Perdagangan Internasional : Pengertian, Teori, Tujuan dan Manfaat

perdagangan-internasional

Perdagangan internasional – Perdagangan internasional memang menjadi perbincangan hangat. selain menarik untuk diperbincangkan, ternyata perdagangan internasional juga salah satu pembahasan yang dipelajari di bangku perkuliahan terutama mahasiswa Jurusan Ekonomi.

Barangkali kamu masih asing, pada artikel tentang perdagangan internasional. Nah, buat kamu yang dari dulu ingin belajar secara akademik tentang perdagangan internasional, kali ini kita akan belajar bersama secara non akademik.

Penasaran apa saja yang akan dibahas?

Adapun kisi-kisi yang akan dibahas, seperti pengertian perdagangan internasional, teori perdagangan internasional dan akan membahas pula tentang faktor perdagangan internasional.

Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut.

Pengertian Perdagangan Internasional

Pengertian perdagangan internasional, secara umum dapat diartikan sebagai perdagangan yang dilakukan antar negara.

Tentu saja dengan Negara yang bersedia bekerja sama dan menjalin hubungan dengan Negara tersebut.

Menurut Setiawan dan Lestari (2011:1) Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu Negara dengan penduduk Negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan, antar individu dengan pemerintah suatu Negara atau pemerintah suatu Negara dengan perintah Negara lain.

Teori Perdagangan Internasional

Setelah mengetahui pengertian perdagangan internasional secara umum, terdapat teori perdagangan internasional. Salah satunya teori klasik yang memiliki beberapa jenis sebagai berikut.

1. Dua barang dan dua Negara

Menurut Tambunan (2004:45) dua barang dan dua Negara berkaitan dengan isu-isu aktual yang terkait dengan perdagangan internasional dapat dianalisis dengan kasus lebih dari 2 negara dan 2 barang.

2. Dasar biaya tenaga kerja yang bersifat umum

Pada teori klasik, faktor produksi seperti masalah tanah, modal dianggap tidak penting. Jadi nilai suatu barang tergantung pada biaya tenaga kerja atau jumlah tenaga kerja. Karena nanti dapat digunakan untuk menghitung upah per pekerja.

3. Biaya Produksi

Menurut tambunan (2004:45) biaya produksi per unit output konstan, tidak berubah walaupun volume produksi berubah. Demikian, berapapun Negara memproduksi barang, biaya atau harga per satu unitnya tetap tidak berubah. Asumsi ini juga tidak realistis karena tidak mempertimbangkan pengaruh inflasi terhadap sisi produksi.

4. Biaya transportasi

Membicarakan perdagangan internasional, sudah pasti ada beban biaya transportasi. Sehingga harga jual barang biasanya lebih tinggi daripada harga aslinya. Apalagi jika barang tersebut diekspor. Namun seiring kecanggihan teknologi, biaya transportasi menurun sehingga lebih rendah dibandingkan beban biaya transportasi 25 tahun yang lalu.

Faktor produksi leluasa di dalam negeri, tetapi tidak antar Negara

Ada beberapa kasus, dimana untuk peroleh barang-barang baku mudah didapatkan di dalam negeri, tetapi tidak leluasa jika dijual ke Negara lain.

Adapun teori klasik lain, misalnya tentang distribusi pendapatan tidak berubah, tidak ada perubahan teknologi dan perdagangan dilaksanakan atas dasar barter.

Faktor Perdagangan Internasional

Berdasarkan perspektif perdagangan internasional, terdapat beberapa faktor penyebab. Berikut adalah faktor penyebabnya.

jual-beli-perdagangan-internasional

1. Revolusi informasi dan transportasi

Faktor perdagangan internasional banyak berubah ketika kemajuan teknologi dan informasi tumbuh semakin pesat. Dimana kini sudah banyak sistem berbasis komputer dan internet super cepat dan memudahkan dalam pemrosesan data.

2. Interdependensi kebutuhan

Kita tahu bahwa setiap Negara memiliki selling point yang berbeda, nah interdependensi kebutuhan itu sendiri diperhatikan dari aspek-aspeknya. Misalnya, ada yang ditinjau dari sumber daya manusianya, teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu Negara akan memberikan dampak ketergantungan antar Negara.

3. Liberalisasi ekonomi

Hampir setiap Negara memiliki ketertarikan tersendiri. Baik dalam perdagangan maupun dalam bentuk kerjasama. Ketertarikan masing-masing Negara inilah yang akan tidak dimiliki Negara lain. Atas dasar ketidak milikan maka peluang menjalin kerjasama untuk memenuhi kebutuhan Negara sangat besar.

Baca juga : 5 Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia

4. Asas keunggulan komparatif

Setiap Negara pasti memiliki keunggulannya masing-masing. Dikatakan unggul apabila Negara tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh Negara lain. Konteks keunggulan yang dimaksud adalah sumber yang berkaitan dengan pendapatan bagi Negara tersebut.

5. Kebutuhan Devisa Negara

Faktor terakhir dari perdagangan internasional adalah memenuhi kebutuhan devisa. Kebutuhan devisa sebuah Negara yang baik harus memiliki cadangan devisa. Tujuan cadangan devisa tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengembangan dan pembangunan.

Itulah beberapa faktor perdagangan internasional. Ternyata ada banyak faktor yang dapat dipelajari. Dari masing-masing faktor tersebut, jika jabarkan, akan lebih panjang.

Tujuan Perdagangan Internasional

Lantas, apa sih tujuan dari perdagangan internasional? Apakah keuntungan yang diperoleh begitu besar, sehingga perdagangan internasional sebagai sumber pendapatan devisa yang paling utama dalam sebuah Negara, atau karena apa?

Baca juga : 6 Tujuan Dan Sasaran Kebijakan Ekonomi Makro

Ternyata ada cukup banyak tujuan, berikut ulasannya.

1. Menaikan devisa Negara

Tujuan paling besar dari perdagangan internasional adalah mampu menaikan devisa Negara. Imbas dari Negara mendapatkan nilai deviasi lebih tinggi akan mempengaruhi ke arah positif.

Misal, dapat mempengaruhi di aspek pertumbuhan ekonomi, mempengaruhi stabilitas harga barang yang di ekspor dan mempengaruhi eksistensi tenaga kerja.

2. Memenuhi kebutuhan manusia

Tujuan lain adalah, mempengaruhi kebutuhan orang banyak. Konteks orang banyak tidak atas dasar per lembaga atau per perusahaan yang melakukan ekspor. Tetapi masyarakat secara keseluruhan dari Negara tersebut. Terutama orang-orang yang memang membutuhkan produk tersebut.

Dalam konteks besar, maka pemenuhan kebutuhan manusia ini karena disebabkan di negara lain tidak memiliki produk atau sumber bahan baku, untuk mendapatkannya dibutuhkan tersebut, maka harus mendapatkannya dari Negara lain.

3. Mendapatkan Penghasilan

Bentuk penghasilan yang dimaksud bisa berbentuk keuntungan internal maupun keuntungan eksternal. Keuntungan internal adalah keuntungan yang akan dirasakan oleh pihak perusahaan. Sedangkan keuntungan eksternal adalah keuntungan spesialisasi.

4. Memperluas pasar

Perdagangan internasional juga bertujuan untuk memperluas pasar. Bagi pengusaha atau pabrik yang memproduksi pasti akan memperhatikan jumlah produk yang akan diproduksi.

Dan setiap perusahaan hanya memproduksi berdasarkan permintaan saja. Jika pasar bisa dikembangkan lebih luas, dan permintaan naik, maka pihak perusahaan pun juga baru dapat meningkatkan produksi produk.

5. Transfer teknologi modern

Sekarang perdagangan internasional tidak sekedar mengekspor dalam bentuk barang saja. tetapi juga dalam bentuk teknologi modern. Misalnya, Negara maju yang baru menciptakan hasil produksi terbaru, dikirimkan ke Negara-negara yang membutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas.

6. Meningkatkan kemakmuran masyarakat

Hal ini berkaitan dengan devisa. Ketika devisa naik, maka diharapkan Negara tersebut bisa memakmurkan rakyatnya. Misalnya dengan menambah lapangan pekerjaan atau dengan program yang sesuai dengan kebijakan pemerintah itu sendiri.

Manfaat Perdagangan Internasional

Jika sudah mengetahui tujuan, kamu juga perlu tahu manfaat dari perdagangan internasional. Tentu saja manfaat yang ditimbulkan tidak sekedar keuntungan secara personal, tetapi lebih luas lagi.

Penasaran seperti apa? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Mempererat hubungan antar Negara

Manfaat yang cukup besar adalah mempererat hubungan antar Negara. Hubungan ini disebut diplomasi, yang bertujuan untuk mewujudkan hubungan persahabatan. Dari hubungan yang baik inilah yang diharapkan akan meningkatkan hubungan persahabatan antar kedua belah pihak Negara.

2. Memenuhi kebutuhan setiap Negara

Adapun manfaat lain, yaitu membantu dalam memenuhi kebutuhan setiap Negara. Seperti kasus impor beras akibat stok beras terbatas. sementara di Negara lain kelebihan panen beras. Kelebihan panen inilah yang akhirnya di ekspor ke Negara-negara yang membutuhkan.

3. Meningkatkan jumlah produksi barang Secara Maksimal

Manfaatnya adalah meningkatkan jumlah produksi. Semakin tinggi permintaan barang di dalam negeri dan di luar negeri, maka akan mendorong pihak pengusaha atau produsen memproduksi lebih banyak. Dari banyaknya jumlah produksi, maka bisa membuka peluang pertambahan tenaga kerja.

Tentu saja ini langkah yang baik dalam upaya mengurangi angka pengangguran di dalam negeri. Jika permintaan produk lebih banyak dari Negara ekspor, maka nilai devisa pun juga akan semakin tinggi.

4. Membangun Kemajuan Ilmu Teknologi dan Pengetahuan

Saat permintaan meningkat di Negara luar. Maka, secara tidak langsung Negara yang memproduksi produk mencari alat yang lebih canggih, agar proses produksi bisa lebih cepat. Semakin cepat produksi semakin banyak produk yang dilahirkan.

Jadi peluang untuk melakukan impor-ekspor mesin dan alat-alat modern banyak diminati. Satu sisi memberikan transformasi teknologi dan ilmu cara pengoperasian, satu sisi juga kita memberikan angka devisa.

5. Pengadaan spesialisasi produksi

Spesialisasi produksi ini lebih ke bentuk persaingan produk antar Negara. Jika Negara memiliki produk yang menawarkan kualitas, harga yang kompetitif dengan produk diluaran sana, maka tidak menutup kemungkinan menjadi peluang usaha bisnis bagi Negara tersebut untuk dijadikan selling point.

6. Mengurangi Angka pengangguran

Seperti yang disinggung sebelumnya. Semakin banyak perusahaan yang melakukan ekspor dan banyak diminati oleh pasar. Maka semakin banyak pengusaha atau perusahaan yang akan melakukan tambahan tenaga kerja.
Sehingga jumlah pengangguran akan terserap. Semakin kecil angka pengangguran, semakin sejahtera masyarakatnya. Poin inilah yang perlu di garis bawahi.

Itulah beberapa manfaat perdagangan internasional. Siapa tahu ada yang setelah membaca ulasan ini tertarik ingin membuka lapangan kerja dan turut meramaikan ekspor barang.

Penutup

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perdagangan internasional salah satu kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dari Negara satu dengan Negara yang lain. Maka dari itu, keberadaanya sebagai salah satu upaya menciptakan hubungan kerjasama antar Negara.

Sebagai tambahan, ekonomi perdagangan antar negara juga salah satu bentuk dari ilmu ekonomi makro yang memfokuskan diri membahas tentang hubungan antar negara dengan negara lain. Dari hubungan antar negara tersebut dalam kaitannya dengan alokasi sumber daya dan faktor produksi yang tersedia di masing-masing negara.

Tidak hanya itu, juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia, menciptakan secara efektif sumber daya ekonomi antar negara, sekaligus meningkatkan permintaan dan penawaran.

Itulah beberapa pembahasan singkat tentang perdagangan internasional. Semoga pembahasan ini bermanfaat. Kamu juga dapat membaca versi buku di Toko Buku Deepublish ini. disini ada banyak variasi buku tentang Ekonomi dan oembahasan mendalam lainnya.

Mulai dari buku yang bersifat untuk buku pegangan belajar di universitas, atau yang sifatnya untuk konsumsi dosen, mahasiswa atau peneliti. semoga bermanfaat. (Irukawa Elisa)