Perbedaan CV dan Portofolio Beserta Contoh

perbedaan cv dan portofolio
toko buku kuliah

Perbedaan CV dan Portofolio – Baru lulus kuliah atau lulus sekolah? Pastinya kamu sedang disibukan melamar kerja. Berbicara tentang dunia kerja, sekarang memang tidak seperti dulu lagi. Sekarang persaingan semakin ketat. Saat sudah masuk ke perusahaan, kamu pun dituntut untuk kreatif dan menemukan sebuah terobosan dan sesuatu yang menarik. 

Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang mencari pelamar yang memiliki kreatifitas, keterampilan dan pengalaman. Nah, apakah kamu salah satu orang yang disebutkan tadi? Jika jawabannya “iya” barangkali ada diantara kamu sering ditolak oleh perusahaan? Padahal kamu memiliki keterampilan, kreativitas dan pengalaman? Kenapa masih ditolak? 

Memang ada banyak alasan kenapa lamaran kerja tidak diterima. Ada yang dipengaruhi oleh kecocokan keterampilan, ada yang faktor usia, ada juga yang dipengaruhi oleh faktor tidak sesuai dengan lowongan yang mereka cari.

Mungkin ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui saat ingin memasukan lamaran ke perusahaan. Pastikan kamu menulis CV dan portofolio yang pas dan sesuai dengan permintaan perusahaan. Lantas, CV dan portofolio yang seperti apa sih? kamu bisa simak sebagai berikut. 

Apa Itu CV

Apa itu CV? Jika dilihat dari pengertian umum, CV diambil dari Curriculum Vitae (CV) yang memiliki arti dan makna Resume. Ada juga yang menyebutnya dengan Daftar Riwayat Hidup. Sesuai dengan namanya, CV berisikan gambaran diri kamu. Semacam lembar self branding diri. Berikut ada beberapa hal tentang CV

1. Singkat Tetapi Menarik 

Agar CV mampu meningkatkan kegantengan dan kecantikan secara prestasi diri kamu, maka perlu disusun semenarik dan seefektif mungkin. Tidak perlu ditulis terlalu panjang berpuluh-puluh lembar. Cukup ditulis singkat tetapi menarik. 

2. Buat Kesan Baik

Curriculum Vitae adalah lembar pertama yang akan dicek oleh pihak HRD atau personalia. Personalia yaitu seorang yang akan menyeleksi kamu. Mereka tidak langsung bertatapan langsung dengan kamu, tetapi hanya bertatapan langsung pada CV dan portofolio yang kamu buat. Maka tidak heran jika CV ini sangat krusial. Jadi CV sebagai sarana untuk membentuk kesan pertama, jika CV baik tentu kesan pertama akan baik, berlaku sebaliknya. 

3. Sebagai Self-branding

Tips membuat CV, buatlah secara self-branding, tunjukan kelebihan dan keunggulan kamu dibidang yang ingin kamu lamar. Tunjukan keterampilan dan keahlian kamu di sini. Tujuannya jelas, agar menarik perhatian pihak penyeleksi. Untuk lebih lengkap bagaimana cara pembuatannya dapat disimak di sub bab dibawah ini ya. 

5. berisikan pencapaian yang pernah diraih 

CV dapat pula diartikan sebagai dokumen yang berisi ringkasan tentang diri kamu. Secara umum, isi yang disampaikan berisikan tentang hal apa saja yang sudah pernah dicapai, yang pernah diraih dan pengalaman yang memiliki relevansi dengan bidang yang hendak dilamar. 

6. Sebagai promosi kemampuan diri kamu

Resume boleh juga menuliskan bahwa kamu pribadi yang pas dan cocok sesuai yang diinginkan perusahaan loh. Dengan kata lain, CV adalah gambaran dari personifikasi atau gambaran tentang diri kamu yang fokus pada kelebihan dan citra baik.

Apa Itu Portofolio 

Jika di bab sebelumnya sudah berkenalan dengan CV, maka di bab ini kita akan mengulas portofolio. Portofolio salah satu dokumen yang tidak kalah penting saat melamar pekerjaan. Secara umum, portofolio adalah dokumen yang disusun secara rapi. 

Portofolio ternyata tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi saja saja loh, tetapi juga dapat pula digunakan untuk organisasi, lembaga, kelompok bahkan perusahaan. Portofolio itu sendiri dapat difungsikan sebagai laporan lengkap yang berisi aktivitas yang memiliki nilai selling point.

Portofolio dalam dunia kerja juga sangat menentukan akan diterima atau tidaknya si pelamar. Ditinjau dari segi fungsinya, portofolio dapat digunakan untuk menuliskan capaian-capaian yang sudah pernah dilakukan. Setidaknya dari hasil portofolio yang ada, menunjukan apakah si pelamar berkompeten atau tidak. 

Jadi buat kamu yang memiliki pengalaman kerja dan pencapaian yang baik, jangan hanya disimpan untuk diri sendiri. Tidak ada salahnya kamu menuliskannya ke dalam portofolio. Menuliskan pengalaman kerja dan pencapaian terbaik di portofolio bukanlah sombong. Itulah yang disebut dengan self branding. 

Dimana dari self branding adalah meningkatkan citra baik dan menawarkan potensi kepada perusahaan, bahwa kamu layak diterima kerja. Semakin menarik pengalaman kamu, tentu saja pihak HRD juga akan tertarik bekerjasama dan menerima kamu sebagai tim.

Baca selengkapnya tentang : Pengertian Portofolio dan Contohnya

Perbedaan CV Dan Portofolio 

Setelah melihat apa itu CV dan Portofolio, keduanya terlihat mirip. Mungkin ada diantara kalian yang merasa bingung, apa saja sih perbedaan dari CV dan portofolio? Karena dua dokumen ini harus ada saat melamar kerja, dan agar tidak terjadi ketimpangan. Yuks, intip perbedaan keduanya. 

A. Curriculum Vitae (CV)

Jika dilihat secara spesifik, CV memiliki isi yang berbeda dibandingkan dengan portofolio. Agar mudah dipahami, dapat dilihat sebagai berikut. 

1. Menuliskan biodata 

Tentu saja kamu harus menuliskan biodata kamu. Ada yang bingung penulisan biodata yang lengkap itu bagaimana? Kamu bisa intip unsur yang bisa kamu tulis di dalam biodata. 

  1. Nama lengkap 
  2. Tempat tanggal lahir 
  3. Tempat tinggal 
  4. Nomor yang dapat di hubungi 
  5. Anak dari berapa bersaudara 

2. Menuliskan latar belakang pendidikan

Penting juga menuliskan latar belakang pendidikan dari SD, SMP, SMA/K hingga perguruan tinggi. penulisan latar belakang pendidikan ternyata dapat dianalisis oleh pihak personalia atau HRD loh. Yah, meskipun banyak juga latar belakang pendidikan hanya sebagai isian CV saja. Intinya, tergantung kebijakan seleksi dari masing-masing perusahaan. 

Saat menuliskan latar belakang pendidikan, jangan lupa menuliskan tahun masuk dan tahun kelulusan. Karena tahun masuk dan kelulusan juga dapat mengetahui apakah secara akademik si pelamar lulus tepat waktu, atau yang lama lulusnya.  

3. Mencantumkan latar belakang organisasi 

Jika kamu seorang yang aktif mengikuti banyak organisasi, baik itu organisasi selama ada di kampus ataupun di kampung, tidak ada salahnya untuk mencantumkannya juga. Karena pengalaman berorganisasi dapat dijadikan sebagai pertimbangan lolos melamar kerja loh.

4. Menuliskan pengalaman kerja atau prestasi 

Jangan lupa juga untuk menuliskan pengalaman kerja atau prestasi kerja yang pernah kamu raih. Jika kamu seorang fresh graduate, maka kamu bisa mencantumkan prestasi kejuaraan yang pernah kamu raih dan pengalaman magang atau kerja paruh waktu.

Pastikan untuk menulis secara singkat, padat dan jelas. Buat dalam bentuk ceklist agar mudah dipahami. Atau dibuat dengan desain-desain yang menarik. 

B. Portofolio 

Portofolio adalah hasil dokumentasi HASIL KERJA NYATA yang pernah kamu lakukan. Nah, sebenarnya ini lebih ke hasil karya atau pengalaman yang pernah kamu torehkan. Hanya saja pada portofolio disertai dengan bukti. Bukti tersebut bisa berbentuk foto, karya atau apapun itu. 

Kumpulan hasil kerja nyata inilah yang akan menjadi pertimbangan bagi personalia. Karena disinilah kuantitas dan kualitas kamu dapat dilihat. Dapat pula dilihat kemampuan kamu sesuai dengan lowongan yang diberikan atau tidak.  Portofolio juga dapat dijadikan sebagai pendukung terbesar dari data-data yang sudah disebutkan di dalam CV.

Manfaat & Pentingnya Portofolio 

Jika Dirujuk Pada Manfaat Dan Arti Penting Portofolio, Sangat Penting. Sepenting Apa Sih? Kamu Dapat Intip Manfaatnya Sebagai Berikut. 

  • Sebagai ringkasan yang menceritakan siapa diri kamu, potensi kamu, keahlian kamu dan kepiawaian kamu. jadi kamu tidak perlu menceritakan dari awal sampai akhir. Karena semua sudah tertulis di portofolio. 
  • Menunjukan kredibilitas dan pertanggungjawaban kamu bidang yang dilamar. Setidaknya dengan portofolio yang kamu buat, kamu lebih menonjolkan keterampilan yang kamu kuasai secara jelas. 
  • Membangun rasa kepercayaan diri. Terutama buat kamu yang memiliki banyak prestasi, karya dan pengalaman kerja sudah tidak lagi minder karena potensi diterima lebih besar. Ya, meskipun ada beberapa perusahaan yang justru mengambil orang-orang yang tidak banyak pengalaman karena mudah diarahkan dan digaji dengan harga lebih murah. 
  • Menunjukan jenjang dan tingkatan kualitas diri kamu. Jadi buat kamu yang memiliki informasi terupdate tentang pengalaman kerja atau prestasi lain, segera upgrade portofolio. Karena seorang HRD atau personalia dapat melihat bahwa kamu memang pantas dihargai. 
  • Sadar atau tidak, portofolio dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesempatan kerja yang lebih baik lagi. 

Itulah beberapa manfaat dan pentingnya dari portofolio. Sekarang sudah tahu, seberapa pentingnya portofolio bukan? Pastikan untuk membuat portofolio sebaik mungkin kedepannya.

Tips Membuat Portofolio Yang Baik 

Adakah diantara kalian yang penasaran, gimana sih cara membuat portofolio? Sebenarnya membuat portofolio itu tidaklah sulit. Langsung saja, simak tipsnya sebagai berikut. 

Pondok Djawara Deepublish

1. Membuat Daftar Isi 

Membuat daftar isi adalah cara yang bisa kamu mulai. Haruskah membuat portofolio harus dibuat dalam bentuk daftar isi? Pembuatan daftar isi sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan reviewer atau HRD/Personalia dalam meninjau dokumen. 

2. Menuliskan CV 

Setelah itu menuliskan CV, penulisan CV sudah di bahas di bab awal tadi ya. Buat kamu yang masih belum yakin seperti apa sih bentuk CV, bisa lihat contohnya di search google, ada banyak sekali contoh di sana. 

3. Menuliskan Pencapaian dan Tujuan 

Jadi penulisan pencapaian dan tujuan ini kurang lebih sebagai ajang memberi tahu bahwa kamu memiliki prestasi, pengalaman yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan. 

4. Tujuan Jangka Pendek 

Tips membuat portofolio selanjutnya adalah, tulis tujuan jangka pendek kenapa kamu ingin melamar kerja. Termasuk menuliskan tujuan jangka pendek di masa yang akan datang itu seperti apa dan bagaimana. Jangan lupa pula buat tujuan jangka panjang yang akan kamu lakukan. 

5. Pengalaman dan keterampilan 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, membuat portofolio dan CV sebenarnya hampir sama. Ternyata penulisan portofolio juga perlu mencantumkan pengalaman dan keterampilan apa saja yang kamu kuasai. 

6. Melampirkan Contoh 

Agar lebih afdol, jika memang ada bukti, contoh atau bentuk karyanya, kamu wajib melampirkan di portofolio. Tentu saja biar ada bukti visual bahwa kamu pernah melakukan ini ataupun itu. 

Itulah beberapa tips portofolio. Ternyata selain tips secara konten isi portofolio harus memenuhi tips di atas. Maka buat kamu yang ingin membuat portofolio dengan desain dan layout yang menarik juga bisa loh.

Buat kamu yang tidak bisa mendesain ataupun melayout, tenang. Karena zaman teknologi yang serba “uwuuu” bisa kamu download secara gratis di mbah google. Nah, jika kamu yang memiliki keterampilan dalam mendesain dan melayout, ada beberapa hal penting yang harus kamu tahu, yang akan dibahas di bab bawah ini.

Contoh Portofolio 

Barangkali ada sebagian kamu yang merasa bingung tidak kurang tahu seperti apa sih contoh portofolio? Berikut beberapa contoh portofolio di beberapa pekerjaan. 

A. Desain 

Perhatikan pembuatan desain portofolio. Buatlah desain yang simpel,  dan tidak ramai. Perhatikan pula terkait font tulisan. Pilih font tulisan yang memiliki tingkat kenyamanan saat di baca. Hindari font yang terkesan alai. Termasuk pula memperhatikan ukuran font tulisan ya. Jangan terlalu kecil, pastikan font normal bisa dibaca dengan nyaman.

Buat kamu yang tidak memiliki kepandaian dalam mendesain sendiri, tenang. Karena kamu bisa mendownloadnya secara gratis. Berikut beberapa Contoh portofolio desain. 

  1. Ben Mingo 

Ben Mingo salah satu rekomendasi yang bisa kamu spoiler sendiri contoh-contoh desain yang menarik. Di sini akan ada banyak sekali desain yang interaktif, unik dan menarik. 

  1. Kuon Yagi 

Kuon Yagi salah satu contoh portofolio yang sarat akan animasi dan warna-warna mencolok. Lebih cocok digunakan buat kamu yang suka dengan warna-warna rame nih. 

  1. Marco Mariono 

Desain asal dari Italia, Marco Marino juga salah satu desain portofolio yang dapat kamu intip karena desainnya simpel tetapi menarik. Penasaran, bisa intip di sini ya.  

B. Social Media Specialist 

Apakah kamu ingin melamar pekerjaan sebagai sosial media spesialis tetapi bingung bagaimana membuat portofolio yang mencerminkan social media spesialis? Sekedar informasi tambahan nih. Ternyata menjadi seorang social media spesialis itu dibutuhkan keterampilan dalam mendesain dan membuat konten loh. 

Buat yang tidak memiliki kemampuan dalam teknik desain, kamu tetap bisa mengotak-atik lewat fitur-fitur yang sudah ada loh. salah satunya lewat www.canva.com setidaknya di sini akan banyak sekali contoh pilihan dari social media sosialisasi yang kece dan tidak kalah keren deh.

C. UI/UX

Saya yakin lebih banyak yang tidak menguasai tentang desain secara mandiri. Di era teknologi yang super cepat, keterbatasan tidak menjadi masalah, karena ada banyak solusi yang ditawarkan.  Bahkan kamu yang mengalami keterbatasan ilmu, kamu tetap membuat portofolio UX Designer loh. Berikut adalah website yang khusus untuk portofolio UX/UI Designer yang bisa kamu spoiler. 

  1. Behance 

Siapa yang menyangka jika portofolio online gratis ini sudah banyak dilirik. Penasaran seperti apa? Kamu bisa spoiler.

  1. Dribbble

Pernah dengar dribbble? Nah, web satu ini memang direkomendasikan buat kamu yang ingin membuat sebuah prototipe, rancangan desain ataupun membuat konsep desain aplikasi. Dribbble juga salah satu web portofolio online yang banyak diminati juga loh.

  1. Carbonmade

buat para cewek yang suka dengan portofolio online dengan warna yang kalem, bisa spoiler di carbonmade. Di sini kamu bisa memilikih template yang sesuai dengan keinginan kamu. 

  1. Crevado 

Contoh portofolio crevado juga dapat dijadikan alternatif pilihan. Pasalnya di sini tidak hanya untuk mengunggah file saja. tetapi juga bisa untuk format lain seperti GIF, PDF, video hingga foto. Disebut-sebut juga jika Crevado salah satu web portofolio online gratis yang responsif dapat digunakan lewat desktop, ponsel, laptop dan tablet. 

Bagaimana? Semoga contoh portofolio di atas memberikan semangat bahwa agar bisa membuat portofolio keren tidak harus bisa mendesain sendiri. Karena semua sudah tersedia di simbah google. 

Itulah ulasan tentang perbedaan CV dan portofolio. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat. Selamat mengeksplorasi membuat portofolio lewat fitur-fitur yang sudah ada. Jangan jadikan keterbatasan ketidaktahuan menjadi kendala. Karena teknologi hadir memberi solusi yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin.

D. Marketing

Salah satu bagian yang biasanya membuka banyak pekerjaan adalah posisi marekting dan sales. Nah, untuk mengasah skill ini ya pastinya harus butuh pengalaman yang berkaitan dengan jualan dan mengelola sebuah bisnis.

Deepublish ada program yang namanya pondok jawara nih. Disini kamu akan Belajar mulai dari awal hingga sampai mahir di pandu langsung dari ahlinya. GRATIS! Langsung daftar dan dapatkan grup, materi, dan pelatihan didalam grupnya disini.

Pelatihan Gratis Pondok Jawara - Sertifikat

Penulis: Irukawa Elisa

Editor : Yusuf Abdhul Azis

Baca juga terkait CV dan Portofolio

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang