VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Jenis Karya Ilmiah yang harus Diketahui Mahasiswa

Jenis-karya-ilmiah
toko buku kuliah

Jenis karya ilmiah pasti sudah tidak asing lagi bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa atau pelajar. Hampir di semua mata kuliah pasti akan ada tugas untuk membuat karya ilmiah. Bahkan ketika akan menyelesaikan perkuliahan, karya ilmiah  menjadi syarat utama kelulusan.

Maka nggak perlu kaget bila banyak mahasiswa yang mengeluh saat diberi tugas membuat karya ilmiah. Selain proses yang dibutuhkan banyak memakan waktu, berbagai macam metode pun harus dipelajari untuk membuat suatu karya ilmiah. Terlepas dari itu, karya ilmiah tidak hanya berpusat di kalangan mahasiswa atau pelajar. Karya ilmiah kini sudah mulai umum di kalangan masyarakat. Ia ilmu pengetahuan baru untuk masyarakatnya sendiri, baik karya ilmiah yang disusun secara profesional ataupun lebih ringan. 

membuat-karya-ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Ahli

Agar lebih mengenal apa itu karya ilmiah, kamu bisa menyimak pengertian karya ilmiah menurut beberapa para ahli : 

  1.  Brotowidjoyo

Menurut Brotowidjoyo, karya ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menampilkan fakta dan dibuat dengan menggunakan metodologi penulisan yang baik dan benar

  1.  Eko susilo M

Karya ilmiah merupakan suatu tulisan ataupun karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya. Ia juga didasari dari berbagai hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan pada bidang ilmu tertentu dengan memperhatikan sistematika penulisan yang baik dan benar, serta dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

  1.  Hery firman

Hery mendefinisikan karya ilmiah sebagai laporan berupa tulisan yang dipublikasikan dari hasil pengkajian atau penelitian yang sudah dilakukan. Dimana di dalam penulisannya tetap memperhatikan kaidah serta etika keilmuan yang berlaku di masyarakat keilmuan. 

  1. Jones

Menurut Jones, karya ilmiah merupakan karangan ilmiah yang ditujukan untuk masyarakat tertentu atau profesional yang biasanya bersifat karya ilmiah tinggi.

  1. Totok Djuroto dan Bambang Supriyadi 

Karya ilmiah didefinisikan oleh mereka sebagai serangkaian kegiatan penulisan yang berlandaskan pada hasil penelitian yang disusun secara sistematis dan mengikuti metodologi ilmiah. Yang bertujuan untuk mendapatkan jawaban ilmiah dari suatu permasalahan.

Sedangkan menurut wikipedia :

Karya ilmiah adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah.

Setelah membaca pengertian tentang apa itu karya ilmiah, kamu perlu tahu nih apa saja jenis karya ilmiah. Nah, di bawah ini, kami sudah menyiapkan beberapa jenis karya ilmiah beserta  penjelasan dan sistematika pembuatannya yang perlu kamu ketahui. Yuk simak langsung.

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Jenis karya ilmiah adalah macam-macam karya ilmiah yang biasanya dipakai dalam dunia pendidikan. Misalnya dalam perguruan tinggi, ada karya tulis ilmiah berupa makalah, skripsi, disertasi, atau tesis. Berikut ini jenis-jenis karya ilmiah.

1. Makalah

Yang pertama ada di daftar kami adalah makalah. Makalah merupakan karya tulis yang didasari oleh data-data  yang bersifat empiris-objektif dari lapangan. Makalah sering kita jumpai dalam kegiatan seminar untuk dipresentasikan.

Selain itu, makalah juga kerap dijadikan sebagai tugas yang diberikan saat proses pembelajaran. Meskipun penyusunannya terbilang mudah, tapi bagi beberapa orang butuh waktu untuk menyusunnya dengan baik dan benar. Untuk  itu, kami siapkan bagaimana susunan karya ilmiah makalah yang seharusnya.

1.Pendahuluan

Pendahuluan biasanya memuat tentang persoalan atau pembahasan tertentu, yang meliputi: a) latar belakang, yang mana kamu akan menjelaskan tentang manfaat topik atau persoalan  yang diangkat sebagai judul makalah, b) Rumusan Masalah, yang mencakup tentang ruang lingkup persoalan yang menjadi batasan persoalan tersebut, c) Maksud dan tujuan penulisan, yaitu bagian yang memuat tentang maksud dan tujuan dari penulisan makalah itu sendiri sesuai dengan persoalan yang dibahas.

2. Pembahasan atau isi

Pada bagian pembahasan atau isi makalah, kamu akan menguraikan mengenai inti yang relevan dengan rumusan masalah yang dibahas. Harus menggunakan bahasan singkat dan teori pendukung berdasarkan data dan referensi yang digunakan. Secara umum pembahasan atau isi merupakan bagian utama dari makalah. Hal ini dikarenakan menjadi bahasan luas dari persoalan dari topik yang diangkat. Tidak hanya itu saja, kajian permasalahan serta faktor pendukung dan penghambat permasalahan juga dibahas di sini.

3. Penutup

Penutup berisi ringkasan umum dari isi makalah. Di dalamnya juga meliputi jawaban atas rumusan masalah topik yang dibahas sesuai dengan bagian pendahuluan. Bagian penutup wajib memuat hasil penelitian. Hasil penelitian juga bisa dikembangkan dan diuraikan untuk menemukan  kelemahan dan kekurangan hasil penelitian.

2. Artikel

Jenis karya ilmiah yang satu ini lebih sering banyak kita jumpai dibanding dengan karya ilmiah lainnya, baik di media cetak atau media daring. Biasanya, fakta dan opini disusun dengan gaya santai. 

Artikel kerap ditujukan untuk mengemukakan gagasan seseorang secara subjektif mengenai peristiwa atau topik tertentu. Artikel bisa berupa karya tulis lengkap, tulisan non fiksi, serta karangan tertulis yang tidak memiliki panjang tertentu. Adapun cara pembuatan artikel, sebagai berikut:

1. Menentukan Tema

Pemilihan tema menjadi salah satu kunci terpenting dalam pembuatan artikel. Dengan memilih tema yang lebih disukai akan mempercepat dan membuat kamu senang ketika mengerjakan. Hal ini memudahkanmu dibanding dengan tema yang terkesan berat atau awam di telinga kamu. Akan tetapi, pemilihan tema terkadang harus memperhatikan kondisi dan situasi yang berlangsung. Ini akan membuat artikelmu lebih banyak menarik pembaca.

2. Menentukan Judul

Ada banyak artikel setiap harinya yang diterbitkan baik dalam bentuk media cetak maupun media daring. Namun, hanya beberapa yang menjadi pilihan favorit bagi pembaca karena melihat judul yang menarik. Oleh sebab itu, buatlah judul semenarik mungkin hingga orang-orang tertarik dan penasaran untuk membaca artikel kamu. 

3. Menyusun Kerangka Artikel

setelah tema dan judul sudah ditentukan mulailah untuk menyusun kerangka artikel. Tentukan poin-poin penting yang akan kamu tulis di artikelmu. Selain memudahkan kamu ketika menulis, tahap ini akan membuat kualitas artikel kamu lebih menarik. Hal ini karena membuat kamu bisa mengembangkan poin-poin yang sudah disusun tadi.

4. Mencari Referensi

Semakin banyak kamu punya referensi, maka akan semakin menarik pula artikel yang akan kamu tulis. Tulisan yang kaya referensi akan membuat tulisanmu lebih akurat dan berbobot. Tahap ini juga bisa mencegah kamu untuk menulis hal yang belum tentu keabsahannya. Memanfaatkan buku bacaan atau membaca artikel di internet bisa menjadi rujukan untuk artikel kamu.

5. Menuangkan Ide Pokok atau Masalah

Setelah referensi yang kamu punya dirasa cukup, kamu bisa memulai tahap penulisan. Kamu bisa mengembangkan poin-poin yang sudah disusun tadi, baik dari sumber yang sudah didapat atau menuangkan ide dan gagasan kamu sendiri. Dalam penulisan artikel selain, menuangkan apa yang didapat dari sumber referensi, kamu juga harus menyelipkan gagasanmu sendiri. Tetapi tentunya harus berdasarkan fakta dan didukung dengan bukti dan keabsahan gagasanmu.

6. Membuat Kesimpulan

Setelah semua dianggap cukup, buatlah kesimpulan dari ide atau gagasan yang kamu jadikan sebagai topik pembahasan, baik secara terperinci atau sederhana. 

3. Kertas Kerja

Di daftar ketiga kami, ada kertas kerja. Jenis karya ilmiah ini identik dengan kebutuhan perusahaan saat akan menyusun laporan keuangan. Kenapa? Karena kertas kerja biasanya disusun secara sistematis, detail dan sangat terperinci. Dalam proses penyusunannya, sistematika pembuatan kertas kerja hampir serupa dengan pembuatan makalah. Hanya saja, penyusunan kertas kerja membutuhkan analisis yang lebih mendalam jika dibandingkan dengan penyusunan makalah.

4. Paper

Paper merupakan salah  satu bentuk karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan artikel ataupun makalah, lihat perbedaanya disini. Istilah ini akrab dengan mahasiswa. Biasanya, Paper berisi tentang pembelajaran dan proses pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang perkuliahan. Penyusunan Paper serupa dengan makalah. Kecuali dalam penyusunan Paper dibuat lebih singkat dan padat dibandingkan dengan penyusunan makalah. 

5. Skripsi

Skripsi tentu sangat familiar terutama bagi kamu yang berstatus mahasiswa. Bagian yang pasti dilalui bagi mahasiswa tingkat akhir untuk memperoleh gelar Sarjana. Pengertian Skripsi sendiri adalah karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang dibuat berdasarkan konsentrasi keilmuan dari teori yang sebelumnya telah dipelajari selama perkuliahan. Penyusunan skripsi terbilang sederhana, berikut adalah sistematika penyusunan skripsi secara umum.

1. Bagian Pertama

Pada bagian ini biasanya terdiri dari sampul judul, persetujuan pembimbing, pengesahan kelulusan, lembar pernyataan, motto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar diagram atau gambar jika itu menjadi kebutuhan dalam skripsi. Singkatnya bagian awal skripsi adalah bagian menjelaskan pengenalan dan pengesahan skripsi yang kamu buat.  

2. Bagian kedua

Bagian kedua merupakan pokok yang menjadi bagian terpenting dari skripsi. Di dalamnya membahas secara detail tentang judul atau topik permasalahan yang kamu angkat sebagai skripsi. Bagian kedua ini terbagi lagi menjadi lima bab pokok yang harus kamu buat. Berikut lima bagian pokok beserta dengan perannya masing-masing.

Bab 1 berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika tulisan.

Bab 2 terdiri dari dua bagian, tinjauan pustaka dan landasan teoritis.

Bab 3 menjelaskan tentang metodologi yang digunakan dalam penelitian. Umumnya ada dua aspek yang dibutuhkan disini, yaitu pendekatan penelitian dan sumber data penelitian.

Bab 4 adalah inti dari bagian skripsi. Berisi tentang penjelasan terperinci hasil dari penelitian.

Bab 5 memuat kesimpulan dan saran penelitian.

3. Bagian Akhir

Bagian akhir adalah penutup dari skripsi. Didalamnya berisi daftar pustaka, dan lampiran. Selain itu juga berisi susunan sumber atau rujukan yang menjadi faktor pendukung dalam penelitian. Mulai dari data tambahan semisal biografi seorang penulis buku yang dimana menjadi salah satu sumber rujukan penelitian kamu.

6. Tesis

Untuk kamu yang akan melanjutkan jenjang pendidikan Pascasarjana, kamu akan bertemu dengan tugas untuk membuat karya ilmiah ini. Tesis biasanya digunakan sebagai syarat utama kelulusan. Tesis merupakan pernyataan hasil dari analisis atau penelitian yang lebih mendalam. Tesis bertujuan untuk dijadikan bahan analisis di bidang akademis. Sistematika penulisan tesis tidak jauh berbeda dengan skripsi, tapi tentu saja ada beberapa perbedaan antara Perbedaan antara skripsi, tesis dan disertasi. Hanya saja dalam hal penulisan kamu akan lebih mengerjakannya secara mandiri dari segi referensi jika dibanding penyusunan skripsi.

7. Disertasi

Disertasi merupakan karya ilmiah yang sangat kompleks. Dibutuhkan analisis dan pengujian yang sangat panjang dalam penyusunannya. Proses analisis dan validasi akan melalui proses tiga kali lebih panjang dari tesis. Pemaparan yang didominasi dengan hasil analitis dan diharuskan hasil karya orisinal membuat karya ilmiah ini menjadi gelar tertinggi seorang mahasiswa dibidang akademik.

Sama halnya dengan skripsi dan tesis, secara garis besar ketiga karya ilmiah ini memiliki sistematika penulisan yang sama namun dalam pembahasannya memiliki tingkat analisis yang berbeda. Contoh kasusnya, seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi akan mendapatkan bimbingan dari seorang dosen dengan tingkat peran hampir 40% , sedangkan tesis 20% dan disertasi hanya 10%. Maka dari itu, untuk kamu yang akan melanjutkan jenjang pendidikan ke tahap doktoral, kamu harus memiliki kesiapan ekstra.

Kesimpulan Jenis Karya Ilmiah

Nah, di atas tadi merupakan pengertian dan jenis-jenis karya ilmiah yang ada di daftar kami. Bagaimana sudah siap membuat karya ilmiah kan? Atau melanjutkan tugas dari sekolah atau universitas yang kamu terima? Atau ingin mengulik lebih mendalam mengenai karya ilmiah?, mungkin beberapa buku berikut ini dapat membantu kamu dalam memahami Karya ilmiah :

Kontributor : Ana Widiawati

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang