Kalimat Deklaratif: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh

Kalimat deklaratif
toko buku kuliah
Bagikan

Kalian sedang mencari apa itu kalimat deklaratif? Nah, tepat sekali. Sebab, dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas dan lengkap mulai dari pengertian kalimat deklaratif, fungsi, jenis, ciri-ciri dan bahkan sampai contohnya.

Saat mempelajari bahasa Indonesia dalam materi jenis-jenis kalimat, maka dilihat dari isi akan menjumpai pembahasan tentang kalimat deklaratif. Jenis kalimat dalam bahasa Indonesia memang sangat banyak dan dibahas bertahap sejak SD sampai SMA. 

Pada kesempatan tertentu, dijamin akan membahas mengenai jenis kalimat berdasarkan isi. Dimana setidaknya ada 3 jenis kalimat dimulai dari kalimat imperatif, interogatif, dan deklaratif. 

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai kalimat deklaratif yang sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis kalimat lainnya mungkin juga sering digunakan dalam keseharian, sama seringnya dengan penggunaan kalimat deklaratif. 

Jika ingin mengingat kembali materi tentang kalimat jenis ini atau mungkin sedang dalam proses mempelajarinya. Maka bisa menyimak ulasan di bawah ini. 

Pengertian Kalimat Deklaratif

Pengertian kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya menyampaikan sebuah informasi atau memberikan suatu penjelasan tentang terjadinya suatu peristiwa. Dalam sumber lain, kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi tentang fakta, pernyataan, atau pendapat. 

Melalui definisi tersebut, maka pengertian kalimat deklaratif cocok disebut sebagai kalimat berita. Banyak sumber juga menyebut jenis kalimat ini sebagai kalimat berita dimana isinya memang menyampaikan suatu informasi atau berita. 

Berita yang dituangkan di dalam kalimat deklaratif adalah sebuah fakta, suatu kejadian yang memang benar-benar terjadi dan disampaikan ke orang lain. Isinya kadang tidak hanya berisi detail peristiwa atau fakta tersebut. Melainkan juga menjelaskan tentang opini. 

Belajar jualan online

Misalnya saja menjelaskan peristiwa musibah banjir, kadang diselipi opini dengan kata atau kalimat yang menunjukan kepanikan masyarakat. Masyarakat terlihat panik tentunya dari hasil pengamatan penyusun kalimat deklaratif tersebut dan merupakan opini. 

Kalimat jenis ini kemudian sering dijumpai di berbagai artikel media massa sekaligus digunakan untuk menjelaskan informasi secara lisan. Misalnya pembawa acara berita di televisi, kalimat yang diucapkan pembaca berita umumnya adalah kalimat deklaratif. 

Fungsi Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif dengan karakter khasnya dalam isi, yakni menyampaikan informasi berupa fakta dan opini. Maka memiliki fungsi yang khas dan berbeda dengan fungsi kalimat jenis lainnya di dalam bahasa Indonesia. 

Secara umum, kalimat deklaratif berfungsi untuk memberikan informasi berita yang isinya menyampaikan fakta, pernyataan, maupun pendapat. Lewat informasi yang disampaikan maka orang yang membaca dan mendengarkan akan ikut mengetahui suatu fakta. 

Sebagai contoh, sudah melewati jalan X dan terjebak kemacetan. Sesampainya di lokasi tujuan, akan disampaikan informasi mengenai kemacetan di jalan X tersebut. Sehingga memberi informasi kepada yang lain untuk tidak melintas di jalan X tadi agar tidak terjebak kemacetan. 

Jadi, dalam hal ini kalimat deklaratif bisa membantu membagikan informasi dengan mudah. Mudah untuk disampaikan oleh pemilik informasi dan mudah untuk dipahami oleh pihak yang menerima informasi. Sebab memiliki struktur kalimat yang mendukung hal tersebut. 

Promo Belanja Buku

Ciri-Ciri Kalimat Deklaratif

Supaya lebih paham lagi mengenai apa itu kalimat deklaratif, maka berikut adalah beberapa ciri dari jenis kalimat satu ini: 

1. Bersifat Informatif 

Ciri yang pertama dari kalimat deklaratif adalah bersifat informatif atau menyampaikan suatu informasi sebagaimana dengan pengertiannya. Kalimat ini menyampaikan fakta yang kadang ditambahkan sedikit opini oleh pihak yang menyampaikannya. 

Informasi yang disampaikan di dalam kalimat bisa dialami oleh pihak yang menuliskannya secara langsung. Jadi, kejadian yang disampaikan dialami sendiri oleh penulis kalimat tersebut. 

Namun, informasi yang dituangkan di dalam kalimat deklaratif juga bisa berasal dari pihak kedua, pihak ketiga, dan seterusnya. Ada kewajiban untuk menuliskan informasi apa adanya jika informasi ini datang dari sumber atau pihak lain. 

Jadi tidak dilebihkan dan dikurangkan untuk sensasi, karena jika dilakukan maka fungsi umum kalimat deklaratif akan hilang. Tidak lagi menyampaikan informasi melainkan menyampaikan gosip atau berita hoaks yang tidak perlu dibaca atau didengarkan. 

2. Tidak Memerlukan Jawaban Lawan Bicara 

Kalimat deklaratif juga disampaikan secara jelas, lugas, dan tidak berbelit-belit. Saat ditulis atau disampaikan secara lisan, maka kalimat ini hanya berisi penyampaian informasi yang tidak membutuhkan jawaban atau opini dari lawan bicara. 

Sumber pemilik informasi hanya menyampaikan dan tidak menuntut adanya tanggapan dari pihak yang diberi informasi. Misalnya saja dalam acara berita di televisi. Pembaca teks berita hanya menyampaikan informasi tanpa menggunakan kalimat tanya. 

Kenapa? Sebab pembaca teks berita tersebut menyampaikan kalimat deklaratif yang isinya berupa informasi. Tidak harus ditanggapi dan tidak harus dijawab oleh siapapun yang mendengarkan penyampaian informasi yang dilakukan. 

3. Bersifat Tidak Memaksa 

Ciri ketiga dari kalimat deklaratif adalah sifatnya tidak memaksa. Penyampaian informasi dalam kalimat dibuat tidak memaksa karena memang tidak membutuhkan jawaban dan tanggapan lawan bicara. 

Reaksi dari pendengar atau pembaca kalimat tersebut juga tidak dipaksakan harus seperti apa. Reaksi ini sifatnya bebas, setiap orang berhak menunjukan reaksi setelah informasi disampaikan. 

Misalnya saat mendengarkan informasi tentang tindak kejahatan, maka pendengar bisa bereaksi marah atau memaki pelaku tindak kejahatan tersebut. Namun, si pemberi informasi tidak menuntut mereka untuk menunjukan reaksi demikian. 

4. Intonasinya Netral 

Kalimat deklaratif juga disampaikan atau dituliskan secara netral, intonasinya netral dan datar. Disampaikan secara lugas dan terstruktur tanpa menggunakan intonasi yang dibuat naik turun seperti membaca puisi. 

Melainkan dibaca seperti biasa, seperti saat berbicara dalam keseharian dengan orang sekitar. Dalam susunan kalimatnya juga hanya identik dengan tanda titik dan koma saja. Tanpa tanda baca kompleks seperti tanda tanya maupun tanda seru. 

Intonasi netral dan datar ini membuat informasi bisa disampaikan dengan baik. Bayangkan jika suatu informasi disampaikan terburu-buru dengan kalimat terbata-bata. Maka pembaca atau pendengar akan kesulitan memahami informasi yang disampaikan. 

Selain itu, saat suatu informasi disampaikan dengan perasaan marah dan intonasi suara yang ditekan dalam. Maka informasi yang disampaikan menjadi tidak valid. Sebab informasi ini dianggap bukan sebagai fakta melainkan opini saja dari penulis atau pembicara. 

5. Selalu Diakhiri dengan Tanda Titik (.) 

Kalimat deklaratif punya ciri khas struktur kalimat yang selalu diakhiri dengan tanda titik. Hal ini juga yang mempengaruhi intonasi kalimatnya menjadi netral dan datar sebagaimana yang dijelaskan di poin sebelumnya. 

Jadi, tidak akan dijumpai kalimat deklaratif yang ditandai dengan tanda baca selain titik. Misalnya tanda tanya (?) atau mungkin tanda seru (!). Semua kalimat jenis ini selalu diakhiri dengan tanda titik. 

Selain membuat intonasinya menjadi netral, tanda titik ini sekaligus menunjukan pembaca tidak perlu memberi tanggapan atau jawaban. Cukup menjadi pembaca saja untuk mengetahui informasi yang disampaikan. 

Jenis Kalimat Deklaratif 

Kalimat deklaratif juga diketahui memiliki beberapa jenis yang mempengaruhi struktur penulisannya. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

A. Kalimat Deklaratif Aktif 

Kalimat deklaratif aktif adalah kalimat berita yang subjeknya melakukan tindakan terhadap objek. Jenis ini kemudian terbagi lagi menjadi dua sub jenis, yaitu: 

  • Kalimat Deklaratif Aktif Transitif 

Kalimat deklaratif aktif transitif adalah kalimat berita yang memiliki unsur objek di dalamnya. Kalimat ini umumnya memiliki predikat dengan imbuhan me-. 

  • Kalimat Deklaratif Aktif Intransitif

Kalimat deklaratif aktif intransitif adalah kalimat berita yang tidak harus disisipi unsur objek di dalamnya. Pola atau struktur kalimat deklaratif aktif intransitif biasanya berbentuk S-P, S-P-K, atau S-P-Pel. Selain itu predikat di dalam kalimat umumnya berimbuhan ber-. 

B. Kalimat Deklaratif Pasif 

Kalimat deklaratif pasif adalah kalimat berita yang subjeknya menerima tindakan dari objeknya. Terbagi lagi menjadi dua sub jenis, yaitu: 

  • Kalimat Deklaratif Pasif Biasa 

Jenis kalimat ini merupakan kalimat deklaratif yang diubah ke dalam bentuk pasif. Predikat yang digunakan dalam kalimat ini umumnya menggunakan imbuhan di-, ter-, dan ke-an. 

  • Kalimat Deklaratif Pasif Zero 

Kalimat deklaratif pasif zero merupakan kalimat deklaratif yang predikatnya menggunakan akhiran -an.

Contoh Kalimat Deklaratif 

Kalimat deklaratif tidak memiliki aturan penulisan yang ketat, hanya saja beberapa unsur pokok kalimat perlu dipastikan ada. Mulai dari unsur subjek, kemudian predikat, dan objeknya, lalu terakhir ditambah keterangan. 

Dalam penulisannya, kalimat jenis ini bisa mengikuti pola SPOK namun bisa juga tanpa mengikuti pola tersebut. Kuncinya adalah informasi disampaikan secara runtut atau sistematis. Supaya jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. 

Kalimat deklaratif juga bisa disusun dalam bentuk pasif maupun aktif. Tidak menjadi masalah karena kalimat berita tidak terikat oleh bentuk kalimatnya harus bagaimana. Supaya lebih paham lagi mengenai bagaimana penulisannya. 

Maka berikut adalah sejumlah contoh kalimat deklaratif yang dihadirkan dalam versi kalimat pasif dan kalimat aktif: 

  1. Pesta santunan anak yatim. 
  • Karang Taruna Desa Sukmajaya mengadakan acara santunan anak yatim pada 15 Mei 2020. (bentuk aktif). 
  • Pada 15 Mei 2020 diadakan acara santunan anak yatim oleh Karang Taruna Desa Sukmajaya. (bentuk pasif)
  1. Kehadiran kepala desa di suatu acara.
  • Pak Ahmad selaku Kepala Desa Sukmajaya menghadiri acara santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam. (bentuk aktif). 
  • Acara santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam dihadiri oleh Pak Ahmad selaku Kepala Desa Sukmajaya. (bentuk pasif)
  1. Jumlah mahasiswa di suatu jurusan. 
  • Jurusan ini menerima sebanyak 60 orang mahasiswa. (bentuk aktif)
  • Sebanyak 60 orang mahasiswa diterima jurusan ini. (bentuk pasif)
  1. Sambutan kedatangan menteri pendidikan Indonesia. 
  • Para guru menyambut bahagia kedatangan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (bentuk aktif). 
  • Kedatangan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disambut oleh para guru dengan bahagia. (bentuk pasif)
  1. Penangkapan pencuri. 
  • Polisi telah menangkap pelaku pencurian itu. (bentuk aktif).
  • Pelaku pencurian itu telah ditangkap oleh polisi. (bentuk pasif)
  1. Kecelakaan mobil. 
  • Kecelakaan mobil baru saja terjadi di Tol Cipularang. (bentuk aktif). 
  • Di Tol Cipularang baru saja terjadi kecelakaan mobil. (bentuk pasif). 
  1. Ibukota Indonesia 
  • Ibukota Indonesia adalah Jakarta. 
  • Jakarta merupakan Ibukota dari Indonesia. 
  1. Harimau Sumatera 
  • Hewan endemic di Indonesia ada banyak dan salah satunya adalah harimau sumatera. (bentuk aktif). 
  • Harimau sumatera diketahui merupakan salah satu hewan endemic di Indonesia. (bentuk pasif). 
  1. Rendang 
  • Indonesia memiliki banyak makanan enak dan populer, salah satunya adalah rendang yang berasal dari Sumatera Barat. 
  • Rendang merupakan makanan enak dan populer di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. 
  1. Candi Borobudur.
  • Peninggalan Hindu Budha terbesar di Indonesia adalah Candi Borobudur. 
  • Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan Hindu Budha terbesar di Indonesia. 

Melalui penjelasan di atas maka kini siapa saja bisa memahami apa itu pengertian kalimat deklaratif dan bagaimana menyusunnya dengan baik dan benar. Jenis kalimat ini sederhana dan menyampaikan fakta. Jadi, tidak akan sulit untuk menyusunnya sesuai ketentuan yang ada (Penulis: Puji)

Baca juga artiker cerdas lainya hanya di Blog Toko Buku Online Deepublish dan silakan beli buku referensinya untuk sekolah atau kuliah ya.

Download Ebook Gratis!

Panduan Jualan dan Bisnis dengan Omset Ratusan Juta Rupiah. 

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang