Memahami Bahasa Manusia

Memahami Bahasa Manusia
toko buku kuliah

Menggunakan bahasa sebenarnya merupakan suatu keterampilan yang sangat rumit. Pemakaian bahasa terasa lumrah karena memang tanpa diajari oleh siapa pun, seorang bayi akan tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan bahasanya. Setelah dewasa, kita memakai bahasa seolah-olah tanpa berpikir. Namun, jika direnungkan, pemakaian bahasa merupakan cerminan dari kemampuan yang hanya manusialah yang dapat melakukannya. Dalam berbahasa,kita melakukan aktivitas mental yang kemudian tertuang dalam wujud bahasa yang kita pakai.

Sejarah Lahirnya Psikolinguistik

Psikolinguistik merupakan ilmu hibrida -yakni gabungan antara psikologi dan linguistik- yang perkembangannya terbagi dalam beberapa tahapan sebagai berikut.

Tahap Formatif

Berkembang pada pertengahan abad XX, dipelopori oleh John W. Gardner dan dikembangkan oleh John B. Carroll. Muncul pandangan “relativitas bahasa” oleh Benjamin Lee Whorf dan “universal bahasa” oleh Greenberg.

Tahap Linguistik

Berkembangnya ilmu linguistik yang semula berorientasi pada aliran behaviorisme ke mentalisme (nativisme), sesuai dengan yang dikemukakan oleh Chomsky bahwa kemampuan berbahasa manusia sudah ada sejak lahir.

Tahap Kognitif

Psikolinguistik mulai mengarah pada peran kognisi dan landasan biologis dalam pemerolehan bahasa. Pertumbuhan bahasa seorang manusia terkait secara genetik dengan pertumbuhan biologinya.

Tahap Teori Psikolinguistik

Psikolinguistik telah menjadi ilmu yang ditopang oleh ilmu-ilmu lain, seperti neurologi, filsafat, primatologi,dan genetika, bukan hanya psikologi dan linguistik saja.

Definisi Psikolinguistik

Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental yang dilalui manusia dalam berbahasa. Terdapat empat topik utama dalam psikolinguistik, yaitu komprehensi, produksi, landasan biologis dan neurologis, dan pemerolehan bahasa.

Kodrat Bahasa

Manusia dan binatang mempunyai bahasa masing-masing, namun apakah bahasa yang dipakai binatang sama dengan yang dipakai manusia? Berikut adalah ciri-ciri khusus yang membedakan bahasa manusia dengan binatang.

Bahasa manusia (bahasa) memiliki ketergantungan struktur: tatanan kata membentuk struktur yang hierarkis dan merupakan realitas psikologis, bukan hanya sekadar penggabungan tanpa alasan.
Bahasa dan pemakai bahasa itu kreatif. Pemakai bahasa itu kreatif karena memiliki kemampuan untuk memahami dan mengujarkan ujaran baru mana pun. Adapun bahasa bersifat kreatif karena struktur bahasa memungkinkan pemakainya untuk memanipulasinya selama kaidah-kaidah tertentu diikuti, serta bentuknya tidak dikontrol oleh faktor eksternal.
Bahasa dapat dipakai untuk mengungkapkan situasi atau peristiwa yang sudah lampau, belum terjadi, bahkan yang dibayangkan sekalipun.
Bahasa memiliki struktur ganda yang disebut struktur batin (deep structure) dan struktur lahir (surface structur).
Bahasa diperoleh secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Hubungan antara kata dengan benda, perbuatan, atau keadaan yang dirujuknya adalah arbitrer.
Bahasa memiliki semantisitas (sebuah nama akan selalu mewakili atau merujuk konsep benda).

Definisi Bahasa

Bahasa merupakan suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antarsesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.

Komponen Bahasa

Bahasa selalu memiliki tiga komponen: sintaktik, fonologi, dan semantik. Komponen sintaktik menangani ihwal yang berkaitan dengan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Komponen fonologi bersifat interpretif, menangani ihwal yang berkaitan dengan bunyi. Sedangkan komponen semantik membahas ihwal makna, termasuk di dalamnya terdapat rincian makna yang disebut fitur semantis.

Pragmatik

Pragmatik merujuk pada kajian makna dalam interaksi antara penutur dan lawan tutur, dengan memperhatikan aspek-aspek, seperti pengetahuan dunia, hubungan lawan tutur dengan orang ketiga, dan macam tindak tutur. Dengan demikian, pragmatik memberikan aturan yang membimbing manusia untuk berbahasa yang laik.

Mempersepsi Ujaran

Menangkap ujaran bukanlah proses yang sederhana. Kita harus memulainya dengan proses bagaimana kita mencerna bunyi-bunyi itu sebelum dapat memahaminya sebagai ujaran.

Memahami Ujaran

Terdapat dua macam komprehensi: (1) komprehensi yang berkaitan dengan pemahaman atas ujaran yang kita dengar, dan (2) komprehensi yang berkaitan dengan tindakan yang perlu dilakukan setelah pemahaman terjadi. Dengan demikian, komprehensi merupakan pembentukan makna dari bunyi yang selanjutnya pendengar menentukan apakah ada tindakan yang perlu dilakukan sesuai dengan apa yang dia pahami. Proses mental ini disebut pelaksanaan kalimat. [Dyah Wuri Handayani]

Referensi

Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia.
– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/168/Memahami-Bahasa-Manusia#sthash.RaZBnJu3.dpuf

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang