Ekonomi Makro: Pengertian, Teori dan Ruang Lingkup

ekonomi makro

Tujuan kebijakan ekonomi makro – Jika mempelajari ilmu ekonomi, memang tidak akan habis. Berawal dari depresi yang terjadi di dunia maju di tahun 1930 yang lalu. Ilmu Ekonomi terbagi menjadi dua cabang, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Dimana di dalam ekonomi makro itu sendiri memiliki cakupan pembahasan yang menarik, yaitu masalah inflasi, pengangguran dan pertumbuhan output.

Nah, pada kali ini kita tidak akan mempelajari dua cabang ilmu sekaligus, tetapi lebih fokus mempelajari tentang ekonomi makro. Ekonomi makro adalah cabang ilmu yang mempelajari secara keseluruhan tentang perekonomian. Tidak sekedar mempelajari sebagian tentang faktor produksi, perilaku industri/pasar, tetapi mempelajari seluruh output nasional total. Nah, ulasan lebih lengkapnya, yuks kita simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Para Ahli

Sebagai cabang ilmu yang memiliki jangkauan yang lebih lebar, para ahli memiliki definisi berbeda tentang ekonomi makro. Apa sajakah itu? Yuks, simak bersama. 

1. Adam Smith 

Siapa sih yang tidak mengenal Adam Smith? Bagi mahasiswa, sudah tidak asing lagi dengan namanya. Menurutnya, ekonomi makro upaya untuk menganalisis situasi yang terjadi. Umumnya untuk mengetahui sebab akibat tentang. 

2. Samuelson dan Nordhaus 

Samuelson dan Nordhaus memandang definisi ekonomi makroadalah ilmu yang mempelajari segala hal tentang kegiatan ekonomi, baik secara komprehensif dan ditinjau dari berbagai macam permasalahan ekonomi. 

3. Budiono 

Sementara Budiono mendefinisikan sebagai cabang ilmu yang ingin mengetahui pertumbuhan perekonomian di sebuah negara dan mengetahui pokok-pokok ekonominya. Termasuk mempelajari tentang dasar perekonomian dalam jangka panjang maupun jangka pendek. 

4. Sadono Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld 

Tidak jauh berbeda dengan pendapat Robert dan Daniel, yang memaknai ekonomi makro sebagai ilmu yang menangani variabel agregat ekonomi tentang inflasi, angka pengangguran, suku bunga hingga rata-rata pertumbuhan produksi nasional 

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan secara umum, sebagai ilmu yang fokus bagaimana cara menguasai ekonomi secara keseluruhan. Cakupannya tidak hanya membicarakan sektor perusahaan, organisasi saja, tetapi sudah membicarakan tentang kegiatan ekonomi secara lebih luas lagi.

Teori Ekonomi Makro

Merujuk pada teori ekonomi makro, ada dua mashab yang umum digunakan. Yaitu mazhab klasik dan mazhab Keynesan. 

A. Mashab Klasik 

Mazhab klasik dipopulerkan oleh Adam Smith dan David Ricardo. Mazhab klasik teori ilmu ekonomi yang mengulas bagaimana cara mengelola perekonomian dalam cakupan negara. Kita tahu bahwasanya terdapat pasar bebas yang tidak melibatkan pemerintah. Mazhab klasik ini pun juga akan membahas bagaimana cara mengalokasikan sumber daya secara tepat dan cara pembagian kerja yang efektif. 

Semboyan teori klasik milik Adam Smith bahwa setiap orang bebas memilih kegiatan ekonomi dan bebas memenuhi kebebasan untuk mencapai kemakmuran. 

Teori klasik ini mempercayai bahwasanya perekonomian akan terus diminati. Semakin tinggi minat dan permintaan konsumen, maka akan berpengaruh pada pemberdayaan tenaga kerja, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan.

Adapun rumus untuk mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan mengetahui pendapatan nasional berdasarkan kemampuan dari masing-masing negara. Rumus tersebut dapat dilihat besarannya dengan rumus persamaan berikut. 

Y = f (K,L, Q, T)

Keterangan 

Y : Pendapatan nasional 

K : Jumlah barang modal yang tersedia 

Q : Jumlah kekayaan alam yang telah berkembang dan digunakan 

T : Tingkat teknologi untuk produksi 

Ada yang menarik dari teori klasik, yang menyatakan bahwa penawaran dengan sendirinya akan menciptakan permintaan. Jadi apapun yang diproduksi akan dapat dijual.

B. Mazhab Keynesan 

Kebalikan dari mazhab klasik, aliran Keynesan sebagai perekonomian liberal. Liberal yang dimaksud adalah kebebasan pemilik modal dalam mengendalikan. Ada pula yang menyebut aliran satu ini sebagai ekonomi yang mengusung konsep kapitalisme. 

Kebalikan dari teori klasik, jika teori klasik pemerintah tidak memiliki kendali, maka pada teori keynesan ini memiliki power, campur tangan bahkan sebagai penjaga malam yang dapat mengatur, menentukan, dan mengarahkan kemana arah perekonomian yang diinginkan.

Mazhab keynes sangat memperdulikan pengeluaran agregat yang terjadi di masyarakat. Tidak lain bertujuan untuk menentukan kegiatan keseluruhan ekonomi dan pendapatan nasional. Cara yang dilakukan tiap negara pun berbeda-beda. Ada yang dilakukan dengan menyeimbangkan. 

Pandangan pokok teori ekonomi keynesian memuat aspek peranan pengeluaran agregat, penentuan suku bunga dan peranan uang dan peran pemerintah dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi selama beberapa kurun waktu tertentu.

Jika kamu memiliki usaha, kamu lebih senang mazhab yang manakah? Bagian pertama atau kedua? Pastikan setiap apa yang kamu pilih, kamu harus memiliki dasar pemahaman yang kuat terlebih dulu.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ruang lingkup ekonomi makro tidak hanya mempelajari sebagian kecil perusahaan saja. Tetapi melihat secara global dan go internasional. Pelaku yang ditonjolkan dalam ekonomi secara makro adalah peran pemerintah. Salah satunya kasus di tahun 1980-an, dunia mengalami krisis yang menyebabkan inflasi tinggi, terjadi pengangguran skala besar. Dampaknya tidak hanya mempengaruhi negara internal, tetapi mempengaruhi juga negara-negara yang menjalin kerjasama. 

Di tahun 1966 Indonesia juga mengalami inflasi terparah, kemudian di tahun 1980 semakin membaik, dan tahun 1998 inflasi sudah mulai dapat ditangani. PUncaknya di tahun 2000-2019 perekonomian negara sudah mulai bertumbuh. 

Permasalahan inflasi dan krisis yang disebutkan di atas menunjukan bahwa ekonomi makro menganalisis tentang peranan permintaan dan penawaran yang dipengaruhi oleh tingkat kegiatan ekonomi. Ekonomi makro juga menganalisis permasalahan yang telah terjadi sekaligus melihat bagaimana peran dan campur tangan pemerintah mengatasi permasalahan ekonomi tersebut. Dengan kata lain, cakupan yang dianalisis dan diperhatikan tidak lagi sektor lokal. Tetapi sektor dunia.

Secara singkat, ruang lingkup ekonomi makro meliputi tiga sektor ruang, sebagai berikut.

Pondok Djawara Deepublish

1. Penentu Kegiatan Ekonomi Negara 

Sesuai dengan peran dan tanggungjawab dari kegiatan ekonomi, yaitu upaya untuk menghasilkan produk dan jasa. Nah, setidaknya setiap kali hendak mengeluarkan hasil produk dan jasa, harus memperhatikan tentang pengeluaran pemerintah, ekspor impor, pengeluaran konsumsi rumah tangga dan memperhatikan pengeluaran investasi. 

2. Kebijakan Pemerintah 

Kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah disebabkan karena ada permasalahan yang terjadi. Nah, salah satu permasalahan yang umum ditemukan dalam ekonomi makro adalah masalah pengangguran dan inflasi.

3. Pengeluaran Agregat 

Apabila terjadi pengeluaran secara menyeluruh dan tidak dilakukan secara ideal, maka akan menimbulkan permasalahan ekonomi. permasalahan ekonomi itu sendiri ada banyak macamnya, pengangguran, kemiskinan dan masih banyak lagi.

Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro

Mengingat cakupan ekonomi secara makro lebih luas, maka tidak heran jika banyak sekali permasalahan yang harus di analisis. Nah, kebijakan ekonomi ini pun hadir karena memiliki tujuan. Lantas apa saja sih tujuan dari kebijakan makro? Simak ulasannya berikut. 

1. Mempertahankan kesempatan kerja penuh atau mengurangi angka pengangguran 

Indonesia salah satu negara yang memiliki angka pengangguran cukup tinggi. Dengan adanya bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan. Meskipun pada realitanya, jumlah pengangguran setiap tahun selalu banyak. 

2. Kapasitas produksi  nasional tinggi 

Tujuan dasar dan penting dari ekonomi makro adalah meningkatkan kapasitas produksi nasional. Salah satu caranya dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tentu saja didukung adanya pengembangan teknologi dan pengelola sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. 

3. Perekonomian stabil 

Negara mana sih yang tidak ingin perekonomian di negaranya stabil? Pasti semua Negara menginginkan akan hal ini. Sayangnya, untuk menciptakan kestabilan tidak semudah membalikan telapak tangan. Dikatakan perekonomian stabil apabila terjadi kondisi mengalami naik turun harga dengan cara yang wajar.

4. Neraca Pembayaran Luar negeri seimbang

Tujuan ekonomi makro diharapkan neraca pembayaran luar negeri menjadi seimbang. Apabila terjadi surplus dan defisit pada neraca pembayaran, menyebabkan penawaran lebih tinggi dan berdampak pada nilai tukar mata uang lokal (jatuhnya menjadi lebih mahal). Dampaknya, nilai impor lebih murah dan akan mempengaruhi pelaku ekonomi dalam negeri yang terlibat.

3. Pemerataan Distribusi pendapatan

Tujuan yang tidak kalah penting dari perekonomian makro adalah pemerataan distribusi pendapatan. Sehingga masyarakat miskin berkurang. Semakin banyak masyarakat keluar dari zona kemiskinan, menunjukan keberhasilan pemerintah. 

Itulah beberapa tujuan dari kebijakan ekonomi makro. Adapun tujuan lain, seperti menciptakan kebijaksanaan ekonomi makro, Mempertahankan stabilitas harga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi Buku Ekonomi Makro

Masalah Ekonomi Makro

Seperti yang kamu ketahui bahwa ekonomi makro memiliki jangkauan dan pembahasan yang lebih luas dibandingkan ekonomi mikro. Maka, permasalahan dalam ekonomi makro pun juga lebih kompleks dan perlu perhatian khusus. Masalah yang umum dan sering dikeluhkan apa saja sih? Jadi masalah dalam ekonomi makro dibagi menjadi tiga bentuk, untuk memudahkan dalam menemukan solusinya. Sebagai berikut. 

A. Masalah Jangka Pendek 

Masalah jangka pendek pada ekonomi makro dibagi lagi menjadi beberapa hal, yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran timpang. 

1. Inflasi

Inflasi menjadi permasalahan yang umum ditemukan dalam ekonomi makro. Inflasi dapat terjadi akibat naiknya harga komoditi yang umumnya dipengaruhi ketidaksesuaian antara program pengadaan komoditi dengan pendapatan masyarakat. 

2. Pengangguran 

Pengangguran juga menjadi masalah klise dan paling umum. Jadi pengangguran terjadi akibat terjadi kesenjangan pencari kerja dengan lapangan kerja yang ditawarkan tidak seimbang. Bisa juga lapangan kerja banyak ditawarkan, karena keterbatasan informasi dan keahlian masyarakatnya, mereka pun tidak bisa memenuhi kualifikasi tersebut. 

3. Ketimpangan neraca pembayaran 

Ketimpangan neraca pembayaran juga menjadi masalah klise yang sering ditemukan dalam ekonomi makro. Ketimpangan neraca pembayaran terjadi akibat kesenjangan jumlah ekspor dengan pembayaran impor terjadi perbedaan. Jika impor lebih tinggi, akan berdampak pada beberapa hal, mulai mempengaruhi devisa, nilai tukar mata uang lokal dan mempengaruhi industri yang tergabung dalam ekspor impor. 

B. Masalah jangka Panjang 

Lalu masalah jangka panjang ekonomi makro meliputi apa saja? apakah masih berkutat dengan masalah pembayaran neraca dan pengangguran? Tentu saja bukan. Langsung saja kita intip masalah jangka panjang berikut ini. 

1. Pertumbuhan penduduk meningkat 

Kita tahu bahwa jumlah penduduk Indonesia termasuk padat, pasalnya ada 200 juta lebih. Permasalahannya adalah, laju angka melahirkan lebih tinggi. Padahal, luas lahan tanah yang terbentang, tidak bisa bertambah. Dampaknya, lahan akan menyempit, jumlah penduduk semakin tinggi. 

Ketika lahan berkurang, air, pohon, hutan dan hasil alam akan menipis. Sementara permintaan semakin tinggi. Tidak hanya berdampak pada itu saja, tetapi juga berdampak pada situasi atau kondisi lingkungan alam. Akibat lahan dan hutan diganti pemukiman, maka memicu bencana alam seperti banjir, pencemaran udara, pencemaran lingkungan dsb. 

Tentu saja semua akan berpengaruh juga pada komoditas ekspor impor yang dapat ditawarkan ke Negara luar. Padahal ekonomi makro Indonesia mengandalkan kekayaan alam.

2. Permintaan Produksi Tinggi 

Permintaan produksi tinggi, padahal kita mengalami keterbatasan dalam hal teknis produksi tersebut. Dimana tingginya permintaan produksi dipengaruhi oleh tabungan masyarakat. Tabungan masyarakat berkaitan dengan tingkat pendapatan dan konsumsi. Jadi apabila terjadi peningkatan kapasitas produksi maka tabungan juga harus ditingkatkan.

Itulah beberapa masalah umum yang terjadi untuk ekonomi dalam sekala makro. Sebenarnya masih ada banyak lagi permasalahan yang tidak dapat disebutkan semuanya di sini karena keterbatasan ruang.

Baca artikel terkait produksi: Pengertian Kegiatan Produksi

Contoh Ekonomi Makro

Setelah mempelajari tentang teori, ruang lingkup dan tujuan ekonomi makro, berikut ada beberapa contohnya. 

1. Tax Amnesty 

Tahun 2017 yang lalu Presiden Jokowi menerapkan program pengampunan pajak atau tax amnesty sebagai kebijakan fiskal. Tujuan dari Tax amnesty untuk penerimaan negara dari pajak. 

2. Deflasi 

Mungkin ada yang asing mendengar tentang Deflasi? Sebenarnya deflasi kebalikan dari inflasi. Deflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar di masyarakat terbatas atau kurang. 

3. Menaikan Tarif Pajak 

Sebelumnya mengulas tentang inflasi. Nah salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dinaikan tarif pajak. Menaikan tarif pajak salah satu cara untuk menarik kembali jumlah mata uang yang beredar di masyarakat. 

4. Kerjasama Bilateral 

Contoh lainnya adalah kerjasama bilateral. Demi mencapai kestabilan ekonomi, dibutuhkan kerjasama antar negara. Bentuk kerjasama bisa dalam bentuk kerjasama ekonomi ataupun kerjasama perdagangan.

5. Ekspor-impor

Kegiatan ekspor dan impor termasuk contoh ekonomi makro. Dimana kegiatan ekspor dan impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang di dalam negeri tidak disediakan, berlaku sebaliknya. Adapun keuntungan dari ekspor-impor, Negara mendapatkan devisa. Terkait kelebihan, kekurangan dan tujuan dari ekspor impor, kamu bisa membaca artikel : Ekspor dan Impor – Pengertian dan Perbedaanya

6. Membuka Lapangan Kerja 

Contoh kebijakan ekonomi makro dapat dilakukan dengan membuka lapangan kerja. Pemerintah sebagai pengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap negara, maka pemerintahlah yang bertanggungjawab untuk membuka lapangan kerja tersebut.  

Dari keenam contoh ekonomi makro di atas, hanya sebagian saja. Sebenarnya masih ada banyak contoh lainnya. Misalnya masalah pendapatan per kapita, kebijakan inflasi, pendapatan nasional, investasi pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan masih banyak lagi.

Ternyata ketika kita mempelajari tentang ekonomi makro, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Barangkali kamu salah satu orang yang tertarik dengan ekonomi. Kamu baca artikel sebelumnya di website ini juga loh. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Artikel tekait dengan Ekonomi:

Penulis: Irukawa Elisa

Pondok Djawara Deepublish
Baca Materi Penting Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

© 2021 All Right Reserved. Toko Buku Deepublish – CV. Budi Utama