Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Tujuan dan Contoh

pengertian kegiatan ekonomi
Bagikan

Pengertian kegiatan ekonomi adalah – Sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya jika hidup membutuhkan orang lain. Kita tidak bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri. Bahkan masalah memenuhi kebutuhan pokok saja, manusia membutuhkan orang lain. 

Misalnya kita harus membeli barang ke penjual. Seorang penjual dan produsen barang pun membutuhkan pembeli agar usaha mereka laku. Tanpa adanya konsumen, apalah daya. Hubungan timbal balik antara konsumen dan penjual inilah yang sekarang disebut dengan kegiatan ekonomi.

Pengertian Kegiatan Ekonomi Menurut Para Ahli

Tidak bisa dibayangkan jika tidak ada kegiatan dalam ekonomi seperti saat ini. Entah bagaimana cara manusia mempertahankan hidup mereka. Buat kamu yang masih belum yakin dengan kegiatan ekonomi itu apa. Langsung saja, intip pengertian kegiatan ekonomi menurut beberapa ahli di bawah ini. 

1. Pengertian secara umum

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan perekonomian yang dihasilkan dari hasil produksi, baik itu memproduksi barang ataupun menghasilkan jasa.

Baca juga: Kegiatan Produksi dan Contohnya

2. Sadono sukirno

Dalam kegiatan ekonomi, hal yang terpenting dan paling utama adalah proses produksi. Tanpa adanya produksi barang/jasa, maka tidak akan ada kegiatan distribusi dan tidak ada yang dipasarkan untuk masyarakat. Kegiatan produksi menurut sadono sukirno memiliki hubungan erat dengan perkembangan pendapatan dan taraf hidup individu atau seseorang. 

3. Mustafa edwin nasution 

Pendapat sadono sukirno di amini oleh mustafa edwin nasution. Dimana kegiatan ekonomi tidak akan lahir jika tidak ada kegiatan produksi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan produksi dalam perekonomian sebagai kegiatan yang memberikan manfaat baik di masa depan. Karena sifatnya memenuhi kebutuhan manusia di masa yang akan datang. 

4. Euis amalia 

Salah satu kegiatan ekonomi sebenarnya ada banyak, salah satunya pelaku usaha kecil. Setiap kegiatan ekonomi diharapkan mampu memberikan kriteria kekayaan bersih (penjualan tahunan) yang berbeda.

5. M. Sholahuddin 

Kegiatan ekonomi adalah mengatur urusan harta dan kekayaan. Baik yang berkaitan dengan pengembangan, kepemilikan dan distribusi. 

Dari pendapat diatas, maka kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang melibatkan individu, masyarakat dan perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa. Hasil dari produk tersebut dipasarkan agar dapat dikonsumsi/dinikmati oleh masyarakat (konsumen). 

Sebelum kegiatan ekonomi dapat dinikmati oleh konsumen, terdapat tiga urutan yang harus dipersiapkan, yaitu produksi, distribusi dan konsumsi. Ketiganya sebagai satu rangkaian kegiatan ekonomi yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Tujuan Adanya Kegiatan Ekonomi

Pada dasarnya kegiatan dalam ekonomi memiliki banyak sekali tujuan, dapat dilihat dari konteks yang diperlukannya. Langsung saja, yuks intip tujuan adanya kegiatan ekonomi itu apa saja. 

A. Tujuan ekonomi berdasarkan pengaruh terbentuknya 

Tujuan adanya kegiatan ekonomi dapat dilihat berdasarkan sifatnya, ada yang bersifat pribadi dan bersifat sosial. Tujuan yang bersifat pribadi pelaku ekonomi bersifat untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri termasuk untuk keluarganya. Sementara tujuan secara sosial, bisa berupa mengurangi angka pengangguran, memberantas kemiskinan, kelaparan dan masih banyak lagi tentu saja. 

Dengan kata lain, tujuan adanya kegiatan ini tidak bersifat mutlak. Tetapi tergantung dari masing-masing pelaku ekonominya tersebut. Ada juga yang menyebutkan bahwa tujuan adanya kegiatan ekonomi menjadi dua bentuk tujuan? Yaitu tujuan ekonomi intrinsik dan ekonomi ekstrinsik, berikut ulasannya. 

1. Tujuan ekonomi intrinsik

Tujuan ekonomi intrisik adalah alasan yang dibuat atas dasar dorongan, ideologi yang lahir dari dalam dirinya sendiri, tanpa pengaruh dari pihak luar. Contoh, karena saya hobi berkebun dan hasil berkebun terlalu banyak di rumah, daripada hasil bercocok tanam berfaedah, maka saya menjual tanaman tersebut. 

Kelebihan dari kegiatan ekonomi yang bertujuan intrinsik dapat dijual belikan secara santai, tidak dikejar oleh tuntutan omset atau semacamnya.  Karena atas dasar passion, jualannya pun terkesan berdasarkan mood. Kelemahannya, dari segi perolehan hasil tidak mendapatkan omset stabil akibat kurang konsisten dalam kegiatan ekonomi. 

2. Tujuan ekonomi ekstrinsik 

Kebalikan dari tujuan ekonomi intrinsik, tujuan ekonomi ekstrinsik keputusan menjalankan kegiatan ekonomi dipengaruhi oleh pengaruhi oleh lingkungan, teman termasuk situasi dan kondisi yang sedang dialami.

B. Tujuan kegiatan ekonomi ditinjau dari aspek

Dari segi aspek, kegiatan ekonomi pun memiliki beberapa tujuan alasan. Apa saja itu? Berikut ulasannya. 

1. Mendapatkan untung 

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan untung dari kegiatan ekonomi? Hampir semua pelaku ekonomi bertujuan akan hal ini.  Untung yang dimaksud tidak melulu uang loh. Mungkin bagi mereka yang bergelimang uang, bentuk keuntungan mereka tidak dalam bentuk uang, misal relasi, kepuasan diri dan masih banyak lagi. 

Sayangnya sedikit orang yang mendefinisikan untuk dalam bentuk non materi. Umumnya pelaku ekonomi bentuk keuntungan itu berupa uang, memiliki banyak cabang, memiliki perusahaan atau bisa mempekerjakan banyak sumber daya manusia. 

2. Mencari kekuasaan 

Tujuan kegiatan ekonomi yang ternyata cukup banyak dicari, yaitu mencari kekuasaan. Memang tidak semua orang berorientasi pada kekuasaan. Realitanya, cukup banyak yang menginginkan kekuasaan ini. Setidaknya dengan berkuasa, akan dihormati, disegani, mendapatkan keamanan, dan masih banyak lagi keuntungan yang menyertainya. 

Namun, dari perspektif saya pribadi, kekuasaan bukanlah tujuan (meskipun bagi sebagian orang itu sebagai tujuan). Segala sesuatu yang diinginkan secara ambisius, kebanyakan akan lupa esensinya, sehingga gelap hati dan gelap mata. Efeknya terjadi cara-cara curang demi mendapatkan kekuasaan tersebut. 

3. Akan dihargai 

Ada juga sebagian orang yang lebih tertarik menjalankan kegiatan ekonomi demi mendapat penghargaan dari orang lain. Misal, orang ahli desain, berkat pekerjaan yang sukses dijual beli di pasaran, dan akhirnya menjadi terkenal banyak uang, akhirnya orang pun akan menghargai karena keterampilan atau keahlian yang dimilikinya. 

Tentu saja itu hanya sebagian kecil contoh saja. Ada banyak motif dan alasan kenapa pelaku kegiatan ekonomi ingin mendapatkan penghargaan. Ada juga yang menjalankan kegiatan ekonomi demi bisa makan di hari itu saja. 

4. Bertujuan untuk sosial 

Tujuan yang menurut saya mulia dari kegiatan ekonomi adalah dedikasi pelaku kegiatan ekonomi untuk kegiatan sosial. Ada loh pelaku ekonomi yang bertujuan untuk peduli dengan orang lain yang lebih susah dan berusaha untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain dari hasil keuntungan yang diperolehnya. Tujuan inilah yang menurut saya perlu diapresiasi. 

5. Mencapai kesejahteraan 

Tujuan kegiatan ekonomi yang paling umum dicari untuk mencari kebutuhan hidup sekaligus mencari kesejahteraan. Kita tahu mayoritas penduduk di indonesia bukanlah orang berduit. Demi mendapatkan sesuap nasi, mereka pun harus banting tulang dan bekerja keras. 

Itupun hasil kegiatan ekonomi tidak melulu menguntungkan. Pasti ada kerugian yang terpaksa makan seadanya, bahkan banyak juga yang tidak laku dan mereka tidak makan. Jadi, sudah hal wajar jika kegiatan ekonomi yang paling umum untuk mencapai kesejahteraan hidup keluarga inti. 

Ketika keluarga inti sejahtera, maka orientasi tujuan kegiatan ekonomi akan meningkat, tergantung dari watak, pengalaman hidup orang tersebut. Semakin sejahtera lagi, maka tujuan kegiatan ekonomi orang tersebut akan fokus pada kesejahteraan kanan kiri, lingkungan dan syukur untuk kepentingan negara dengan membuat lapangan kerja skala besar. 

Itulah beberapa tujuan adanya kegiatan ekonomi. Dari beberapa tujuan diatas, kamu termasuk pelaku ekonomi yang manakah? Apapun jawabannya, pasti memiliki latar belakang sendiri-sendiri.

Daftar Reseller Buku

Pengertian Pelaku Ekonomi

Kegiatan ekonomi tidak akan berjalan jika tidak dijalankan. Orang yang menjalankan kegiatan ekonomi disebut dengan pelaku ekonomi.  Jadi setiap pelaku ekonomi entah disadari atau tidak, akan menjalankan peranannya masing-masing. 

Berdasarkan bentuknya, pelaku ekonomi dapat berupa perseorangan, organisasi dan perusahaan. Dimana mereka memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap motif ekonomi. Caranya pun sederhana, yaitu dengan memproduksi barang/jasa, dan adanya kegiatan membeli dan menjual.

Berbicara pelaku ekonomi dapat digolongkan berdasarkan jenis. Apa saja sih jenis tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Rumah tangga keluarga 

Rumah tangga termasuk pelaku kegiatan ekonomi juga loh. Meskipun ruang lingkupnya terkecil, keberadaan rumah tangga keluarga dalam perekonomian cukup membantu para pedagang maupun produsen. 

Sebagai sektor yang paling kecil, ternyata kita sekedar menjadi konsumen atau penikmat produk yang dihasilkan produsen. Sektor keluarga tetap bisa menghasil produk dan barang secara tidak langsung. Dikatakan tidak langsung karena produk yang kita hasilkan dalam bentuk tenaga. Misal kita bekerja di sebuah pabrik yang memproduksi barang dan jasa. Maka kita sudah termasuk sebagai pembuat produk. 

Termasuk pelaku usaha kecil yang menjual hasil kerajinan mereka atau menjual makanan buatan sendiri ke pasar. Maka rumah tangga keluarga tidak sekedar sebagai konsumen. Tetapi juga sebagai produsen. 

Meskipun ruang lingkup rumah tangga tidak sebesar pemilik usaha, tetap ada beberapa manfaat, diantaranya mendapatkan gaji dari tenaga kerja kita, bisa menabung, melakukan transaksi jual beli dan masih bisa menabung.

2. Produsen 

Jika rumah tangga saja termasuk pelaku ekonomi, maka produsen pun juga termasuk pelaku ekonomi. Konteks bentuk produsen yang dimaksud disini tidak melulu dimiliki dan dijalankan oleh perusahaan atau organisasi saja loh. Bahkan kegiatan seperti pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan pun juga termasuk ke dalam produsen. 

Pelaku produsen memiliki peran yang cukup penting dalam perekonomian. Mereka sebagai penyedia barang-jasa untuk konsumen. Berdasarkan kelompok usaha produsen dibagi ke dalam beberapa kelompok berikut ini 

  1. Badan usaha milik negara (BUMN) 
  2. Koperasi 
  3. Badan usaha milik swasta (BUMS). 

Adapun tugas dan tanggungjawab seorang produsen, dapat diintip di bawah. 

  1. Menghasilkan barang dan jasa 
  2. Produsen bisa memanfaatkan lahan dengan cara sewa pemilik tanah/toko/bangunan 
  3. Dapat memohon kredit modal kerja untuk membangun usaha 
  4. Sebagai distributor 
  5. Membayar pajak sehingga membantu dalam perolehan pendapatan negara 
  6. Menawarkan CSR untuk lingkungan sekitar yang mengalami dampak pembangunan. Bentuk CSR-nya pun tergantung dari masing-masing kemampuan dan kebijakan dari pihak produsen atau perusahaan.

3. Perusahaan 

Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan nama perusahaan? Yap betul sekali. Perusahaan tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi sebagai tempat untuk menghasilkan barang ataupun jasa untuk konsumen. 

Jika dimaknai dalam arti luas, perusahaan tidak sekedar memproduksi barang atau jasa saja loh. Perusahaan juga bertanggung jawab di tiga aspek berikut. 

a. Produsen

Sudah pasti sebuah perusahaan akan menciptakan sebuah produk barang ataupun jasa. Dengan kata lain, perusahaan memiliki pabrik tempat untuk menghasilkan produk.

b. Distributor

Dari hasil produk yang dihasilkan dari pabrik, atau perusahaan yang menawarkan jasa, butuh distributor atau tim marketing yang menyampaikan produk tersebut ke konsumen. Umumnya perusahaan sengaja membuat tim lain (distributor) untuk memudahkan dalam manajemen.

c. Konsumen 

Sementara konsumen adalah pembeli yang dijadikan sebagai sasaran atau target yang sudah di segmentasikan pasar. Dari perspektif konsumen, konsumen juga butuh produk barang-jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka.

4. Pemerintah 

Pelaku ekonomi memiliki tanggung jawab besar terhadap kegiatan ekonomi adalah pemerintah. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Kebijakan yang salah dan gagah akan memberi dampak buruk bagi pelaku ekonomi. Sebaliknya, kebijakan yang tepat, akan memberikan keuntungan bagi semua aspek pelaku ekonomi. 

Adapun peran pemerintah, yaitu mengendalikan perekonomian. Termasuk membuat peraturan keuangan internasional, membuat kebijakan fiskal dan masih banyak lagi. 

5. Rumah tangga luar negeri 

Golongan pelaku ekonomi adalah rumah tangga luar negeri yang mengatur segala a-z tentang perdagangan luar negeri. Kamu bisa membaca artikel yang lalu kita sudah membahas tentang pasar bebas dan ekspor impor. 

Seperti yang kita tahu, bahwasanya suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa peran negara lain. Ada beberapa kebutuhan atau barang yang tidak dimiliki di negara A. Begitupun di negara B tidak memiliki produk yang dihasilkan negara A. 

Maka untuk memenuhi ketersediaan dan memenuhi permintaan tersebut, terjadilah proses impor ekspor. Tentu saja proses ini tidaklah mudah. Ada aturan, kebijakan yang harus ditaati. Nah, rumah tangga luar negeri inilah yang bertugas untuk mengatur hal seperti ini. 

Bagaimana jika tidak ada rumah tangga luar negeri? Tentu saja kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk yang kita cari. Jika terus dibiarkan, tidak mau bersubstitusi antar negara, negara kita hanya akan bekerja menggunakan alat dan produk yang diproduksi sendiri. Padahal kita tahu, kemampuan kita bukanlah jiwa innovator, tetapi jiwa operator. 

6. Lembaga keuangan

Sesuai dengan namanya, peran tugas lembaga keuangan adalah mengatur segala hal tentang kegiatan keuangan. Lembaga keuangan hadir untuk meningkatkan perekonomian sebuah negara.  Penawaran yang diajukan pun bermacam-macam, ada yang berbentuk tabungan haji, safe deposit box dan masih banyak lagi. 

Lembaga keuangan hadir sebagai pihak yang membantu menghimpun dana dari konsumen, rumah tangga, hingga produsen. Tidak hanya itu saja, lembaga keuangan juga berperan untuk menyediakan uang giral, menyediakan pinjaman kredit modal usaha, dan mengatasi terjadinya inflasi. Misalnya menaikan cadangan kas bank agar perputaran uang stabil. 

Ternyata pengertian pelaku ekonomi tidak sekedar mengetahui makna secara umum. Ternyata juga memiliki golongan. Dimana masing-masing golongan pelaku ekonomi memiliki peran dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri. 

Beberapa pembahasan tentang kegiatan ekonomi di atas, ternyata tidak sekedar proses transaksi jual beli saja. Tetapi juga masih ada tujuan dan ilmu turunan lain. Buat kamu yang tertarik ingin mendalami cabang ilmu ini, kamu bisa mencari tahu tentang ilmu perekonomian. Semoga sedikit uraian ini bisa membantu dan bermanfaat.

Artikel terkait lainnya:

Penulis: Irukawa elisa

Belajar jualan online
Baca Materi Penting Lainnya
pengertian komunikasi bisnis perusahaan

Komunikasi Bisnis: Pengertian, Fungsi dan Unsur

Bagikan

Pengertian komunikasi bisnis – Saat bekerja, tentu seluruh jajaran karyawan sudah pernah mendengar istilah komunikasi bisnis. Nah, artikel ini membahas pengertian komunikasi bisnis, fungsi, unsur

Pengertian kompensasi

Pengertian kompensasi adalah: Jenis dan Contoh

Bagikan

Pengertian kompensasi – Bagi karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, tentu tidak asing dengan istilah kompensasi. Lazimnya, pimpinan sebuah perusahaan memberikan berbagai kebijakan atau pengertian

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

© 2021 All Right Reserved. Toko Buku Deepublish – CV. Budi Utama