Pengertian dan Konsep Marketing Mix (Bauran Pemasaran) 7P

marketing-mix

Pengertian dan Konsep Marketing Mix (Bauran Pemasaran) 7P – Untuk kalian yang sedang mempelajari tentang marketing atau pemasaran, kalian pasti akan sering mendengar istilah bauran pemasaran atau marketing mix. Istilah ini sering dikaitkan dengan model strategi marketing atau alat taktis dalam pemasaran. 

Penggunaan istilah bauran pemasaran sendiri pertama kali digagas oleh seorang akademisi, Neil Borden. Borden mengenalkan bauran pemasaran sebagai model strategi pemasaran dengan beberapa aspek dan konsep di dalamnya. Beberapa aspek dalam bauran pemasaran ini dikenal dengan istilah 4P (product, price, promotion, place) yang kemudian seiring dengan berjalannya waktu berkembang menjadi 7P.

Lalu apa saja sih yang termasuk dalam 7P itu? Dan seperti apa penggunaan bauran pemasaran ini dalam kegiatan pemasaran? Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, artikel kali ini akan membahas hal-hal mengenai bauran pemasaran mulai dari pengertiannya, tujuannya hingga konsep atau aspek di dalamnya. Langsung saja yuk, simak di bawah berikut ini!

Pengertian Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Neil Borden pertama kali mengenalkan istilah ini sebagai alat untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran. Borden, awalnya mengenalkannya dengan 12 konsep bauran pemasaran yang terdiri atas: product planning, channels of distribution, packaging, fact finding and analysis, pricing, advertising, servicing, branding, promotions, physical handling, personal selling, dan display. 

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak ahli yang kemudian menyederhanakan marketing mix atau konsep bauran pemasaran Borden dengan jumlah yang lebih sedikit. Seperti yang dilakukan oleh Jerome McCharty yang membagi konsep bauran pemasaran menjadi 4 aspek pokok saja: product, price, place dan promotion (4P).

Sejumlah ahli lainnya kemudian kembali merumuskan konsep bauran pemasaran menjadi 7P (product, price, place, process, promotion, people dan physical evidence). Konsep bauran pemasaran ini biasa disebut juga dengan istilah model bauran pemasaran holistic marketing. 

Model bauran pemasaran 7P hingga sekarang ini masih menjadi model yang paling sering digunakan sebagai rujukan dalam literatur mengenai pemasaran.

Baca juga: Pemasaran Jasa: Pengertian, Karakteristik dan Strategi

Tujuan marketing mix

Lantas seperti apa sih pentingnya marketing mix bauran pemasaran bagi suatu perusahaan? Bauran pemasaran ditujukan sebagai strategi atau alat taktis yang digunakan oleh manajemen pemasaran dalam mengambil keputusan dalam hal target rencana serta tujuan lain mengenai kegiatan pemasarannya. 

Sebagaimana dengan definisinya, bauran pemasaran dapat diartikan sebagai strategi kombinasi yang dapat dilakukan oleh bidang pemasaran dalam suatu perusahaan. Strategi ini tentunya diperlukan dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu. 

Konsep Bauran Pemasaran (marketing mix) 7P

Pada artikel kali ini, konsep bauran pemasaran yang akan dipelajari adalah pada model 7P. Apa saja aspek-aspek pemasaran yang ada dalam model ini? 

1. Product (Produk)

Produk dapat diartikan sebagai hasil kerja dari suatu perusahaan. Produk dapat berwujud fisik maupun tidak dan ditawarkan melalui pemenuhan kebutuhan serta keinginan konsumen oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu.

Produk juga dapat diartikan sebagai proses penciptaaan yang ditujukan untuk memberi sejumlah nilai manfaat kepada pasar. Sederhananya produk dapat diartikan sebagai suatu barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. 

Dalam hal bauran pemasaran, produk menjadi salah satu aspek atau konsep penting yang perlu diperhatikan karena produk merupakan salah satu aspek yang akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Melihat pada kondisi di atas, perusahaan bisa melakukan analisa pangsa pasar dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap produk tertentu. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi pemasaran melalui produk yaitu di antaranya adalah:

a. Penentuan Logo dan Tagline

Logo dan tagline menjadi dua hal yang tidak bisa dilepaskan dari suatu kegiatan pemasaran produk. Keduanya dapat menjadi ciri khas dari produk yang akan dipasarkan. Oleh karenanya sangat penting bagi suatu perusahaan untuk bisa menentukan logo juga tagline yang menarik dan mudah diingat oleh masyarakat.

b. Penciptaan Merek

Sering disama artikan dengan logo, merek atau brand menjadi hal lainnya yang juga perlu diperhatikan dalam pemasaran produk. Merek cakupannya lebih luas karena mencakup filosofi dan budaya dari perusahaan. Merek ini nantinya akan sangat berpengaruh dalam pembentukan citra perusahaan secara keseluruhan. Sangat penting bagi perusahaan untuk bisa menentukan merek yang menarik dan mudah diingat oleh masyarakat. 

c. Penciptaan Kemasan

Kemasan merupakan bagian terluar dari suatu produk. Penciptaan kemasan dari suatu produk memerlukan proses desain kreatif dalam menentukan struktur, material, warna, citra, tipografi serta elemen-elemen penting lain. Menurut Klimchuk dan Krasovek penting untuk perusahaan bisa menentukan kemasan produk yang baik dan menarik mengingat fungsinya yang tidak hanya untuk membungkus dan melindungi produk saja tetapi juga untuk mengidentifikasi dan membedakannya dengan produk lainnya di pasar. 

d. Keputusan Label

Label merujuk pada sejumlah keterangan yang tertera pada kemasan produk. Label dapat berisi nama atau merek produk, komposisi bahan, informasi gizi, tanggal kadaluarsa dan lain sebagainya. Label berpengaruh langsung terhadap penguatan branding atau citra persaingan bisnis perusahaan. Penggunaan label dapat menjadi tanda pengenal juga pembeda dari produk lainnya.

Baca juga : Personal Branding: Penjelasan Arti dan Manfaat

2. Price (Harga)

Harga merujuk pada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk memperoleh produk atau layanan dari jasa yang diinginkannya. Dalam hal pemasaran, harga menjadi hal penting mengingat fungsinya sebagai cerminan nilai (value) produk atau jasa yang ditawarkan.

Menentukan harga dari suatu produk atau jasa tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Perusahaan harus bisa menyelesaikannya dengan biaya produksi yang dikeluarkan, kondisi pasar juga kondisi ekonomi dan lain sebagainya. Dalam menentukan harga produk, perusahaan juga bisa melakukan negosiasi dengan konsumen melalui penawaran diskon misalnya. Dengan ini, harga produk yang ditawarkan pun dapat sesuai dengan kemampuan konsumen dan sejalan dengan persepsi pembeli. 

3. Place (Lokasi)

Lokasi merujuk pada tempat usaha di mana aktivitas perusahaan beroperasi. Lokasi usaha merupakan tempat kegiatan perusahaan melakukan kegiatan produksi barang dan jasa juga sebagai tempat konsumen melakukan kegiatan pembelian.  

Penentuan lokasi memiliki pengaruh yang signifikan dalam kegiatan pemasaran suatu produk barang dan jasa. Dengan lokasi yang tepat produk atau jasa yang ditawarkan pun dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. 

Menentukan lokasi usaha dapat dilakukan dengan melakukan riset terlebih dahulu. Riset dilakukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar lokasi usaha agar kemudian dapat menemukan lokasi yang strategis. Semakin strategis lokasi yang dipilih tentunya semakin tinggi peluang usahanya. 

Beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi usaha adalah terkait dengan perizinan. Seperti izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), izin mendirikan bangunan serta izin gangguan. 

Harding (1978) menyebutkan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan lokasi dari suatu kegiatan usaha yaitu lingkungan masyarakat, sumber daya alam, tenaga kerja, kedekatannya dengan pasar, fasilitas serta biaya transportasi, tanah, dan pembangkit tenaga listrik. 

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemilihan lokasi usaha. Beberapa hal di bawah ini tentunya juga harus disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dilakukan.

  1. Mudah terlihat
  2. Akses yang mudah dijangkau
  3. Dekat dengan konsumen
  4. Biaya sewa tempat yang terjangkau
  5. Keamanan dan kebersihan lingkungan sekitar
  6. Besar pendapatan masyarakat sekitar
  7. Lokasi dengan tingkat kompetisi yang cenderung rendah
  8. Tingkat keramaian dan kepadatan penduduk sekitar

4. Promotion (Promosi)

Promosi dapat diartikan sebagai salah satu medium komunikasi antara perusahaan dan konsumen. Promosi sebagai medium komunikasi memiliki tujuan untuk mempengaruhi konsumen melakukan kegiatan pembelian produk atau penggunaan jasa yang ditawarkan perusahaan. Selain itu melalui promosi, produk atau jasa juga akan dapat dengan mudah menjangkau masyarakat luas. 

Kegiatan promosi dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk membujuk konsumen dalam melakukan pembelian. Kegiatan ini tentunya berkaitan langsung dengan pemasaran. Beberapa pendapat menyebut bahwa promosi merupakan sarana untuk menarik dan mempertahankan loyalitas konsumen. 

Promosi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk barang atau jasa yang ditawarkan. Melalui promosi konsumen kemudian dapat dengan mudah mengetahui informasi produk sehingga akhirnya akan memutuskan untuk melakukan pembelian. 

Menentukan kegiatan promosi yang seperti apa menjadi hal penting dalam pemasaran. Perusahaan harus bisa menentukan kegiatan promosi dengan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya juga kondisi pasar yang beragam. Terdapat beberapa sarana promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan yaitu:

Periklanan (advertising).

Iklan merupakan salah satu sarana promosi yang dianggap paling efektif. Iklan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan ketertarikan calon pembeli hingga memberikan pengaruh kepada calon pembeli untuk melakukan kegiatan pembelian. Beberapa kegiatan periklanan yang bisa dilakukan yakni: pencetakan brosur, pemasangan spanduk atau billboard, hingga iklan di media televisi, radio, internet dan lain sebagainya.

Promosi penjualan (sales promotion)

Promosi penjualan merupakan salah satu bentuk usaha promosi dengan cara menyebarluaskan produk atau jasa untuk menarik masyarakat luas. Promosi penjualan memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu: untuk memperoleh konsumen baru, menaikkan omzet penjualan, menyampaikan informasi mengenai keunggulan produk atau jasa dibanding dengan produk atau jasa kompetitor, membangun citra di mata konsumen, serta yang terakhir untuk mengubah tingkah laku konsumen dalam hal melakukan kegiatan pembelian. 

Pondok Djawara Deepublish

Publisitas (publicity)

Publisitas dapat merujuk pada suatu usaha perusahaan untuk meningkatkan kesadaran mengenai produk jasa atau barang tertentu agar dapat diperhatikan oleh publik. Kegiatan publisitas berkaitan langsung dengan pembentukan citra atau branding. Melalui publisitas yang baik citra perusahaan dapat terbentuk dengan baik pula. Publisitas dapat dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan sosial yang kemudian dapat disampaikan pada publik melalui pemberitaan media. Pemberitaan media ini nantinya, baik secara langsung maupun tidak dapat meningkatkan citra atau branding perusahaan menjadi lebih positif. 

Penjualan pribadi (personal selling)

Penjualan pribadi merujuk pada suatu metode penjualan yang dipersonalisasi. Maksudnya adalah penjualan ini dilakukan dengan melalui interaksi antara orang ke orang. Penjualan pribadi dilakukan dengan menunjuk satu orang perwakilan penjualan kepada satu calon pelanggan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempengaruhi keputusannya dalam melakukan pembelian produk atau jasa yang ditawarkan.

Baca juga: Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri, Fungsi, Syarat, Jenis, dan Contoh

5. People (Orang)

Orang merujuk pada setiap pelaku yang terlibat peranannya dalam kegiatan penyajian produk barang dan jasa. Mudahnya, orang dapat diartikan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan. SDM tentunya memiliki peranan penting dalam kegiatan pemasaran. Untuk mencapai kualitas pemasaran yang baik SDM tentunya perlu mendapatkan pelatihan dan motivasi bertahap sehingga nantinya dapat melakukan kegiatan pemasaran produk atau jasa yang baik kepada konsumen. Hal ini mengingat kualitas SDM tentunya berpengaruh signifikan terhadap kerja-kerjanya. 

Terdapat empat hal yang dapat diperhatikan perusahaan dalam meningkatkan kualitas SDMnya dalam hal pemasaran yaitu:

  1. Pelatihan skill mengenai interaksi dengan konsumen dan resolusi pemecahan masalah konsumen.
  2. Menciptakan sistem dan produser imbal jasa untuk mobilitas kerja
  3. Menciptakan prosedur partisipasi tim layanan dan eksekusi layanan
  4. Meningkatkan ketertarikan norma-norma religius dan objektif yang bersifat universal 

Selain keempat hal tersebut, beberapa hal penting lainnya yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kualitas SDMnya adalah dengan: 

  1. Pelatihan. Pelatihan dapat digunakan sebagai sarana penunjang agar SDM mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keahliannya.
  2. Motivasi. Motivasi merupakan program yang dapat mendorong kinerja SDM. Dorongan ini dapat berupa reward atau hadiah yang berhak untuk diterima oleh karyawan yang dapat memenuhi target kerja tertentu. 
  3. Seleksi. Seleksi dapaat diartikan juga sebagai evaluasi merupaan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kinerja, memberian penilaian juga perencanaan karir SDM. 

6. Process (Proses)

Proses merujuk pada serangkaian aktivitas perusahaan dalam melayani kebutuhan konsumen mulai dari kegiatan produksi hingga akhirnya konsumen mendapatkan produk barang atau jasa yang ditawarkan tersebut. Serangkaian aktivitas tersebut dapat berupa prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, hingga aktivitas rutin yang dilakukan dalam kegiatan pemasaran. 

Serangkaian aktivitas ini pun disampaikan kepada konsumen agar konsumen tahu seperti apa kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam menawarkan produk kepada konsumen. Beberapa perusahaan memiliki cara tertentu dalam memberikan informasi ini. 

Misalnya di rumah makan dengan fasilitas “open kitchen” yang memberikan kesempatan kepada konsumen untuk secara langsung menyaksikan tiap proses pembuatan makanan yang mereka pesan. Penerapan strategi pemasaran seperti ini tentunya memiliki manfaat dalam hal terciptanya kedekatan dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu perusahaan tentunya akan semakin meningkatkan tingkat loyalitasnya. 

7. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti fisik merujuk pada tampilan fisik dari tempat usaha mulai dari bangunan (eksterior), hingga desain interior, seperti warna, penataan ruang, pemilihan furnitur dan lain sebagainya. Hingga tampilan pegawai seperti seragam. marketing mix

Tampilan fisik menjadi hal yang harus diperhatikan karena berkaitan  langsung dengan persepsi pembeli terhadap perusahaan. Pemilihan desain baik eksterior maupun interior hinga seragam ini tentunya harus dilakukan dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen sehingga mempengaruhi keputusannya dalam melakukan pembelian. 

Tampilan fisik perusahaan tentunya berpengaruh terhadap suasana hati pengunjung. Tempat usaha dengan desain interior yang menarik dan nyaman tentunya akan membuat konsumen merasa betah berada di dalamnya. 

Perusahaan harus bisa menciptakan bukti fisik yang dapat memberikan suasana serta pengalaman menyenangkan kepada konsumen. Bagaimanapun komponen visual merupakan hal penting dalam strategi pemasaran dan dapat memberikan nilai tambah dalam pemasaran.

Menurut Lovelock terdapat empat alat ukur dalam mengelola bukti fisik, diantaranya yaitu:

  1. An attention creating medium

Artinya perusahaan untuk menciptakan ciri khas dari brand yang dimilikinya agar dapat dibedakan dengan kompetitor usaha lainnya dapat membuat tampilan fisik dengan semenarik dan seunik mungkin.

  1. A message creating medium

Merujuk pada simbol-simbol serta isyarat yang digunakan untuk disampaikan kepada konsumen secara berulang dan intensif dengan tujuan untuk memberikan penekanan pada kekhususan kualitas produk barang atau jasa yang ditawarkan. 

  1. An effect creating medium

Misal seperti baju seragam yang sama, unik, berwarna cerah atau terang, motif serta bentuk tertentu dan sebagainya. Menciptakan bukti fisik seperti ini dilakukan untuk menciptakan efek berupa sesuatu selain produk dan jasa untuk ditawarkan kepada konsumen.

Nah, itu tadi hal-hal tentang marketing mix atau bauran pemasaran yang penting untuk kalian pelajari. Bagaimana sudah siap untuk memulai usaha dengan menerapkan strategi dalam model bauran pemasaran yang sudah kalian pelajari tadi?.

Kontributor: Pujiati

Pondok Djawara Deepublish
Baca Materi Penting Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

© 2021 All Right Reserved. Toko Buku Deepublish – CV. Budi Utama