VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Pengertian Kata Benda: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Penggunaannya

kata-benda-buku
toko buku kuliah

Pengertian Kata Benda – Setiap harinya kita akan melakukan kegiatan membaca dan bertemu dengan kata benda atau nomina maupun jenis kata lain dalam suatu bacaan. Aktivitas membaca kini tidak hanya berupa membaca buku maupun surat kabar. Namun bisa berupa membaca pesan instan yang dikirimkan sanak famili maupun rekan sekantor. 

Selain itu, saat menonton acara di televisi kemungkinan akan melihat teks berjalan yang berisi berita singkat dan terkini. Saat teks tersebut melintas dijamin mata akan otomatis melihat dan kemudian membacanya. Masih banyak lagi aktivitas membaca yang baik sadar maupun tidak sadar sudah kita lakukan. 

Bicara mengenai aktivitas membaca, maka selain membahas mengenai struktur kalimat yang berisi subjek, predikat, dan objek. Juga akan membahas mengenai jenis-jenis kata yang digunakan. Dalam bahasa Indonesia, jenis kata ini ternyata sangat beragam dan salah satunya adalah kata benda tadi. 

Lalu, apa saja jenis kata yang lainnya? Tentunya sangat banyak, dan beberapa termasuk ke dalam jenis kata yang banyak digunakan. Misalnya kata sifat dan kata kerja, maupun yang lainnya. Kira-kira sudah bisa membedakan semua kata kerja tersebut belum? Jika belum maka perlu diketahui dulu dengan baik, supaya bisa membedakannya dengan baik juga. 

Siapa tahu kedepannya akan menekuni profesi menulis maupun sebagai editor. Sehingga pemahaman mengenai semua jenis kata dalam bahasa Indonesia ini sangat diperlukan. Namun pada artikel kali ini nantinya akan fokus membahas mengenai nomina secara mendetail. 

Sekilas Tentang Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia 

Supaya tidak bingung pada saat membahas mengenai nomina, maka terlebih dahulu kita mengenal dan memahami semua jenis kata dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya tidak semua jenis kata, melainkan jenis kata yang memang paling sering digunakan dalam keseharian maupun dalam pembuatan tulisan (karya tulis). 

Jadi, dalam satu kalimat minimal terdiri dari dua atau mungkin tiga suku kata dan tentunya bisa lebih. Kumpulan dari kalimat kemudian membentuk paragraf. Supaya paragraf yang berisi ribuan maupun puluhan dan ratusan kata ini bisa dipahami, maka satu kalimat harus terdiri dari beberapa jenis kata. 

Pemilihan jenis kata inilah yang harus teliti dan disesuaikan dengan konteks dari materi yang ingin ditulis. Jenis kata ini kemudian sangat beragam dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri yang ketika beberapa jenis ini disatukan bisa menciptakan suatu kalimat yang harmonis. Yakni enak dibaca, enak didengar, dan tentunya enak (mudah) dipahami. 

Berikut adalah beberapa jenis kata dalam bahasa Indonesia dan cukup sering dipakai:

1. Kata Benda

Jenis kata yang pertama adalah kata benda yang nanti akan dibahas mendetail lagi di bagian bawah. Nama lain dari jenis kata ini adalah nomina, yang mengacu pada suatu benda baik konkret maupun abstrak. Penggunaannya lumrah ditambahkan pada setiap kalimat. 

2. Kata Kerja

Berikutnya adalah kata kerja yang juga disebut dengan istilah verba, yakni jenis kata yang menunjukan suatu perbuatan atau tindakan. Biasanya akan disandingkan dengan nomina tadi dan juga jenis kata lainnya. Fungsi kata kerja dalam kalimat adalah sebagai predikat, sehingga dijamin selalu ada dalam kalimat. 

3. Kata Sifat 

Jenis kata berikutnya adalah kata sifat atau adjektiva, yakni jenis kata yang menjelaskan sifat, karakter, atau perilaku seseorang. 

4. Kata Ganti 

Dalam sebuah kalimat juga umum terdapat kata ganti, yaitu jenis kata yang digunakan untuk menggantikan sesuatu atau seseorang yang disampaikan dalam tulisan. Misalnya, untuk kata ganti persona (orang) maka ada kata aku, saya, kamu, dia, mereka, kita, dan sebagainya. 

5. Kata Keterangan 

Kalimat juga umum memakai kata keterangan, yakni jenis kata yang menjelaskan suatu kalimat atau kata benda dan kata kerja. Misalnya penggunaan kata sangat, paling, semaunya, seenaknya, belum pernah, dan lain-lain. 

6. Kata Bilangan 

Berikutnya adalah kata bilangan yang menunjukan suatu jumlah atau urutan bilangan dalam suatu kalimat. Misalnya kata pertama, kedua, ketiga, sepertiga, seperempat, pertama-tama, dan lain-lain. 

7. Kata Sambung 

Dalam kalimat juga umum ditambahkan kata sambung atau konjungsi dan sesuai namanya berfungsi untuk menghubungkan dua kata atau dua kalimat. 

8. Kata Sandang 

Kata sandang juga sering dijumpai, dan berfungsi untuk mengukuhkan maupun mempertahankan dan memulai suatu kalimat. 

9. Kata Depan 

Selanjutnya ada kata depan dan sesuai dengan namanya jenis kata satu ini berfungsi sebagai kata di depan jenis kata lain, baik itu kata benda maupun kata sifat dan kata lainnya.

Baca juga: Apa itu Teks? Penjelasan Arti dan Macam Teks

Pengertian Kata Benda atau Nomina 

Diantara sekian jenis kata di atas tentunya masing-masing cukup sering untuk digunakan agar suatu kalimat bisa tersusun dengan baik dan mampu menyampaikan apa yang ada dalam pikiran penulisnya. Bicara mengenai kalimat dan jenis kata maka nomina atau kata benda tentu sangat menarik untuk dibahas. 

Nomina sendiri merupakan jenis kata yang digunakan untuk menunjukan suatu benda atau bentuk benda baik benda abstrak maupun konkret. Benda abstrak yang dimaksud adalah jenis benda yang wujudnya tidak ada secara fisik namun bisa dirasakan, dan disadari memang ada. Misalnya perasaan kecewa, kekuatan, kasih sayang, cinta, dan lain-lain. 

Sedangkan benda konkret adalah kebalikannya, sehingga merupakan jenis benda yang memiliki bentuk fisik. Seperti meja, sepatu, lemari, pintu, mobil, smartphone, dan lain sebagainya. Secara umum nomina dalam suatu kalimat berperan sebagai subjek atau objek, sehingga sifatnya wajib ada dan bisa ditemukan di semua kalimat. 

Melalui definisi tersebut tentunya bisa disimpulkan bahwa yang masuk ke dalam kategori nomina tidak hanya benda mati namun juga benda hidup. Misalnya kata kekuatan, yang tentu bisa diterapkan pada kekuatan benda tidak bernyawa seperti tembok. Namun bisa juga pada benda bernyawa seperti manusia dan makhluk hidup lainnya. 

Ciri-Ciri dan Karakteristik Kata Benda 

Nomina atau kata benda tentunya sama seperti jenis kata lain juga memiliki ciri khas atau karakteristik. Berikut detailnya: 

1. Bisa Diperluas 

Ciri-ciri yang pertama dari nomina adalah bisa diperluas, yakni diperluas makna dari kata yang digunakan. Umumnya diperluas dengan menambahkan kata hubung atau konjungsi, seperti kata “yang” dan kemudian diikuti oleh kata sifat. Berikut beberapa contohnya: 

  • Sepeda yang cantik (sepeda: nomina, yang: penghubung, dan cantik: kata sifat). 
  • Bunga yang harum (bunga: nomina, yang: penghubung, harum: kata sifat). 
  • Kunci yang praktis (kunci: nomina, yang: penghubung, praktis: kata sifat). 

2. Dapat Diingkarkan 

Nomina juga memiliki ciri khas bisa diingkarkan, atau ditolak kebenarannya dengan menambahkan kata bukan. Berikut contohnya: 

  • Bukan saya. 
  • Bukan mereka. 
  • Bukan ahlinya. 

Hanya saja nomina tidak bisa diingkarkan dengan kata “tidak”, sehingga tidak pernah dijumpai kata tidak ditempatkan di depan nomina tersebut. Misalnya: 

  • Tidak saya (kurang tepat) 
  • Tidak mereka( kurang tepat). 
  • Tidak ahlinya (kurang tepat). 

3. Bisa sebagai Subjek, Objek, dan Pelengkap dalam Kalimat 

Nomina atau kata benda juga bisa berperan sebagai subjek, objek, maupun pelengkap dalam suatu kalimat ketika terdapat kata kerja (verba). Maksudnya adalah ketika ada satu nomina dan diikuti kata kerja maka bisa diakhiri dengan nomina juga. Berikut contohnya: 

  • Pemerintah Daerah membangun jembatan layang. (pemerintah daerah dan kata jembatan ada nomina dan bersifat sebagai subjek dan pelengkap dalam kalimat). 
  • Paman Ali mencarikan aku pekerjaan. (paman ali, aku, dan pekerjaan merupakan nomina dalam satu kalimat yang juga terdapat kata kerja yakni mencarikan). 

4. Bisa Mengalami Reduplikasi 

Nomina juga bisa mengalami reduplikasi dalam suatu kalimat, yakni menjadi kata ulang namun maksudnya adalah menyatakan bentuk jamak atau jumlah lebih dari satu dari nomina tersebut. Misalnya penggunaan kata mobil-mobil (ada banyak mobil), pintu-pintu (ada banyak pintu), dan lain sebagainya. 

5. Bisa Mengalami Pemajemukan 

Ciri-ciri berikutnya adalah nomina bisa mengalami proses pemajemukan, yakni menjadi kata majemuk namun tetap dipahami sebagai nomina. Misalnya bawah tanah, peran serta, tumpang tindih, dan lain sebagainya. 

Dilihat dari segi ciri-ciri, memang nomina ini memiliki banyak sekali poin yang membuatnya sering digunakan. Sebab sekali lagi, nomina bisa dikembangkan dengan menambahkan sejumlah jenis kata lain sebagaimana yang dijelaskan di atas.

Baca juga Teks Narasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah dan Contoh

Jenis-Jenis Kata Benda 

Jenis dari nomina atau kata benda juga cukup beragam, dan dilihat dari sejumlah aspek. Berikut detailnya: 

Jenis Kata Benda Berdasarkan Perwakilan 

Jenis dari nomina yang pertama adalah dilihat dari perwakilannya yang kemudian dibedakan menjadi dua jenis. Yaitu: 

1. Kata Benda Umum

Yakni nomina yang menunjukan jenis umum atau konsep dari suatu benda maupun bentuk benda. Secara sederhana, nomina jenis ini diartikan sebagai nomina yang menunjukan benda atau bentuk benda secara umum dan mengacu pada nama diri atau orang. 

Misalnya kata pelajar (menyebutkan kalangan pelajar secara umum bukan mengarah pada nama seorang pelajar), karyawan, masyarakat, bangsa, kaum wanita, kaum Adam, dan lain-lain. Sehingga nomina digunakan untuk menyebutkan benda secara umum tanpa menyebut nama atau sebutan yang spesifik. 

2. Kata Benda Khusus 

Berkebalikan dengan nomina umum, nomina berikutnya adalah nomina khusus. Yakni nomina yang digunakan untuk menyebutkan benda maupun bentuk benda secara khusus atau secara spesifik. Sehingga saat kata ini digunakan maka seseorang bisa langsung paham siapa dan apa yang dimaksud. 

Misalnya kata nama kota (Surabaya, Semarang, Jakarta, dll), nama planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, dll), dan nama orang langsung misalnya menyebut nama orang Ani, Ika, Iwan, Bambang, dan lain sebagainya. Sehingga saat nomina disebutkan secara spesifik seseorang langsung tahu apa dan siapa yang dibahas.

Baca Teks Berita: Pengertian, Ciri-Ciri, Kaidah dan Contoh

Jenis Kata Benda Berdasarkan Bentuk 

Sedangkan dilihat berdasarkan bentuknya, nomina atau kata benda kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis. Yaitu: 

1. Kata Benda Dasar 

Berdasarkan bentuk ada nomina dasar yakni jenis nomina yang menunjukan wujud suatu benda baik itu secara konkret maupun secara abstrak yang sudah dijelaskan sekilas di awal dan tidak disertai dengan imbuhan. Sehingga jenis kata ini merupakan kata dasar yang bisa berdiri sendiri. 

Penggunaannya tidak menambahkan kata apapun yang menunjukan kata sifat dari benda yang ditulis. Adapun contohnya adalah kata: air, kertas, rumah, kuku, dan lain sebagainya. Sehingga nama benda ditulis apa adanya tanpa ada tambahan kata lain, termasuk juga imbuhan. 

2. Kata Benda Turunan 

Sedangkan jenis berikutnya adalah nomina turunan dan merupakan kebalikan dari nomina dasar. Pada jenis nomina ini maka penggunaannya ditambahkan imbuhan apapun bentuk imbuhan tersebut. Mulai dari awalan, akhiran, sisipan, atau awalan-akhiran. 

Adapun contoh kata yang termasuk nomina turunan ini antara lain kata: pemanah, pertanian, masakan, dan lain sebagainya. Sehingga setiap kata nomina yang terdapat imbuhan maka masuk ke dalam kategori nomina turunan ini. 

3. Kata Benda Kolektif 

Jenis ketiga dari nomina adalah nomina kolektif, yaitu jenis nomina yang digunakan untuk menyebutkan benda atau bentuk benda yang berupa kumpulan. Artinya ada kumpulan benda yang disebutkan oleh penulis atau pembicara. Misalnya menggunakan kata hadirin, semua, pemuda, dan lain sebagainya.

Baca Teks Prosedur: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh

Daftar Contoh Kata Benda dan Penggunaannya dalam Kalimat 

Berikut adalah daftar contoh dari kata benda dan juga penggunaannya dalam kalimat: 

No. Kata BendaKalimat 
1Acara Acara yang bagus sekali. Acara digelar dengan baik. 
2Administrasi Administrasi harus dipenuhi. Syarat administrasi yang ribet. 
3Agen Agen yang baik. Agen harus disiplin tinggi. 
4Ahli  Ahli matematika handal. Ahli kimia berprestasi tinggi. 
5AksesAkses masuk yang mudah. Akses jalan sudah ditutup oleh pemerintah pusat. 
6Aktif Aktif dalam bergerak. Aktif menjalankan banyak kegiatan yang bermanfaat besar. 
7Aktor Aktor kenamaan dari Thailand. Sukses menjadi aktor yang membawakan karakter terbaik di setiap filmnya. 
8Akun Akun yang menarik. Konsep pembuatan akun yang menarik perlu dilakukan oleh setiap perusahaan yang go online
9Alam Alam yang indah. Menjaga alam tetap indah adalah dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. 
10Bagian Bagian yang penting. Bagian yang sempat hilang tersebut ternyata sudah berhasil ditemukan petugas yang berwenang. 
11Bahasa Bahasa yang mudah dipahami. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. 
12BahayaBahaya yang besar. Bahaya gempa perlu diwaspadai di masa sekarang, saat gunung berapi terlihat lebih aktif dari biasanya. 
13BandBand yang sukses. Band yang produktif, selalu menghasilkan lagu dan memanjakan penggemarnya. 
14Bandara Bandara yang keren. Bandara yang nyaman adalah idaman setiap orang agar pengalaman dalam perjalanan selalu menyenangkan. 
15Bangsa Bangsa yang besar. Bangsa yang bisa menghargai kebudayaan negaranya. 
16Buku Buku yang mahal. Buku yang bagus adalah yang isinya menarik dan mudah dipahami sekaligus menyajikan tema cerita yang unik.
17Bulan Bulan yang terang benderang. Bulan adalah salah satu satelit yang dimiliki oleh planet bumi. 
18Bumi Bumi yang indah. Menjaga keindahan bumi bisa dengan melestarikan alam dan lingkungan sekitar. 
19Bintang Bintang yang terang. Bintang dapat terlihat saat semua lampu dipadamkan.
20Burung Burung yang sehat. Burung tersebut tampak memiliki bulu yang cantik dan terawat dengan baik. 
21Bangunan Bangunan yang kokoh. Menciptakan bangunan indah butuh perhitungan ekstra dari arsitek, wajar jika biaya jasanya mahal. 
22Bank Bank paling dekat. Bank dengan bunga ringan bisa dijadikan prioritas saat mencari dana pinjaman. 
23Cangkir Cangkir yang indah. Cangkir yang desainnya sangat cantik. 
24Catatan Catatan yang rapi dan sistematis. Menyusun catatan harus sebaik dan selengkap mungkin agar mudah untuk dipelajari kembali. 
25Cermin Cermin yang besar. Cermin adalah media terbaik untuk melihat kondisi dan tampilan kulit secara kasat mata tanpa bantuan alat. 
26DadaDada ayam yang gemuk. Dada dan paha ayam adalah bagian daging yang banyak disukai oleh Ani. 
27DaerahDaerah yang subur. Masyarakat daerah selalu mampu menghargai sesamanya, karena kebudayaan gotong royongnya terjaga. 

Beberapa contoh kata benda di atas tentu membantu mengenal nomina dengan lebih baik, sekaligus bisa menggunakannya dengan benar dalam menyusun kalimat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang