Jl Rajawali G. Elang 6

Sleman, Yogyakarta

+62 812-8630-4188

Customer Support

Daftar Isi

Perpustakaan: Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri

perpustakaan adalah

Pengertian Perpustakaan. Tingkat literasi di Indonesia tergolong masih sangat rendah. Hal ini berhubungan dengan stigma masyarakat bahwa budaya baca di Indonesia rendah. Akibatnya, Indonesia menjadi rendah daya saing dan pembangunan sumber daya manusianya.

Padahal, berbagai jenis perpustakaan sudah berdiri di Indonesia untuk mendorong masyarakat lebih giat membaca. Upaya pemerintah sudah banyak dilakukan mulai dari pendirian perpustakaan berbasis fisik maupun perpustakaan digital.

Baca : Pengertian Perpustakaan Digital

Pengertian Perpustakaan

Perpustakaan adalah tempat untuk koleksi buku, majalan dan informasi berbentuk fisik lainnya. Perpustakaan lebih dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang tidak mampu beli.

Saat ini, banyak Perpustakaan yang juga menjadi tempat penyimpanan hasil seni, microfilm, tape audio, CD, LP, tape video, dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gedung data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan juga bisa diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Karena itu, perpustakaan modern kembali didefinisikan sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, baik informasi tersebut disimpan dalam rak di sebuah gedung atau tidak.

Tapi, menurut Undang-undang Perpustakaan BAB I pasal 1, perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam. Kemudian, dikelola dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya.

Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli

Para ahli pun memiliki pandangan masing-masing mengenai pengertian perpustakaan, antara lain: 

1. Suhendar (2005:3) 

Menurut Suhendar, perpustakaan adalah unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku maupun non buku yang diatur secara sistematis sesuai aturan sehingga bisa digunakan sebagai sumber informasi. 

2. Trimo (2005:220) 

Trimo mengatakan perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka, baik berupa bahan cetak atau rekaman lainnya di suatu tempat yang telah diatur untuk mempermudah pemustaka mencari informasi yang diperlukan. Tujuan utama perpustakaan adalah melayani kebutuhan informasi masyarakat, bukan untuk diperdagangkan. 

3. Mudyana dan Royani (2005:16) 

Menurut Mudyana dan Royani, perpustakaan sekolah adalah sarana penunjang pendidikan di satu pihak sebagai pelestari ilmu pengetahuan. Pada pihak lain, perpustakaan sebagai sumber bahan pendidikan yang diwariskan kepada generasi lebih muda. Jadi, perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk proses belajar dan mengajar bagi guru maupun murid. 

4. Rohanda (2010) 

Rohanda berpendapat bahwa perpustakaan merupakan unit kerja dan perangkat mutlak dari sekolah yang bersangkutan. Tujuannya, perpustakaan menyediakan koleksi pustaka untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. 

5. Lasa HS 

Menurut Lasa HS, perpustakaan merupakan kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun berdasarkan sistem tertentu atau keperluan pemakai.

Fungsi Perpustakaan

Sebenarnya, fungsi perpustakaan akan berubah seiring berkembangnya zaman. Karena itu, perpustakaan bisa meningkatkan peran dan fungsinya melalui seminar, diklat, lokakarya dan sebagainya. Tapi, ada 6 fungsi perpustakaan yang perlu Anda pahami, antara lain:

1. Tempat penyimpanan 

Perpustakaan berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi atau koleksi buku, seperti perpustakaan nasional. Perpustakaan nasional menyimpan semua koleksi cetak yang diterbitkan di negara tersebut.

Contohnya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berfungsi menyimpan koleksi buku atau terbitan lainnya yang diterbitkan di Indonesia dan terbitan mengenai Indonesia yang diterbitkan di luar negeri.

Fungsi Perpustakaan sebagai tempat penyimpanan sesuai dengan UU No. 4 Tahun 1990 tentang Wajib Simpan Karya Cetak dan Rekam. Pelaksanaan UU ini diatur oleh PP No. 70 Tahun 1991 tentang kewajiban setiap penerbit, pencetak, dan produsen untuk mengirimkan contoh hasil terbitan, baik cetak maupun terekam kepada Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan lain.

2. Edukatif

Perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat edukatif, karena merupakan tempat belajar secara mandiri. Di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, perpustakaan seringkali digunakan sebagai tempat belajar sehingga bisa disebut sebagai pusat pendidikan.

Di lingkungan sekolah, keberadaan Perpustakaan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar. Karena, pendidik bisa mengenalkan berbagai macam sumber bacaan dan mendorong minat baca siswa dengan adanya perpustakaan.

Di luar sekolah, perpustakaan tidak hanya bermanfaat bagi para pelajar maupun mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih luas. Tetapi juga, orang-orang yang sudah bekerja hingga para peneliti untuk menambah ilmu serta keterampilan mereka. Karena itu, perpustakaan di luar sekolah terbuka untuk umum.

3. Penelitian 

Perpustakaan berfungsi sebagai pusat penelitian, karena koleksi atau sumber informasi yang tersedia di perpustakaan bisa menjadi bahan referensi dalam melakukan penelitian. Fungsi perpustakaan sebagai pusat penelitian ini biasanya terlihat di lingkungan perguruan tinggi.

Umumnya, orang-orang memanfaatkan sumber-sumber informasi yang tersedia di perpustakaan untuk keperluan melakukan penelitian ilmiah, seperti pembuatan skripsi, tesis, makalah atau lainnya.

4. Informatif 

Perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat informatif. Karena, perpustakaan menyediakan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, baik dalam bentuk buku, jurnal penelitian, majalah, audio, video dan sebagainya.

Orang-orang bisa mencari informasi mengenai sejarah kemerdekaan bangsa, obyek wisata, masalah kesehatan, fasilitas kesehatan dan sebagainya di dalam perpustakaan. Karena itu, perpustakaan tidak hanya menyediakan informasi seputar pengetahuan umum maupun koleksinya, tetapi juga lingkungan sekitarnya.

5. Pelestarian

Perpustakaan berfungsi sebagai pelestarian, karena menyimpan khasanah budaya bangsa dan meningkatkan nilai serta apresiasi budaya dari masyarakat sekitar. Sebab, perpustakaan menyediakan bahan bacaan dan terbitan terekam lainnya sebagai bentuk pelestarian.

Apalagi, perpustakaan juga biasanya menyediakan bahan pustaka, baik cetak maupun elektronik mengenai kebudayaan antarbangsa. Supaya, masyarakat atau pembaca bisa melestarikan dan mengikuti perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa.

6. Hiburan 

Perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat hiburan. Karena, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi berupa pengetahuan umum atau karya ilmiah, tetapi juga majalah, novel dan buku cerita lainnya yang bisa menjadi hiburan.

Selain itu, perpustakaan juga biasanya menyediakan berbagai informasi berbentuk audio dan video yang bisa dimanfaatkan oleh penggunaan selayaknya menggunakan warnet. 

Bahkan, ada pula perpustakaan yang memiliki dekorasi ruangan menarik agar pengunjung lebih nyaman dan santai memanfaatkan ruang perpustakaan.

Ciri-Ciri Perpustakaan

Adapun beberapa ciri-ciri perpustakaan yang harus ada dan perlu dipertimbangkan, antara lain:

1. Sumber daya manusia 

Sumber daya manusia salah satu faktor penting dan tidak bisa dilepaskan dari sebuah organisasi, baik instansi maupun perusahaan, termasuk perpustakaan. Karena SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. 

Sayangnya, sumber daya manusia dalam membangun perpustakaan seringkali diabaikan. Padahal, sumber daya manusia memiliki peranan besar untuk membangun perpustakaan. Karena itu, sumber daya manusia yang terbaik akan menjadi kunci kesuksesan dan kemajuan perpustakaan. 

Jika sumber daya manusia tidak baik, maka hasilnya pun tidak akan baik. Selain itu, sumber daya manusia perpustakaan juga membutuhkan pembinaan supaya membentuk karakter dan etos kerja yang baik. 

Karena, karakter dan etos kerja yang baik akan berdampak baik pula pada pelayanan perpustakaan. Pihak pengelola perpustakaan juga bisa memberikan apresiasi guna menjaga stabilitas semangat para karyawan dalam bekerja. 

Pondok Djawara Deepublish

2. Gedung atau ruangan yang layak 

Ciri-ciri perpustakaan yang tak kalah penting adalah adanya gedung atau ruangan yang layak untuk menyimpan koleksi buku dan sumber informasi lainnya. Karena intinya, perpustakaan membutuhkan sebuah ruangan untuk meletakkan semua koleksi informasinya, baik berupa buku, majalah, novel, DVD hingga tape audio dalam rak, laci atau sebagainya. 

Tanpa gedung atau ruangan yang layak tentu tidak akan terbentuk perpustakaan. Dalam hal ini, ruangan layak adalah ruangan yang nyaman bagi para pengunjung untuk membaca, belajar atau berdiskusi. 

Misalnya, pengelola perpustakaan bisa menyediakan ruangan ber AC, sofa, area lesehan dengan bantal duduk dan semacamnya agar lebih nyaman dan tidak kaku. Sehingga orang akan lebih tertarik berkunjung dan betah berlama-lama berada di perpustakaan. 

3. Koleksi bahan pustaka 

Bahan pustaka adalah sumber informasi berupa teks buku yang ditujukan untuk proses pembelajaran. Tapi, bahan pustaka juga bisa berupa terbitan berkala seperti surat kabar dan majalah, bahan audio visual dan sebagainya. 

Menurut Sutarno, bahan pustaka secara fisik terdiri dari koleksi pokok, koleksi penunjang, dan koleksi pelengkap. Ketiga koleksi tersebut biasanya dikategorikan berdasarkan kelompok bahan pustaka umum, kelompok bahan pustaka rujukan, kelompok bahan pustaka berkala dan kelompok bahan pustaka audio visual. 

Bahan pustaka merupakan unsur penting dalam sistem perpustakaan yang harus dilestarikan, karena memiliki nilai informasi mahal. 

Perpustakaan harus memiliki koleksi bahan pustaka secara fisik dan bisa dikelompokan menjadi banyak kategori. Kategorisasi bahan pustaka ini bisa berdasarkan pada jenis buku, jenis bahan buku atau sesuai tema buku tersebut. 

Namun, kelompok bahan pustaka khusus juga bisa berbentuk lukisan, foto, film, dan kaset. Jadi, koleksi bahan pustaka dalam perpustakaan tidak hanya berupa buku. 

4. Sarana dan prasarana 

Sarana dan prasarana juga termasuk ciri-ciri perpustakaan yang harus ada. Sarana adalah segala sesuatu yang bisa dipakai sebagai alat dan bahan untuk mencapai maksud dan tujuan dari suatu proses produksi. 

Sedangkan, prasarana adalah segala sesuatu yang menjadi penunjang utama terselenggaranya produksi. Dalam hal ini, adanya sarana dan prasarana sangat efektif dalam meningkatkan citra dan kesan dari pengunjung terhadap perpustakaan. 

Jika perpustakaan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, maka akan semakin menarik dan lebih nyaman bagi para pengunjungnya. 

Pengelola perpustakaan bisa mengamati kebutuhan dan keinginan para pengunjung dalam memenuhi sarana dan prasarana, agar sesuai ekspektasi mereka. 

5. Perabotan 

Perabotan adalah barang atau furniture perlengkapan yang melengkapi suatu situasi. Perbotan yang dibutuhkan dalam perpustakaan sudah pasti berbeda dengan perabotan kelas, rumah, kantor dan sebagainya. 

Perabotan termasuk unsur penting dalam perpustakaan yang harus diperhatikan, karena berkaitan dengan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. 

Menurut Sutarno, perabotan dan perlengkapan perpustakaan meliputi rak bahan pustaka, lemari katalog, meja kursi untuk pembaca, meja layanan, komputer dan print untuk pembuatan kartu katalog dan surat-surat, serta meja kerja untuk pegawai perpustakaan. 

Adapun perabotan yang wajib ada di perpustakaan, seperti loker atau lemari penitipan tas dan barang, alat baca khusus untuk koleksi, lemari arsip untuk tata usaha dan papan pengumuman. 

Perpustakaan juga biasanya menyediakan jam, kotak saran bagi pengunjung atau tas kecil untuk membawa sejumlah buku yang ingin dibaca atau dipinjam. 

6. Anggaran 

Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan mengenai pendapatan dan biaya bisnis. Tapi, anggaran itu lebih dari sekedar angka keuangan. 

Anggaran juga termasuk ciri-ciri perpustakaan untuk membeli perlengkapan dan peralatan yang mendukung kemajuan perpustakaan. Misalnya, anggaran untuk membeli komputer guna memutar koleksi audio video. 

Pengelola perpustakaan juga harus siap dengan anggaran sumber belanja yang sifatnya di luar dugaan. Karena, kemungkinan ada kebutuhan di luar perencanaan tapi harus tersedia. 

Oleh sebab itu, perlu keterampilan manajemen keuangan sehingga bisa membelanjakan anggaran berdasarkan skala prioritas. Jadi, perpustakaan tidak hanya memikirkan koleksi bahan pustaka bagi para pengunjungnya, tetapi juga perlu mempertimbangan kenyamanan melalui fasilitas yang tersedia.

Cara Mengadakan Bahan Pustaka

Memperbarui koleksi bahan pustaka adalah hal terpenting yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pengelola perpustakaan. Supaya, pengunjung tidak bosan dan puas dengan kualitas bahan pustaka yang tersedia. Berikut ini, beberapa cara mengadakan bahan pustaka yang bisa dilakukan.

1. Pembelian 

Pembelian adalah suatu kegiatan mengadakan barang atau jasa untuk keperluan konsumsi. Pembelian merupakan cara mengadakan bahan pustaka yang pertama dengan cara membeli buku dan bentuk bahan pustaka lainnya. 

Artinya, pengelola perpustakaan sudah menyediakan anggaran untuk pembelian bahan pustaka. Besarnya anggaran yang dipersiapkan untuk membeli bahan pustaka pun berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan setiap perpustakaan. 

Anda bisa mencatat daftar bahan pustaka yang dibutuhkan guna mencegah pembelian yang tidak terkontrol dan tak terencana. Anda bisa membeli bahan pustaka langsung ke penerbitnya, karena Anda bisa mendapatkan harga dan kualitas yang lebih baik. Pembelian bahan pustaka langsung ke penerbit juga sekaligus membangun relasi. 

2. Pemesanan 

Pemesanan adalah proses, cara, perbuatan memesan atau memesankan. Pemesanan juga termasuk cara mengadakan bahan pustaka yang berlaku, bila stok buku yang ingin dipesan dalam jumlah banyak dan penerbit tidak memiliki stok yang cukup. 

Sehingga penerbit biasanya meminta waktu untuk mencetak buku-buku yang dipesan. Tapi, pengadaan bahan pustaka dengan cara pemesanan ini tidak akan terjadi bila jumlah buku yang hendak dibeli sedikit atau masih ada stok. 

Kecuali, pengelola perpustakaan mengajukan pengadaan bahan pustaka ke penerbit indie. Maka, mereka harus mencetaknya terlebih dahulu karena tak tergantung pada banyak atau tidaknya jumlah buku yang diminta 

3. Sumbangan dan hadiah 

Sumbangan juga disebut donasi, yakni sebuah pemberian yang bersifat secara fisik oleh perorangan atau badan hukum. Pemberian ini bersifat sukarela tanpa adanya imbalan yang menguntungkan orang lain. 

Sedangkan, hadiah adalah pemberian uang, barang atau jasa tanpa ada kompensasi balik seperti yang terjadi dalam perdagangan. 

Pengadaan bahan pustaka bisa melalui cara sumbangan dan hadiah. Cara ini tergolong menguntungkan bagi Anda yang berencana mendirikan perpustakaan sendiri di rumah. Tapi, peluang pengadaan bahan pustaka dengan cara ini cukup sulit. 

Anda bisa membuat proposal rencana kerja dan rencana membuat perpustakaan. Kemudian, Anda bisa mengirimkan proposal tersebut ke penerbit, agen buku atau langsung ke pemerintah, seperti lembaga pendidikan. 

Selain itu, Anda juga bisa menawarkan hadiah buku ke penerbit yang memiliki return buku banyak. Cara ini biasanya lebih mudah diterima, karena mereka bisa memperluas jangkauan terbitan bukunya langsung melalui perpustakaan. 

4. Titipan 

Titipan adalah sesuatu yang dititipkan, biasanya berupa barang. Pengadaan bahan pustaka juga bisa melalui titipan, meskipun caranya tidak terlalu banyak diminati oleh pelaku pustaka. 

Sebab, cara pengadaan bahan pustaka ini dianggap ribet dan memiliki beban tanggung jawab lebih besar. Kecuali, perpustakaan kecil yang tidak punya cara lain untuk mengadakan bahan pustaka, selain titipan. 

5. Tukar menukar 

Tukar menukar adalah suatu perjanjian antara kedua belah pihak yang mengikatkan dirinya untuk saling memberi suatu barang secara timbal balik sebagai gantinya suatu barang yang lain. 

Pengadaan bahan pustaka juga bisa melalui cara tukar menukar, yang lebih akrab disebut sebagai hubungan kerjasama antara perpustakaan dengan instansi atau organisasi lain. Dalam hal ini, mereka saling bertukar koleksi pustakanya. 

Tapi, pengadaan bahan pustaka dengan cara ini hanya bisa dilakukan jika sudah memenuhi beberapa tahapan, yakni sudah terdaftar bahan perpustakaan yang akan dipertukarkan. 

Pengelola perpustakaan juga harus mengirimkan daftar penawaran yang disertai dengan persyaratan biaya pengiriman maupun pengembalian. 

Selain itu, rekan kerjasama juga harus menerima kembali daftar penawaran yang sudah dipilih oleh pemesan dan mencatat alamat pemesan. Lalu, mereka mengonfirmasi bahan pustaka ke perpustakaan atau lembaga yang memesannya. 

Pengadaan bahan pustaka dengan cara ini bertujuan memperoleh buku yang tidak bisa dibeli atau tidak dijual belikan. Cara ini sekaligus jalan bagi perpustakan sebagai media substitusi koleksi buku yang sekiranya tidak diperlukan lagi di perpustakaan.

Baca Artikel Terkait lainnya:

Pondok Djawara Deepublish

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang