VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Pengertian Workshop: Fungsi, Tujuan, Macam, dan Contoh

pengertian workshop
toko buku kuliah

Pengertian Workshop: Fungsi, Tujuan, Macam, dan Contoh – Kamu pernah mengikuti workshop? Masih ingat workshop terakhir yang kamu ikuti dan bahasan di dalamnya?

Di lingkup pendidikan tinggi, cukup mudah menemukan workshop. Ditujukan untuk sivitas akademika terutama mahasiswa. Workshop bisa dijadikan sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan, skill, dan potensi yang dimiliki mahasiswa.

Topik yang diangkat kebanyakan berhubungan dengan perkuliahan dan akademik. Di luar dunia pendidikan, workshop cukup sering diadakan oleh organisasi atau komunitas. Topiknya pun beragam seperti blogging, fotografi, dekorasi, menulis, atau membuat produk handmade.

Tahukah kamu? Workshop berbeda dengan seminar. Tak jarang orang masing kesulitan membedakan keduanya dan menganggap keduanya sama. Apakah kamu bisa menemukan perbedaan workshop dan seminar?

Apabila kamu masih bingung, tidak apa. Berikut ini ulasan tentang workshop mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, macam, hingga contohnya.

#1. Pengertian Workshop

kebiasaan baik mahasiswa

Workshop adalah tempat kerja atau disebut juga bengkel. Begitulah Kuswana menjelaskan workshop secara singkat dan sederhana. Mengapa disebut demikian? Alasannya worop merupakan tempat para tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan teknis sesuai dengan bidang pekerjaan. Nah, ternyata istilah ini muncul saat revolusi industri. Jadi sejak era tersebut, workshop dikenal banyak orang dan dipakai untuk menjelaskan tempat kerja atau bengkel.

Menurut Collins Dictionary, workshop memiliki pengertian:

  1. A period of discussion or practical work on a particular subject in which a group of people share their knowledge or experience.
  2. A building which contains tools or machinery for making or repairing things using wood or metal.

Pengertian pertama, workshop adalah diskusi atau kerja praktek mengenai subyek tertentu. Dilakukan oleh sekelompok orang. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka.

Sementara itu, pengertian kedua, workshop merujuk pada sebuah tempat atau bangunan yang berisi perkakas, alat, atau mesin. Digunakan untuk memperbaiki sesuatu yang terbuat dari metal atau kayu. Pengertian kedua ini serupa dengan pengertian workshop menurut Kuswana sebelumnya. 

Kedua pengertian tersebut benar meski artinya angat berbeda, Pengertian pertama tidak salah karena memang workshop bisa berarti bengkel. Hanya saja pengertian workshop juga disesuaikan dengan konteks. Workshop dapat didefinisikan sebagai lokakarya.

Ada pula yang menyebutnya pelatihan. Jadi workshop juga diartikan sebagai kegiatan yang di dalamnya terdapat sekumpulan orang dengan keahlian tertentu. Mereka membagikan pengetahuan sekaligus memberikan pengajaran atau pelatihan kepada peserta yang datang. 

Baca juga : Apa Itu BEM? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tanggung Jawabnya

#2. Perbedaan Workshop dan Seminar

Poin pelatihan inilah yang membedakan antara workshop dan seminar. Perhatikan beberapa perbedaan keduanya di bawah ini.

WorkshopSeminar
Komunikasi dua arahKomunikasi satu arah
Peserta menerima materi berupa teori dan paktikPeserta mendengarkan ceramah/penjelasan dari pemateri
Durasi waktu bisa sampai berhari-hariUmumnya hanya beberapa jam dalam satu hari
Jumlah peserta terbatas agar efektifJumlah peserta biasanya dalam jumlah yang lebih banyak keimbang workhsop
Peserta berperan aktifPeserta berperan pasif

Workshop memiliki ciri-ciri tertentu. Mengutip dosenpendidikan.co.id, berikut ini adalah ciri-cirinya:

  1. Permasalahan yang dibahas adalah permasalahan yang muncul dan berasal dari peserta
  2. Metode penyelesaian masalah dengan menggunakan musyawarah sehingga setiap peserta ikut andil dalam penyelesaiannya
  3. Peserta berperan aktif dan berpartisipasi dalam penyelesaian masalah

Saat mengikuti workshop, kamu akan menjalani serangkaian cara yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara workshop. Workshop memang memiliki susunan acara di dalamnya.

Susunan ini memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam workshop seperti peserta, panitia, dan pemateri dalam mengikuti workshop. Sehingga pihak-pihak tersebut punya gambaran jelas mengenai apa saja acaranya.

Susunan acara meliputi:

  1. Sambutan pihak penyelenggara workshop
  2. Pembukaan
  3. Acara inti
  4. Diskusi
  5. Penutup

Dalam menyusun workshop pun, pihak penyelenggara harus memperhatikan beberapa poin berkaitan dengan tata pelaksanaan workshop. Tahapan dalam tata pelaksanaan workshop terdiri dari tujuan workshop diadakan, masalah yang dibahas dalam workshop, prosedur teknis workshop, pembahasan tentang permasalahan dengan para pakarnya, hingga menentukan cara pemecahan masalah.

Keuntungan yang didapatkan seseorang saat ia mengikuti workshop adalah:

  1. Mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari para pemateri
  2. Meningkatkan kemampuan dan skill
  3. Menambah jejaring sosial (networking)
  4. Dapat dijadikan nilai tambah dalam Curriculum Vitae (CV)
  5. Mempelajari hal-hal baru
  6. Ajang untuk mendalami bidang, kemampuan, atau keterampilan tertentu

Workshop dapat diikuti oleh siapapun. Disesuaikan dengan pembahasan dalam workshop. Tidak hanya mahasiswa, para pekerja pun mengikuti workshop untuk menambah skill-nya. Workshop berpengaruh terhadap karir para pekerja. Apalagi di era sekarang yang serba digital, workshop semakin mudah dicari dan diikuti. Tidak harus datang dan bertatap muka secara langsung, workshop dilakukan jarak jauh melalui aplikasi meeting secara daring.

Menarik bukan?

#3. Fungsi dan Tujuan Workshop

Fungsi workshop adalah sebagai ruang diskusi dan pemecahan masalah. Berdasarkan fungsi ini, tujuan workshop adalah memberikan pelatihan kepada peserta dengan menghadirkan ara pemateri yang ahli di bidangnya.

Contoh: workshop tentang peningkatan kompetensi guru.

Tujuannya adalah memberikan guru pengetahuan yang digunakan sebagai bekal untuk mengembangkan inovasi pembelajaran.

Tujuan lainnya adalah memberikan tambahan kualifikasi profesi pada guru karena guru dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

Baca juga : Computer Based Test (CBT) – Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Membuatnya

#4. Macam-macam Workshop

Dilihat dari konsep acaranya, workshop dapat dibedakan menjadi dua yakni workshop dengan bentuk diskusi dan workshop yang bentuknya pelatihan. Namun macam-macam workshop tidak hanya berdasarkan konsep acaranya. Workshop masih bisa dibedakan lagi menjadi beberapa jenis, yakni:

Workshop Berdasarkan Waktu

1. Workshop Beruntun

Dimaksud workshop beruntun karena waktu pelaksanaan workshop secara terus-menerus. Jadi workshop diadakan selama beberapa hari secara beruntun. Biasanya kurun waktunya adalah dua atau tiga hari.

2. Workshop Berkala

Selanjutnya adalah workshop yang diadakan dalam jangka waktu yang panjang seperti mingguan atau bulanan. 

 Workshop Berdasarkan Sifat

Workshop berdasarkan sifat dikategorikan menjadi dua. Apa saja?

1. Workshop Mengikat

Jenis workshop ini diselenggarakan oleh individu atau lembaga tertentu. Sisi mengikatnnya adalah hasil workshop tersebut untuk peserta. Misalnya, workshop standarisasi ISO.

Hasil workshop ini mengikat peserta karena hasil workshop bergantung pada proses standarisasi ISO yang diupayakan oleh peserta dalam bisnisnya.

2. Workshop Tidak Mengikat

Kebalikannya dengan Workshop Mengikat, jenis workshop ini tidak mengikat peserta karena apapun hasil yang diperoleh dari workshop tidak harus diikuti oleh peserta.

Workshop Berdasarkan Penyelenggaranya

Jenis workshop ini berdasarkan siapa penyelenggaranya. Siapa lembaga atau organisasi yang menggagas workshop ini? Seperti workshop pendidikan yang diadakan oleh instansi pendidikan.

Topik-topik yang diangkat berhubungan dengan permasalahan yang sering muncul dalam dunia pendidikan. Workshop tersebut juga membahas tentang solusi dari permasalahan tersebut.

Baca juga : Pengertian Pustaka Online, Ciri-ciri, Keuntungan dan Perkembangannya

#5. Contoh Workshop

Berikut ini adalah beberapa contoh workshop. Perhatikan contoh-contohnya dan temukan topik menarik yang diangkat setiap contoh workshop.

Contoh 1 Workshop Pendidikan

Contoh Workshop di lingkup dunia pendidikan adalah workshop yang diadakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan. Workshop ini diisi oleh pakar pendidikan nasional yakni Prof. Dr. H. Arie Rachman, M.Pd dan tokoh lingkungan hidup yaitu Prof. Emil Salim, MA., Ph.D.

Workshop ini bertema Penguatan Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah. Melansir sil.ui.ac.id, rincian workshop:

Tujuan umum adalah meningkatkan peran serta pakar pendidikan dalam pendidikan, lingkungan hidup di Indonesia. Sementara tujuan khusus meliputi:

  1. Meningkatkan pemahaman terhadap konsep pendidikan lingkungan hidup dalam arti luas
  2. Menjadi sarana, dialog, bersama di antara pakar dan praktisi termasuk para guru dalam pendidikan lingkungan di Indonesia
  3. Menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi antar praktisi, guru, dan pemerhati pendidikan lingkungan hidup di Indonesia

Workshop ini terdiri dari diskusi panel sesi 1, 2, dan 3. Di dalam workshop ini terdapat 3 sub tema yakni
a) Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia
b) Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia,
c) Masa Depan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia Inovasi dan Tren ke Depan

Contoh 2 Workshop Internet Marketing

Contoh kedua adalah workshop yang bersifat umum. Diadakan oleh perusahaan yang kerap menyelenggarakan workshop. Nah, salah satunya workshop internet marketing ini. 

Secara spesifik, workshop ini mengulas tentang pemanfaat digital marketing di era new normal. Melalui workshop ini, peserta akan diajarkan dan dibimbing untuk mempertahankan dan meningkatkan bisnisnya dengan menggunakan strategi digital marketing. Melansir pakar.co.id, workshop ini akan dipandu oleh pemateri yang mumpuni di bidangnya yakni Aditya Kristanto Goenawan. 

Ada banyak workshop dengan topik menarik. Mahasiswa juga bisa mengikutinya meski tidak berkaitan dengan topik pendidikan dan perkuliahan. Di luar topik tersebut mahasiswa dapat mengikuti workshop lain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.

Contoh, kamu punya bakat dan potensi di bidang desain grafis. Selama ini aku sering membuat desain grafis untuk keperluan organisasi kuliah atau tugas kuliah. Kamu mempelajarinya secara otodidak. Kemudian kamu hendak mengasah lagi skill tersebut. Caranya adalah dengan mengikuti workshop tentang desain grafis. 

Baca juga : Apa Itu IPK, IPS, KHS, dan Cumlaude – Mahasiswa Baru Wajib Tahu

Contoh 3 Workshop untuk Guru

Workshop ini adalah contoh workshop dengan target pesertanya adalah. Penyelenggara dari workshop dengan tema `Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas` ini adalah dosen FMIPA UPI, Florentina Maria Titin Supriyanti. Ia melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan cara menyelenggarakan workshop untuk guru. Workshop ini diselenggarakan selama 1 hari yakni pada tanggal 19 April 2008 pukul 7.30 wib sampai 16.00 wib. 

Tujuan workshop ini adalah:

  1. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru terutama dalam penelitian pendidikan contohnya PTK
  2. Memberikan pelatihan kepada guru untuk merancang PTK
  3. Membantu guru dalam melaksanakan PTK di sekolah tempatnya mengajar
  4. Memberikan arahan kepada guru untuk menulis karya tulis ilmiah berdasarkan hasil PTK

Peserta workshop meliputi guru IPA SMP, guru Kimia SMA, dan beberapa pihak dari perguruan tinggi yang ingin memperdalam pemahaman tentang PTK. Total peserta mencapai 193 orang. Nah, pemateri dan fasilitator dalam workshop ini adalah 12 dosen dari UPI. Fasilitator berperan sebagai pembimbing para guru sehingga hasil dari workshop ini guru dapat membuat PTK untuk sekolahnya masing-masing.

Apakah kamu masih bingung tentang workshop? Workshop berbeda dengan seminar dan kegiatan-kegiatan lainnya. Perbedaan tersebut dapat kamu temukan dari pengertian workshop dan segala hal yang berkaitan dengan workshop seperti jenis-jenisnya dan tujuannya.

Workshop mempunyai keunggulan dalam hal partisipasi peserta karena peserta dapat berperan aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah. Selain itu, peserta tidak hanya mendapatkan teori tapi juga praktik secara langsung.

Baca juga : Apa Itu Siakad? Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Fungsinya

Kontributor: Ana Widiawati

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang