Logo Baru April

Kerangka Pemikiran: Contoh dan Cara Membuat

kerangka pemikiran
toko buku kuliah
Bagikan

Dalam membuat karya tulis, banyak penulis terlebih dahulu membuat kerangka pemikiran yang disebut juga sebagai kerangka berpikir. Kerangka berpikir kemudian semakin dibutuhkan, semakin kesini semakin banyak penulis yang membuatnya di awal proses menulis. 

Bagi kamu dan siapa saja yang ingin menulis, baik karya tulis ilmiah maupun non ilmiah. Maka bisa mencoba menyusun kerangka berpikir, namun pastikan sudah paham betul apa itu kerangka berpikir. Berikut penjelasan lengkapnya. 

Pengertian Kerangka Pemikiran

Hal pertama yang perlu dipahami adalah definisi dari kerangka berpikir. Mengutip definisi yang dipaparkan dari buku berjudul Metode Penelitian Kuantitatif karya Dominikus Dolet Unaradjan. 

Dijelaskan bahwa kerangka pemikiran adalah dasar pemikiran yang memuat perpaduan antara teori dengan fakta, observasi, dan kajian kepustakaan, yang akan dijadikan dasar dalam kegiatan penelitian. 

Dalam definisi tersebut, kerangka berpikir dibuat lebih identik untuk karya tulis ilmiah. Biasanya sudah mulai disusun sebelum melaksanakan kegiatan penelitian, yang memuat semua variabel penelitian yang akan dilakukan. 

Kerangka berpikir kemudian bisa dijelaskan atau digambarkan dalam bentuk susunan bagan yang saling terhubung, atau bagan alir. Sehingga dari sumber berbeda, kerangka berpikir diartikan sebagai  suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian.

Sehingga kerangka berpikir pada dasarnya adalah susunan seluruh variabel atau segala sesuatu yang nantinya membantu menjalankan penelitian dengan baik dan benar. Sedangkan dalam karya tulis umum, seperti tulisan non ilmiah. 

Promo Skripsian

Kerangka berpikir memuat alur seluruh permasalahan yang akan diceritakan di dalam karya tulis yang dibuat. Mulai dari perkenalan, lalu penyebab konflik, kemudian proses menyelesaikan konflik, dan bagian ending atau penutup. Semua dicantumkan di dalam kerangka pemikiran.

Baca juga: Apa itu Proposal Penelitian?

Kerangka Pemikiran Menurut Para Ahli

Membantu lebih memahami apa itu kerangka berpikir, maka ada beberapa pengertian yang dipaparkan oleh sejumlah ahli. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Sugiyono 

Daftar Reseller

Ahli pertama yang menjelaskan pengertian kerangka berpikir adalah Sugiyono. Dijelaskan bahwa kerangka berpikir adalah model konseptual yang dimanfaatkan sebagai teori yang ada kaitannya dengan beberapa faktor yang diidentifikasi sebagai masalah penting.

2. Sapto Haryoko 

Ahli kedua yang mendefinisikan kerangka berpikir adalah Sapto Haryoko. Menurutnya, kerangka berpikir adalah sebuah penelitian yang akan meneliti dua variabel atau lebih.

Sehingga, kerangka berpikir berisi daftar variabel yang menjadi topik ataupun unsur tertentu yang berhubungan dengan kegiatan penelitian dan penulisan. Variabel-variabel ini dicatat, lalu dibandingkan, dan dijelaskan di dalam tulisan. 

3. Polancik 

Ahli ketiga adalah Polancik, menurutnya kerangka pemikiran adalah diagram yang berperan sebagai alur logika sistematika tema yang akan ditulis. Sehingga bentuk dari kerangka berpikir adalah diagram yang saling terhubung. 

Hubungan ini berbentuk seperti aliran, sehingga ketika disatukan akan membentuk jalan cerita yang logis dan mudah dipahami. Kerangka berpikir akan membantu penulis untuk menyelesaikan tulisan yang dikerjakan dengan baik dan selesai lebih cepat. 

4. Eecho 

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Eecho. Menurutnya, kerangka berpikir adalah dasar pemahaman yang akan mempengaruhi dasar pemahaman orang lain. Sehingga kerangka berpikir adalah dasar pemikiran yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan maupun kegiatan penelitian. 

Dasar pikiran ini kemudian bisa menjadi media bagi penulis atau peneliti untuk mempengaruhi pemahaman orang lain. Sehingga menjadi modal penting agar suatu tulisan dan penelitian bisa dianggap menarik, logis, dan layak untuk diteruskan. 

Daftar Open Reseller

5.Scribd 

Terakhir adalah pengertian yang dipaparkan oleh situs Scribd, dijelaskan bahwa kerangka pemikiran merupakan pemahaman yang mendasari pemahaman lain yang mendukung pemikiran-pemikiran yang lain.

Melalui penjelasan di atas, maka bisa ditarik kesimpulan. Bahwa kerangka berpikir merupakan suatu diagram yang menyatakan sejumlah variabel yang saling berhubungan dan dijadikan dasar untuk menyusun karya tulis, baik ilmiah maupun non ilmiah. 

Cara Membuat Kerangka Pemikiran

Jika sudah memahami pengertian dari kerangka pemikiran, maka tahap selanjutnya adalah belajar cara membuatnya. Dalam membuat kerangka berpikir ternyata ada beberapa tahap perlu dilalui. Berikut penjelasan detailnya: 

1. Membuat atau Menemukan Variabel 

Tahap pertama dalam membuat kerangka berpikir adalah membuat atau menemukan variabel penelitian atau tulisan. Misalnya dalam penelitian, maka peneliti perlu menentukan variabel mana yang akan diteliti dalam penelitian tersebut. 

Variabel sendiri adalah proses pengelompokan secara logis terhadap dua atau lebih dari atribut dalam penelitian Atribut disini bisa dalam bentuk jenis data, seperti usia dari objek penelitian, wilayah yang akan diteliti, tingkat pendidikan objek, dan lain-lain. 

Dalam menentukan variabel, kadang kala peneliti mengalami kesulitan khususnya mahasiswa pada penelitian perdana. Maka dianjurkan untuk kembali melihat judul, sebab judul dari penelitian memuat variabel pokok. 

Ebook Panduan Jadi Reseller

2. Mencari Tahu Hubungan Antar Variabel 

Setelah berhasil menentukan variabel di tahap pertama, maka tahap kedua dalam membuat kerangka pemikiran adalah mencari tahu hubungan antar variabel tersebut. Suatu penelitian tentu membutuhkan dua atau lebih variabel yang saling berhubungan. 

Sehingga keduanya mendukung kegiatan penelitian itu sendiri dan mendapatkan hasil penelitian yang diinginkan, dan tentunya dijamin akurat. Hubungan variabel ditentukan berdasarkan hubungan langsung di lapangan. 

Misalnya saat meneliti topik angka pengangguran di daerah X, maka ditemukan dua variabel yang berhubungan dengan topik tersebut. Pertama, pekerjaan orang dewasa di daerah X tersebut dan kedua adalah akses layanan pendidikan. 

Masyarakat dengan pekerjaan kasar dan berpenghasilan minim sudah kesulitan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Kondisi ini diperparah dengan akses layanan pendidikan yang susah, misalnya karena lokasi yang jauh. 

Dua variabel ini tentunya saling berhubungan, karena sama-sama mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang tingkat pendidikan yang rendah. Hubungan ini perlu dicari tahu dulu setelah memiliki dua variabel atau lebih. 

3. Mencari Referensi 

Tahap ketiga dalam pembuatan kerangka pemikiran adalah mencari referensi. Kegiatan penelitian membutuhkan referensi yang cukup untuk menguatkan topik penelitian secara teori dan bukti dari hasil penelitian yang relevan. 

Referensi atau sumber penelitian bisa diambil dari buku ilmu pengetahuan, artikel online, jurnal ilmiah, jurnal cetak di perpustakaan, hasil wawancara, dan lain sebagainya. 

Referensi yang dikumpulkan kemudian dibaca dan dipahami, untuk menyaring referensi mana saja yang relevan. Jika sudah maka bisa menuju ke tahap berikutnya yang memaparkan hubungan informasi dari referensi dengan variabel yang sudah ditentukan sebelumnya. 

4. Memberikan Argumen Teoritis

Tahap berikutnya adalah memberikan argumen teoritis, artinya peneliti dalam menyusun kegiatan penelitian perlu memberikan pendapatnya. Pendapat ini tentunya harus kuat dan logis, dan mengandalkan seluruh data hasil berburu referensi di tahap sebelumnya. 

Jadi, topik yang dibahas dan semua variabel yang sudah ditentukan hubungannya kemudian dikaji ulang menggunakan seluruh informasi dari referensi yang ditemukan. Lalu, ditarik kesimpulan untuk mengetahui topik tersebut punya landasan kuat atau sebaliknya. 

Sebuah topik penelitian membutuhkan sejumlah teori yang membuatnya semakin kuat untuk dijadikan topik penelitian dan dilaksanakan langsung. Dibutuhkan argumen dari peneliti agar bisa meyakinkan pihak lain untuk ikut mendukung penelitian yang dilakukan. 

Misalnya pada saat mengikuti program hibah penelitian, maka seorang dosen yang merupakan calon peneliti. Perlu meyakinkan lembaga yang menyediakan dana hibah tersebut, bahwa penelitian yang dilakukan mumpuni dan punya urgensi tinggi. 

Pada tahap inilah, peneliti perlu memaparkan argumennya secara logis dan memiliki dasar yang kuat. Misalnya saat meneliti buah naga agar bisa punya masa simpan lebih lama dengan menggunakan teknik buah buatan. 

Maka peneliti membutuhkan teori kuat tentang buah buatan dan diperkuat dengan argumen peneliti bahwa buah naga bisa dibuat menjadi buah buatan tadi. 

5. Menggambarkan Kerangka Berpikir 

Tahap akhir dalam pembuatan kerangka pemikiran adalah menggambarkan kerangka berpikir itu sendiri. Jadi, seperti definisi yang dipaparkan di awal kerangka berpikir berbentuk bagan atau diagram. 

Maka di tahap akhir tinggal dibuat diagram yang menyebutkan seluruh variabel dalam penelitian. Kemudian diberi keterangan mengenai hubungan semua variabel tersebut, lalu menyebutkan teori yang memperkuat topik, dan sebagainya. 

Sehingga secara keseluruhan akan membentuk bagan alir yang menunjukan proses penelitian dari awal sampai akhir. Bagan alir inilah yang disebut sebagai susunan kerangka berpikir.

Baca juga: Kuisioner Penelitian

Contoh Kerangka Pemikiran

Supaya lebih mudah membuat kerangka pemikiran, maka bisa menyimak beberapa contohnya berikut ini: 

  • Contoh Kerangka Pemikiran Berbentuk Skema 

Kerangka berpikir juga bisa disusun dalam bentuk skema, berikut contohnya yang membahas mengenai pembatasan sosial berskala besar. 

Skema 1#

Konsep pembatasan sosial berskala besar.

Skema 2#

Sebagai bentuk perang melawan wabah covid-19 ini, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau familiar disebut PSBB.

Skema 3#

PSBB dirancang untuk mengurangi interaksi sosial sehingga tercipta social distancing yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Skema 4#

Penjelasan mengenai penanganan epidemi telah dijelaskan juga dari perspektif islam. Cara paling penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular yaitu dengan melakukan karantina diri.

Skema 5#

Pada prinsipnya, islam menganut pengobatan secara preventif dibandingkan dengan pengobatan penyembuhan.

Skema 6#

Tindakan preventif dalam menangani wabah covid-19 ini dapat dilakukan dengan mengurangi interaksi sosial.

  • Contoh Kerangka Pemikiran Berbentuk Diagram

Berikut adalah contoh kerangka pemikiran berbentuk diagram yang merupakan ide dari seorang guru dalam menggunakan media pembelajaran IPS yang kreatif dan menarik. 

Kerangka Pemikiran
Kerangka Pemikiran
  • Contoh Kerangka Pemikiran Skripsi 

Buah naga diketahui sebagai salah satu buah lokal yang dihasilkan oleh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dalam jumlah sangat besar. Hasil produksi buah naga yang berlimpah tidak lantas memberi banyak keuntungan, justru memberi permasalahan baru. 

Hasil panen buah naga dalam jumlah besar ternyata tidak terserap seluruhnya oleh pasar. Sehingga banyak penduduk yang mengolahnya menjadi pakan ternak dan tidak sedikit yang memutuskan untuk membuangnya begitu saja. 

Padahal dari hasil berbagai penelitian, buah naga mengandung banyak nutrisi dan diketahui tinggi antioksidan. Maka perlu dilakukan penelitian terhadap buah naga buatan agar masa simpannya bisa lebih lama. 

Adapun penelitian tentang buah buatan sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Yakni Sharma et al. (2013) Lins et al. (2014) Danalache et al. (2015), dan Costa et al. (2020) dengan menggunakan buah aprikot, mombin kuning, mangga, dan jambu.

Melalui penjelasan tersebut tentunya membantu kamu untuk lebih memahami pengertian dari kerangka pemikiran. Sekaligus bisa menyusunnya dengan baik, agar karya tulis maupun kegiatan penelitian yang direncanakan bisa berjalan lancar. Silahkan dipelajari dengan seksama, khususnya untuk dosen dan mahasiswa yang akrab dengan penelitian.

Artikel Penelitian Lainnya

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

Baca Juga :