flash sale toko buku deepublish

Pengertian Variabel Penelitian dan Jenis Jenisnya

pengertian variabel penelitian
toko buku kuliah

Pengertian dan Jenis Variabel Penelitian – Menyusun karya ilmiah dalam bentuk penelitian memang bukan perkara mudah. Penyusunan yang harus dilakukan secara sistematis dan metodologis menuntut kita untuk selalu cermat dan teliti dalam melakukan penulisannya.

Terlebih mengenai unsur-unsur dalam suatu penelitian yang seperti kita tahu, bukanlah hal yang sedikit dan dapat dengan mudah kita abaikan.

Dalam penelitian unsur-unsur yang dikenal adalah seperti rumusan masalah, hipotesis, kajian teori, variabel, definisi operasional dan lain sebagainya. Mengenali unsur-unsur dalam penelitian tersebut pun menjadi hal penting yang harus diutamakan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian agar kita bisa memahami cara kerja penelitian yang akan dilakukan.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas salah satu unsur dalam penelitian tersebut yaitu variabel. Variabel penelitian merupakan salah satu unsur penting dalam penelitian.

Variabel penelitian dapat diartikan sebagai sebuah konsep dalam suatu penelitian. Konsep ini kemudian menjadi hal yang harus diamati atau diteliti oleh seorang peneliti. Lebih jelasnya mengenai pengertian variabel penelitian, kita simak langsung di bawah ini saja, yuk!.

Baca juga : Perbedaan Penelitian Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif

Pengertian Variabel Penelitian

variabel penelitian

Secara sederhana Effendi (1982, h. 42) menyebut variabel penelitian sebagai sebuah konsep yang mengandung variasi nilai. Sementara Sugiyono (2016, h. 38) mengartikan variabel penelitian sebagai suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel penelitian sudah pasti memiliki sifat beragam (bervariasi). Variasi nilai pada variabel penelitian ini merujuk pada ragam karakteristik—berbeda  antar satu dengan lainnya.

Kita ambil contoh sebuah penelitian berjudul “pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa” dalam penelitian tersebut variabel penelitiannya adalah minat baca dan prestasi belajar siswa. Tinggi rendahnya minat baca serta hasil prestasi belajar siswa pasti bervariasi karena berbeda antar satu siswa dengan yang lainnya.

Selain bervariasi, variabel penelitian juga harus dapat diukur. Mengingat penelitian kuantitatif mengharuskan hasil penelitiannya bersifat objektif, terukur dan dapat selalu terbuka untuk diuji.

Penggunaan istilah variabel penelitian memang lebih dikenal dalam jenis penelitian kuantitatif—jenis penelitian yang hasilnya diperoleh melalui perhitungan matematis.

Pada penelitian yang lebih bersifat deskriptif, penelitian kualitatif, variabel biasa dikenal dengan istilah konsep dan sifatnya sulit terukur. Pada artikel ini kami akan membahas variabel penelitian yang sering kali digunakan dalam penelitian kuantitatif.

Variabel penelitian pun menjadi hal penting yang sangat mendasar dalam penelitian. Hal ini mengingat variabel penelitian merupakan tahapan awal dari penulisan suatu penelitian dalam menentukan hal yang ingin diteliti. Suatu penelitian tentunya tidak mungkin ada tanpa variabel penelitian.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai variabel penelitian kita bisa menyimak jenis-jenis variabel penelitian apa saja yang biasa dikenal dalam penelitian di bawah berikut ini.

Baca juga : Apa Itu Metodologi Penelitian? Jenis, Contoh dan Kegunaannya

Jenis Variabel Penelitian

Terdapat beragam jenis variabel penelitian. Jenis variabel penelitian dapat beragam tergantung dengan penelitian yang kita lakukan. Dasar pembedanya pun bermacam-macam mulai dari sifatnya, hubungan antar variabelnya, tipe skala pengukuran, dan lain sebagainya.

Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Hubungan antar Variabel

Berdasarkan sifat hubungan antar variabelnya, variabel penelitian dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Variabel bebas (independent variable)

Variabel bebas berarti variabel yang memiliki pengaruh atas perubahan yang terjadi pada variabel lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada suatu variabel dianggap disebabkan oleh variabel bebas ini.

Contohnya penelitian dengan judul “pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa” variabel bebasnya adalah minat baca karena variabel tersebut berdiri sendiri dan dianggap mempengaruhi perubahan yang terjadi pada variabel lainnya yaitu prestasi belajar siswa. Variabel jenis ini juga biasa  disebut dengan istilah variabel stimulus atau pengaruh.

2. Variabel terikat (dependent variable)

Berkebalikan dengan variabel bebas, variabel terikat berarti variabel yang dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel ini keberadaannya dianggap merupakan suatu akibat dari adanya variabel bebas. Contoh masih dengan judul penelitian yang sama dengan sebelumnya, berarti variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa” karena hasil prestasi siswa dianggap dipengaruhi oleh minat baca siswanya.

Dalam menjelaskan hubungan antar variabel bebas dan terikat terdapat tiga istilah yang dikenal yaitu hubungan simetris, timbal balik, dan asimetris. Hubungan simetris berarti suatu variabel tidak memiliki hubungan pengaruh/dipengaruhi oleh variabel lain.

Dua variabel dalam hubungan simetris mempunyai kecenderungan arah yang sama. Contohnya terdapat penelitian dengan judul “pengaruh pola makan pada tinggi badan dan berat badan anak”.

Hubungan simetris dari variabel yang ada pada penelitian ini adalah pada tinggi badan dan berat badan. Keduanya saling berhubungan tetapi tidak saling mempengaruhi.

Hubungan timbal balik berarti suatu variabel dapat menjadi penyebab sekaligus akibat bagi variabel lainnya. Contohnya variabel kualitas pendidikan dengan tingkat ekonomi nasional. Kedua variabel tersebut memiliki pengaruh satu sama lain.

Semakin tinggi kualitas pendidikan maka semakin tinggi pula ekonomi suatu negara. Berlaku juga sebaliknya, apabila ekonomi suatu negara tinggi maka kualitas pendidikannya akan tinggi pula.

Hubungan asimetris berkebalikan dengan hubungan simetris yang berarti satu variabel memiliki pengaruh atas variabel lainnya. Contohnya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai variabel minat baca dan variabel prestasi belajar siswa.

Baca juga : 9 Rekomendasi Buku Metodologi Penelitian Terbaik

Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Sifat

Menurut sifatnya terdapat dua jenis variabel penelitian, yaitu:

1. Variabel dinamis.

Sesuai dengan namanya, variabel penelitian ini berarti jenis variabel yang sifatnya dapat berubah-ubah—naik/turun hingga karakteristiknya. Contoh variabel ini adalah minat belajar, prestasi belajar siswa, minat baca, kinerja pegawai, dan lain sebagainya.

2. Variabel statis.

Berkebalikan dengan variabel dinamis, variabel statis berarti variabel yang sifatnya tetap dan tidak dapat diubah atau dalam kondisi normal sifat dalam variabel tersebut sulit untuk diubah. Contohnya seperti jenis kelamin, status sosial, asal daerah, dan lain sebagainya.

Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Urgensi

Jenis variabel selanjutnya adalah berdasarkan urgensi atau penting tidaknya sebuah instrumen dalam pengumpulan data penelitian. Jenis variabel penelitiannya yaitu:

1. Variabel konseptual

Konseptual berarti variabel dalam jenis ini tersembunyi dan tidak terlihat melalui fakta yang ada. Meski begitu, variabel konseptual dapat terlihat melalui indikator yang ada. Contoh dari variabel konseptual adalah minat baca, motivasi belajar, bakat, 

2. Variabel faktual

Variabel faktual merupakan variabel yang dapat terlihat melalui fakta yang ada. Contohnya seperti suku daerah, umur, gender, pendidikan, agama dan lain sebagainya.

Mengingat sifatnya yang faktual, kesalahan variabel dalam jenis ini merupakan hal yang jarang terjadi. Apabila pada akhirnya ditemukan kesalahan biasanya penyebabnya adalah responden yang tidak jujur.

Baca juga : 7 Jenis Metodologi Penelitian dan Pengertiannya

Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Tipe Skala Pengukur

1. Variabel nominal

Terdapat beberapa nama dalam menyebut variabel nominal seperti variabel kategori atau variabel diskrit. Variabel nominal berarti variabel yang hanya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori saja.

Karena hanya dapat dikelompokkan ke dalam kategori yang relatif sedikit, variabel nominal menjadi variabel dengan variasi yang paling sedikit. Contoh variabel ini adalah: gender, agama, suku daerah dan lain sebagainya.

2. Variabel kontinum

Variabel kontinum berarti variabel yang memiliki jenjang atau tingkatan. Terdapat beberapa jenis variabel lainnya dalam variabel kontinum, yaitu: variabel ordinal, variabel interval, dan variabel rasio. Variabel ordinal berarti variabel dengan tingkatan atau urutan tertentu contohnya variabel peringkat atau skor dari suatu kejuaraan.

Sementara variabel interval merupakan variabel dengan jarak atau skala tertentu Contohnya adalah variabel skala penilaian siswa.

Ketiga adalah adalah variabel rasio yaitu variabel yang menunjukkan adanya perbandingan contoh adalah variabel berat badan seperti berat badan dua orang masing-masing yaitu 40 dan 80kg yang artinya orang pertama memiliki berat badan setengah dari orang kedua. 

Nah, bagaimana penjelasan pengertian variabel di atas? Sudah nggak bingung soal variabel penelitian kan? Semoga bermanfaat, ya. Baca literasi tentang penelitian berikut ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang