Logo toko buku deepublish

Biaya Tetap dan Variabel: Pengetian dan Perbedaan

Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Bagikan

Biaya tetap dan variabel merupakan dua jenis biaya operasional. Jadi yang dimaksud dengan biaya variabel adalah biaya yang bersifat berubah-ubah. Perubahan yang terjadi berdasarkan pada penggunaan intensitas pemakaian sumber biaya. 

Sementara itu, variabel tetap adalah biaya yang bersifat baku atau tidak berubah-ubah, dan dapat dikeluarkan dalam kondisi apapun.

Banyak yang tidak tahu tentang rumusan biaya variabel dan tetap. Nah, pada kesempatan kali ini akan kita ulas pengertian, rumusan, dan perbedaan antara biaya variabel dan tetap. Untuk lebih lengkapnya, bisa langsung disimak sebagai berikut. 

A. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Pertama kita bahas tuntas tentang fixed cost mulai dari pengertian, rumus dan contohnya.

Pengertian Biaya Tetap (Fixed Cost)

Seperti yang sudah disinggung di paragraf awal, pengertian biaya tetap atau fixed cost adalah biaya yang tidak dapat berubah-ubah. Sekalipun dipengaruhi oleh hal-hal tertentu, fixed cost tidak akan berubah. 

Pengertian biaya tetap juga dapat diartikan sebagai biaya yang harus dibayarkan perusahaan. Jika misalnya perusahaan tidak menghasilkan keuntungan sekalipun, biaya tetap harus dibayarkan. Selain itu, biaya tetap adalah biaya yang sering digunakan untuk menghitung metrik keuangan.

Rumus Penjelasan Biaya Tetap

Jika sebelumnya sudah kita ketahui pengertian biaya tetap, ada satu rumus cara menghitung biaya tetap. penasaran? langsung saja simak rumusnya sebagai berikut. 

TFC = TC – (TVC x Q)

Keterangan : 

TFC : Total Fixed cost (total biaya tetap)

Daftar Reseller

TC : Total cost (Biaya Total)

VC : Total Variable cost (Total biaya Variabel)

Q : Quantity 

Rumus penjelasan biaya tetap di atas kurang afdol jika tidak disertai dengan contoh kasusnya. Berikut adalah contohnya. 

Contoh Biaya Tetap

Dimulai bulan Mei 2022, PT Perkasa mengeluarkan biaya produksi sebesar 900 juta. Diketahui bahwa kuantitas produksi sebanyak 50 ribu produk dan biaya variabel Rp 15.000/produk Nah, untuk mengetahui biaya tetapnya, dapat kita hitung sebagai berikut.

FC = TC – (TVC x Q)

FC = 900.000.000 – (50.000 x 15.000)

Daftar Open Reseller

FC = 900.000.000 – 750.000.000

FC = 150.000.000

Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan bulan Mei 2022 sebesar 150.000.000

B. Biaya Variabel (Variable Cost)

Kemudian, mari mengenal dan membahas tuntas tentang variable cost mulai dari pengertian, rumus dan contohnya.

Pengertian Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang bersifat dinamis, karena dapat berubah-ubah setiap waktu, bergantung pada faktor penyebabnya.

Misalnya karena dipengaruhi oleh jumlah produk yang akan dihasilkan di dalam perusahaan. Semakin besar jumlah produksinya, maka semakin besar biaya yang dikeluarkan, berlaku sebaliknya.

Ebook Panduan Jadi Reseller

Jadi biaya variabel dapat disimpulkan bahwa memiliki hubungan berbanding lurus dengan jumlah unit yang diproduksi. Semakin besar biaya yang dikeluarkan, semakin besar pula biaya variabelnya.

Biaya variabel dapat pula diartikan sebagai bentuk pengeluaran biaya perusahaan. Dimana jumlah uang yang harus dikeluarkan bervariasi jumlah nominalnya. Selain dipengaruhi oleh faktor produksi, biaya variabel dapat pula dipengaruhi oleh situasi penjualan atau kegiatan operasional yang sudah dijalankan.

Rumus Biaya Variabel dan penjelasannya

Setelah mengetahui rumus biaya tetap, penting juga mengetahui rumus biaya variabel, sebagai berikut. 

CV =(TC – FC)/Q

Keterangan : 

VC : Variable cost 

TC : Total cost 

FC : Fixed Cost 

Q : Quantity

Contoh biaya variabel

Per Januari 2022, Mark mengeluarkan biaya produksi untuk perusahaannya sebesar 60 juta, dengan tagihan > fixed cost sebesar 4 juta. Dibulan yang sama, Mark memproduksi 2000 unit barang, maka biaya variabelnya berapa? 

CV = (TC – FC)/Q

CV = (60.000.000 – 4.000.000)/2.000

CV = 56.000.000/2.000

CV = 28.000

Jadi biaya variabel Mark di bulan Januari 2022 sebesar Rp. 28.000,00 unit produk.

C. Perbedaan Biaya Variabel dan Tetap

Jika sudah mengintip pengertian dari masing-masing biaya tetap dan biaya variabel, maka penting banget nih mengetahui perbedaan diantara keduannya. Nah, untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel perbedaan biaya variabel dan tetap.

AspekVariable CostFixed Cost
Segi waktu Tidak terjadi setiap hari, dan hanya terjadi selama periode tertentu. Misal setiap sebulan sekali atau setahun sekali, atau bahkan beberapa tahun sekali.Rentang waktu lebih pendek. Bisa dalam hitungan seminggu sekali atau bahkan setiap hari. 
Nominal Pembayaran Jumlah biaya yang dibayarkan lebih besar daripada variabel. Jika perusahaan tidak menghasilkan keuntungan, biaya tetap tidak harus dibayarkan dengan jumlah uang yang sama besarJumlah nominal pembayaran relatif kecil, dan jumlahnya bisa berubah-ubah setiap saat bergantung pada kondisi perusahaan.
Produksi Biaya tetap tidak memiliki kaitan langsung dengan proses produksi barang. Jika itu ada, tetap tidak akan mengubah biayaKebalikan dari biaya tetap, biaya variabel tergantung erat pada proses produksi yang dihasilkan perusahaan.
Pencatatan Akuntansi Dari segi pencatatan akuntansi biaya variabel wajib dilakukan pencatatan terkait keluar masuk. Biaya tetap : Biaya tetap jarang dilakukan pencatatan, karena pelaporannya hanya dalam kurun waktu tertentu
Penentuan harga Biaya tetap jarang digunakan untuk menentukan harga produkSebaliknya, biaya variabel sangat menentukan harga produk barang ataupun jasa.

Itulah tabel perbedaan biaya variabel dan tetap, semoga dari tabel di atas memudahkan kamu dalam memahami perbedaan keduanya. 

D. Jenis Biaya Tetap

Ternyata biaya tetap tidak hanya diperuntukan untuk pelaku pengusaha atau pelaku bisnis saja loh. Dalam kehidupan sehari-hari kita pun juga ada yang nama nya biaya tetap. Nah, berikut ada beberapa jenis biaya yang tidak dapat diubah-ubah. 

1. Biaya Sewa Gedung 

Biaya sewa gedung termasuk biaya tetap yang jumlah nominal yang harus dibayarkan tidak berubah-ubah. Jumlah besaran sewa gedung ini ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak (pemilik dan penyewa). 

2. Biaya Asuransi 

Tidak hanya biaya sewa gedung yang termasuk biaya tetap, tetapi biaya asuransi juga termasuk. Setiap perusahaan umumnya akan membuat biaya asuransi untuk mengantisipasi jika terjadi permasalahan. 

3. Pajak Bumi Dan Bangunan 

Setiap perusahaan, khususnya perusahaan besar sudah pasti memikirkan masalah bangunan dan lahan. Jika perusahaan dalam skala besar, mereka membeli lahan dan membangun dengan cor beton. Nah, bangunan yang digunakan untuk tempat usaha inilah yang juga masuk ke dalam biaya tetap. 

4. Biaya Penyusutan 

Di poin ke empat ada biaya penyusutan. Nah, bagi pelajar atau mahasiswa jurusan akuntansi, pasti sudah tidak asing lagi dengan biaya penyusutan. Ternyata biaya penyusutan pun juga termasuk ke dalam biaya tetap yang nilainya tidak mengalami perubahan secara berarti. 

5. Tagihan Air & Listrik

Terakhir, yang termasuk biaya tetap adalah adalah tagihan air dan tagihan listrik. Jadi untung tidaknya bisnis yang dijalankan, perusahaan tetap membayar dua tagihan tersebut dengan jumlah uang yang tetap. 

Itulah kalimat jenis yang termasuk biaya tetap. Adapun yang termasuk dengan biaya variabel, akan kita ulas lengkapnya di bawah. 

E. Jenis Biaya Variabel

Jika dilihat dari jenis-jenisnya, variable cost memiliki lima jenis, yang dapat kamu intip ulasannya sebagai berikut. 

1. Biaya Bahan Baku 

Dalam menjalankan sebuah bisnis, pasti ada barang/jasa yang dijual belikan. Karena ada barang/jasa yang diproduksi, maka ada bahan baku yang dibutuhkan, bukan? Nah, yang menjadi permasalahannya adalah, setiap harinya bahan baku memiliki rupa dan harga yang berbeda-beda. 

Sekarang bisa saja harga bahan baku normal, sebulan yang akan datang, bisa jadi bahan baku menjadi mahal dan langka. Atau ada kasus lain, pihak perusahaan yang sangat perhatian masalah kualitas bahan baku.

 Jika kualitas bahan baku menurun atau jelek, maka akan mempengaruhi harga. Ketika harga bahan baku berubah (bisa berubah lebih mahal atau lebih murah) yang pada akhirnya nanti akan mempengaruhi biaya variabel. 

2. Upah Tenaga Kerja Langsung 

Namanya juga perusahaan, sudah pasti mereka membutuhkan tenaga kerja dari manusia dan tenaga kerja mesin. Saat perusahaan memutuskan mempekerjakan tenaga manusia, maka perusahaan harus siap memberi upah. 

Jumlah upah karyawan pun termasuk ke dalam biaya variabel. Jadi yang dimaksud dengan upah tenaga kerja langsung bukanlah gji. melainkan upah yang dibayarkan karena sudah mengerjakan tugas kerjaan yang sesuai per unit produk, jadi bukan bulanan.

3. Biaya Distribusi Produk 

Jika kamu sudah pernah bekerja di perusahaan besar, kamu pasti tahu ada banyak bagian yang di pekerjaan perusahaan. Dimana tiap bagian memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Salah satunya bagian distributor atau distribusi produk. 

Yap, ternyata distribusi produk termasuk ke dalam biaya variabel. Jadi tidak semua perusahaan memiliki bagian yang mendistribusikan produk mereka. Sehingga mereka membutuhkan pihak lain yang bertugas mendistribusikan barang. 

Sehingga pihak perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar pihak distributor. Karena distributor dari pihak luar, tentu saja harga yang ditawarkan pun berubah-ubah. Tergantung peraturan dan kontrak yang disepakati.

Kegiatan dalam distribusi sangat banyak dan kompleks, untuk mengetahuinya silakan membaca artikel Kegiatan Distribusi.

4. Komisi Penjualan 

Pernahkah kamu mendengar reseller atau dropshiper? Kita ambil dua jobdesk mereka. Mereka membantu perusahaan menjual barang/jasa ke jejaring mereka masing-masing. Ketika reseller berhasil menjual barang/jasa dalam jumlah banyak, maka reseller akan mendapatkan keuntungan pembayaran lebih banyak, berlaku sebaliknya. 

Toko Buku Deepublish juga ada Open Reseller lho untuk Mahasiswa ataupun yang ingin mendapatkan uang sampingan. Tanpa modal? Cek aja deh di Daftar Open Reseller.

Atau dalam konteks lain, misalnya perusahaan membuat target penjualan tertentu. Ketika target tercapai, maka akan mendapatkan komisi ataupun bonus penjualan bagi tim pemasaran. Sebaliknya, jika tidak memenuhi target, maka mereka tidak mendapatkan komisi lebih besar lagi.

5. Biaya Overhead

Biaya overhead adalah biaya yang tidak disebutkan ke dalam pelaporan keuangan. Alasan kenapa tidak disebutkan bisa jadi karena stakeholdernya tidak diketahui untuk keperluan atau kepentingan apa. Bisa juga karena dianggap tidak penting untuk dilakukan pencatatan karena jumlahnya yang kecil atau dianggap sepele. 

Contoh biaya overhead yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah konsumsi harian, membeli alat tulis, beli pengharum ruangan atau mencetak dokumen yang hanya satu atau dua lembar saja.

Dari kelima jenis biaya variabel di atas, saya yakin kamu sering melakukan dalam dunia kerja. Bagi seorang karyawan setidaknya tahu tentang beberapa poin yang disebutkan di atas. Apalagi buat kamu yang bekerja di bagian penjualan, akuntansi ataupun bertugas melakukan pencatatan, hal-hal ini penting dikuasai. 

Itulah beberapa ulasan tentang biaya variabel dan tetap. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca Materi Penting Lainnya