Pengertian Buku Fiksi, Jenis dan Contoh

pengertian-buku-fiksi
toko buku kuliah
Bagikan

Pengertian Buku Fiksi, Jenis dan Contoh – Ada dua jenis buku: buku fiksi dan non fiksi. Buku yang kita baca selama ini dapat dikategorikan ke dalam dua jenis itu. Kira-kira selama ini jenis buku apa yang sering kita baca?

Jenis buku fiksi maupun non fiksi ada macam-macam. Keduanya punya jenisnya masing-masing. Nah, dalam artikel ini kita akan bahas tentang pengertian dan jenis buku fiksi.

Pengertian Buku Fiksi Adalah ?

Buku fiksi adalah karangan yang berdasarkan imajinasi penulis. Sesuai dengan namanya, fiksi berarti cerita atau latar berdasarkan imajinasi; tidak terikat pada fakta atau sejarah. Jenis buku ini berbeda dengan buku non fiksi.

Bila buku fiksi berisi khayalan maka buku non fiksi sebaliknya. Buku non fiksi terikat dengan fakta. Sehingga isinya harus sesuai dengan fakta, penulis tidak boleh mengarang sesuka hati.

Ada kalanya buku fiksi juga berdasarkan fakta tertentu tapi tetap saja tidak bisa disebut buku non fiksi. Alasannya cerita di dalam buku tetap dibuat lebih menarik sesuai dengan khayalan penulis. Sehingga isinya lebih banyak mengandung khayalan ketimbang fakta yang bersifat informatif. 

Secara sederhana, perbedaan buku fiksi dan buku non fiksi terletak pada sifatnya. Buku fiksi bersifat imajinatif. Sedangkan buku non fiksi bersifat informatif.

Tentunya, contoh atau jenis kedua buku ini berbeda. Jenis buku non fiksi yakni biografi, buku pelajaran sekolah, buku materi kuliah, buku motivasi, buku ajar, buku referensi, ensiklopedia, kamus, dan sebagainya.

Sementara itu jenis buku fiksi meliputi cerpen, novel, komik, dongen, cergam, cernak, dan lainnya.

Nah, kali ini kita bahan mengenai jenis buku fiksi. Apa saja ya? Simak di bawah ini.

Jenis-jenis dan Contoh Buku Fiksi

Pengertian buku fiksi sudah sedikit disinggung sebelumnya. Sekarang kita akan kupas lebih dalam mengenai jenis-jenisnya. Mulai dari cerpen, novel, komik, hingga kumpulan dongeng. Agar lebih mudah dipahami, penjelasannya juga disertai contoh-contoh.

1.Cerpen

Jenis buku fiksi yang pertama adalah cerpen alias cerita pendek. Cerpen tergolong ke dalam karya fiksi karena isi cerpen merupakan hasil khayalan atau imajinasi penulis. Cerpen adalah prosa yang ceritanya dibuat-buat oleh penulis; tidak nyata dan tidak berlandaskan fakta.

Sebenarnya ada beberapa cerpen yang mengangkat kisah nyata atau kejadian faktual. Namun keseluruhan isinya tetap khayalan. Hanya secuil kisah saja yang berdasarkan fakta. Biasanya penulis menjadikan fakta atau kejadian nyata sebagai sumber inspirasi cerpen. Isi cerpen tetap dikembangkan sendiri oleh penulis sesuai dengan imajinasinya.

Gaya penulisan cerpen bersifat naratif, Terdapat dinamika  konflik antar tokoh. Sehingga jalan cerita jauh lebih menarik dan menguras emosi. Umumnya cerpen ditulis tidak melebihi 10.000 kata.

Contoh cerpen fiksi adalah buku kumpulan cerpen Anak-anak Masa Lalu karya Damhuri Muhammad. Ada juga tulisan Leila S. Chudori berjudul 9 dari Nadira, kumpulan cerpen sastra lama berjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. 

Baca juga : Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi Disertai Perbedaanya

2.Novel

Novel tergolong jenis buku fiksi. Menurut Kamus Besar BAhasa Indonesia (KBBI), novel adalah karangan prosa yang panjang. Karangan ini berisi rangkaian cerita kehidupan seseorang dan interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya. Novel menonjolkan watak dan sifat tokoh. 

Sementara itu, berdasarkan Encyclopedia Britannica, novel adalah narasi prosa yang diciptakan cukup panjang dengan kompleksitas tertentu. Jenis buku fiksi satu ini mengandung serangkaian peristiwa yang berhubungan dengan sekelompok orang.

Novel memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik.

  • Unsur intrinsik meliputi tema, alur cerita, latar, tokoh, penokohan, gaya bahasa, dan amanat.
  • Unsur ekstrinsik yaitu unsur pembentuk novel yang berasal dari luar. Misalnya latar belakang penulis, latar belakang masyarakat, dan sebagainya. 

Novel mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri inilah yang membedakan novel dengan jenis pengertian buku fiksi lainnya. Ciri-cirinya:

  1. Terdiri dari 400 halaman. Jadi ada sekitar 35.000 kata
  2. Ditulis secara naratif dan deskriptif
  3. Alur cerita kompleks. Terdapat konflik mulai dari awal mula ketegangan, klimaks, antiklimaks, sampai penyelesaian konflik
  4. Berbeda dengan cerpen yang dapat dibaca dalam sekali duduk. Membaca novel perlu waktu lebih lama

Contoh buku fiksi novel: buku tetralogi Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi, buku Orang-orang Bloomington karya Budi Darma, Bidadari yang Mengembara karya A.S. Laksana, buku Pulang karya Leila S. Chudori, buku Aroma Karsa karya Dee Lestari, buku Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan, dan lainnya. Banyak novel yang bisa dibaca. Baik novel karangan penulis Indonesia maupun penulis mancanegara seperti Haruki Murakami.

3.Komik

Sebagian dari kita pasti familiar dengan jenis buku fiksi ini. Tak sedikit orang yang gemar membaca buku komik. Apalagi komik memberikan tampilan visual yang menarik. Sehingga membaca cerita dalam komik lebih seru dan asyik.

Komik diartikan sebagai media yang dipakai untuk mengekspresikan ide melalui gambar. Dengan mengkombinasikan teks dan gambar, komik menjadi jenis buku fiksi yang kerap dijadikan bacaan untuk hiburan. Istilah komik berasal dari kata komikus dalam bahasa Yunani. Sementara dalam bahasa Perancis, dikenal dengan nama comique. Komik berarti lucu.

Unsur-unsur dalam komik meliputi penokohan, alur, tema dan moral, hingga gambar dan bahasa.

Teknik pembuatan komik pun berbeda dengan jenis buku fiksi lain karena menggabungkan teks dan visual. Jadi penulis komik tidak hanya ahli menulis atau membangun narasi tapi juga harus mampu menggambar.

Belajar jualan online

Contoh Buku Fiksi komik: komik Detective Conan, komik One Piece, komik Doraemon, komik Gundala Putra Petir, komik Wiro Sableng, dan lain-lain.

4.Buku Fiksi Kumpulan Dongeng

Kumpulan dongen menjadi jenis buku fiksi yang disukai oleh anak-anak. Biasanya kumpulan dongeng ini berbentuk buku cerita rakyat. Kita tentu tidak asing dengan cerita dongen atau cerita rakyat Indonesia seperti Malin Kundang, Sangkuriang, Dongeng Si Kancil, Timun Emas, Nyi Roro Kidul, dan sebagainya. Cerita-cerita tersebut tergolong dongeng. Artinya cerita tersebut juga termasuk jenis fiksi karena ceritanya berdasarkan karangan penulis.

Ada banyak cerita dongen baik di Indonesia maupun dari luar negeri.

contoh dongeng Fiksi dari luar negeri, cerita Dewa Zeus dalam mitologi Yunani, cerita Pinokio, cerita Rapunzel, atau cerita Red Riding Hood. 

5.Cergam

Jenis buku fiksi yang terakhir adalah cergam atau cerita bergambar. Dalam perkembangan sastra di Indonesia, cergam dicetuskan oleh komikus alas Medan yakni Zam Nuldyn pada tahun 1970-an. Istilah cergam ini dapat ditemukan dalam majalah karena pada tahun 2006, cergam dipakai untuk menerangkan kolom yang berisi karya penulis cergam di majalah.

Sebenarnya masih timbul perdebatan mengenai cergam dan komik. Banyak orang menilai bahwa keduanya sama. Namun ada pendapat yang mengatakan kalau dua jenis fiksi tersebut berbeda. Cergam diartikan sebagai  cerita yang dilengkapi dengan gambar.

Baca juga : Pengertian Cerita Fiksi: Ciri-ciri, Macam, Unsur dan Strukturnya

Jadi isi cergam masih tersusun atas cerita atau narasi. Gambar hanyalah pelengkap. Berbeda dengan komik yang berisi kumpulan gambar yang mengandung jalinan cerita.

Contoh cergam: buku berjudul Kampungan Romansa. buku Si Cacing dan Cerita Kesayangannya, dan lainnya.

Belajar jualan online
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang