Logo Baru April

Metode Ceramah: Pengertian, Kelebihan dan Jenisnya

metode ceramah dalam mengajar
toko buku kuliah
Bagikan

Metode Ceramah merupakan metode yang sering digunakan oleh pengajar untuk menyampaikan ilmu kepada orang lain. Pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Nusantara sejak dari awal sudah dibiasakan nenek moyang dengan metode berceramah. Contohnya, banyak dongeng, mitos dan legenda yang diceritakan secara turun temurun dari leluhur kita. sejak kecil pun kita pasti lebih banyak mendengar “konon katanya” daripada mendengar “Hasil penelitian” atau penemuan-penemuan ilmiah lainnya. 

Ternyata metode ceramah ini memiliki kelemahan dan kelebihannya. Salah satu kelemahannya adalah, masyarakat kita rendah akan kesadaran membaca. Banyak yang lebih nyaman mendengarkan dongeng atau cerita daripada membaca. 

Hal ini juga dapat dilihat dari kebiasaan masyarakatnya yang lebih suka berkumpul bareng kemudian melakukan ghibah (LOL), daripada berinisiatif melakukan kegiatan sederhana yang produktif dan inspiratif. Contoh di era digital juga dapat dilihat dari komentar netizen yang super pedas, sepedas cabe Carolina. Lebih banyak yang suka komen dulu sebelum menelisik lebih lanjut. 

Pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas hal-hal seperti yang disebutkan di atas. Tetapi kita akan membahas secara semi formal tentang metode ceramah. Langsung saja intip langsung yuk.

Nah, metode ceramah ini sangat cocok untuk murid yang memiliki gaya belajar auditori. Ada 3 jenis gaya belajar, pahami dalam 3 Gaya Belajar.

Apa itu Metode Ceramah?

Metode ceramah adalah salah satu pilihan dari sekian banyak metode. Metode ceramah lebih sering digunakan di dunia pendidikan, untuk strategi pengajaran di dalam kelas. Namun juga bisa diterapkan untuk hal-hal lain. 

Metode ceramah adalah metode yang disampaikan dengan cara tenaga pendidik atau guru menjelaskan panjang lebar di depan para siswa/audience. Tentu saja apa yang dibicarakan sesuai dengan topik materi yang angkat. 

Salah satu alasan kenapa metode ceramah lebih sering digunakan dalam banyak kesempatan. Karena memang tidak perlu banyak modal perangkat dan lain sebagainya. Hanya modal penguasaan materi dan keterampilan menyampaikan pesan, metode ceramah bisa disampaikan kepada anak-anak. 

Ketika tenaga pendidik berceramah, peserta didik yang mendengarkan secara seksama. Secara tidak langsung, anak harus fokus dengan apa yang disampaikan agar bisa dipahami dan dimengerti. Kekurangan dari metode ini, tidak semua peserta didik memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. 

Daftar Reseller

Sebagai seorang pendidik juga harus memahami kemampuan peserta didik. Apakah mereka tipe peserta didik yang lebih mudah memahami secara audi, visual atau kedua-duanya. Itu sebabnya ada beberapa tenaga pendidik selain berceramah disertai dengan corat-coret di papan tulis, untuk memudahkan tipe anak yang memahami secara visual.

Kelebihan Metode Ceramah

Metode ceramah salah satu metode yang paling banyak dilakukan. Ternyata ada beberapa kelebihan yang dapat dijadikan alasan kenapa banyak yang menggunakan metode ini, diantaranya sebagai berikut. 

1. Praktis 

Dari segi persiapan, metode ceramah lebih praktis, karena tidak terlalu banyak mempersiapkan segala sesuatunya hingga berjam-jam. 

2. Efisien 

Secara waktu dan biaya, sudah jelas lebih efisien. Karena modal yang diperlukan hanya kesiapan materi dan kesiapan diri sendiri. 

3. Menyampaikan Pesan Lebih Gamblang 

tidak dapat dipungkiri jika metode ceramah salah satu metode yang tepat untuk menyampaikan materi atau pesan secara gamblang dan terbuka. 

4. Menuntut Menguasai 

Sebagai tenaga pendidik, maka secara tidak langsung dituntut bisa menguasai materi yang hendak disampaikan kepada peserta didik.

5. Memudahkan Melakukan Kontrol 

Bagi tenaga pendidik, metode ceramah ternyata lebih mudah untuk melakukan kontrol kelas. Dengan metode ini tenaga pendidik juga bisa melakukan teguran atau komunikasi dua arah jika terjadi ketidak kondusifan ruang kelas. 

Daftar Open Reseller

6. Peserta Didik Langsung Ditransformasi 

Salah satu kelebihan metode ceramah adalah, peserta didik siap tidak siap akan menerima ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya.

Dari beberapa kelebihan di atas, ada juga alasan lain kenapa metode ceramah menjadi pilihan bagi tenaga pendidik. Misal karena tenaga pendidik bisa menjelaskan lebih komprehensif.

Oh iya, metode ini juga dapat berperan  untuk menghindari kesalahpahaman  peserta didik dan digunakan karena jumlahnya lebih banyak. Ini salah satu cara langkah dalam pengembangan pembelajaran yang baik.

Kekurangan Metode Ceramah

Setelah mengetahui kelebihan metode ceramah, belum afdol rasanya jika tidak disebutkan kekurangan dari metode ceramah. Langsung saja simak kekurangan di bawah ya. 

1. Tenaga pendidik aktif, peserta didik pasif 

Disadari atau tidak, kelemahan dari metode ceramah hanya tenaga pendidik yang aktif, sementara peserta didik pasif. Secara tidak langsung, anak tidak terstimulasi untuk aktif melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan mereka. Secara mental, anak juga tidak memiliki inisiatif untuk percaya diri mengemukakan gagasan, pendapat, kreativitas mereka. 

2. Peserta didik dituntut sebagai follower 

Salah Satu kelemahan dari metode berceramah di dunia pendidikan, secara tidak langsung siswa dituntut untuk sependapat dan mengikuti saja. Padahal kita tahu, peserta didik ada yang kritis, namun metode ini seolah menjadikan tenaga didik selalu benar, sementara peserta didik seolah hanya dituntut selalu pendengar dan menjalankan tugas saja. 

Ebook Panduan Jadi Reseller

3. Tingkat kebosanan lebih tinggi 

Tidak dapat dipungkiri, mungkin kamu salah satu yang juga merasakan juga. Jika metode ceramah adalah metode yang paling membosankan bagi sebagian besar peserta didik. Jika tenaga pendidik tidak memiliki seni public speaking, peserta didik bisa tidur  pulas di kelas karena penyampaian yang datar dan menjemukan. 

4. Tidak mendorong peserta didik menjadi kreatif 

Adapun kekurangan metode ceramah, peserta didik cenderung kurang kreatif. Peserta didik hanya diandalkan dalam hal mengingat saja. Sementara otak tidak distimulasi untuk menciptakan sesuatu. Itu sebabnya masyarakat kita bermental sebagai operator bukan sebagai pencipta. 

Hal ini dapat dilihat dari sikap. Sekolah tinggi-tinggi, bahkan hingga s1, s2 dan s3, orientasinya sebatas “mencari pekerjaan”. Bukan menciptakan pekerjaan. Contoh lain, kita lebih bangga dengan gelar, pangkat dan jabatan dibandingkan bangga dengan hasil karya yang sudah ditorehkan.

Macam-Macam Metode Ceramah

Adapun macam-macam metode ceramah. Ada metode ceramah impromptu, hafalan, membaca catatan dan ekstemporan. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, bisa dilihat sebagai berikut. 

1. Impromptu

Impromptu merupakan ceramah yang dilakukan tanpa persiapan. Bagi pemula, metode ini tidak disarankan. Metode ini sering dilakukan oleh mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi.

2. Hafalan

Sementara yang dimaksud dengan hafalan adalah ceramah yang dilakukan dengan mempersiapkan materi sebelumnya, kemudian dihafalkan. Jika penceramah tidak dikolaborasikan dengan cara yang menarik, metode hafalan ini juga cenderung kaku. Karena tidak ada improvisasi dengan peserta didik. 

3. Membaca Catatan

Ada juga metode ini yang caranya dengan membaca naskah. Ini juga terkesan membosankan, karena metode ini sama halnya seperti membaca teks. Umumnya banyak yang masih keku. Kecuali bagi penceramah yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Meski membaca naskah, tetapi masih ada improvisasi dan masih ada daya tariknya.

4. Ekstemporan

Sementara yang dimaksud dengan ekstemporan adalah ceramah yang hanya menuliskan pokok-pokok pikiran atau hanya mencatat poin-poin pentingnya saja. Tujuannya hanya sebatas sebagai pengingat.

Itulah beberapa macam metode ceramah. Semoga ulasan tentang kelebihan dan kekurangan metode ceramah ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga: 12 Tips Belajar Cepat Bahasa Inggris

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

Baca Juga :