fbpx

Tempat Cari Informasi Dan Inspirasi Bagi Pustakawan

6 Peran Perpustakaan Dalam Pembinaan Literasi

peran perpustakaan dalam pembinaan literasi

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi sangat besar. Tidak hanya sekedar memperkenalkan tentang dunia baca tulis. Tidak hanya di dunia literasi saja, ternyata peran perpustakaan juga berkontribusi di berbagai bidang. Salah satunya sebagai tempat menyimpan buku-buku langka.

Lantas, peran perpustakaan dalam pembinaan literasi itu sendiri apa saja sih? Berikut akan ulasannya. Semoga bermanfaat. 

6 Peran Perpustakaan Dalam Pembinaan Literasi

1. Sebagai Pusat Informasi 

Peran yang pertama adalah sebagai pusat informasi. Kenapa demikian? Karena di dalam perpustakaan menyimpan banyak sekali koleksi sumber referensi, sumber bacaan dan sumber ilmu pengetahuan. Dimana sumber pengetahuan tersebut dikemas dalam bentuk beragam. Ada yang dikemas dalam bentuk buku, DVD, video ataupun dalam bentuk suara saja. 

Menurut Sarwono (2011) peran perpustakaan dalam pembinaan literasi memang menawarkan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat. Dimana masyarakat akan diajak ke berbagai sudut pandang yang tentu saja luas. secara tidak langsung pula, perpustakaan berperan sebagai agen perubahan atau agent of change. 

Memang tidak banyak yang beranggapan demikian. Alih-alih dinilai positif, ternyata ada yang menganggap bahwa kehadiran perpustakaan sebelah mata. Karena dianggap peran dan tanggungjawab dalam literasi kurang maksimal. Padahal, bagi maysarakat yang sadar akan literasi dan berkunjung membaca buku di sana, akan mendapatkan banyak sekali manfaat. 

Pada dasarnya perpustakaan tidak sekedar sebagai pusat informasi, tetapi juga membantu dalam pembangunan, sekaligus sebagai agen budaya. Karena di sana ada banyak sekali koleksi buku tentang kebudayaan. Termasuk pula berperan untuk media dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

2. Sebagai Sarana Transformasi Ilmu 

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi sebagai sarana transformasi ilmu pengetahuan. Transformasi ilmu pengetahuan yang dimaksud antara pengunjung dengan perpustakaan sebagai sumber informasi pengetahuan. 

Dari sisi pengunjung, tentu saja ini sangat membantu dalam mendapatkan ilmu secara murah bahkan gratis. Karena pengunjung tidak perlu membayar atau membeli buku yang dibaca. Cukup bermodal datang ke perpustakaan terdekat dan membaca koleksi yang ada di sana, maka ilmu yang dicari pun akan ditemui. 

Entah disadari atau tidak disadari peran perpustakaan dalam pembinaan literasi transformasi ilmu ini penting. Hal ini demi melanjutkan pengetahuan antar generasi. Ilmu yang tidak diturunkan bisa hilang. Ilmu memang penting sekali ditransformasikan untuk mempertahankan ilmu lama dan menjadikan agar melahirkan ilmu pengetahuan baru. 

3. Membangun Kesadaran Minat Baca

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi sebagai sarana untuk membangkitkan kesadaran akan membaca. Sebagai negara berkembang, Indonesia salah satu negara yang memiliki kesadaran membaca yang masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari fenomena pemandangan dalam kehidupan sehari-hari. 

Contoh sederhana dan kecil, ketika kita berada di transformasi umum kita lebih sering melihat orang bermain gadget daripada melihat yang membaca buku. Iya sih, memang membaca gadget tidak selalu bermain. Bisa saja membaca ebook atau semacamnya. Tetapi ini pun jumlahnya kecil yang memanfaatkan gadget sebagai sumber bacaan. Sedangkan dibeberapa negara seperti di Jepang, kita tidak asing melihat mereka membaca buku ditransformasi umum.

Membangun kesadaran minat baca di Indonesia memang tidaklah mudah. Bukan berarti tidak bisa. perpustakaan dalam pembinaan literasi tetap memiliki sumbangsih besar. Salah satu bentuk membangun kesadaran minat baca terkadang dilakukan secara langsung. Misalnya, perpustakaan memberikan sumbangan buku ke rumah baca di masyarakat, untuk meningkatkan minat baca masyarakat. 

Entah di sadari atau tidak,peran perpustakaan dalam pembinaan literasi juga telah membangkitkan pentingya belajar sepanjang hayat. Dimana dari belajar, akan menemukan ilmu pengetahuan. Dari ilmu yang didapatkan dapat mengasah keterampilan. Dari keterampilan akan membantu meningkatkan kompetensi diri. Dari kompetensi diri akan membentuk dan melahirkan profesi. Dari profesi inilah yang bisa memberikan pemasukan uang untuk mendapatkan pemasukan uang. 

Baca juga : Peran Perpustakaan Dalam Literasi Informasi

4. Sebagai Tempat Sharing Pengetahuan 

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi ternyata dapat digunakan sebagai tempat sharing pengetahuan. Banyak yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat untuk berkumpul dalam sebuah kegiatan atau ivent. Mulai dari ivent tentang perbukuan, seminar maupun untuk acara talkshow. 

Dari pertemuan dan kegiatan yang diselenggaran di perpustakaan, setidaknya inilah akan menambah pengetahuan dan ilmu lewat jalur dialog. Dimana segala bentuk input, baik itu input dengan membaca dan mengikusi seminar, keduanya memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi. Baik komunikasi ilmiah maupun komunikasi secara verbal. 

Banyak orang yang menganggap bahwa membangun komunikasi dan mendapatkan ilmu pengetahuan dengan membaca dengan lewaet jalur Pendidikan (sekolah). Padahal lewat dialog ataupun mengikuti seminar juga efektif membangun komunikasi. Bahkan tidak hanya komunikasi, tetapi juga dapat membangun relasi. 

Satu hal lagi, membangun komunikasi juga tidak selalu berbentuk kemahiran berdialog saja loh. ada hal yang lebih fundamental lagi, yaitu membangun wawasan atau perspektif. Dimana wawasan dan perspektif yang tampak inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar kognitif berkolaborasi dengan kemampuan komunikasi untuk diungkapkan lewaet lisan. 

Pandai berkomunikasi secara lisan, tetapi tidak diimbangi dengan wawasan perpsektif rasanya kurang berbobot dan mengena. 

5. Mencari-Menyeleksi-Mengisi Perpustakaan 

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi adalah mencari, menyeleksi dan mengisi perpustakaan dengan berbagai sumber informasi yang lengkap. Tentu saja sumber informasi yang terdapat di dalam perpustakaan haruslah lengkap dan menyeluruh. Jadi koleksi yang dipasang tidak sembarang sumber buku yang tidak berbobot. 

seorang pustakawan memiliki kepekaan terhadap minat baca masyarakat atau pengunjung. Hal ini dapat dilihat dari tugas yang mereka emban. Mislanya menyimpan koleksi buku yang KIRA-KIRA banyak disukai oleh pengunjung. Jadi tidak asal mengoleksi buku-buku yang ada. 

Menurut Sarwono peran dan tugas perpustakaan selain sebagai mengisi, menyeleksi dan mencari koleksi buku. Pustakaan juga berperan dalam mengelola dan menyusun, menyimpan buku secara rapi agar mudah ditelurusi atau dicari oleh pembaca. Termasuk pula untuk memperhatikan pelayanan yang yang baik seorang pustakawan kepada pengunjung. 

Baca juga : 6 Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi

6. Sebagai Fasilitator 

Peran perpustakaan dalam pembinaan literasi sebagai motivator sekaligus sebagai fasilitator bagi pengunjung yang ingin membaca. misalnya, ketika membaca satu tema, pasti aka nada tema turunan lainnya yang akan memperkacaya sumber bacaan. Disamping sebagai fasilitator, peran perpustakaan sebagai mediator loh.

Jadi, sebenarnya perpustakaan memiliki banyak peran. Hanya saja tidak semua masyarakat umum memahami peran dan fungsi keberadaan perpustakaan. Hal ini wajar, mengingat kurang kenal terhadap perpustakaan. 

Seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang. siapa yang menyangka jika keberadaan perpustakaan tidak sekedar sebagai penyimpan buku-buku saja. Tetapi juga memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan minat baca dan daya Tarik dunia literasi. Semoga kedepannya perpustakaan tidak sekedar sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi tujuan belajar dan mendapatkan ilmu.

Nah, itulah beberapa peran perpustakaan dalam pembinaan literasi. Semoga dengan ulasan di atas ada manfaatnya.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

More To Explore

butuh bahan pustaka?

mari kerjasama bersama kami, pengadaan mudah tanpa ribet !

teknik pengadaan buku perpustakaan