Cara Membuat Laporan Magang yang Baik

Membuat Laporan Magang yang Baik dan Benar]
toko buku kuliah

Contoh Laporan Magang – Tugas yang paling membuat kepala pening, ketika mendapat tugas menyusun laporan. Nah, buat kamu nih yang sekarang sedang mengalami kesulitan membuat laporan magang, dan sedang mencari-cari bagaimana menyusun laporan magang, tidak perlu pusing lagi. Karena akan kita ulas selengkapnya di sini. 

Barangkali ada yang masih merasa asing dengan laporan magang? atau ada sebagian kamu yang mengalami beberapa kesulitan dalam menyusun, membuat kata pengantar, membuat lembar pengesahan magang dan membuat judul? Semuanya akan dibahas disini. Demi menghemat waktu, yuks langsung kita cek satu persatu-satu. 

Apa Itu Laporan Magang 

Sebelum melihat secara teknis bagaimana membuat laporan magang, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu laporan magang. Laporan magang adalah melaporkan hasil kegiatan magang. Umumnya hasil kegiatan magang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa. 

Mahasiswa yang menjalankan tugas dari pihak kampus magang, sebenarnya dapat kamu jadikan peluang dan kesempatan. Karena kamu bisa belajar bagaimana rasanya terjun di dunia kerja. Ada banyak alasan kenapa pihak kampus memberikan program magang, dan mahasiswa dituntut untuk menyusun laporan magang yang benar. 

Ternyata program magang dari kampus selain karena pihak kampus sudah memiliki kerjasama dengan pihak penyedia magang, sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dan menjadi syarat mendapatkan nilai. Jadi penyusunan laporan magang sebagai bentuk tes dari pihak kamus untuk mengetahui kemampuan kamu dalam menyerap apa yang sudah dialami di lapangan, dibuatlah tugas membuat laporan magang. 

laporan magang dapat pula diartikan sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa terhadap tugas megang yang sudah dijalani selama ini. Apakah laporan tersebut benar-benar diserap dengan baik, atau asal-asal-asalan.

Manfaat Magang

 Meskipun terasa memusingkan mengerjakan tugas magang yang benar. Ternyata ada manfaat yang akan kamu dapatkan. Penasaran, apa sih manfaatnya? Yuks, simak manfaatnya berikut ini. 

1. Pengalaman Kerja

Untuk beberapa hal, magang memang tidak menyenangkan dan tidak mengenakan. Tapi tahukah kamu, magang memberikan pengalaman kerja. Setidaknya dengan magang, kamu tahu bagaimana kerja terjun ke lapangan. 

Belajar pula bagaimana berhadapan dengan orang lain. Belajar bagaimana mengerjakan tugas kepada atasan dan masih banyak lagi pengalaman yang sebenarnya sangat bermanfaat. 

2. Belajar Sosialisasi 

Adapun manfaat lain dari magang, tentu saja kamu akan belajar tentang sosiologi. Dalam dunia kerja, penting sekali menguasai sosialisasi di hadapan orang. sosialisasi yang baik, akan mengarahkan kamu bagaimana komunikasi yang baik dan bagaimana membangun sikap. 

3. Mengasah Keterampilan

Disadari atau tidak, magang juga dapat mengasah keterampilan kamu. Mungkin kamu memiliki keterampilan terpendam yang selama ini tidak kamu gali? Misal keterampilan menjadi seorang pemimpin? Yap, setidaknya dengan magang bisa membantu kamu mengetahui dan mengasah keterampilan terpendam kamu loh. 

4. Eksplore Berbagai karir/Pekerjaan 

Jadi saat kamu mendapat kesempatan magang dari kampus, jangan hindari. Hadapi dan jalani. Karena dengan magang, sebenarnya kamu sedang melakukan eksplorasi. Semisal tujuan magang tidak sesuai dengan keinginan kamu, tidak perlu khawatir. Anggap ini salah satu cara mengeksplorasi pekerjaan dan mencoba karir yang baru. Tentu saja yang nantinya akan memberikan pengalaman baru buat kamu. 

5. Melatih Rasa Percaya Diri 

Buat yang tidak percaya diri, magang salah satu media yang dapat kamu gunakan untuk melatih rasa kepercayaan diri. Karena saat kamu menjalankan magang, kamu dituntut untuk berinteraksi dengan orang, melatih keberanian diri, melawan rasa takut dan masih banyak hal yang bisa kamu lawan dan melatih mentalitas kamu. 

6. Belajar Mengenal Karakter Orang Di dunia Kerja

Manfaat yang akan kamu dapatkan saat magang, kamu akan mengenal berbagai macam karakter orang. tentu saja ini sangat membantu buat kamu dalam pekerjaan di masa yang akan datang nanti. Dalam dunia kerja, ada banyak macam karakter orang. Ada orang yang ambisius, ulet, sabar, memiliki jiwa kepemimpinan dan masih banyak karakter yang akan kamu pelajari selama bekerja. 

7. Membangun Networking

Membangun networking salah satu upaya terpenting. Meskipun kamu seorang anak magang, kamu bisa manfaatkan untuk menjalin relasi sebaik mungkin. Setidaknya dengan relasi, kamu bisa mendapatkan pekerjaan baru di sana. 

8. Bagi Fresh Graduate Bisa Menambah Catatan CV

Jika di pikir-pikir, magang tidak ada ruginya buat mahasiswa siswa. Justru lebih banyak untungnya. Nah, buat kamu yang masih fresh graduate, magang dapat dijadikan sebagai ajang untuk menambah catatan di CV dan tentu saja ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. 

9. Mendapatkan Penghasilan 

Keuntungan yang pasti kamu rasakan dari magang adalah, kamu mendapatkan penghasilan. Meskipun dari segi rupiah tidak banyak dan hanya seberapa. Tentu saja ini sudah sangat menguntungkan dan menjadi sesuatu yang tetap menyenangkan. 

Dari beberapa manfaat menyusun laporan magang di atas, setidaknya selain karena tugas. Ada manfaat lain yang patut di apresiasi. Toh, manfaat tetap akan kembali pada diri kita sendiri.

Struktur Susunan Laporan Magang 

Buat kamu yang sedang mengerjakan laporan magang, dilihat dulu konteks peruntukannya. Pelajar jenjang SMA/K/MA pun juga sudah mengerjakan magang loh. Hanya saja struktur susunan laporan magang masih sangat sederhana, seperti tabel berikut.

struktur laporan magang

Penjelasan Bagian-Bagian Laporan Magang

Pendahuluan : berisi alasan mengapa dilakukan magang, dan tujuan dari magang itu apa saja. 

Gambaran umum tempat magang : Menceritakan gambaran umum tempat magang, lebih fokus pada melaporkan sejarah, visi-misi perusahaan yang digunakan untuk magang. Termasuk juga melaporkan tugas, dan perkembangan tempat yang digunakan untuk magang. 

Bagian kegiatan dan pembahasan. Di tempat inilah laporan kegiatan selama magang ditulis. Termasuk menuliskan temuan-temuan dan teori yang ada. 

Penutup atau berisi kesimpulan disertai dengan saran.

Struktur susunan laporan magang di atas adalah laporan yang sifatnya tidak terlalu lengkap seperti halnya laporan magang untuk jenjang perguruan tinggi.

Sementara untuk laporan magang jenjang perguruan tinggi, lebih kompleks dan lebih lengkap, harus ada kata pengantar, lembar pengesahan, daftar isi, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan baru kesimpulan.

Cara Menentukan Judul Yang Baik

Setelah melihat struktur susunan laporan magang di atas, ada bagian yang tidak kalah penting dan urgent. Yap, itu adalah pemberian judul. Penulisan judul yang menarik, kamu bisa baca di artikel sebelumnya di web ini, atau bisa di cek di sini

Kata Pengantar Laporan Magang

Pada sub bab laporan magang, “struktur susunan laporan magang” sudah disebutkan ada apa saja yang harus dituliskan bukan? Nah, ada satu bab tambahan yang wajib ada dalam laporan magang, yaitu kata pengantar. Sebenarnya membuat kata pengantar itu mudah, nah semudah apa sih?

Kamu juga bisa cek artikel tentang Cara Membuat Kata Pengantar Skripsi disertai Contohnya

Ada kesalahan kaprahan tentang kata pengantar. Banyak orang yang menganggap bahwa kata pengantar itu memiliki makna yang sama dengan prakata. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda loh. Jadi penggunaan prakata lebih pas digunakan untuk laporan penelitian dan laporan magang. Sementara kata pengantar lebih cocok digunakan untuk penulisan buku.

Baca juga : Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar

Membuat Daftar Isi 

Hayo siapa yang selama ini membuat daftar isi secara manual? Membuat daftar isi secara manual sebenarnya tidak ada masalah kok. Hanya saja lebih memakan waktu lama dan buang-buang waktu. Nah, ada cara membuat daftar isi yang mudah, yaitu sebagai berikut. 

  1. Setiap judul bab di format dengan heading 1
  2. Begitupun disetiap sub-sub bab juga perlu di heading.  Jangan gunakan heading 1, tetapi gunakan heading 2. 

Dimana lokasi pengaturan heading? Sebagai berikut caranya. 

  1. Ada di menu bagian atas, pilih “home” 
  2. Di bagian kanan atas, akan tampil seperti ini

3. Nah, jika laporan magang kamu sudah selesai dikerjakan, dan setiap bab dan sub bab sudah di heading, kamu bisa membuat daftar isi secara otomatis.

Bagian Pendahuluan 

Sesuai dengan namanya, pendahuluan adalah lembar pertama dalam proposal, laporan atau karya ilmiah yang ada di bagian pertama. Secara garis besar, pendahuluan memuat tahap-tahapan dalam penelitian yang sudah kamu lakukan. Dapat pula dijadikan sebagai untuk menuntun penelitian.

Pondok Djawara Deepublish

Dibutuhkan keterampilan dalam membuat pendahuluan. Kenapa demikian? Karena ruangnya hanya terbatas. Sementara dilembar ini kamu dituntut untuk menuliskan secara lengkap, dengan bahasa yang singkat, mudah dipahami dan berbobot. Penting banget nih buat kamu untuk menarik rasa penasaran calon pembaca atau reviewer.

Buat yang penasaran ingin membuat pendahuluan yang menarik itu seperti apa? Kamu bisa baca artikel sebelumnya Contoh Pendahuluan yang Menarik

Tinjauan pustaka 

Pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah tinjauan pustaka bukan? Yap, tinjauan pustaka adalah lembar yang mencantumkan sumber referensi yang digunakan selama proses mengerjakan laporan. Ada pula yang mengartikan bahwa tinjauan pustaka adalah upaya mencari atau menelaah laporan penelitian serta bahan pustaka yang ada kaitannya dengan penelitian. 

Secara sederhana, tinjauan pustaka dapat dimaknai sebagai tinjauan ulang pustaka yang relevan yang digunakan oleh si peneliti. TInjauan pustaka juga dapat digunakan sebagai memberikan batas-batas logis penelitian yang diangkat. Ternyata tidak hanya itu saja, tinjauan pustaka dapat digunakan untuk dasar asumsi tentang topik tertentu.

Lantas, bagaimana mencantumkan referensi? Tenang, buat kamu yang masih bingung bagaimana cara membuatnya, kamu bisa pelajari di sini secara detailnya Cara Menulis Referensi dan Daftar Pustaka . Selama menulis laporan magang, saat mengacu pada sumber referensi, masalah yang sering kita rasakan terbawa gaya penulisan dari sumber referensi tersebut. 

Metode 

Saat menjalankan magang, barangkali ada yang masih belum tahu metode yang akan digunakan itu seperti apa? Berbicara tentang metode magang, sebenarnya 

A. Metode Studi Lapangan 

Metode studi lapangan atau yang disebut dengan Field research adalah metode yang dapat digunakan untuk tinjauan ulang terhadap data yang akan disusun di laporan akhir. Studi lapangan itu sendiri dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti berikut. 

  1. Metode Observasi
  2. Metode interview
  3. Dokumentasi

B. Studi Kepustakaan 

Ada juga metode yang disebut dengan metode kepustakaan atau library research. Metode ini dilakukan dengan melakukan kajian teori di perpustakaan. Tentu saja sesuai dengan topik yang relevan. 

C. Metode Eksploratif 

Buat yang tidak tahu gambaran yang jelas pada situasi yang terjadi, maka dapat menggunakan metode ini. Jadi metode eksploratif itu sendiri memiliki dua cara, sebagai berikut. 

  • Eksploratif mendalam 

Dikatakan sebagai eksploratif mendalam lebih pas digunakan untuk tipe penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan secara khusus untuk mengetahui ciri-cirinya atau sifat yang diteliti. 

  • Eksploratif meluas 

Sementara eksploratif meluas adalah temuan eksplorasi yang bersifat umum. Jadi kebalikan dari eksploratif mendalam.

Hasil dan pembahasan 

Tahapan saat menyusun laporan magang yang benar selanjutnya adalah adanya hasil dan pembahasan. Namanya juga laporan, wajib ada yang nama nya hasil dan pembahasan. Jika laporan magang tidak ada hasil dan tidak ada pembahasan, maka tidak dapat disebut sebagai laporan magang. karena inti dari laporan adalah di poin ini. 

Kesimpulan 

Kemudian di bagian paling akhir, adalah kesimpulan. Lantasi hal yang wajib ada saat membuat kesimpulan apa saja sih? Tenang karena ada beberapa tips membuat kesimpulan untuk magang yang baik. sebagai berikut. 

  1. Kesimpulan adalah ringkasan temuan penelitian 
  2. kesimpulan adalah pengambilan kesimpulan dari penjabaran yang sudah dibahas sebelumnya. 
  3. Kesimpulan dapat pula diambil dari opini personal yang masih ada kaitannya dengan hasil temuan
  4. Saat membuat kesimpulan, sebutkan batasan penelitian yang diangkat 
  5. Jangan lupa pula untuk memberikan saran dan ilustrasi lanjutan sebagai bentuk keterbatasan yang diuraikan sebelumnya

Itulah ulasan tentang menyusun laporan magang yang benar, tidak sulit bukan membuat laporan magang? Semoga dari ulasan ini ada manfaatnya.

Penulis : Irukawa Elisa

Baca Artikel penting lainnya tentang “Laporan”

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang