VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Populasi dan Sampel: Arti, Perbedaan dan Teknik Pengambilan

populasi-dan-sampel
toko buku kuliah

Populasi dan Sampel, Penjelasan pengertian menurut para ahli, Karakteristik , Perbedaan dan Teknik Pengambilan sampel – Apakah kalian pernah mendengar populasi dan sampel? Mungkin kalian sudah tahu kalau dalam melakukan penelitian terdapat beragam metode yang bisa digunakan.

Ragam metode ini dipilih tentunya bergantung dengan jenis penelitian kalian. Salah satu dari dua jenis penelitian yang cukup memerlukan kecermatan, lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif.

Mengapa kecermatan diperlukan lebih untuk jenis penelitian ini? Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang hasil analisis datanya diperoleh melalui perhitungan matematis. Data-datanya berupa angka dan disajikan dalam bentuk grafik atau diagram. 

Dalam penelitian jenis ini kalian akan mengenal istilah populasi dan sampel. Populasi dan sampel memang merupakan istilah yang erat kaitannya dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif tidak cukup familiar dengan kedua istilah ini. Istilah yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif adalah seperti situasi sosial dan hal-hal lainnya yang menjadi sumber perolehan data. 

Populasi dan sampel dalam penelitian kuantitatif bisa dibilang menjadi dua hal penentu dalam penelitian.

Keduanya dapat memberikan jawaban dari hasil penelitian yang kalian lakukan. Nah, dalam artikel ini kalian akan mempelajari apa sih populasi dan sampel itu? Dan mengapa keduanya sangat penting dalam penelitian? Langsung saja, simak baik-baik di bawah ini, ya!

populasi-dan-sampel
sumber: vectorstock

Pengertian Populasi dan Sampel

Baik populasi dan sampel keduanya merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sederhananya sampel penelitian dapat diartikan sebagai bagian dari populasi dan merupakan wakil dari anggota populasi yang diteliti. 

Keduanya menjadi hal yang sangat menentukan hasil penelitian karena dapat memberikan generalisasi pada hasil penelitian yang didapat. Oleh karenanya, penting sekali untuk kalian dapat bersikap cermat dan teliti dalam menentukan besaran populasi dan sampel yang akan digunakan. Bahkan hal tersebut harus sudah kalian perhatikan dengan matang jauh sebelumnya.

Pengertian Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli

Populasi

Populasi dapat diartikan sebagai subyek pada wilayah serta waktu tertentu yang akan diamati atau diteliti oleh peneliti. 

  1. Sugiyono mengartikan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
  2. Gulo menyebutkan populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan dari satuan analisis yang merupakan sasaran penelitian.
  3. Margono mengartikan populasi sebagai seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup juga waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. 
  4. Arikunto mendefinisikan populasi sebagai keseluruhan objek penelitian atau totalitas kelompok subjek, baik manusia, gejala, nilai, benda-benda hingga peristiwa yang menjadi sumber data suatu penelitian. 

Sampel

Hampir semua ahli memiliki pandangan yang sama tentang sampel yakni merupakan bagian dari populasi. 

  1. Sugiyono menyebut sampel sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. 
  2. Gulo memiliki pengertian yang sama dengan Sugiyono tentang sampel yaitu himpunan bagian atau subset dari suatu populasi. 
  3. Arikunto pun menyebut hal yang sama yaitu sampel sebagai bagian atau wakil dari populasi yang diteliti.

Selengkapnya : Pengertian Populasi dan Sampel dalam Penelitian Kuantitatif

Perbedaan Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel merupakan dua hal yang berbeda. Meskipun begitu ada beberapa orang yang sulit membedakan keduanya sehingga akhirnya tertukar.  Untuk memahami perbedaan keduanya kalian harus memahami juga bahwa terdapat beberapa hal yang dapat membedakan populasi dan sampel. 

1. Perbedaan populasi dan sampel yang pertama dapat dilihat dari pengertian keduanya.

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti sementara sampel merupakan bagian dari populasi itu sendiri.

2. Perbedaan kedua adalah melihat dari fokus kerjanya.

Fokus dari populasi adalah identifikasi karakteristik anggota populasi sementara fokus dari sampel adalah pendugaan atau generalisasi karakteristik yang sudah ditentukan melalui populasi. 

3. Perbedaan ketiga adalah pada pengumpulan datanya.

Data populasi mengingat cakupannya yang luas dapat dilakukan melalui kegiatan seperti sensus. Sementara sampel akan lebih efektif pengumpulan datanya apabila menggunakan survei.

Karakteristik Sampel

Karakteristik sampel mengacu pada sifat-sifat yang harus dimiliki oleh sampel. Terdapat dua karakteristik sampel yaitu akurasi dan presisi.

1. Akurasi

Akurasi berarti sejauh mana sampel didapatkan tanpa adanya bias sampel.

Sampel, apabila diambil dengan benar maka ukuran perilaku, sikap hingga pengetahuan dari beberapa elemen sampelnya akan memiliki hasil kurang dari variabel pengukuran yang diambil dari populasi yang sama.

2. Presisi

Karakteristik kedua adalah presisi. Presisi berkaitan dengan ketepatan atau ketelitian.

Presisi ini mengacu pada seberapa dekat taksiran sampel dengan karakteristik populasi. Semakin tinggi tingkat presisi maka semakin besar kemungkinan sampel yang didapat bersifat representatif terhadap populasi. 

Teknik Pengambilan Sampel

Terdapat beragam teknik pengambilan sampel yang bisa kalian gunakan. Ragam teknik pengambilan sampel ini kalian gunakan tentunya bergantung dengan tujuan penelitian kalian ingin mencari hasil seperti apa. 

Secara garis besar, teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua yaitu probability sampling (random sampel) dan non-probability sampling (non-random sampel).

Masing-masing dari keduanya memiliki macam jenis pengambilan sampel lagi. Lebih lanjut akan dibahas di bawah ini. 

Probability Sampling

Biasa disebut juga dengan random sampel atau teknik pengambilan sampel secara acak. Teknik pengambilan ini berarti memberikan seluruh anggota populasi kesempatan yang sama untuk menjadi sampel terpilih. Penggunaanya biasa digunakan untuk populasi dengan jumlah atau besaran anggota yang bisa ditentukan terlebih dahulu. 

Beberapa model atau  jenis lain dari teknik pengambilan random sampel, yaitu:

1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

simple-random-sampling
sumber : questionpro.com

Merupakan jenis teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak dengan cara sederhana melalui pengundian atau pendekatan bilangan acak. Kelebihan dari penggunaan model ini adalah dapat mengurangi bias atau kecenderungan berpihak pada suatu anggota populasi tertentu. Kelebihan lainnya yaitu dapat mengetahui secara langsung adanya kesalahan baku (standard error) dalam penelitian. Meski begitu model ini memiliki kelemahan yaitu rendahnya jaminan mengenai sampel yang terpilih apakah dapat bersifat representatif. 

2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis  (Systematic Random Sampling)

Systematic-sampling
sumber : questionpro.com

Pengambilan sampel melalui model ini berarti menetapkan sampel awal secara acak tetapi untuk sampel selanjutnya dipilih secara sistematis melalui cara dan pola tertentu. Pola umum dari pengambilan sampel teknik ini adalah melalui bilangan kelipatan dari jumlah anggota populasi yang akan diambil. Misalnya, diambil sampel dari populasi dengan jumlah 50. Setiap orang yang masuk urutan kelipatan 5 akan diambil sebagai sampel artinya, orang ke-5, 10, 15, 20, dan seterusnya akan dijadikan sampel penelitian hingga orang ke-50.  

3. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)

stratified-random-sampling
sumber : questionpro.com

Pengambilan sampel acak berstrata berarti melakukan penentuan sampel dengan menetapkan pengelompokan anggota populasi melalui kelompok tingkatan tertentu. Misalnya penelitian terhadap tingkat membaca anak sekolah yang dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikannya. Tingkatan dari kelompok tersebut akan ditentukan dari kelompok anak sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas atau sebaliknya.

4. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area atau Wilayah (Cluster Random Sampling)

Sesuai dengan namanya model pengambilan sampel ini menentukan sampel berdasarkan kelompok wilayah atau area dari suatu populasi tertentu. Model pengambilan sampel ini mengelompokkan objek penelitian menurut suatu area tempat domisili populasi. Tujuannya antara lain untuk meneliti suatu hal yang ada hingga menjadi ciri khas dari satu wilayah tertentu. Misalnya peneliti ingin mengetahui tingkat partisipasi masyarakat kota Semarang terhadap program pemerintah daerah. Peneliti akan menentukan sampel dari wilayah-wilayah yang tersebar di kota Semarang. Baik pada tingkat kecamatan, desa, hingga dusun.

Non-Probability Sampling

Berkebalikan dengan teknik probability sampling, teknik pengambilan sampel ini tidak memberikan kesempatan atau peluang yang sama bagi setiap anggota populasi yang dipilih. Teknik sampling jenis ini biasanya digunakan untuk populasi yang besaran anggota populasinya belum atau tidak dapat ditentukan terlebih dahulu. Macam dari teknik pengambilan sampel non-probability sampling di antaranya adalah:

1. Purposive Sampling

Adalah teknik penentuan sampel yang didasarkan pada pertimbangan peneliti mengenai sampel-sampel yang paling sesuai serta dianggap bersifat representatif. Teknik pengambilan dengan  purposive sampling cenderung memiliki sampel dengan kualitas yang tinggi. Karena peneliti sebelumnya telah membuat batas atau kriteria tertentu secara jelas mengenai sampel yang akan dipilihnya. Misal seperti ciri demografi, gender, jenis pekerjaan, umur, jenjang pendidikan dan lain sebagainya. Teknik ini termasuk teknik pengambilan sampel yang cukup sering dapat kalian jumpai dalam penelitian. 

2. Snowball Sampling

Biasa juga dikenal dengang nama teknik pengambilan sampel bola salju. Teknik pengambilan sampel ini digunakan melalui wawancara secara korespondensi. Artinya peneliti bisa meminta informasi dari sampel pertama untuk mendapatkan sampel berikutnya demikian seterusnya hingga akhirnya kebutuhan sampel terpenuhi. Teknik pengambilan sampel bola salju biasa digunakan untuk penelitian dengan sampel yang sifatnya sensitif dan membutuhkan privasi dari respondennya. Misal seperti penderita HIV, penyintas kekerasan seksual dan lain sebagainya. 

3. Accidental Sampling

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara tidak sengaja (accidental). Peneliti dalam melakukan accidental sampling akan mengambil sampel melalui orang yang  kebetulan ditemuinya saat itu juga. Misalnya penelitian dilakukan pada kelompok orang-orang yang sedang berbelanja di suatu pusat perbelanjaan, peneliti cukup menunggu di beberapa tempat di pusat perbelanjaan tersebut lalu menetapkan sampel pada siapapun orang yang melakukan aktivitas belanja tanpa melihat unsur-unsur lain yang menyertainya seperti umur, gender, profesi, dan lain sebagainya. .

4. Quota Sampling

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu jumlah atau kuota dari sampel yang akan diambil. Prinsip penentuan dari kuota sampling sama dengan accidental sampling. Bedanya hanya jumlah atau kuota dari sampelnya sudah lebih dulu ditentukan. Kelebihan penggunaan teknik ini adalah sifatnya yang praktis karena sampel penelitian sudah dapat diketahui sebelumnya. 

Cara Menentukan Sampel Berdasarkan Populasi

Terdapat beberapa cara untuk menentukan jumlah sampel dari suatu populasi. Cara ini biasanya juga disebut dengan rumus atau formula. Beberapa rumus yang sering digunakan di antaranya adalah Rumus Slovin dan Rumus Jacob Cohen. Pemilihan penggunaan kedua rumus ini tergantung dengan situasi sampel yang ada. Penjelasannya lebih lengkap ada di bawah ini:

1. Rumus Slovin

Merupakan rumus atau formula untuk menghitung jumlah sampel minimal. Penggunaan rumus Slovin dilakukan untuk populasi yang jumlahnya sudah diketahui secara pasti. Rumus Slovin biasa digunakan dalam penelitian dengan jumlah sampel yang sangat besar dengan metode survei. Tujuan penggunaan rumus ini adalah untuk mendapatkan sampel sesedikit mungkin tetapi dapat mewakili keseluruhan populasi.  

Notasi dari rumus ini adalah:

rumus Slovin

n berarti sampel yang dicari; N adalah jumlah populasi, e adalah tingkat kesalahan yang diambil dari nilai presisi. Apabila nilai presisi atau ketepatannya adalah 95% maka tingkat kesalahannya adalah 5% atau 0,05.

2. Rumus Jacob Cohen

Rumus ini dikemukakan oleh Jacob Cohen dan digunakan untuk pengambilan sampel yang belum diketahui jumlah populasinya. Cohen menetapkan ukuran sampel berdasarkan teknik analisis data yang digunakan. Menurutnya, terdapat empat faktor yang menjadi penentu untuk menetapkan ukuran sampel yaitu ukuran sampel, significance, directionality, dan ukuran efek. 

Notasi dari rumus Jacob Cohen adalah sebagai berikut: 

Rumus Jacob Cohen

N merupakan ukuran sampel yang dicari; t merujuk pada tabel signifikansi yaitu 1% dari banyaknya variabel yang terkait dalam penelitian; f2 adalah ukuran efek (effect size); u adalah banyaknya variabel dalam penelitian. 

Nah itu dia penjelasan tentang populasi dan sampel. Semoga bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang