fbpx
flash sale toko buku deepublish

Prinsip Apakah Yang Diterapkan dalam Ekonomi Islam?

prinsip yang diterapkan dalam ekonomi islam
toko buku kuliah

Prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam? barangkali kamu sedang mencari tahu terkait prinsip ekonomi islam. membicarakan tentang ilmu pengetahuan, memang tidak akan habis di bahas satu per satu.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan mencoba menjawab pertanyaan kamu terkait prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam. secara umum, ilmu ekonomi adalah cabang ilmu yang paling mendasar dan penting.

Pastinya juga sangat dibutuhkan oleh manusia. Karena tanpa adannya roda perekonomian, maka sulit rasanya menemukan transaksi. Dimana dari transaksi inilah yang memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan pangan.

Mengingat peran perekonomian sangat erat dan menjadi bagian dari hidup. butuh yang namannya pengendalian. Yaitu pengendalian yang mengatur sekalig mengontrol. Dalam kontrol dan aturan ekonomi itu sendiri ada yang dilakkan dengan cara umum dan dalam cara islam.

Terkait dengan prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam sebenarnya ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi. Penasaran bukan, langsung berikut ulasannya.

3 Prinsip Yang Diterapkan dalam Sistem Ekomi Islam

Poin yang masuk ke dalam pertanyaan tentang prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam ada tiga. Ketika poin inilah sistem dari prinsip islam yang tidak kalah penting. Jika di analogikan, prinsip sistem ekonomi islam ini sebagai badan atau dinding dari bangunan perekonomian islam.

Ada tiga prinsip sistem ekonomi islam ang terdiri dari multiple ownership, freedom to act dan social justice. Ketiga prinsip inilah yang tidak kalah penting dikuasai dan dipelajari secara tuntas.

1. Multiple ownership

Multiple ownership atau yang disebut dengan kepemilikian multi jenis ini adalah cabang dari nilai-nilai tauhid dan dan keadilan. Dengan kata lain, islam mengakui hak miliki barang atau apapun. islam mengakui akan hak pribadi, hak kelompok ataupun hak secara nasional. Terlepas dari semua hak ang di akui, secara prinsip tetap hak yang sesungguhnya pada pada Allah SWT.

2. Freedom to act

Freedom to act atau yang kita kenal dengan kebebasan bertindak atau berusaha. Dimana di sini terbentuk atas dasar nilai nubuwwah ‘adl dan khilafah. Ketika dua hal ini terbentuk, maka mempraktekan pertanyaan tentang prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam sudah tidaklah sulit.

3. Social justice

Kunci kesuksesan dan keberhasilan prinsip ekonomi islam dalah karena terwujudnya keadilan sosial. Orang yang memiliki keadilan sosial, sudah memiliki pondasi dan nilai khilafah dan ma’ad. Dimana ketika dua nilai ini berkolaborasi, itu mengartikan bahwa pemerintah memiliki hak dan tanggung jawab secara penuh demi menjaga keseimbangan sosial bagi masyarakatnya.

Baca juga : Bedah Latar Belakang Lahirnya Kompilasi Hukum Islam (KHI)

Prinsip dan Teori Islam Sebagai Pondasi Ekonomi Islam

Prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam tidak serta merta membicarakan dunia ekonomi secara umum. Lebih spesifik lagi. Ternyata secara tidak langsung pun sebenarnya kita juga akan belajar filosofi. Nah, sebelum benar-benar mehami dan menguasai betul prinsip ekonomi islam, kamu pun harus tahu pondasi ekonomi islam itu sendiri.

Seperti halnya sebuah bangunan, pertanyaan prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam tidak akan jalan jika hanya berbentuk sebuah pertanyaan. Nah, agar pertanyaan tersebut tidak sebuah pertanaan tanpa action, maka dibutuhkan yang namannya pondasi.

Secara umum, nilai pondasi tersebut mada lima. Dimana kelima prinsip ekonomi islam di bawah ini memiliki nilai universal yang meliputi beberapa sebagai berikut.

1. Tauhid – Keimanan

Tanpa tauhid prinsip ekonomi islam sulit tegak. Segala sesuau tanpa di dasari oleh keimanan, akan mudah sekali menyimpang dari yang seharusnya. Bahkan penyimpangan yang tidak disertai dengan keimanan, harusnya memiliki beban berat, saat dilakukan terasa ringan. Di poin inilah penting sekli seseorang harus memiliki rasa tanggungjawab kepada Allah di akhirat nanti.

2. Adl – keadilan

Sesuai dengan poinya, keadilan menjadi sentral fokus dalam membangun prinsip ekonomi islam. dalam praktek menjalankan roda perekonomian, tidak dapat dipungkiri potensi dan peluang melakukan kecurangan dan meraup untung lebih besar. Jika kecurangan seperti ini menjadi hal yang biasa dan umum, maka perlu dilakukan pengkajian. Karena kunci menegakan prinsip ekonomi islam salah satunya adalah menegakan keadilan.

3. Nubuwwah – kenabian

Nubuwwah atau kita lebih familiar dengan istilah kenabian. Di era sekarang memang sudah tidak ada nabi seperti halnya Rosulullah SAW. Paling tidak perangai dan akhlak Nabi dijadikan sebagai contoh atau teladan dalam menjalankan roda perekonomian.

4. Khalifah – pemerintah

Prinsi yang diterapkan dalam ekonomi syariah, salah satunya membangun pondasi pemerintahan yang baik dan bertanggungjawab. Bagaimanapun juga, sistem pemerintahan menjadi keputusan penentu segala keputusan.

5. Ma’ad – hasil

Jika di artikan, ma’ad dalam perekonomian disebut dengan laba. Laba yang di peroleh harusnya di dapatkan dengan cara yang baik, tidak dengan cara curang. Dalam menjalankan perekonomian, tidak dapat dipungkiri jika banyak cara-cara curang demi mendapatkan hasil yang banyak.

Banyak pula yang mementingkan orang lain, demi kepentingan pribadi. Hal-hal seperti inilah yang perlu dihindari. Karena hasil yang tidak baik akan mempengaruhi penilaian Tuhan kepada sikap. Secara akhlak pun juga tidaklah disarankan.

Dari kelima prinsip ekonomi islam, maka erat kaitanna dengan dukungan kepemilikan multi jenis, kebabasan bertindak atau berusaha dan karean serta keadilan sosial. Dimana ketiga pembangun tersebut yang kemudian disebut dengan prinsip derivative.

Baca juga : 4 Sumber Hukum Islam yang Perlu Diketahui

Perilaku Islam Dalam Bisnis dan Ekonomi

Prinsip apakah yang diterapkan dalam eknomi islam? tentu saja nanti kamu akan mempelajari tentang perilaku islam dalam bisnis dan ekonomi. Sayangnya dalam menjalankan bisnis dan ekonomi, butuh yang namannya akhlak yang baik.

Keberadaan akhlak inilah dianalogikan sebagai atap sebuah bangunan. Atau jika dilihat dari perspektif atas, maka akhlak sebagai cover dari luar, yang tercermin dalam sebuah sikap atau perilaku. Dilihat dari perspektif yang lain lain, maka akhlak sebagai pelindung dari bangunan itu sendiri. Prinsip sebuah pelindung adalah melindungi bangunan dari ancaman dari luar ataupun dari pemikiran-pemikiran di luar sana yang berseliweran.

Akhlak menjadi cermin diri. Jika struktur bangunan bangunan itu baik, tentu saja akhlak yang ditampakkan pun juga akan terlihat baik. Berlaku sebaliknya. Dengan kata lain, struktur dan susunan pondasi dan bangunan itu sendiri menjadi elemen yang tidak bisa terpisahkan satu sama lain.

Dari beberapa ulasan tentang prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam di atas bisa menjadi catatan. Tentu saja catatan yang memberikan wawasan dan pemahaman baru tentang prinsip ekonomi islam. Nah, buat kamu yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang prinsip ekonomi islam, kamu pun bisa membaca buku secara mandiri.

Apalagi buku-buku saat ini banyak ditemukan. Di Internet pun juga banyak yang menjelaskan dan mengulas tidak kalah lengkap dan detail. Semoga artikel tentang prinsip apakah yang diterapkan dalam ekonomi islam ini bermanfaat.

Kamu dapat mempelajari lebih dalam tentang Ekonomi Islam dengan membaca buku-buku berikut ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang