VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Pengertian Kecerdasan Buatan, Sejarah, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

Artificial-Intelligence
toko buku kuliah

Teknologi yang semakin baju menciptakan banyak sekali perangkat pintar yang kemudian mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kehadirannya tentu saja tidak hanya membuktikan adanya kemajuan teknologi namun juga memiliki manfaat bagi umat manusia. 

Teknologi AI ini kemudian mampu meringankan beban pekerjaan manusia, dan kemudian membuatnya lebih efisien dan efektif. Teknologi ini ternyata sudah berkembang cukup lama namun belum semua orang menyadari atau mengetahuinya. Selain itu jenis atau penerapannya juga semakin luas. 

Kira-kira teknologi AI mana saja yang sudah kamu rasakan atau gunakan? Atau mungkin malah selama ini belum menyadari jika menggunakannya? Jika bingung, bisa jadi kamu perlu tahu lebih detail mengenai teknologi super pintar tersebut. Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa Itu Kecerdasan Buatan? 

Hal mendasar atau hal paling dasar yang perlu kamu ketahui mengenai Artificial Intelligence ini adalah pengertiannya. Mengapa? Sebab ada banyak ahli dan pakar yang merumuskan definisi terhadap teknologi satu ini. Mengetahui beberapa diantaranya bisa membantu lebih memahami definisi sesungguhnya dari teknologi tersebut. 

Dilihat dari segi bahasa, teknologi kecerdasan buatan tersusun dari dua kata yakni “kecerdasan” dan buatan. Secara mentah bisa didefinisikan sebagai suatu kecerdasan atau suatu keahlian yang pada dasarnya merupakan buatan manusia. Dimana kecerdasan otak manusia adalah alami dimiliki dan tumbuh sepanjang seseorang tersebut bernafas. 

Sementara itu, seseorang dengan kecerdasan alami ini kemudian merangkai sebuah sistem atau perangkat. Tujuannya adalah perangkat ini bisa memudahkan suatu pekerjaannya sendiri atau orang lain (manusia). Alat yang berhasil diciptakan dan teknologi yang berhasil dilahirkan inilah yang kemudian disebut sebagai AI tadi.

Pengertian Menurut Para Ahli

Istilah lain untuk menyebutkan teknologi ini adalah kecerdasan entitas ilmiah, yang kemudian mendorong banyak ahli untuk merumuskan definisinya masing-masing. Beberapa diantaranya adalah: 

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein  

Keduanya memberikan definisi pada teknologi AI sebagai kemampuan suatu sistem dalam menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut untuk mencapai suatu tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel. 

John McCarthy 

Menurut John McCarthy teknologi AI memiliki definisi sebagai kegiatan atau teknologi memodelkan suatu proses berpikir manusia dan mendesain suatu mesin supaya bisa menirukan perilaku dari manusia tersebut. 

H.A. Simon

Sedangkan menurut H.A. Simon, AI kemudian diartikan sebagai semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer guna melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia. 

Kristianto 

Kristianto kemudian juga memberikan definisi terhadap teknologi kecerdasan buatan. Yakni sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer. 

Gaskin 

Gaskin juga menyampaikan pendapatnya dalam mendefinisikan AI, yakni sebagai kecerdasan yang ditunjukan oleh suatu entitas buatan. Sehingga menurunnya, kecerdasan ini diciptakan dan kemudian dimasukan ke dalam program komputer. Supaya komputer tersebut bisa bekerja seperti yang dilakukan manusia. 

Kusumadewi 

Kusumawardani mengartikan teknologi AI sebagai sebuah studi yang membuat atau menjadikan perangkat komputer bisa melakukan sesuatu seperti yang bisa dilakukan oleh manusia. Sehingga perangkat komputer ini dirancang untuk bisa mengerjakan sesuatu seperti yang dilakukan manusia, sehingga bisa menggantikan manusia. 

Melalui berbagai pengertian AI menurut sejumlah ahli dan pakar di atas, maka bisa disimpulkan bahwa pengertian dari teknologi ini adalah kecerdasan manusia yang dimodelkan ke dalam perangkat atau sistem komputer supaya bisa menjalankan aktivitas seperti yang dilakukan oleh manusia tersebut. 

Diharapkan dengan adanya teknologi ini maka manusia bisa lebih mudah dalam menjalankan satu aktivitas dan aktivitas lainnya. Sebab perangkat komputer sudah dirancangs edemikian rupa untuk bisa melakukan pekerjaan yang umumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia. 

Supaya komputer ini bisa menjalankan suatu pekerjaan, maka akan memerlukan data. Data ini tentunya akan dikumpulkan oleh manusia yang menciptakan atau menanamkan kecerdasan buatan di dalam komputer tersebut. Data ini kemudian diolah oleh perangkat komputer, dan jika berhasil ditulis datanya dengan baik dan dibaca dengan benar.

Baca juga : Big Data

4 Bentuk Kecerdasan Buatan

Maka komputer ini nantinya akan memiliki kemampuan untuk menjalankan aktivitas atau pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Bentuk aktivitas ini disesuaikan dengan keinginan dari pembuatnya sendiri. Kemudian, teknologi AI juga umumnya memiliki satu dari empat bentuk kecerdasan berikut: 

1. Acting humanly

bentuk pertama adalah membuat suatu sistem komputer untuk mampu melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas seperti yang biasa dilakukan oleh manusia. 

2. Thinking humanly

bentuk kedua adalah bisa membuat sistem tersebut berpikir seperti halnya manusia yang kemudian akan menentukan tindakan dari sistem tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa sistem dibuat bisa melakukan pemikiran yang manusiawi. 

3. Think rationally

Bentuk selanjutnya adalah membuat suatu sistem komputer untuk bisa berpikir secara rasional sehingga tidak lagi berpikir kaku dan menunjukan bahwa dirinya ada mesin. 

4. Act rationally

jadi teknologi AI pada perangkat komputer atau yang berbasis komputer adalah bisa bertindak secara rasional. Tidak hanya bisa meniru pekerjaan manusia namun juga bisa menyadari suatu masalah dan kesalahan. Supaya pekerjaan yang dilakukan bisa dihentikan sementara.

Lalu, apakah bentuk-bentuk kecerdasan tersebut kemudian bisa diaplikasikan? Semakin kesini semakin banyak mesin dan komputer yang mampu memenuhinya. Sebab memenuhi satu bentuk saja sudah menunjukan bahwa teknologi AI sukses diterapkan pada suatu komputer atau perangkat. 

Sejarah dan Perkembangan Kecerdasan Buatan 

Dari penjelasan diatas, mungkin kamu akan langsung merasa penasaran sebenarnya sejak kapan kecerdasan buatan mulai diperkenalkan di muka bumi? Meskipun teknologi pintar baru menjadi tren beberapa tahun belakangan ini. Ternyata saat melihat sejarah dari perkembangannya, diketahui sudah mulai dicetuskan sejak puluhan tahun silam. 

Dilansir dari berbagai sumber, istilah AI pertama kali dicetuskan di tahun 1956. DImana pada masa tersebut mulai dilakukan riset awal mengenai teknologi AI namun masih sangat sederhana. Sebab teknologi di tahun 1950-an tentu tidak atau belum secanggih sekarang. Pada masa tersebut, baru mulai dilakukan eksplorasi terhadap topik-topik sederhana. 

Seperti topik dalam menyelesaikan suatu permasalahan sederhana dan kemudian topik mengenai suatu metode simbolik. Memasuki tahun 1960-an Amerika Serikat kemudian menaruh perhatian pada teknologi AI yang dicetuskan satu dekade sebelumnya tersebut. Negara adidaya tersebut kemudian melatih komputer untuk meniru penalaran manusia. 

Salah satu contoh aplikasi kecerdasan buatan oleh Amerika Serikat di masa tersebut adalah teknologi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Kesuksesan awal DARPA adalah ketika menyelesaikan pemetaan pembuatan jalan di tahun 1970-an. 

Kemudian baru kemudian di tahun 2003, DARPA sukses menghasilkan asisten pribadi cerdas. Sehingga menjadi pelopor teknologi AI jauh sebelum Siri maupun Alexa ditemukan. Selain DARPA masih banyak proyek lain yang mencoba mengaplikasikan AI, dan tentunya tidak hanya di negara Amerika Serikat saja. Namun seluruh negara di dunia. 

Masa awal AI mulai dikenal publik dan kemudian diketahui memiliki kemampuan baik dalam meniru kegiatan manusia. Kemudian memunculkan banyak anggapan negatif, dimana manusia akan digeser oleh mesin. Selain itu stigma AI semakin diperparah dengan penggambarannya di berbagai film dan cenderung menakutkan. 

Misalnya ada sebuah film yang menceritakan bahwa robot dengan teknologi AI ini menginvasi manusia. Menyerang manusia dan menguasai bumi yang kemudian memberi kerugian besar bagi umat manusia. Namun seiring berjalannya waktu, AI kemudian mendapatkan respon dan penilaian lebih positif. 

Apalagi sudah banyak perangkat dengan teknologi tersebut justru bisa dengan mudah membantu pekerjaan sehari-hari dan juga mudah untuk dikendalikan. Artinya Ai kemudian menjadi teman bukan lagi dianggap sebagai musuh dan ancaman.

Baca juga : Cloud Computing

Apa Saja Manfaatnya bagi Kehidupan? 

Kehadiran AI sejak era 50-an hingga saat ini kemudian membawa perubahan besar dan harapan baru untuk hidup lebih baik. Hal ini didasarkan pada berbagai manfaat yang diberikan oleh teknologi tersebut, beberapa diantaranya adalah: 

  1. Membantu Meminimalkan Kesalahan 

Manfaat pertama dari teknologi kecerdasan buatan adalah membantu meminimalkan kesalahan. Misalnya saja produk kamera yang sudah dilengkapi fitur autofocus. Penggunaan kamera menjadi lebih mudah karena bisa langsung fokus ke objek, sehingga meminimalkan kesalahan menentukan fokus dari apa yang dibidik. 

  1. Solusi untuk Hemat Energi 

Manfaat berikutnya adalah membantu menghemat energi, apapun jenis dan bentuk energi tersebut. Misalnya saja penggunaan sistem otomatis mematikan lampu di gedung perkantoran. Jika diketahui oleh sistem tidak ada aktivitas di ruangan, maka otomatis lampu akan dipadamkan. 

  1. Berperan dalam Eksplorasi Kekayaan Alam 

Teknologi AI juga bermanfaat dalam membantu proses eksplorasi kekayaan alam. Misalnya membantu perusahaan pertambangan untuk mendeteksi lokasi ideal dilakukan kegiatan pertambangan. Proses dengan AI menjadi lebih cepat, sehingga membuat aktivitas pertambangan lebih efektif dan efisien. 

  1. Menghemat SDM 

Teknologi cerdas ini juga membantu menghemat SDM, sebab semua sudah dikelola oleh sistem di komputer atau perangkat tertentu. Hal ini kemudian membantu perusahaan untuk mengurangi kebutuhan SDM. 

Misalnya saja untuk tempat parkir, dimana dibuat otomatis nomor parkir keluar di gerbang masuk. Sehingga tidak perlu lagi menyediakan SDM untuk mencatat dan menunggu di pos pintu masuk tersebut. 

  1. Bermanfaat di Bidang Kesehatan 

Teknologi Artificial Intelligence juga memberi manfaat besar di bidang kesehatan. Misalnya sudah ditemukan banyak sekali alat atau mesin untuk mendeteksi penyakit yang dialami pasien. 

Mesin-mesin atau alat-alat kesehatan canggih ini akan bekerja lebih cepat dan memberi hasil lebih baik dibanding alat rontgen biasa. Sehingga membantu tenaga medis terutama dokter untuk meminimalkan kesalahan dalam melakukan diagnosa penyakit. Sekaligus mempercepat penyembuhan pasien.

Baca juga : Revolusi Industri 4.0

Contoh Penerapan Kecerdasan Buatan 

Dalam kehidupan atau dalam keseharian, teknologi  kecerdasan buatan kemudian semakin memberi manfaat besar. Penerapannya sendiri sudah sangat banyak dan mencakup semua bidang. Beberapa contoh penerapan yang umum digunakan dalam keseharian adalah: 

Fitur Kategori Email Masuk di Gmail

Contoh penerapan pertama dari teknologi cerdas ini adalah fitur penyaringan email masuk dari Gmail. Saat login ke email pribadi di Gmail tentunya akan menjumpai sejumlah kategori. 

Mulai dari Utama, Sosial, Promosi, Spam, dan lain sebagainya. Sehingga email yang masuk tidak langsung ke Utama melainkan disaring sistem Gmail. Kemudian dimasukan ke kategori yang dianggap sesuai, fitur ini membantu pengguna Gmail untuk tahu mana email penting dan mana yang spam. 

Prediksi Pencarian dari Google 

Contoh berikutnya adalah prediksi pencarian dari Google, yakni kata kunci rekomendasi atau yang diprediksi akan dicari saat membuka halaman utama Google. Jadi, setiap kali membuka halaman utama mesin pencari Google maka di kolom pencarian akan ada sejumlah prediksi. 

Satu kata yang sudah diketik kemudian memunculkan sejumlah prediksi atau rekomendasi. Sehingga tidak perlu mengetik sampai panjang lebar saat melakukan pencarian. Cukup satu atau dua kata dan kemudian melihat hasil prediksi Google, jika ada yang sesuai tinggal klik saja atau bermain dengan kursor. 

Teknologi DeepFace di Dalam Facebook 

Kamu suka atau memang sudah lama menjadi pengguna media sosial populer Facebook? Pada saat mengunggah foto maupun video, dan kemudian ingin memberi tag pada steman di dalam foto tersebut. Maka kursor akan diikuti oleh kotak berwarna kuning keemasan. 

Kotakan inilah yang termasuk ke dalam teknologi kecerdasan buatan dan disebut DeepFace. Sehingga sistem AI di dalam Facebook akan mendeteksi wajah dan kemudian merekomendasikan atau memprediksi sejumlah nama usai mengetik satu atau dua patah kata. 

Fitur Chatbot di Website dan Aplikasi 

AI memberi kemudahan dalam meminimalkan kebutuhan SDM, salah satu contoh penerapannya adalah fitur chatbot yang bisa dijumpai di aplikasi dan website suatu perusahaan. 

Fitur ini memudahkan pengunjung dan pengguna aplikasi untuk terhubung ke customer service secara offline dengan menjawab sejumlah pertanyaan. Pertanyaan tertentu kemungkinan sesuai dengan yang dicari oleh pengunjung tadi. 

Sehingga tanpa perlu berkomunikasi langsung dengan CS, pengunjung pun menemukan jawaban yang dicarinya. Hal ini kemudian membantu perusahaan untuk meminimalkan jumlah CS. Sehingga ikut meminimalkan pengeluaran berupa gaji bulanan karyawan. 

Asisten Virtual 

Contoh berikutnya adalah layanan Asisten Virtual yang saat ini sudah ada banyak pilihan. Seperti Google Assistant, Siri, dan juga Alexa. Kedepannya jenis ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya orang yang terbantu dengan teknologi tersebut. 

Asisten virtual ini membantu pengguna suatu perangkat untuk melakukan beberapa aktivitas. Misalnya memberi pengingat saat jadwal meeting sudah tiba, mengingatkan jam makan, melakukan pencarian di internet tanpa mengetik, dan lain sebagainya. 

Contoh penerapan kecerdasan buatan pada dasarnya sangat beragam, sebab semakin banyak perangkat pintar ada di sekitar kita. Hal ini menunjukan bahwa semakin banyak pula perangkat yang sudah disempurnakan dengan teknologi tersebut. 

Rekomendasi Buku Mengenai Kecerdasan Buatan 

Bagaimana jika ingin mendalami atau mempelajari AI lebih dalam? Selain menggunakan berbagi informasi dari internet. Tentunya lebih ideal jika bertanya pada ahlinya dan membekali diri dengan membaca sejumlah buku yang sesuai. Bicara mengenai buku, berikut beberapa rekomendasi judul buku terbitan penerbit deepublish tentang AI:

Masih banyak lagi rekomendasi buku yang membahas kecerdasan buatan selain yang disebutkan diatas. SIlahkan kunjungi website penerbit deepublish untuk mengecek rekomendasi lainnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang