Tempat Cari Informasi Dan Inspirasi Bagi Pustakawan

Menginspirasi ! 3 Pahlawan Indonesia Yang Gemar Membaca

pahlawan-indonesia

Pahlawan Indonesia Yang Sukses dari Gemar Membaca – Pernah mendengar pepatah yang mengatakan buku adalah jendela dunia? Pepatah tersebut memang benar adannya kok. Coba bayangkan jika tidak ada buku, kita terkungkung pada satu sudut pandang saja. Betapa membosankan hidup ini jika kita hanya memiliki satu sudut pandang saja. Oleh sebab itu pada ulasan kali ini kita akan mengulas beberapa Pahlawan Indonesia yang sukses meminpin Indonesia karena berawal dari gemar membaca ketika masa mudanya.

Sebelum masuk ke inti Pahlawan Indonesia yang sukses dari gemar membaca. Saya akan mencoba mengingatkan sebuah kalimat dari Milan Kundera, yang berbunyi “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya: maka pastilah bangsa itu akan musnah”.

Ini sebuah kalimat yang menampar bagi saya. Kenapa? Karena Indonesia pun salah satu Negara yang waktu itu sebagai negara yang ditakuti dan disegani oleh banyak Negara. Melihat sebagai calon Negara besar, Belanda pun saat hengkang dari Tanah air membawa buku-buku penting dan buku-buku fundamental.

Buku-buku tersebut di bawa ke Belanda. Ada sebagian bukunya dikembalikan, namun banyak juga buku-buku yang tidak bersedia dikembalikan ke Indonesia dari pihak Belanda. Salah satunya Naskah Kuno Keraton Kasunanan Surakarta yang berisi jejak para leluhur. Sampai-sampai Indonesia sendiri tidak memiliki satupun buku asli tersebut. Itu sebabnya negara Belanda kini menjadi negara pesemakmuran yang kuat dan memiliki sistem pemerintah yang lebih baik. Sedangkan Indonesia? masih bertahan menjadi negara berkembang.

3 Pahlawan Indonesia Yang Gemar Membaca

Kembali masuk ketopik utama, yaitu tentang tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca. Nah, untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita lihat beberapa tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca.

1. Bung Hatta


Muhammad Hatta
Sumber : id.wikipedia.org

Ada satu kutipan menarik dari Mohmmad Hatta yang berisi “Aku rela di Penjara Asalkan bersama buku karena dengan buku aku bebas”.  Dari kutipan ini kita langsung bisa menangkap bahwa buku bacaan adalah refreshing dan pencerahan yang paling tepat.

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Hatta. Beliau salah satu pahlawan Indonesia yang berperan penting dalam penbentukan Sumpah Pemuda. Sebagai tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca wajar jika buku adalah hiburan utamanya. Tentu saja berbeda dengan kita yang hiburannya masih belum berkualitas. Main ke mall, pergi keluar negeri pinjam uang bank atau teman hanya demi pamer dan konten instagram.

Tentu saja ini perilaku yang jauh berbeda. Para tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca tingkatnya jauh lebih maju. Saking cintannya dengan dunia buku, sampai-sampai maskawin Bung Hatta untuk pujaan hatinya menggunakan karya bukunya.

Sebagai tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca, wajar jika pemikiran-pemikiran Bung Hatta juga out of the box. Masih menyinggung tentang hobi membaca, ternyata Beliau sangat posesif memperlakukan buku. Ada sebuah cerita, saat itu keponakan Bung Hatta meminjam buku. Setelah buku dikembalikan, betapa marahnya beliau hanya karena buku tersebut dilipat oleh keponakannya.

Lantas, mintalah ganti. Benar, ponakan mencari buku tersebut untuk mengganti, padahal buku itu hanya di jual di Eropa. Melihat kesungguhan keponakan mencari bukunya, bung Hatta hanya tersenyum dan mengajarkan untuk lebih berhati-hati memperlakukan buku.

Pernah juga bung Hatta saat di asingkan menggunakan pesawat kecil. Karena kapasitas pesawat tidak bisa membawa banyak barang. Maka bentuk cintanya dengan buku, Bung Hatta menitipkan 6 peti berisi buku kepada Tsahrir, anak angkatnya.

Satu fakta lagi tentang Bung Hatta sebagai tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca. Memiliki koleksi buku yang banyak. Tidak hanya ratusan judul buku, tetapi ribuan. Setidaknya ada 10.000 judul buku yang dimilikinya. Ini angka yang banyak, untuk bacaan buku pribadi. Buku tertua yang dimiliki beliau diterbitkan di tahun 1800, tentu saja ini salah satu buku yang dibilang langka.

Sampai Bung Hatta tutup usia, buku-bukunya masih abadi. Pihak keluarga berencana membuat perpustakaan umum, agar buku-bukunya masih bisa dinikmati dan bisa bermanfaat. Agar masyarakat juga bisa membaca buku-buku yang pernah di baca oleh Bung Hatta.

2. Ir. Soekarno


Ir soekarno
Sumber : id.wikipedia.org

Pahlawan Indonesia yang sukses memimpin Indonesia karena berawal dari gemar membaca selanjutnya adalah Bung Karno. Bapak Presiden pertama Indonesia ini menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan bahkan kebutuhan. Sejak beliau kecil sudah membiasakan diri untuk membaca buku, sampai-sampai, ke kamar mandi pun di pasang meja. Jadi, setiap kali ke kamar mandi, beliau sambil membaca buku.

Sebagai kutu buku, Bung Karno sampai mendesain meja di kamar mandi menjadi empat tingkat laci. Coba bayangkan, sampai-sampai jumlah laci saja juga di desain. Seperti yang diceritakan oleh Basarah, salah satu kerabat Bung Karno, rak laci pertama digunakan untuk meletakan buku yang sudah dibaca. Kemudian di rak kedua, ketiga dan keempat digunakan untuk meletakan buku-buku yang belum beliau baca.

Pemikiran-pemikiran kritis dan revolusioner yang muncul dari dalam diri seorang Ir. Soekarno salah satunya juga berasal dari buku-buku yang pernah beliau baca.

Nah, bagaimana denganmu? Apakah juga memiliki kebiasaan membaca seperti beliau. Ada pula kebiasaan lain seperti kebiasan memberikan corat-coret di lembar buku yang dibacanya. Jadi, beliau selalu mengkritisi atau sekedar memberikan catatan di samping buku-buku yang dibacanya. Berkat hobinya dalam membaca, mengantarkan beliau menguasai banyak ilmu. Mulai sosial politik, budaya dan ekonomi. Padahal beliau lulusan Insinyur di ITB, tetapi juga menguasai bidang ilmu lain, menariknya beliau pelajari secara otodidak.

Barangkali kelak kamu juga ingin menjadi tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca, tidak ada salahnya meneladani sikap dan perilaku Bung Hatta dan Bung Karno. Kembali ke perjalanan presiden pertama yang berwibawa ini, ternyata sosok Bong Karno pun menguasai beberapa bahasa. Mulai dari bahasa Belalnda, Perancis, Jerman dan Inggris.

Dimana penguasaan bahasa inilah yang semakin memudahkan Bung Karno menjalin komunikasi atau kerjasama dengan dunia luar. Padahal era jaman dulu, belum banyak universitas yang membuka prodi jurusan bahasa asing. Jadi benar-benar harus belajar secara mandiri dan secara langsung.

3. Ki Hajar Dewantara

ki hajar dewantara
Sumber : kompasiana.com

Siapa sih yang tidak kenal Pahlawan kita Ki Hajar Dewantara? Pasti semuanya mengenal siapa beliau. Ki Hajar Dewantara pernah menjadi menteri pendidikan, karena sangat cinta dengan dunia pendidikan. Beliau juga mendirikan sekolah. Sebenarnya beliau memiliki keturunan sebagai darah biru, namun beliau memutuskan untuk memilih melepas atribut itu dan memilih berbaur dengan masyarakat dan mendirikan sekolah untuk memajukan masyarakat.

Beliau adalah sosok pahlawan Indonesia yang juga senang membaca. Pernah suatu ketika, saat saya melakukan reportase langsung ke Museum Ki Hajar Dewantara, waktu itu saya wawancara langsung dengan penjaga museum, Listiya. Saking pedulinya dengan pendidikan, Beliau aktif menulis. Keaktifan dan kekritisan Ki Hajar Dewantara lewat tulisan-tulisannya, membuat Belanda Marah dan mengasingkan Ki Hajar Dewantara.

Namun ada yang menarik, selama pengasingan, Ki Hajar meminta untuk di asingkan ke Belanda. Hal ini dilakukan Ki Hajar sebagai taktik agar beliau tetap bisa belajar selama di pengasingan. Karena pada saat itu, pengasingan di Belanda masih memberikan kesempatan untuk belajar. Justru pengasingan inilah Ki Hajar semakin semangat belajar dan berhasil memperoleh penghargaan Europeesche Akte.

Tahun 1918 Ki Hajar Dewantara dipulangkan ke Indonesia dari pengasingan. Berawal dari sinilah, beliau langsung fokus di dunia pendidikan dan mendirikan National Onderwis Instituut Tamansiswa. Falsafah pendidikan yang paling terkenal dan menjadi pedoman di ranah pendidikan adalah slogan ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang dapat diartikan “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”.

Wajar jika Tokoh Indonesia yang sukses dari gemar membaca satu ini akirnya mampu meningkatkan pendidikan. Berkat beliau, banyak warga pribumi mengenyam pendidikan.

Itulah tiga Pahlawan Indonesia yang menginspirasi karena gemar membaca sekaligus dapat kamu jadikan inspiratory hidupmu. Semoga bermanfaat.

Jika kamu sedang mencari buku, kamu bisa mendapatkan buku dengan harga termurah hanya di Toko Buku Online Deepublish. Dapatkan segera yaa, lihat juga promo-promo menariknya.

Pondok Djawara Deepublish

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Artikel Terkait

butuh bahan pustaka?

mari kerjasama bersama kami, pengadaan mudah tanpa ribet !

teknik pengadaan buku perpustakaan