Logo toko buku deepublish

Ruang Lingkup Antropologi: Pengertian dan Pendekatan

pengertian dan ruang lingkup antrropologi
Bagikan

Ruang Lingkup Antropologi – Antropologi merupakan ilmu tentang manusia yang mencakup banyak disiplin ilmu, yakni ilmu sosiologi, psikologi, politik, ekonomi, sejarah, biologi manusia hingga humaniora.

Tapi, salah satu yang menjadi fokus ilmu antropologi adalah hubungan kehidupan manusia dengan kebudayaan dan biologi manusia. Ilmu tentang manusia ini pun memiliki beberapa ruang lingkup antropologi.

Setiap ruang lingkup antropologi ini mempelajari hal-hal yang berbeda dengan manusia, yakni ilmu yang mempelajari biologis atau fisik manusia, kebudayaan manusia hingga kondisi psikologis manusia.

Sebelum memahami ruang lingkup antropologi, kamu juga perlu memahami pengertian umum antropologi, perbedaannya dengan sosiologi dan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam ilmu antropologi.

Pengertian Antropologi

Antropologi adalah ilmu tentang manusia yang mempelajari kompleksitas budaya sepanjang sejarah manusia. Antropologi juga bisa disebut sebagai studi mengenai orang-orang di seluruh dunia, sejarah evolusi manusia, perilaku manusia, cara manusia beradaptasi dengan lingkungan, caranya berkomunikasi dan bersosialisasi.

Antropologi berasal dari bahasa Yunani “Anthropos” yang berarti manusia atau orang dan “Logos” yang berarti wacana, nalar atau berakal. Secara etimologis, antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia.

Sedangkan, definisi antropologi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia. Khususnya, ilmu seputar asal-usul, adat istiadat, ragam warna, bentuk fisik dan kepercayaan yang dianut setiap manusia pada masa lampau.

Ilmu antropologi pun memiliki dua konsep penting, yakni holistik dan komparatif. Kajian antropologi sangat memperhatikan aspek sejarah dan gambaran manusia secara penuh melalui pengetahuan ilmu sosial hayati dan humaniora.

Adanya ilmu antropologi ini bertujuan untuk memahami dan mengapresiasi manusia sebagai entitas biologis homo sapiens dan makhluk sosial. Karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti dan fakta sejarah manusia sejak awal kemunculannya.

Antropologi juga menggunakan konsep lintas budaya untuk menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok manusia melalui perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa dan pandangan hidup.

Daftar Reseller

Berdasarkan konsepnya yang holistik, antropologi juga masih terbagi menjadi 4 cabang ilmu, antara lain antropologi biologi, antropologi sosial budaya, arkeologi dan linguistik.

Semua cabang ilmu antropologi holistik itu memiliki Konsentrasi masing-masing dan akademik dan penelitian ilmiah. Bahkan, metode penelitian setiap cabang ilmu antropologi juga berbeda-beda.

Ilmu antropologi ini lahir karena ketertarikan orang-orang Eropa pada adat istiadat, ciri-ciri fisik, dan budaya yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat. Saat itu, kajian antropologi lebih fokus pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal.

Maksudnya, masyarakat tunggal itu adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan geografis sama. Tapi seiring perkembangan waktu, ilmu antropologi ini tidak lagi mempelajari manusia tunggal yang tinggal pada satu wilayah geografis sama.

Ilmu antropologi mulai mengkaji isu-isu migrasi, yang melahirkan penelitian-penelitian etnografis multi-situs. Hal ini terjadi karena pergerakan manusia seiring perkembangan zaman, baik dalam satu kawasan regional tertentu hingga global menjadi sangat umum terjadi.

Baca selengkapnya: Jurusan Antropologi dan Prospek Kerjanya

Pengertian Antropologi Menurut Para Ahli

Para ahli pun memiliki pengertian antropologi yang berbeda-beda. Berikut ini, pengertian antropologi menurut pendapat para pakar.

Daftar Open Reseller

1. Profesor I Gede A. B. Wiranata

Profesor I Gede A. B. Wiranata dalam buku Antropologi Budaya (2011) menjelaskan bahwa antropologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia sebagai makhluk masyarakat. Karena itu, fokus antropologi ditujukan pada sifat khusus badani, cara produksi, tradisi, dan nilai-nilai yang membuat pergaulan hidup satu masyarakat berbeda dari lainnya.

2. William A. Haviland

Menurut William A. Haviland, antropologi adalah studi tentang manusia yang berusaha untuk membuat generalisasi berguna tentang orang-orang dan perilaku mereka dalam mendapatkan pemahaman yang lengkap dari keragaman manusia.

3. Koentjaraningrat

Koentjaraningrat menjelaskan bahwa antropologi merupakan studi tentang manusia yang umumnya mempelajari berbagai warna, bentuk fisik masyarakat dan budaya yang dihasilkan.

4. Rifhi Siddiq

Rifhi Siddiq menjelaskan bahwa antropologi merupakan ilmu yang mendalami semua aspek yang ada pada manusia, terdiri dari berbagai macam konsep kebudayaan, ilmu pengetahuan, norma, seni, linguistik dan lambang, tradisi, teknologi dan kelembagaan.

5. Conrad Phillip Kottak

Menurut Conrad Phillip Kottak, antropologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai keragaman manusia secara holistik, yang mana meliputi aspek sosial budaya, biologis, kebahasaan dan lingkungannya dalam dimensi waktu lampau, sekarang dan masa yang akan datang. 

Conrad Phillip Kottak membagi antropologi dalam empat sub disiplin ilmu, antara lain antropologi sosial budaya, arkeologi, antropologi biologi dan linguistik antropologi.

Ebook Panduan Jadi Reseller

Ruang Lingkup Antropologi

Antropologi merupakan disiplin ilmu yang sangat luas, karena gabungan dari humaniora, sosial dan ilmu pengetahuan untuk menjelaskan tentang manusia. Ilmu antropologi ini dibangun berdasarkan pengetahuan dari ilmu alam, termasuk asal-usul dan evolusi homo sapiens, ciri-ciri fisik manusia, perilaku manusia dan variasi di antara berbagai kelompok manusia, cara masa lalu evolusi homo sapiens mempengaruhi budaya sosial dan kelompok.

Selain itu, antropologi juga dibangun berdasarkan ilmu-ilmu sosial yang mempelajari tentang hubungan manusia sosial dan budaya, sistem keturunan dan hubungan kekerabatan, spiritualitas dan religi, lembaga, konflik sosial, dan lainnya.

Antropologi pertama kali berasal dari Yunani klasik dan Persia yang mempelajari dan mencoba memahami Keberagaman budaya. Sekarang ini, antropologi telah menjadi sentral dalam pengembangan beberapa bidang interdisipliner baru, seperti ilmu kognitif, studi globalisasi, genetik, dan berbagai penelitian etnis.

Tapi secara garis besar, ilmu yang mempelajari tentang manusia ini memiliki beberapa ruang lingkup antropologi, antara lain:

1. Antropologi fisik atau biologi

Ruang lingkup antropologi fisik atau biologi ini mempelajari manusia sebagai organisme biologi yang melacak perkembangan manusia berdasarkan evolusinya dan variasi biologisnya dalam berbagai spesies.

Para ahli antropologi fisik telah berusaha melacak nenek moyang jenis manusia untuk mengetahui proses, waktu dan awal mula semua orang menjadi makhluk sosial seperti sekarang. Mereka melacaknya melalui analisis mendalam terhadap fossil-fossil dan mengamati primata yang pernah hidup.

Di samping itu, ruang lingkup antropologi fisik atau biologi ini juga merupakan cabang ilmu antropologi yang mempelajari tentang manusia dan primata bukan manusia dalam hal biologis, evolusi dan demografi.

Ruang lingkup antropologi fisik atau budaya ini lebih fokus pada faktor biologis dan sosial yang mempengaruhi evolusi manusia dan primata lainnya yang menghasilkan, mempertahankan, mengubah variasi genetik dan fisiologinya.

2. Antropologi sosial budaya

Ruang lingkup antropologi sosial budaya lebih fokus pada kebudayaan manusia dan cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Haviland, ruang lingkup antropologi sosial budaya ini terbagi menjadi 3 bagian, yakni arkeologi, antropologi linguistik, dan etnologi.

Menurut Burke, ruang lingkup antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktik sosial, bentuk-bentuk ekspresif dan penggunaan bahasa. 

Antropologi budaya juga sering dikaitkan dengan tradisi riset dan penulisan antropologi di Amerika. Pada abad ke-20, Franz Boas, mengajukan hasil tinjauannya terhadap asumsi-asumsi antropologi evolusioner serta implikasi yang cenderung bersifat rasial. 

Sementara itu, antropologi sosial adalah studi yang mempelajari tentang hubungan antara manusia perorangan dan kelompok. Antropologi budaya merupakan  studi komparasi mengenai cara orang-orang memahami dunia di sekitar mereka dengan metode yang berbeda-beda. 

Ruang lingkup antropologi sosial juga berkaitan erat dengan sosiologi dan sejarah yang bertujuan mencari pemahaman struktur sosial dari suatu kelompok sosial yang berbeda, seperti subkultur, etnik, dan kelompok minoritas. 

Namun, antropologi budaya lebih berkaitan dengan  filsafat, literatur atau sastra, dan seni tentang cara suatu kebudayaan mempengaruhi pengalaman seseorang dan kelompok, memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih lengkap terhadap pengetahuan, adat istiadat, dan pranata masyarakat.

3. Antropologi Psikologis

Ruang lingkup antropologi psikologis merupakan studi yang berkaitan dengan fenomena psikologi yang menggunakan istilah karakter tidak terlalu diminati oleh para peneliti. Istilah yang paling sering muncul dalam penelitian adalah istilah kepribadian, yakni culture and personality dalam konsep generik.

Kedua istilah itu mengarah pada kondisi psikologis manusia, yang mana karakter bisa disamakan dengan istilah kepribadian dan bisa dikatakan bahwa karakter tergambar dari kepribadian individu.

Menurut White, ruang lingkup antropologi psikologis ini mengkaji tentang hubungan antara seseorang dengan makna dan nilai kebiasaan sosial dari sistem budaya. Secara historis. antropologi psikologi erat kaitannya dengan psikoanalisis daripada psikologi eksperimental.

Ruang lingkup antropologi psikologis ini penting untuk memahami fenomena karakter dalam suatu masyarakat individu. Karena, proses pembentukan dan pengembangan karakter suatu masyarakat fokus pada perkembangan dan kondisi psikologis dari manusia yang hidup dalam masyarakat tersebut.

Selain itu, pengalaman individu dan lingkungan sosial juga sebuah proses yang turut berkontribusi pada pembentukan karakter manusia dalam masyarakat. Kajian antropologi psikologi juga menjadi penghubung antara studi tentang kebudayaan dan kepribadian guna menjelaskan suatu kelompok masyarakat atau suku bangsa.

Perbedaan Sosiologi dan Antropologi

Antropologi dan sosiologi adalah dua ilmu yang berbeda. Antropologi adalah ilmu yang fokus mempelajari manusia, termasuk evolusi dan perkembangan manusia, cara manusia berperilaku dan berkomunikasi, kebudayaan, cara manusia beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis, cara manusia bersosialisasi dan lainnya. Ruang lingkup antropologi pun meliputi fisik, sosial dan budaya.

Selain itu, antropologi juga mempelajari tentang asal-usul prasejarah manusia, ciri khas manusia sebahai salah satu spesies di muka bumi, dan keanekaragaman manusia modern. Dalam kata lain, antropologi adalah studi tentang manusia yang berkaitan dengan aspek biologis dan sosiokultural.

Seseorang yang ahli di bidang antropologi disebut sebagai antropolog. Seorang antropolog ini bertugas mengeksplorasi lebih lanjut mengenai asal-usul manusia dan zaman purba. Mereka melakukannya dengan meneliti nenek moyang kita melalui survei arkeologis dan menganalisis budaya di seluruh dunia.

Sedangkan, sosiologi adalah ilmu tentang perilaku manusia yang berhubungan dengan kehidupan sosial, perubahan, interaksi, penyebab dan hasil perilaku manusia. Intinya, sosiologi adalah studi yang mempelajari tentang cara seseorang berinteraksi satu sama lain dalam masyarakat, cara perilaku seseorang diarahkan sesuai dengan struktur sosial, kategori dan lainnya.

Seseorang yang ahli di bidang sosiologi disebut sosiolog. Seorang sosiolog ini bertugas mempelajari struktur, pola, proses, organisasi, budaya, dan perilaku masyarakat dengan mengamati dan melacak perubahan-perubahan dalam setiap elemen penting dari kelompok yang terorganisir, seperti komunitas, masyarakat dan sebagainya.

Jadi perbedaannya, antropologi merupakan ilmu yang mempelajari asal-usul manusia. Sementara, sosiologi adalah ilmu yang membantu kita mengenal perilaku manusia di tengah kehidupan masyarakat, perilaku sosial, interaksi, struktur, proses, pola hubungan dan bentuknya.

Fakta-fakta sosial yang dikumpulkan oleh sosiologi pun termasuk sikap, nilai-nilai, kepercayaan, norma, tradisi, institusi dan sebagainya yang merupakan tatanan sosial.

Ilmu sosiologi ini pula yang membantu mengatasi sejumlah masalah sosial di kehidupan masyarakat, seperti kepercayaan dan praktik masyarakat, mobilitas sosial, stratifikasi, perubahan, kekacauan atau keresahan, dan permasalahan sosial lainnya.

Baca juga: Hakikat Ilmu Sosiologi dan Ruang Lingkup

Pendekatan Ilmu Antropologi

Selain ruang lingkup antropologi, ada 5 metode atau pendekatan ilmu antropologi yang masing-masing memiliki hubungan, cara dan penerapannya yang khas. Kelima pendekatan ilmu antropologi itu antara lain:

1. Pendekatan holistik

Pendekatan holistik pada ilmu antropologi berarti menyeluruh. Maksudnya, pendekatan ilmu antropologi ini meneliti suatu masalah sosial budaya dalam rangka kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Pendekatan ilmu antropologi ini dikembangkan dalam masanya untuk masyarakat pedesaan kecil yang bisa mencakup seluruhnya. Metode ini juga digunakan dalam sebuah penelitian lapangan untuk jangka waktu yang cukup lama.

Menurut Sairin (2010), pendekatan ilmu antropologi ini menekankan pada pemahaman dari keseluruhan jaringan dari fenomena sosial masyarakat yang diteliti (structural functional analysis).

2. Pendekatan mikro

Pendekatan mikro ilmu antropologi merupakan konsekuensi dari penerapan pendekatan antropologi sebelumnya. Seorang antropolog harus mempelajari lebih rinci atau detail suatu masalah sampai terkumpul semua data yang sangat rinci dan konkrit mengenai masalah sosial budaya tertentu.

Data konkrit inilah yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk menganalisis masalah-masalah serupa pada kasus lainnya. Sehingga, seorang antropolog akan mendapatkan pengertian umum yang lebih mendetail mengenai masalah sosial yang saling bersangkutan tersebut.

Menurut R. Firth, seorang antropolog Inggris mengatakan bahwa pendekatan ilmu antropologi mikro terhadap masalah sosial-budaya ini merupakan sifat yang khas dari ilmu antropologi dan malah menyebut ilmu antropologi sebagai “sosiologi mikro (micro sociology)”.

3. Pendekatan semiotik

Pendekatan ilmu antropologi semiotik ini lebih menekankan pada pemahaman kebudayaan sesuai pada interpretasi yang dilakukan oleh peneliti dari pandangan dasar subjek penelitian atau native’s point of view. 

Menurut Sairin (2010), pendekatan ilmu antropologi semiotik semakin banyak digunakan akhir-akhir ini, terutama ketika munculnya tokoh antropologi seperti Goodenough dan Clifford Geertz. 

Analisa dalam pendekatan ilmu antropologi semiotik ini bersifat thick description yang sangat ditekankan. Meskipun pendekatan atau metode yang digunakan antropolog berbeda-beda, tetapi biasanya mereka tetap melakukan penelitian dengan metode disebut kualitatif dengan observasi partisipasi (participant observation).

4. Pendekatan komparatif

Pendekatan ilmu antropologi komparatif ini menjadi metode yang biasa digunakan dalam ilmu antropologi sejak awal mula sejarah. Karena, antropologi selalu menghadapi beraneka ragam warna dan bentuk masyarakat, serta kebudayaannya.

Berbagai macam pendekatan ilmu komparatif atau perbandingan sudah dikembangkan, salah satunya adalah metode perbandingan lintang kebudayaan atau cross-cultural method. 

Cara kerja metode perbandingan ini adalah menggunakan satu atau beberapa masalah sosial budaya yang serupa dalam suatu sampel atau contoh yang cukup besar dari kebudayaan-kebudayaan suku bangsa yang tersebar luas.

Baca juga: Pengertian masalah sosial

5. Metode behavioristik

Pendekatan ilmu antropologi behavioristik adalah pendekatan yang hampir mirip dengan metode komparatif sebelumnya. Menurut Sairin (2010), metode behavioristik dalam ilmu antropologi lebih mengarah pada penelitian yang bersifat komparasi dari behavior (tingkah laku) berbagai lapisan masyarakat.

Cara kerja metode behavioristik dalam ilmu antropologi ini menggunakan kombinasi psikoanalisa, learning theory, dan antropologi budaya.

Baca artikel penting lainnya

Baca Materi Penting Lainnya