tema, wilayah yang diteliti atau lokasi tempat penelitian, dan sebagainya.

Batasan masalah dalam proposal penelitian ini harus ditentukan agar penelitian tak melebar sampai ke luar dari tujuan penelitian.

d.Tujuan Penelitian

Proposal penelitian juga harus memuat tujuan penelitian. Tujuan penelitian di dalam proposal penelitian ini dipastikan memiliki tujuan umum yang akan menjawab tema penelitian. Lalu ada pula tujuan khusus yang mencakup tujuan dan rincian umum sesuai dengan pembatasan masalah yang diperhatikan secara opsional.

e. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian pada proposal penelitian biasanya mencakup apa saja manfaat bagi pengguna penelitian tersebut. Baik pengembangan keilmuan dan penelitian pada proposal penelitian harus diungkap sehingga bisa menjadi sebuah kebijakan topik untuk diteliti.

f. Keaslian Penelitian

Proposal penelitian harus diciptakan berdasarkan data asli atau tidak ada unsur plagiarisme. Hal ini penting ada pada penelitian dan proposal penelitian untuk menunjukkan kemampuan penelitian dalam melakukan identifikasi yang relevan dengan penelitiannya sendiri.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Di dalam proposal penelitian, harus terdapat bab tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka di dalam proposal merupakan bagian dimana terdapat penelusuran kepustakaan. Bagian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makalah sebagai buku yang erat kaitannya dengan penelitian, pertanyaan penelitian, sampai masalah apa saja yang akan dibahas pada penelitian tersebut.

Baca lebih lengkap disinu: Tinjauan Pustaka

Berikut ini, kerangka tinjauan pustaka yang harus ada di dalam proposal penelitian.

a. Landasan Teori

Di dalam tinjauan pustaka dalam proposal harus mencakup adanya landasan teori. Landasan teori ini berupa kerangka teori dengan rujukan referensi dari teori para ahli yang ada untuk mendasari hasil pembahasan yang terperinci.

Pastikan bahwa teori yang dipilih sebagai rujukan memiliki kesamaan atau memiliki relevansi dengan variabel penelitian yang akan ditulis.

b. Kerangka Teori

Kerangka teori yang terdapat pada proposal ini berupa teori penelitian. Tujuan dari kerangka teori ini agar kerangka teori yang diajukan dapat membaca semua pustaka yang sudah disiapkan dengan efisien dan efektif.

c. Kerangka Konsep Penelitian

Selain kerangka teori, terdapat pula kerangka konsep penelitian yang di dalam proposal penelitian menjadi aspek yang mendasari masalah pada penelitian yang ditulis. Singkatnya, kerangka konsep penelitian ini bisa dirumuskan dengan kerangka teori yang memiliki hubungan dengan masalah dan penelitian

d. Hipotesis

Terdapat pula hipotesis yang berisi pernyataan singkat yang disimpulkan berdasarkan landasan teori. Hipotesis dalam proposal penelitian nantinya harus sudah diuji kebenarannya dan berdasarkan dengan kaidah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan lebih lanjut.

Baca lebih lengkap tentang hipotesis:

BAB III. METODE PENELITIAN

Pada bab ketiga dalam proposal penelitian akan membahas mengenai metode penelitian. Metode penelitian di dalamnya memuat beberapa hal yang wajib diketahui, sehingga bagian ini dapat tersusun secara rapi dan teratur.

Berikut ini format dalam metode penelitian.

a. Jenis Penelitian

Metode penelitian pada proposal penelitian harus memuat jenis penelitian. Jenis penelitian ini berisi langkah-langkah yang akan dijalankan untuk membuktikan adanya kebenaran dari hipotesis.

b. Populasi dan Sampel

Kedua, dibutuhkan pila populasi dan sampel pada penelitian guna memuat cara pengambilan, besaran, cara mengumpulkan, dan teknik yang dilakukan dalam penarikan sampel. Populasi dalam metode penelitian yang ada di dalam proposal penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian yang meliputi objek dan subjek untuk memenuhi karakteristik tertentu.

c. Variabel

Di dalam proposal pada bagian metode penelitian, harus memuat variabel atau faktor yang akan diteliti dalam penelitian tersebut.

d. Definisi Operasional

Ada pula definisi operasional yang harus dicantumkan di bagian metode penelitian yang bermaksud untuk mendeskripsikan variabel agar tidak berintegrasi ganda. Dengan demikian, maka variabel yang akan diteliti lebih terukur dan bisa diperlihatkan pula berbagai macam variabel yang sesuai dengan tingkat pengukurannya.

e. Instrumen Penelitian

Di dalam proposal penelitian juga harus termuat instrumen penelitian yang berupa alat ukur penelitian atau instrumen, baik berupa checklist atau kuesioner yang menjadi panduan untuk observasi atau wawancara.

f. Teknik Pengolahan Data

Selanjutnya, proposal penelitian juga harus memuat teknik pengolahan data yang digunakan dengan maksud agar penulis bisa mengolah data yang sudah didapat sebagai informasi untuk mengambil kesimpulan penelitian.

g. Metode Analisis Data

Dibutuhkan pula metode analisis data pada proposal penelitian yang berisi tentang kegiatan analisis data, seperti persiapan, tabulasi, hingga aplikasi data.

h. Keterbatasan (batasan penelitian)

Keterbatasan pada penelitian di metode penelitian juga harus termuat untuk mengungkap kelemahan yang ada di dalam pembahasan bab ini. Secara umum, tidak ada penelitian yang sempurna, tetapi tetap disajikan secara teknis keterbatasan dengan tujuan agar tetap menunjukkan adanya dampak secara metodologis dan substantif.

i. Daftar Pustaka

Hal yang terpenting adalah daftar pustaka. Daftar pustaka menjadi keterangan bacaan yang berisi sumber atau rujukan dalam menulis proposal penelitian. Biasanya, daftar pustaka dalam metode penelitian berasal dari teks buku, artikel, jurnal yang relevan, majalah, dan sebagainya.

j. Lampiran

Terakhir, di dalam metode penelitian pada sebuah proposal penelitian juga harus dilengkapi dengan lampiran. Lampiran disertakan sebagai informasi yang dimanfaatkan saat penelitian terlaksana. Termasuk melampirkan surat perizinan penelitian, kuisioner, peta, dan banyak data pendukung lainnya yang ditulis di dalam lampiran.

KESIMPULAN DAN PENUTUP

Bagian akhir dari proposal adalah kesimpulan dan penutup. Di dalam kesimpulan dan penutup pada proposal ini berisi kesan bahwa penelitian ini bisa dimengerti dan diterima. Tak hanya itu, jika terdapat saran dan pertanyaan, penulis bersedia menerima di sidang akhir nanti guna untuk menyempurnakan dan mendapat koreksi serta masukan yang memungkinkan adanya tambahan dalam pengajuan proposal penelitian.

Perbedaan Proposal Penelitian dan Proposal Kegiatan

Tentu ada perbedaan antara proposal untuk penelitian dan proposal untuk kegiatan lainnya. Hal ini karena proposal dibuat tergantung tujuan pembuatannya. Proposal untuk penelitian dibuat karena kaitannya dengan banyak orang dan berkaitan dengan suatu kepentingan.

Sementara itu, proposal kegiatan dibuat untuk mengajukan sebuah permintaan atau persetujuan tentang kegiatan yang akan dilangsungkan suatu kelompok, misalnya seminar, konser, dan lain sebagainya.

Selain itu, perbedaanya sistematika proposal penelitian dibuat lebih baku dan kaku serta terstruktur, sementara proposal kegiatan lebih santai dan fleksibel, tergantung keperluan penyusunannya.

Contoh Judul Proposal Penelitian

Ada beberapa proposal penelitian yang bisa dijadikan referensi atau gambaran, di antaranya:

1. “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa di Pabrik Gula”

2. “Analisis Stabilitas Tegangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin”

3. “Analisis Perkembangan dan Pertumbuhan pada Anak Usia Sekolah Dasar”

4. “Pengembangan Ekstrakurikuler di Madrasah Diniyah Kota Semarang, Jawa Tengah”

5. “Deskripsi Tingkat Solidaritas Masyarakat Ditinjau dari Kegiatan Warga”

6. “Pengaruh Audit Internal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Studi Kasus pada PT Hero Supermarket, TBK”

7. “Analisis Yuridis Keamanan Penumpang Pesawat udara pada Penerbangan Domestik Studi Penelitian Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Tangerang”

8. “Analisis Hubungan Antara Lingkungan Sosial dan Status Ekonomi Keluarga dan Tingkat Pendidikan Terkait dengan Kejahatan di Desa Sukamulya”

9. “Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Menggunakan Influencer Melalui Media Sosial Instagram”

10. “Hubungan Model Pengasuhan Orang Tua dengan Pola Perilaku Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Pati”

Contoh Kata Pengantar

Bagi penulis baru, tentu kesulitan untuk merancang kata pengantar pada proposal riset atau penelitian. Berikut ini, ada beberapa contoh kata pengantar pada yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Kata Pengantar 1

Segala puji bagi Allah, Sang Maha Pencipta dan Pengatur Alam Semesta, berkat Ridho-Nya, penulis akhirnya mampu menyelesaikan proposal yang berjudul “Deskripsi Tingkat Solidaritas Masyarakat Ditinjau dari Kegiatan Warga”.

Dalam menyusun proposal makalah ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang dihadapi penulis alami. Namun karena adanya dukungan, dorongan, dan semangat dari orang terdekat, penulis mampu menyelesaikan berbagai kesulitan dan hambatan tersebut. Oleh karena itu, penulis berterima kasih sedalam-dalamnya kepada:

– Orang tua, atas semua doa dan bantuan finansial untuk menyelesaikan proposal penelitian

– Teman-teman yang terlibat dalam perancangan penelitian ini.

– Dosen dan para civitas yang memberi dukungan dan masukan sehingga penulis mampu menyelesaikan proposal penelitian dengan baik.

Akhir kata, penulis berharap semoga proposal penelitian ini berguna bagi para pembaca dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Contoh Proposal Penelitian

Judul Proposal Penelitian: “Pengaruh Aktivitas dengan Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Playen”

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Keberadaan game online yang saat ini semakin merajalela membuat motivasi belajar setiap siswa berkurang karena terlalu asyik bermain game online. Akibatnya, game online menjadi hal yang candu dan fatal bagi siswa sehingga berisiko membentuk karakter anak yang kurang sadar tentang pentingnya pendidikan.

Permasalahan ini kemudian akan menghambat pencapaian tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dari sikap belajar yang harus dipatuhi dan dipenuhi dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, penulis berupaya membuat proposal penelitian dengan judul “Pengaruh Aktivitas dengan Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Playen”

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang terdapat pada proposal penelitian ini yakni:

– Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Bangun?

Batasan Masalah

Penulis membuat batasan masalah pada proposal penelitian ini, di antaranya:

– Tingginya intensitas waktu bermain game online yang dilakukan siswa kelas X A-E SMA N 1 Bangun

– Rendahnya tingkat motivasi belajar siswa kelas X A-E SMA N 1 Bangun

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Bangun.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat yang diperoleh, ai antaranya

Manfaat Teoritik:

– Untuk menambah referensi terhadap kajian terkait hubungan pengaruh perkembangan teknologi terutama game online pada minat belajar siswa.

– Sebagai bahan acuan referensi pada penelitian sejenis di masa mendatang.

Manfaat Praktis:

Penelitian ini juga bermanfaat untuk pemahaman orang tua murid tentang pengaruh perkembangan teknologi terutama game online pada minat belajar siswa.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar. Hal ini dapat menjamin kelangsungan dan memberi arah pada kegiatan motivasi belajar siswa dengan tujuan agar tujuan pendidikan negara dapat tercapai.

Menurut Koswara (2002), siswa belajar karena didorong kekuatan mental. Kekuatan tersebut berupa keinginan, perhatian, dan cita-cita di dalam diri seseorang.

Sebagai acuan ditulisnya proposal ini, peneliti menggunakan rujukan beberapa penelitian terdahulu di antaranya “Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA N 2 Magelang” yang ditulis oleh Muhammad Hanafi.

Kedua, yakni penelitian dari Pertiwi dan Hidayati dengan judul “Kecanduan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar pada Remaja di SMA Muhammadiyah 1 Semarang”.

Kesamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah meneliti pengaruh majunya teknologi terhadap motivasi belajar siswa. Perbedaannya, penelitian ini objeknya adalah game online, sementara penelitian terdahulu terfokus pada media sosial.

BAB II

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada proposal ini adalah penelitian deskriptif. Cara penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif sehingga didapatkan data yang hasilnya berupa rangkaian kata dan kalimat

Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel yang akan diambil pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X A-E di SMA N 1 Bangun. Selanjutnya, pengambilan sampel digunakan menggunakan teknik snowball sampling.

Instrumen Penelitian

Penelitian yang berdesain deskriptif ini dilakukan dengan cara pendekatan kualitatif. Maka instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, dan disertai dengan dokumentasi.

Teknik Pengolahan Data

Peneliti akan mengambil sampel menggunakan teknik snowball sampling dan mengumpulkan data dari siswa tersebut kemudian mengolah datanya dengan menghubungkan hasil sampel dengan objek yang dikehendaki. Teknik dilakukan melalui tiga tahap kegiatan yakni, sampel, reduksi, dan penarikan kesimpulan dari data.

Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara interaktif.

DAFTAR PUSTAKA 

Dimyati dan Mudjiiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran: Rineka Cipta. Jakarta.

Hanafi, Muhammad. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA N 2 Magelang. Semarang: Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang.

Pertiwi, Sinta Ayu Bhakti, dan Eni Hidayati. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMA N 2 Magelang. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Cendekia Utama

Baca Artikel Terkait lainnya:

Belajar jualan online
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang